
Wajah Clara,yang rusak sudah tersebar luas. Sandra, mengelus dadanya membaca berita tersebut.
Bagaimana mungkin, besok hari pernikahan mereka. Tetapi, wajah Clara sudah rusak. Para netizen berkomentar pedas, menyatakan tidak pantas bersanding dengan keluarga Allen.
Jordan, langsung bertindak dan menghubungi dokter ternama. Segera mungkin mencari obat untuk sang kekasih, lagi-lagi Camelia tersenyum sumringah.
Senyuman Camelia di tangkap oleh Jhonny, sudah menduga dia pelakunya.
Jhonny,salah tebak jika Vanya target Camelia lagi.
"Tuan,kita salah sasaran. Sepertinya benar, bukan keluarga Rendy jadi target nona Camelia.Tetapi, keluarga Doni juga. Pak Uut, memberitahu kepada saya. Ada sesuatu aneh di belakang mansion, sepertinya jalan rahasia seseorang. Jangan sekarang kita ke sana,kecuali nona Camelia tidak ada". Bisik Jecky, langsung di angguki Jhonny.
"Pasti ada sesuatu yang tidak beres,kenapa Camelia melakukan hal ini. Selidiki yang lainya,". Jhonny, tersenyum kecil. Matanya menatap tajam ke Camelia,yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Mungkin saja, pernikahan besok akan di batalkan". Kata Jordan, memijit pelipisnya.
"Mamah, setuju dengan ucapan mu. Banyak sekali, komentar pedas dari orang lain. Fokus sembuhkan wajah Clara, setelahnya baru kita diskusikan pernikahan ini lagi". Tegas Sandra,kesal Karena malu.
"Ada yang lebih mengejutkan lagi,gaun pengantin di hotel. Ada seseorang yang mengguntingnya,tertulis atas nama Katrina lagi. Kepalaku sudah pusing,aku sudah menyuruh beberapa orang mencari pelakunya. Tetapi, tidak ada tanda-tanda". Jordan, menghela nafas beratnya.
"Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan, selalu atas nama Katrina. Memangnya Katrina,bangun kembali atas kematiannya. Mamah, sangat yakin sekali bahwa mereka memiliki masalah besar kepada seseorang tersebut. Sehingga seseorang itu, melakukan balas dendam dan mengatas namakan Katrina. Lama-lama mamah, semakin yakin tidak menyetujui hubungan ini". Ucap Sandra, sudah marah padam. "Mamah, ingin pergi kediaman Sean. Membicarakan tentang pernikahan ini,jangan di biarkan saja".
Sandra, bergegas mengambil tasnya. Berusaha mengontrol diri,jangan sampai meluapkan emosi di hadapan semua orang nanti.
"Ayo, kita pergi ke sana". Kata Jhonny,menarik tangan Camelia.
"Eee...Iya,paman pelan-pelan dong". Gerutu Camelia, nampak kesal dengan pamannya. Duhh... Kalau Jhonny ada,aku tidak leluasa di sana. CK, menyebalkan sekali kau Jhonny.
Camelia, satu mobil dengan Jhonny dan duduk berdekatan. Huuuff... Katrina, kondisikan jantung mu ini. Jangan sampai ketahuan Jhonny, batinnya cengar-cengir tidak jelas.
"Lihatlah paman,banyak sekali mengolok-olok Tante Clara. Kasian yah, wajahnya rusak.Tapi, temannya jahat banget sama Tante Clara. Masa menyebarkan aib temannya,". Kata Camelia, memperlihatkan komentar pedas kepada Jhonny.
__ADS_1
"Kau kasian,atau sangat senang. Hmmm...?". Tanya Jhonny, memainkan kedua alisnya. Tangannya sudah melingkar di pinggang, Camelia.
"Pamanku sayang,apa maksud dari perkataan mu. Tentulah aku sedih sekali,karena paman Jordan gagal menikah". Camelia, langsung memasang wajah sedihnya. Sialan,kenapa Jhonny memancing reaksi ku. Apa jangan-jangan dia mulai menyadari semuanya,jangan sekarang aku membongkar rahasia ini. Karena balas dendam ku,belum usai lagi.
"Matamu jelas sekali berbohong, Camelia. Aku sudah mengetahui sifat asli mu,". Jhonny, tersenyum smrik. Semakin mempererat lingkaran di pinggang keponakannya, membuat sang empunya ketakutan.
"Paman,aku tidak mengerti mengapa kamu berkata seperti ini? Sumpah,". Camelia,jadi salah tingkah dan mengulum senyumnya.
"Sampai kapan pun,kamu berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari paman. Suatu hari nanti,aku akan mengetahui semuanya. Jangan sampai kamu menyesalinya,aku harap kamu berhati-hati lah". Jhonny, mengubah posisi duduknya sedikit jauh.
Dari sini, Camelia merasakan hawa dingin. Tanda-tanda kemarahan Jhonny, sudah terasa baginya.
Cup
Camelia, mengedipkan matanya setelah mencium pipi kanan Jhonny. Berharap bisa mencairkan suasana tegang ini,karena dia tidak mau kehilangannya.
"Ck,jangan membujukku dengan ciuman itu". Decak Jhonny, padahal dia sangat senang sekali. Berpura-pura biasa saja,namun menginginkan bibir Keponakannya.
"Jangan macam-macam denganku, menjauhlah dan duduk manis. Sebentar lagi,kita akan sampai". Jhonny, segera menepis tangan keponakannya itu.
"Baiklah,jika tidak mau. Bagiku tidak masalah,jangan menyesal loh". Goda Camelia, mencolek dagu Jhonny. Lihatlah, wajahmu sudah memerah Jhonny. Mana mungkin menolak ciuman ku ini,kau sudah kecanduan dengan bibirku.
Camelia, mengibas-ngibas rambutnya dan mengikatnya agak tinggi. Terlihat jelas jenjang putih lehernya, membuat Jhonny semakin gelisah gausar.
"Jangan di ikat terlalu tinggi, lehermu terlihat jelas. Cukup aku yang melihatnya,". Jhonny, langsung melepas ikatan rambut Camelia dan membuangnya langsung.
"Yahh...Paman, menyebalkan sekali. Aku gerah loh,". Rengeknya Camelia, mengerucutkan bibirnya.
Mobil mewah keluarga Allen, sudah memasuki kediaman Sean. Membuat orangtua Clara, sudah panas dingin. Bingung harus menjawab pertanyaan mereka, sudah pasti pernikahan anaknya gagal.
"Tetap di samping paman,jangan kemana-mana! Apa lagi bertemu dengan Ryan,paham!". Bisik Jhonny, dengan nada tegasnya.
__ADS_1
Camelia, memutar bola matanya dengan memelas. Ck, posesif terhadap ku. Aku Katrina,lepas darimu gampang.Batinnya, mengangguk pelan.
Di kediaman Sean, sangat ramai sekali dan ada para wartawan segala. Sandra, memerintahkan kepada wartawan,agar tetap tenang jangan buat keributan.
Jhonny, memegang jemari tangan keponakannya. Susah payah Camelia, ingin lepas namun tidak bisa. Malah Jhonny, tersenyum kecil.
"Silahkan duduk Nyonya Sandra, Tuan Jhonny, Tuan Jordan dan nona Camelia". Kata Doni, terlihat ketakutan dan keringat sebesar biji jagung di keningnya.
Terlihat Clara,duduk dan menutupi wajahnya karena malu. Jordan, mendekati sang kekasih yang menangis tersedu-sedu.
"Dokter Rafli, bagaimana dengan wajah calon menantu saya?". Tanya Sandra,melirik ke arah calon besannya itu.
"Racun, Nyonya Sandra. Ada seseorang menaruh racun di lulur,nona Clara. Kemungkinan, sangat susah menyembuhkan wajah nona Clara. Jika sembuh, itupun masih ada bekasnya. Bisa hilang menggunakan laser wajah. Tetapi, membutuhkan waktu lama untuk kembali mulus seperti semula". Dokter Rafli, menjelaskan semuanya.
"Tenang Nyonya Sandra,saya sudah bergerak untuk menangkap pelakunya. Semoga tertangkap secepatnya,kita tanyakan apa maksudnya melakukan ini". Sahut Doni, langsung.
"Bagaimana menangkap sang pelaku,jika arwah penasaran nona Katrina? Di balkon nona Clara, sudah tertulis jelas dengan pilok. Apa jangan-jangan kalian memiliki masalah besar, sehingga nona Katrina dendam kepada kalian?". Sahut salah satu, wartwan wanita.
"Benar sekali,apa kalian menyembunyikan sesuatu dari awak media?".
"Jangan-jangan kematian Katrina,memang tidak wajar. Bukan nona Clara saja, tetapi nona Jessica yang sudah terkurung di jeruji besi".
"Katakan pak Doni, pasti ada sesuatu yang tidak beres atas kematian nona Katrina".
Banyak lagi pertanyaan wartawan,mengatas namakan Katrina. Membuat Doni dan keluarganya, semakin gelisah gusar.
Jordan, mengelus lembut punggung tangan sang kekasih. Sejujurnya dia jijik memandang wajah, Clara. Karena kecantikannya sirna sudah, tidak seperti dulu.
Apakah ini karma,atas perbuatanmu kepadaku Clara.Batin Jordan,tak tega melihat keadaan Clara.
Sandra,masih setia mendengar pertanyaan wartawan kepada calon besannya.Sedari tadi cuman diam, tidak menjelaskan apapun. Di sini Sandra, menyadarinya bahwa calon besan memiliki masalah yang belum selesai.
__ADS_1