
Pagi hari di sambut hangat oleh, Camelia. Dia turun ke bawah mengenakan seragam sekolah SMP, senyuman manis mengembang di sudut bibirnya. Bagi Katrina, sekolah adalah membuang waktunya untuk balas dendam. Namun harus bagaimana lagi,dia tetap bersekolah mengenang masa-masa dulu lagi.
Rambutnya panjang di ikat tinggi, memperlihatkan jenjang putih lehernya. Wajahnya putih mulus, mengenakan bedak dan mengoles bibirnya dengan liptin berwarna pink rasa buah.
Kali ini penampilan Camelia, sangatlah berbeda dan mempesona.
Berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi, sudah di tunggu oleh nenek dan paman-pamannya.
Wajahnya imut dan manis,mempu menghipnotis Jhonny yang tak berkedip memandang keponakannya itu.
Sandra, menyenggol lengan Jordan dan memberitahu kepadanya. Jika Jhonny, sudah jatuh cinta dengan Keponakannya sendiri.
"Pagi,nenek, paman Jhonny,dan paman Jordan". Kata Camelia, bibirnya yang tipis sangat menggoda.
"Pagi, sarapan banyak yah. Jangan kecapean main di sekolah,kamu baru sehat". Jordan, mengelus pucuk kepala keponakannya.
"Paman Jordan, rusak nanti tampilan aku". Cicit Camelia, menepis tangan pamannya.
"Camelia, hati-hati di sekolahan. Jangan terulang lagi, kejadian waktu itu". Nasehat Sandra,kepada cucunya.
"Jangan iya-iya aja,tapi di dengarin dan diingat. Paham!". Sahut Jhonny, memberikan tatapan tajam. Matanya tertuju pada leher Camelia, benar-benar mulus sekali. "Berangkat sekolah bareng sama paman,kita sama-sama berangkat". Sambungnya, langsung di angguki Camelia.
"Camelia, tidak akan ceroboh lagi. Tenang saja,jangan mengkhawatirkan keadaan ku". Kekehnya Camelia, mendapatkan ciuman sekilas di pipinya. Namun bukan dari Jhonny, melainkan dari Jordan.
Mata Camelia, membulat sempurna karena mendapatkan ciuman tiba-tiba. Kedua pipinya merah merona, menahan rasa malu.
Ya Tuhan, tidak Jhonny, tidak Jordan, mereka sama-sama menciumi ku. Tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu,batin Katrina.
"Sudah lama,paman tidak menciumi mu. Sekarang keponakan paman, sudah besar dan beranjak dewasa". Jordan, mencubit pipi mulusnya Camelia lagi.
Jhonny, menatap tak suka dengan sikap Jordan. Bahkan terkejut melihat adiknya, tiba-tiba mencium Camelia tepat di hadapannya. Sandra,yang cekikikan menahan tawanya.
Sarapan pagi berjalan dengan lancar, setelah selesai barulah Camelia dan Jhonny pamit pergi.
Sepanjang perjalanan Camelia, mengenali setiap persimpangan jalan. Bahkan dulu dia, seringkali melaluinya.
__ADS_1
"Lain kali jangan mengikat rambut terlalu tinggi,paman tidak suka memperlihatkan jenjang lehermu kepada orang lain". Jhonny, mengubah ikat rambut keponakannya.
"Paman,aku suka seperti itu. Gerah tau,". Camelia, memasang wajah cemberutnya.
"Tapi,paman tidak suka. Cuman paman,yang boleh melihatnya". Bisik Jhonny, menghembuskan nafas tepat di leher keponakannya.
Bulu halus seketika meremang berdiri, Katrina terdiam. Meremas ujung rok sekolah, jantungnya berdegup kencang.
Jhonny, tergoda dengan aroma tubuh keponakannya. Memeluk pinggang ramping, Camelia. "Sangat harum". Bisiknya,tak henti-hentinya mencium leher Camelia.
Mobil mewah itu, berhenti di pintu gerbang sekolah. Jhonny, tersadar dari sikapnya dan mengecup kening Camelia. "Belajarlah dengan rajin,jaga dirimu baik-baik".
Wajah Camelia, sudah memerah seperti kepiting rebus. Cuman menunduk kepala, menahan malu dan mengangguk pelan. "Masuk dulu yah,paman. Semangat kerjanya,".
Entah keberanian mana, Camelia mencium pipi Jhonny. sang empunya,diam membeku merasakan benda kenyal menyentuh kulit pipinya dan tersenyum kecil.
Matanya tertuju pada Camelia,mulai masuk kedalam gerbang sekolahan.
Camelia, memandang sekolah megah dan bertingkat. Dimana para murid-murid kaya raya, cuman murid prestasi dan mendapatkan beasiswa. Yang boleh bersekolah di sini,anggap saja murid terpilih.
Halaman depan dan belakang, sangat luas. Memiliki fasilitas lengkap,ketat dalam pelajaran.
Kehidupan Camelia sebelumnya,dia terbilang kasar dan seringkali membentak murid lainnya.
Tiba di depan kelas,semua orang di dalam memandang ke arahnya. Camelia, tertuju pada dua murid tengah yang duduk. Siapa lagi Cika dan Rika, sahabatnya dulu dan kini tidak berteman lagi.
Camelia,duduk di bangkunya. Tidak memperdulikan tatapan orang-orang sekitar, mengalihkan pandangannya ke ponsel.
Cika dan Rika, mendekati Camelia. Mereka saling pandang,lalu duduk di depan.
"Aku ucapkan selamat,atas kesembuhan mu". Kata Cika,lalu Camelia memandanginya.
"Aku juga, selamat atas kesembuhan mu. Berhati-hati ke depannya,". Kata Rika, juga dan tersenyum kecil.
Salah satu murid perempuan mendekati mereka,teman sekelas juga bernama Lisa.
__ADS_1
"Camelia, apa kamu ingat siapa pelakunya yang sudah mendorong mu? Kasian orang rendahan seperti kami,terus di curiga".
Lisa,benar sekali dia Lisa.Batin Katrina, mengingat kehidupan Camelia dan berusaha beradaptasi hal baru. "Tenang saja, aku tau kok. Secepatnya pelaku itu, bertekuk lutut kepadaku. Tapi,aku sedikit memberikan dia kejutan. Saksikan lah, oleh kalian". Jawabnya dengan enteng.
Cika dan Rika, kebingungan mendengar jawaban Camelia. Tatapannya begitu tajam, seperti bukan Camelia yang di kenal oleh mereka berdua.
"Aku minta maaf, pernah kasar kepada kalian semua. Tolong maafkan aku, bagaimana caranya kalian memaafkan kesalahan ku". Camelia, tertunduk kepala.
Yang lainya tercengang mendengar ucapan kata maaf, biasanya Camelia paling anti meminta maaf. Walaupun dia sendiri yang salah, selalu egois ingin menang sendiri.
Rika, tersenyum sumringah dan merasakan Camelia sudah berubah. "Kami akan memaafkan kesalahan mu, asalkan pelakunya tertangkap".
"Rika,kamu ngomong apa sih? Mana mungkin Camelia,mau". Bisik Cika,melirik ke arah Camelia.
"Baiklah,aku akan melakukannya. Dalam seminggu ini, pelaku itu tertangkap dan di permalukan. Aku akan mengembalikan nama baik kalian, Maaf aku benar-benar salah paham dengan kalian berdua. Aku sedih kehilangan sahabat,aku menyesal". Camelia,menyeka air matanya.
Cika dan Rika,saling pandang penuh dengan kasian. Mereka berdua langsung memeluk tubuh, Camelia. Kini tangis mereka bertiga pecah,seisi kelas jadi terharu.
Sudah puas menumpahkan rasa rindu mereka bertiga,cukup lama tidak seperti ini. Katrina, kebingungan karena menangis kesegukan. Apakah masih ada sisa-sisa jiwa Camelia,dalam tubuhnya ini.
"Minggir!Minggir!Minggir!". Teriak Yumna, meminta para murid lain memberikan jalan ke arah Camelia.
Gladis dan group The Queen. Langsung menghampiri Camelia,karena dia sudah bersekolah kembali. sudah pasti mereka meminta Camelia, bergabung seperti biasanya. Karena dia adalah anggota group, orang terpandang dan kaya raya.
Sorotan mata tajam Camelia, menatap benci terhadap Gladis dan teman-temannya. Karena kelicikan mereka semua,dia hampir mati.
Cika dan Rika, ingin pergi menjauh dari Camelia. Tetapi Camelia, langsung menahan lengan mereka berdua.
"Cika dan Rika,minggir..!". Perintah Yumna, semakin erat Camelia mencekal lengan sahabatnya itu.
"Camelia,lama tidak berjumpa". Gladis, ingin memeluk Camelia. Tetapi, Camelia menghindarinya.
Sontak jadi bahan tawa mereka semuanya, sungguh memalukan bagi Gladis.
"Camelia, maksud kamu apa? Jangan membuat malu,ketua kita". Tegas Delima, kepada Camelia.
__ADS_1
"Delima, tidak masalah jika Camelia tidak mau memelukku. Jangan-jangan kalian yang miskin, sudah mempengaruhi pikirannya. Asalkan kamu tau Camelia, pelakunya salah satu dari kasta rendahan". Kata Gladis, menyunggingkan senyumnya.
Camelia, mendekati Gladis dan tersenyum. Tatapannya sulit di artikan, membuat suasana semakin tegang.