SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Berkumpul


__ADS_3

Besok harinya,di mansion Allen banyak orang-orang berkumpul atas perintah JJ Abrams.


Beberapa saksi mata mengatakan istrinya tidak bersalah, tidak ada terkaitnya dengan masalah mereka. JJ Abrams, mengumpulkan mereka semua. Bahkan beberapa tamu undangan malam tadi, harus di seret ke dalam masalah ini.


Camelia,nampak tenang duduk di samping sang suami. Permainan segera di mulai,Mr. Down ini adalah detik-detik terakhir hidupmu. Aku harap kejutan ku ini, pertama kali sangat spesial dalam dirimu.Batinnya, penuh dengan semangat.


Membuat Down,semakin marah kepada Camelia yang sok tidak tahu apa-apa. Wanita ini, benar-benar licik rupanya. Dia mampu menjebak ku dalam masalah besar, menghancurkan kehidupan dan reputasi ku. Kali ini,aku akan memberikan pelajaran kepada mu nona manis. Bahkan suamimu sendiri,akan membenci mu seumur hidup.Batin Down, sangat marah besar terhadap Camelia.


Albino,duduk di sebelah Down sedikit malu mengingat kejadian malam tadi. Sedangkan Helen, menangis kesegukan di pelukan sang ibunya.


SIALAN! Mana mungkin bisa,aku bermain bersamaan dengan Mr.Down. Aku kira nona Camelia, rupanya parasit tak berguna.Batin Albino, melirik ke arah Camelia.


Seorang pria tengah berdiri tegak, mengenakan seragam militer di samping Helen. Lengkap dengan senjatanya, bahkan beberapa anggota militer lainnya.


Anggota militer ikut serta dalam menuntaskan kasus ini,mana mampu melawan Katrina.Batin Camelia,memuji dirinya sendiri.


Suasana semakin mencekam, terdengar suara bisik-bisik orang-orang sekitar dan para wartawan tengah meliput langsung.


 Beberapa pengacara ikut serta dalam menuntaskan kasus ini, sebelum lanjut ke meja hijau nantinya. JJ Abrams, ingin mengetahui yang sebenernya tanpa ada sesuatu yang janggal.


"Kenalkan saya Vino, seorang pengacara di pilih oleh pak hakim secara langsung. Semuanya sudah berkumpul bersama,kita akan meluruskan masalah ini. Pertama saya akan bertanya kepada nona Camelia, terlebih dahulu". Pak Vino,maju ke depan mendekati Camelia.


JJ Abrams, memegang jemari tangan istrinya dan mencium juga. Camelia,cuman mengulum senyumnya karena tersipu malu-malu. "Sayangku, aku yakin kau tidak ada kaitannya dengan masalah ini".


"Suamiku,jangan berpikir aneh-aneh tentang ini. Mana mungkin aku bisa melakukan,apa lagi membahayakan nyawa ku". Kekeh Camelia, tersenyum sumringah dan melirik ke arah Down.

__ADS_1


Down, semakin panas melihat adegan romantis mereka berdua. Ingin sekali memisahkan antara mereka,lalu membuang JJ Abrams ke jauh.


"Nona Camelia, apakah benar gaun anda basah karena tertumpah minuman nona Helen?". Tanya pak Vino,mendelik ke arah JJ Abrams.


"Iya,benar sekali". Jawab Camelia, tersenyum kecil. Oh, masih undur waktu rupanya. Aku kira langsung ke intinya saja, baiklah kita mulai.


"Baik,kita lanjutkan bertanya kepada nona Helen". Pak Vino, beralih ke arah Helen yang masih menangis kesegukan. "Nona Helen, bisakah berhenti menangis sekarang?".


Helen, menghapus air matanya dan mengangguk pelan.


"Baik,kenapa nona Helen membasahi gaun nona Camelia? Kami sudah melihat cctv,dimana nona Helen sengaja menumpahkan minuman ke gaunnya nona Camelia. Apa ada masalah di antara kalian?". Tanya Vino,sontak membuat yang lainnya kebingungan mendengar.


"Pak Vino,kita meluruskan masalah di kamar itu. Lalu,kenapa bertanya yang lain?". Rose, langsung membentak perkataan pengacara Vino kepada anaknya Helen.


"Nyonya Rose, bisakah anda diam dan ikutilah interogasi ini". Tegas JJ Abrams, beranjak berdiri dari duduknya. Camelia, segera menarik tangan suami agar duduk kembali.


"Mungkin nona Helen, tidak sengaja menumpahkan minuman ke gaun ku tadi malam. Soalnya,kami tidak memiliki salah apapun". Sahut Camelia, membela Helen.


"Setelah aku mengetahui nona Camelia, ingin pergi ke toilet tadi malam. Aku segera memberikan satu kertas kepadanya, untuk bertemu dengan ku di suatu ruangan". Kata Albino, langsung.


"Suatu kertas pak Albino. Baiklah,apa tulisannya di kertas itu nona Camelia?". Tanya pak Vino.


Camelia,semakin gugup mengatakan sebenarnya takut sang suami mengamuk-ngamuk lebih dulu. "Hhmmm...Pak Albino, mengajakku bertemu di kamar 303. Kertasnya masih ada di tangan sekertaris pribadiku,Bunga".


Raut wajah JJ Abrams, sudah murka melihat wajah Albino dan ingin menghajarnya habis-habisan. "Pak Albino,kau kira istriku murahan ha? Kau berani-beraninya mengajak istri ku ke dalam kamar, ingin mati di tanganku!". Teriak JJ Abrams, segera mungkin Camelia dan anak buahnya menahan tubuh JJ Abrams.

__ADS_1


Albino, ketakutan melihat seringai tajam JJ Abrams dan suasana semakin ricuh.


Jecky,meminta orang-orang sekitar untuk diam dan tenang. Akhirnya JJ Abrams, mulai tenang mendengar bujuk rayunya sang istri tercinta.


Di sudut lainnya,3 serangkai tengah menonton acara ini yang begitu menarik dan menjadi pusat perhatian orang-orang lain.


Bunga, memberikan kertas yang di tulis oleh Albino malam tadi. Lalu, memberikan kepada pak Vino dan mulai membuka suaranya lagi.


Pak Vino, mendekati Camelia lagi dan menanyakan sesuatu kepadanya. "Nona Camelia, setelah mendapatkan kertas yang di berikan oleh pak Albino. Apakah nona, langsung pergi ke kamar itu?".


"Iya,nona Camelia langsung naik ke atas dan aku mengikutinya dari belakang". Sahut Down, langsung.


"Benar,aku memang naik ke atas pergi ke toilet yang di beritahu oleh pelayan. Tapi,aku tidak menuju kamar itu". Bantah Camelia, langsung.


"Aku juga melihatnya dengan jelas, Camelia memang naik ke atas. Tapi,aku terlambat beberapa langkah sampai tidak mengetahui Mr.Down juga mengikuti nona Camelia". Sambung Albino, suasana semakin panas dan tegang.


"Lalu, bagaimana dengan nona Helen?". Tanya pak Vino, melirik ke Helen yang tertunduk kepala.


"Ak-aku sengaja mengikuti pak Albino karena ada sesuatu yang ingin aku katakan. Mungkin lebih baik secara empat mata, daripada banyak orang yang tau". Jawab Helen,meremas ujung bajunya.


"Aku melihat secara langsung dengan mataku, nona Camelia masuk kedalam kamar. Pintunya memang tertutup rapat,akan tetapi tidak terkunci. Aku masih ingat dengan kamar itu, seisinya gelap cuman ada samar-samar cahaya lampu darimana. Nona Camelia, sengaja menggodaku di atas ranjang dengan berpose sangat menggoda sekali". Ucap Down, menunjukkan jarinya tepat di depan Camelia.


JJ Abrams, menatap tajam ke arah Camelia yang terkejut mendengar ucapan Mr.Down. Namun, penasaran dengan jawaban istrinya masih bersikap santai.


"Benar, suasana kamar 303 gelap gulita cuman samar-samar tidak jelas. Tapi,aku tidak ingat apa selanjutnya dan tiba-tiba kami bertiga melakukan tak senonoh". Sahut Albino, memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Nona Helen, bagaimana dengan mu?". Tanya pak Vino, menatap wajah Helen yang memprihatinkan sekali.


"Ak-aku masuk kedalam mencoba mencari saklar lampu di kamar itu, tetapi ada seseorang yang memegang tanganku. Aku kira pak Albino,sebab aku melihat langsung pak Albino masuk kedalam. Lalu,aku tidak ingat apa-apa lagi". Jawab Helen,masih menundukkan kepalanya.


__ADS_2