
Bel sekolah berbunyi,bertanda jam istirahat telah tiba. Katrina,menghela nafas sudah menyelesaikan pelajaran matematika. Dari kehidupan pertama, waktu sekolah sampai kehidupan kedua. Dia masih sama, tidak menyukai pelajaran matematika.
Camelia, Cika dan Rika. Mereka bertiga pergi ke kantin, semua murid memandang ke arah mereka bertiga. Berbisik-bisik, keheranan, kebingungan, dan nampak tak percaya. Camelia,kembali pada sahabatnya dulu dan tidak bersama group The Queen.
Rika,mencari tempat duduk mereka bertiga di pojokan. Bagi Camelia, tidak masalah duduk dimana saja.
Sedangkan Cika, memesan bakso dan minuman dulu. Camelia, calingukan melihat sekeliling dan menatap ke arah mereka satu persatu.
"Rika,aku mau ke situ dulu". Camelia, mendekati seorang murid yang tertunduk kepala dan mengenakan kacamata. Kehidupan Camelia sebelumnya, murid berkacamata ini bernama Dahlia. Dulu, seringkali di buli dan caci maki Camelia sampai kacamata pecah.
Rika, langsung mencekal lengan Camelia dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa,aku cuman minta maaf". Kata Camelia, akhirnya Rika merasa lega jadinya.
Dahlia, tertunduk dan tidak berani menatap ke arah Camelia. Tangannya gemeteran, temannya di samping menjadi takut dan suasana menegangkan.
"Dahlia,aku minta maaf atas perbuatanku dulu. Aku,aku benar-benar salah". Kata Camelia, tidak memperdulikan tatapan murid lainnya. Tidak masalah merendahkan harga diri,demi menebus kesalahannya Camelia dulu. Semoga Camelia,tenang di alam sana.
Dahlia, mendongak kepalanya. Sudah bergelimangan air mata, membasahi pipinya. "Ck,apa aku percaya dengan ucapan mu ha? Mentang-mentang kau orang kaya raya, terpandang dan memiliki segalanya. Lalu,suka seenaknya memperlakukan kami yang miskin. Dimana letak hati nurani mu ha! Kamu belum pernah merasakan, bagaimana mencari sesuap nasi? Puas kamu ha, Camelia! Gara-gara kamu, orangtuaku susah payah mencari uang untuk membelikan kacamata baru. Itu semua demiku, untuk menggapai cita-cita". Dahlia, mengeluarkan unek-uneknya yang mengganjal selamanya.
"Astaga, Dahlia benar-benar berani menyinggung perasaan Camelia".
"Apakah Dahlia,mau cari mati?".
"Sungguh berani dia, pasti Dahlia mendapatkan hukuman setimpal dari keluarga Allen".
Dahlia, menutup mulutnya karena sudah lancang terhadap Camelia. Tangisnya semakin keras,luruh sudah di lantai.
__ADS_1
Cika dan Rika, Demak tegang karena Camelia diam saja.
Tiba-tiba Camelia, terduduk di samping Dahlia dan memeluknya erat. Sontak membuat yang lainya tercengang, seakan-akan tidak percaya apa yang di lihat.
"Maafkan aku, Dahlia. Apa yang harus aku lakukan, untuk menebus kesalahanku?". Kata Camelia, hatinya terasa sakit mendengar unek-uneknya Dahlia. Sungguh Camelia, keterlaluan sekali kepada orang lain.
Katrina,merasa iba kepada Dahlia dan orang yang pernah di buli oleh Camelia semasa hidupnya dulu.
"Apa! Benarkah yang kamu katakan, Camelia? Atau jangan-jangan, cuman mengerjai ku lagi". Dahlia , menyeka air matanya.
"Tidak akan pernah,aku janji akan berubah menjadi lebih baik. Untuk semuanya yang pernah aku buli,atau hal lainnya. Aku meminta maaf sebesar-besarnya kepada kalian, sungguh aku menyesali perbuatanku". Ucap Camelia, dengan lantangnya.
"Camelia, hentikan!". Gladis dan teman-temannya datang. "Untuk apa kamu meminta maaf kepada mereka, yang bukan setara dengan kita".
"Apa kau bilang tadi,bukan setara? Aku bisa saja, melakukan apapun untuk menjadikan dirimu setara dengan mereka. Bahkan jauh lebih rendah dari mereka,yang kau hina". Bentak Camelia, dengan tatapan tajam.
Seisi kantin menjadi heboh, karena Camelia membentak Gladis. Mereka semua bertanya-tanya, bukankah Camelia anggota group The Queen.
Camelia, langsung mencekik leher Yumna karena lancang sekali terhadapnya. "Apa katamu,ha? Dia ketua group The Queen, Hahahaha....Aku tidak perduli,karena aku keluar dari group bodoh itu".
"Camelia, lepaskan Yumna! Apa yang kamu lakukan ha,?". Akhirnya Gladis, melepaskan cekikikan Camelia di leher Yumna.
Seisi kantin para murid-murid lainnya, ketakutan melihat amarah Camelia. Sungguh mengerikan sekali,kenapa dia tiba-tiba marah terhadap group The Queen.
"Uhukkk... Uhukk... Uhukkk...". Yumna, terbatuk-batuk dan merasakan lehernya sakit.
"Camelia, tenangkan dirimu yah". Rika, memusut pundak Camelia.
__ADS_1
"Aisss....Aku benar-benar hilang kendali,". Gumam Camelia, menepuk keningnya. melangkah ke meja dan menyantap bakso dengan santainya.
Membuat yang lainya terperangah, sungguh membingungkan sifat Camelia yang berubah drastis. Cika dan Rika, mengangkat kedua bahunya dan duduk bersama Camelia.
"Ngapain lagi,kamu dan group The Queen diam? Cepat sana,pesan makanan dan kalian semua. Gak perlu bengong kaya burung beo,mending makan tu baksonya. Istirahat cuman 45 menit, pertikaian tadi menguras waktu. Laper jadinya habis ngomel-ngomel,gak jelas mana haus lagi. Ssshrruup....Aaahh....!". Camelia, menghirup jus jeruk sangat segar sekali.
Gladis dan lainnya,merasa kesal dengan sikap Camelia. "Pulang sekolah nanti,aku ingin berbicara dengan mu". Bisik Gladis,tepat di telinganya.
Gladis dan teman-temannya, langsung meninggalkan kantin. Malu sekali itulah yang mereka rasakan,apa lagi Yumna yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Camelia.
Bruaakkkkkkk....
Gladis, menendang meja lumayan keras. Dia benar-benar marah kepada Camelia, sudah membuat group The Queen malu.
"Tidak bisa di biarkan ini,apa kalian mempunyai ide ha? Semenjak Camelia, tidak berteman dengan kita. Otomatis anak-anak lainnya, menduga kita pelaku jatuhnya Camelia dari tangga. Apa jangan-jangan,kalian mendorong Camelia sampai jatuh?". Bentak Gladis, dengan tatapan tajam.
Mereka semua saling pandang dan menggelengkan kepalanya. "Bukankah kita merencanakan untuk menghabisi, Camelia? Sayangnya Camelia,masih selamat". Gerutu Yumna, mendengus kesal.
"Bagaimana kita mengambil bukti-bukti,siapa pelakunya?". Sahut Ryan, sontak membuat yang lainya tercengang.
"Buat apa, Ryan?kamu tau,siapa pelakunya ha?". Tanya Putri, penasaran dan ikuti lainnya.
"Aku tau siapa pelakunya, yaitu Gladis dan Yumna. Jika pamannya Camelia, mendapatkan bukti-bukti lainnya. Pastilah kita semua akan habis, jika kita bisa menghanguskan semua bukti. Otomatis kita selamat,". Ryan, tersenyum karena mendapatkan ide yang tak masuk akal.
"Bagaimana caranya Ryan? Siapa yang mau ha, kamu". Tanya Gladis, mereka semua benar-benar kebingungan.
"Hmmmm...Kita harus bisa mencari hacker, untuk mengambil informasi dari pamannya Camelia.Pasti bukti-bukti ada di laptop atau Ponselnya Camelia,kita harus mengambil dan menghapus. Jika sudah berhasil,aku punya ide. Sebentar lagi kakakku ada acara tunangan,di rumah pamannya Camelia. Ini kesempatan untuk ku,mencari bukti itu". Ucap Ryan, membuat lainnya langsung tersenyum dan memuji kecerdasannya.
__ADS_1
"Baiklah, masalah hacker aku yang bayar. Setelah itu, selesaikan dengan beres tanpa jejak Ryan. Hati-hati jangan sampai ketahuan, termasuk Camelia". Kata Gladis,dia mulai tenang dan bisa bernafas lega.
"Ingat,jangan sampai lewat 1 minggu. bisa habis kita semua, bahkan orangtua kita juga". Putri, memperingati mereka. Sebenarnya dia tidak setuju dengan ide Ryan,jika minta maaf secara langsung apa susahnya daripada ribet sana kemari.