
Tidak tahu malu,belom meresmikan pertunangan. Tetapi, Clara sudah seringkali ke mansion ini. Ck,cukup besar juga nyalinya akan menjadi mantu di kelurga Allen. Aku biarkan kamu melayang ke atas awan, setelahnya aku hempaskan ke bawah sesakit mungkin. Lihat saja Clara,kamu akan mendapatkan sakit hati luar biasa termasuk kedua orangtuamu.Batin Katrina, tersenyum sumringah.
"Non Camelia, sudah datang". Ucap salah satu pelayan di mansion.
Camelia, tersenyum sumringah dan mengangguk pelan."Iya,bi. Lapar mau nasi goreng seafood yah,". Pintanya dengan lembut.
"Baik non,akan kami siapkan makanannya. Silahkan non, bersih-bersih dulu". Bi Darla, langsung pergi untuk memberitahu kepada chef mansion.
Camelia, berjalan ke arah ruang tamu. Sang nenek, menyambut hangat kedatangannya dan duduk di samping.
Sudut mata Camelia, melirik ke arah Clara yang sok cari muka. "Tante Clara, bolehkah aku ikut kediaman Sean? Soalnya aku temanan loh,sama Ryan dan 1 sekolahan".
Mendengar ucapan Camelia, sontak membuat Clara tersenyum manis. "Benarkah Camelia, Kamu temenan sama adiknya Tante? Astaga,ini benar-benar tidak menyangka".
"Benar sekali Clara,apa tidak merepotkan kalian. Jika cucuku, pergi bersamamu?". Tanya Sandra, sebenernya ragu Camelia ikut dengan Clara. Apa lagi tidak ijin kepada Jhonny, bakalan marah pria itu.
"Nenek,aku sudah besar loh". Cicitnya Camelia, tidak sabar bertemu dengan orang-orang yang sudah membunuhnya.
Mas Rendy,aku datang untuk menemui. Tidak sabar lagi,aku akan memberikan pelajaran wanita yang kamu cintai.Batin Katrina, tersenyum smrik.
"Ya sudah,kamu siap-siap Camelia. Di sana banyak orang, pasti kamu senang nantinya". Ucap Clara, tersenyum manis.
"Oke, Tante Clara. Tunggu yah,". Akhirnya Camelia, meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Bergegas naik ke atas, berisap-siap dan berpenampilan cantik dan menarik.
"Astaga,nasi goreng ku". Camelia, menepuk keningnya.
Beberapa menit kemudian, Camelia turun ke bawah langsung menuju ke dapur.
"Non, pelan-pelan makannya". Bi Darla, sampai kebingungan dengan Camelia. Cara makannya tergesa-gesa, sampai habis.
"Aaahh.... Makasih bi,kenyang dan enak". Camelia, sudah selesai makannya dengan sekejap.
__ADS_1
Bi Darla dan pelayan lainnya, sempat terbengong melihat sikap Camelia yang bar-bar.
Tiba Camelia dan Clara,masuk kedalam mobil menuju kediaman keluarganya Sean.
"Tante, kenapa dinamakan kediaman keluarga Sean? Memangnya siapa Sean,". Tanya Camelia, pura-pura tidak tahu.
Sean,nama marga ayahnya Katrina. sedangkan bibinya, keluarga dari sang ibu. Jadi tidak dapat marga Sean, melainkan pengasingan semata. Karena ayahnya Katrina, kecewa dengan keluarga istrinya. Masih bersikap baik dan memberikan pekerjaan,demi sang istri yang di cintainya.
Clara, kebingungan harus jawab apa. "It-itu orangtuanya Tante, memiliki keponakan dan memiliki marga Sean".
"Oh,jadi tempat tinggal keluarganya Tante punya keponakan orangtuanya Tante yah! Terus, keponakannya itu kemana?". Tanya Camelia, sudah membuat Clara gelabakan.Keringat muncul di keningnya, menggaruk tangannya yang tidak gatal.
"Sudah meninggal dunia,karena kecelakaan beberapa hari yang lalu. Itu loh, masa tidak tau namanya Katrina. Sudahlah jangan membahas tentang itu lagi, seram tau". Clara, mencairkan suasana tegang dan mencubit pipi Camelia. Sialan, anak ini mampu membuat ku ketakutan.
"Hehehehe...Iya sih,seram Tante. Apa lagi kalau dia benar-benar hidup,gak kebayang seramnya seperti apa". Kata Camelia, tersenyum smrik.
Clara, mengulum senyumnya dan merasakan hawa dingin memasuki kulitnya.
"Hmmmm...Ada orangtuanya Tante, sama Ryan. Terus ada Rendy suaminya alm.katrina,bersama istri dan anaknya. Ada juga ibu kandungnya Rendy,bersama kedua adiknya itu". Jawab Clara, mengatakan sejujurnya.
"Waw... Banyak sekali Tante,apa kalian sangat dekat dengan keluarga suaminya alm.Tante Katrina?". Tanya Camelia,mencoba mencari informasi.
"Hahahaha... Tidak,kami tidak sedekat itu. Bahkan seringkali berselisih, Tante ingin sekali keluar dari rumah itu. Sungguh menyiksa diri, seperti neraka". Jawab Clara, mengibas-ngibas tangannya.
"Ngomong-ngomong nih, bukankah Tante Katrina keponakannya orangtua Tante Clara. Lalu,kenapa gak di usir Suami dan keluarganya. Malah menumpang di kediaman Sean, padahal mereka tidak ada sangkut pautnya". Kata Camelia, memancing reaksi Clara.
"Eee... Tidak semudah itu,sayang. Apa lagi Rendy, suaminya Katrina dan sudah meninggal dunia. Tetapi,harta kekayaan Katrina jatuh ke tangan suaminya. Eee...Ak,aku hanya menebak saja". Clara, kecoplosan membongkar rahasia keluarganya.
"Tante Clara, tenang saja. Aku bisa jaga rahasia kok,". Camelia,mulai menenangkan pikiran Clara. "Lalu, orangtuanya Tante tidak mendapatkan kebagian begitu? Astaga,apa jangan-jangan mereka melakukan kecurangan".
"Camelia, seharusnya kamu jangan membahas soal ini. Masalah ini, untuk orang dewasa saja. Sebenarnya, Tante iri dengan Jessica. Dia adalah adik suaminya Katrina,". Clara, memasang wajah sedihnya. Benar sekali,aku mengiba kepada Camelia agar Jhonny mau membantuku di dunia hiburan dan menyingkirkan Jessica. Yah,aku harus memanfaatkan Camelia.
__ADS_1
Tunggu dulu, Jessica memang terpopuler di dunia hiburan. Sedangkan Clara,kalah bersaing dengan Jessica. Yah...Cuman Jhonny,yang bisa membantu Clara. Tapi, Jessica di bantu oleh siapa? Haruskah aku membujuk Jhonny,atau mencari informasi sendiri. Batin Katrina, memikirkan untuk menyingkirkan Jessica juga.
"Kenapa iri Tante, sedangkan kalian berdua sama cantik?". Tanya Camelia, berharap mendapatkan informasi kuat.
"Tidak,aku kalah Camelia. Jessica,di bantu Jhonny di dunia hiburan. Sedangkan aku, tidak dapat keadilan dari pamanmu". Clara, tertunduk sedih.
"Tante, jangan sedih yah. Aku bisa bantu kok,agar paman mau membantu Tante". Camelia, menggenggam jemari Clara.
"Benarkah, Camelia? Kamu tidak berbohong,". Tanya Clara, langsung di angguki oleh Camelia. Mata Clara, sudah berkaca-kaca dan berhasil memanfaatkan Camelia. Yes... Akhirnya aku bisa menyingkirkan Jessica. Rasakan kamu Jessica,atas pembalasan dendam ku.
Bukan hanya Jessica, saja yang di keluarkan. melainkan kamu, Clara.Batin Katrina, menyunggingkan senyuman liciknya.
Tibalah Camelia, sampai di kediaman Sean. Sekuat tenaga menahan air matanya,dia sangat merindukan tempat tinggal ini. Dimana dulu,banyak kenang-kenangan bersama orangtuanya. Bahkan sekarang di tempati, oleh para berhati iblis.
Camelia, mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ingin sekali menghabisi mereka semua, tetapi harus berjalan dengan lancar dan mulus.
Ryan, menatap tajam ke arah Camelia. Begitu terkejutnya melihat Camelia,bersama kakaknya.
"Siapa yang kamu bawa, Clara?". Tanya Vanya,adik kandung kedua Rendy yang baru terjun ke dunia hiburan baru-baru ini.
"Hussssttttt...Jaga ucapanmu, Vanya. Dia adalah Camelia, keponakannya Tuan Jhonny. Sangat berpengaruh terhadap dunia hiburan,kau sebisa mungkin untuk mengambil hati tuan Jhonny dan jangan melakukan kesalahan apapun. Cukup Clara,yang mendapatkan kesialan itu". Sahut Jessica, tersenyum smrik dan mendekati Camelia.
"Halo, Camelia. Kamu sangat cantik sekali,". Jessica, mengelus lembut pipi mulusnya Camelia.
"Jauhkan tanganmu yang menjijikan itu,". Clara, langsung menepis tangan Jessica. Mereka berdua memang seringkali bertengkar,dan membuat kegaduhan.
"Hentikaaaan!". Teriak seorang pria,yang di kenal Camelia.
Degggg....
Sorotan mata Camelia, menatap tajam dan ingin menerkam mangsanya hidup-hidup. Memejamkan matanya berlahan,agar emosinya mereda.
__ADS_1