SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Terluka Parah


__ADS_3

"Aaaakkhh... Ssshhhhttt...Sakit sekali". Lirih Cika, meringis kesakitan.Di bagian kakinya terluka parah sontak membuat Camelia dan Rika cemas dengan keadaannya.


"Cika,ya ampun!kakimu terluka parah Bagaimana ini Camel?Apakah kita masih melanjutkan perjalanan?" Tanya Rika, memandang wajah Camelia.


"Sebentar dulu". Camelia,melihat sekeliling ruangan bawah tangga berharap menemukan terowongan yang dikatakan JJ Abrams. Benar sekali ada terowongan pembuangan air, yang dikatakan JJ Abrams.Bagaimana dengan Cika,jika keadaannya sangat parah kakinya terluka? Camelia, langsung cek airnya sedalam lutut kaki,pasti Chika merasakan kesakitan di bagian kakinya dan perih.


"kau mencari apa Camelia?". Tanya Rika,cemas melihat Cika yang kesakitan."kita harus membantu Cika, kakinya keluar banyak darah. Bagaimana ini,aku khawatir dengan keadaan Cika?".


"Kau tunggu dulu dan temani Cika,aku akan mencari perban untuk kakinya". Kata Camelia, melihat sekeliling mondar-mandir.


"Camelia,kamu jangan jauh-jauh apalagi kembali ke sana.Aku mohon!Tidak mau kau kenapa-kenapa. Aaaarrgghh.... Ssshhhhttt...!" Pinta Cika, berlinangan air matanya.


"Camelia,harus hati-hati dan waspada". Kata Rika, langsung di angguki Camelia.


Camelia,masuk ke dalam ruangan satu persatu berharap menemukan sesuatu untuk mengobati luka temannya. Mengobrak-abrik tempat ruangan tersebut,membuka semua laci dan lemari.


Akhirnya Camelia ,menemukan pakaian hanya ini satu-satunya untuk menutupi luka Cika. Dia merobek pakaian itu beberapa bagian,lalu mengikatnya pada kaki Cika."Yang penting darahnya tidak mengalir lagi,tapi kita harus melewati terowongan itu. Aku sudah cek kedalamnya sampai lutut,pasti Cika akan merasakan perih. Cuman itu,jalan satu-satunya keluar".


"Aku merasa tak sanggup Camelia,kalian berdua pergilah". Ucap Cika, memasang wajah sedihnya. "Semua ini, gara-gara aku mengajak kalian dan meminta bantuan kepada mu Camel. Tinggalkan saja aku, selamatkan diri kalian".


"Kamu mau ngomong apa sih, Cika?kita ini teman sahabat akan selalu bersama apapun yang terjadi,mana mungkin kami meninggalkan mu. Bukankah begitu, Camelia?". Tanya Rika, memeluk tubuh Cika yang menangis kesegukan.


"Apa yang dikatakan Rika,memang benar. Mana mungkin kami meninggalkan kamu, sendirian di sini.Apa jadinya mereka menangkap mu,Kami tidak akan bisa memaafkan diri kami sendiri. Kita harus bersama-sama Cika,bukankah kita ke sini bersama-sama dan pulang pun harus bersama.kami akan membantumu berjalan melewati terowongan, Kamu bisa kan tahan sebentar?". Tanya Camelia,menyeka air matanya


Cika,merasa terharu mendengar perkataan sahabatnya. Baginya beruntung sekali menemukan dua sahabat seperti mereka. Apapun yang terjadi tidak pernah meninggalkannya, walaupun nyawa taruhan.Mereka tetap menolak untuk tidak meninggalkan dirinya,yang terluka parah ini.


Camelia dan Rika, menggandeng tangan Cika masing-masing sebelah. "Aaaakkhh... Ssshhhhttt....Perih sekali, jalan terus. Aku tahan kok,jangan khawatir". Cika, berusaha tersenyum membuang ke khawatiran kedua sahabatnya.


Satu harapan Camelia, berharap terowongan pembuangan air ini tidak terlalu panjang. Camelia dan Rika, merasa kasian Cika meringis kesakitan.

__ADS_1


Booooaaammmmm...!!


"Aaaaaaaaaa....!". Teriak mereka bertiga, terowongan pembuangan air sempat bergetar hebat. Sepertinya bom meledak di atas sana, bangunan semakin runtuh.


"Ayo,kita pergi dari sini secepat mungkin.Aku takutnya bangunan ini akan runtuh dan menimpa kita". Ucap Camelia, lumayan keras. Mereka bertiga mempercepat langkah, meskipun Cika menahan teramat rasa sakit di kakinya.


Sedangkan Jordan, Li Yun dan temannya. Ikutan terluka akibat ledakan bom,yang di lakukan anak buah JJ Abrams.


"Aaaarrgghh... Ayo, kita mundur dan masuk kedalam. Sepertinya anak buah JJ Abrams, sudah berdatangan. Untuk menyelamatkan nyawa kita, harus menemukan Camelia sebagai sandera kita". perintah Li Yun, mereka semua menurutinya.


Jordan,ikut serta dengan mereka. Mana mungkin nyawanya melayang begitu saja, sebelum mendapatkan apa yang di inginkan.


Mereka berlarian secepat mungkin,tiba di dua jalur jalan. Mereka bingung memilih yang mana,kanan atau kiri.


"kita pilih kiri". Kata Li Yun, langsung di angguki temannya.


Karen Jordan, ketinggalan di belakang. Dia malah memilih jalan kanan,tepat jalan Camelia dan temannya. Matanya tertuju pada darah sepanjang perjalanan, Jordan langsung berbalik dan memanggil Li Yun tadi.


JJ Abrams dan anak buahnya, sudah sampai di tempat. Keadaan penjara WR, sangat memperihatinkan dan banyak kehilangan nyawa.


"Kita harus ke belakang ke pembuangan air,kita akan menyusul Camelia". Perintah JJ Abrams,sigap pergi dan tak lupa dengan senjata api di tangannya.


JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya masuk kedalam penjara mencari keberadaan Jordan, Li Yun dan temannya.


Lagi-lagi Jordan dan Li Yun,dibuat kesal atas perlakuan Camelia. Jika mereka melewati pintu, pasti terkunci dan bersusah payah membukanya juga.


"Aku tidak menyangka jika Camelia,memang cerdas untuk memperlambat kita. Aku tak segan-segan memberikan dia hukuman, ingin sekali aku mencicipi tubuhnya sebelum mati". Li Yun, menyunggingkan senyumnya.


Dor!

__ADS_1


Dor!


Li Yun, menembak ke arah gembok untuk membuka pintunya.


"Aaaarrgghh....Sial,hebat juga Camelia. Aaaa... Aku kena jebakannya, Aarrrghh...!". Jordan, meringis kesakitan bagian punggungnya terkena besi runcing tajam.


"Kita harus berhati-hati melewati jalan ini, rupanya Camelia sudah memasang beberapa jebakan". Kata Rey, kakinya terluka terkena pecahan kaca.


Sebisa mungkin Camelia,membuat jebakan untuk mereka dengan alat seadanya.


Tiba mereka turun tangga,mata Jordan melihat ada terowongan di bawah tangga. Perasaannya bercampur aduk, takutnya Camelia dan temannya keluar jalan sini. Melihat sekeliling, tidak ada mencurigakan apapun.


"Ada apa pak Jordan, kenapa anda berhenti?" Tanya Li Yun, penasaran.


"Aku curiga dengan mereka,keluar melalui terowongan pembuangan air ini". Jordan, berjongkok mencoba mengangkat besi penghalang tersebut.


"Tidak mungkin pak Jordan, penghalang besinya terlalu kuat. Bagaimana bisa, Camelia membukanya?". Li Yun, tidak percaya jika mereka berjalan di terowongan pembuangan air ini.


"Kami melihat ruangan itu, sangat acak-acakan. Di sana ada bercak darah,salah satu dari mereka pasti terluka". Kata Rey, memasuki salah satu jalan di hadapan mereka.


"Pasti mereka melewati jalan sana,mana mungkin jalan di terowongan ini". Li Yun, tersenyum smrik dan menggelengkan kepalanya.


"Terserah,kalian mau jalan mana. Aku ingin memasuki terowongan pembuangan air ini. Instingku sangat yakin sekali, mereka melalui sini". Jordan, berusaha mencari sesuatu untuk membuka penghalang terowongan pembuangan air itu. Dia mencari sebuah alat agar mor-mor terlepas,lalu masuk kedalam.


Li Yun dan temannya, tertawa terbahak-bahak melihat sepanjang perjalanan ada bercak darah. "Pasti pak Jordan,kena sial karena sudah mengikuti insting bodohnya itu".


"Benar sekali, nyata-nyata ada bercak darah sebagai petunjuk kemana mereka pergi". Sahut Rey, bersemangat untuk menguliti mantan kekasihnya itu. "Aku tak sabar memberikan hukuman setimpal kepada, Cika".


"Aku juga tak sabar, untuk mencicipi tubuh Camelia yang cantik itu. Li Yun, jangan dulu membunuh perempuan cantik-cantik itu. Kita harus menikmati keindahan tubuhnya, sampai sepuas-puasnya". Kata yang lainnya, langsung di angguki Li Yun.

__ADS_1


"Aku menemukan mu, Camelia. Hahahaha... Hahahhaa...!". Li Yun,tak sabar menangkap Camelia. Ini adalah kesempatan emas baginya, sudah membayangkan bagaimana teriakkan Camelia meminta ampun kepadanya.


__ADS_2