SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Diculik,Santuy


__ADS_3

"Hahahhaaha.... Milikku,jangan di ambil! Itu,punyaku! Hahahaha... Milikku, tidak boleh ada yang mengambilnya! Pergi! Pergi!".


Maryam, terus-terusan teriak dan menjerit-jerit aneh.


Semenjak kejadian perampokan itu, kejiwaannya terganggu dan mengamuk-ngamuk tidak jelas.


Camelia, bergidik ngeri melihat Maryam diranjang pasien kedua tangan dan kakinya diikat.


Siapa yang merampok bu Maryam,mana mungkin JJ Abrams? Dia tidak tahu apa-apa, sudahlah mungkin terkena sial. Kasian sekali,dia langsung gila karena kehilangan barang-barang itu.Batin Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Semua ini, gara-gara kamu!" Jordi,membalik badan Camelia.


"Aku tidak tahu apa-apa,bu Maryam menginginkan barang kakaknya. Selesai mengangkut barang itu, beliau langsung pergi meninggalkan mansion. Jelaslah bukan aku yang salah, kalian juga yang meninggalkan beliau sendirian". Camelia, menepis tangan Jordi ingin mencekram lengannya.


 "Aaarghhh...Sialan kau, Camel. Aku akan melaporkan kasus ini, kepada pihak berwajib dan menangkap siapa pelakunya? Aku yakin sekali,kau ada terkaitnya dengan orang-orang jahat itu". Ucap Jordi, sorotan mata memerah manahan amarahnya.


"Silahkan, lakukan sesukamu sampai selesai. Satu lagi,kau membutuhkanku uang yang banyak untuk melanjutkan kasus itu". Camelia, tersenyum smrik dan melenggang pergi.


Jordi dan Laras menatap tajam atas kepergiannya. Apa yang di katakan Camelia memang benar, semakin memperdalam kasus semakin banyak uang yang di keluarkan.


"Laras,kamu punya uang tabungan lebih? Aku tidak mungkin tinggal diam, melihat ibuku seperti ini. Aku harus menangkap perampok itu, memberikan hukuman setimpal". Jordi, memandang wajah istrinya.


"Aku tidak mempunyai uang sebanyak itu, sekarang aku pengangguran. Apa kamu lupa,ha? Aku sangat susah mendapatkan pekerjaan, ketika kasus itu tersebar luas". Jawab Laras,di berhentikan menjadi dosen di kampus Camelia dan susah mendapatkan pekerjaan lain.


"Ck,dasar bodoh! Cuman mengerjakan tugas itu saja,kamu tidak becus. Seharusnya kamu berhenti-henti, tidak ceroboh dan menyusahkan segala-galanya". Jordi, sedikit mendorong tubuh istrinya itu.


Laras,sekuat tenaga menahan air matanya. Hatinya sakit melihat sikapnya, sungguh keterlaluan sekali.


"Hahahaha...Tasnya mahal sekali, perhiasan yang banyak. Hahahaha....semua ini, milikku cuman milikku. Hahahaha....Pergi! Jangan mengambil milikku! Pergi, hahahahha....!"


Maryam, terus-menerus berbicara tak masuk akal dan matanya melotot sempurna.

__ADS_1


Laras, tersenyum sumringah melihat ibu mertuanya gila. "Baguslah, kalau gila dan tidak perlu marah-marah kepada ku lagi. Dasar ibu mertua zholim,ini adalah karma untuk mu". Gumam pelan, Berlahan membalikkan badan dan pergi menyusul sang suami.


 ***************


Camelia, sampai di parkiran mobil di perusahaannya. Baru keluar dari mobil, tiba-tiba ada beberapa orang berpakaian hitam menangkapnya.


"Ee... Apa-apaan ini? Lepaskan aku,lepas!". Bentak Camelia, dengan tatapan tajam. "Katakan baik-baik kepadaku,siapa yang menyuruh kalian ha? Oke,aku akan masuk ke dalam mobil kalian. Tapi, jawab pertanyaan ku dulu!". Bentak Camelia, menyipitkan bola matanya.


"Tuan Morgan,nona". Salah satu dari mereka menjawabnya.


"Oke,aku masuk ke dalam mobil kalian". Ucap Camelia, melongos masuk kedalam.


Mereka terperangah melihat sikap Camelia, begitu santai dan pasrah diri. Biasanya seseorang di culik, bakalan meronta-ronta menyelamatkan dirinya.


"Kenapa kalian diam,ha? Cepatlah masuk,setir mobilnya terus jalan dan bertemu dengan bos kalian". Camelia, menepuk keningnya melihat mereka bengong.


"Ee...Iya,nona". Jawab mereka, langsung masuk ke dalam mobil sambil cengengesan tak jelas.


Sudah satu jam perjalanan,tapi tidak sampai ke tempat tujuan. Perutnya berbunyi sudah, cacing di perutnya meronta-ronta meminta makan.


Mereka saling pandang satu sama lain, bingung harus berbuat apa. Apakah menuruti perkataan Camelia,atau melanjutkan perjalanan. Memang benar,jika mereka merasa haus dan lapar perut sama-sama keroncongan.


"Kenapa diam? Janji deh,aku tidak akan kabur dan malah mentraktir kalian semua". Kata Camelia, tersenyum dan memainkan kedua alisnya.


Mereka saling pandang satu sama lain lagi,lalu mengangguk kepala menuruti perkataan Camelia.


Mobil memasuki parkiran rumah makan,terletak di pinggir jalan. Aroma ikan bakar tercium, sangat menggoda lidah.


Camelia,santai memasuki rumah makan dan mencari tempat duduk. Tak berselang lama, pelayan datang memberikan menu makanan.


Para anak buahnya Morgan, menggaruk-garuk kepalanya melihat Camelia memesan makanan untuk diri sendiri.

__ADS_1


"Kenapa bengong kalian? Cepat pesan makanan,perut sudah bunyi tu". Kekehnya Camelia,membuat mereka malu saja.


Mereka langsung memesan makanan masing-masing, dengan menu berbeda-beda rupanya.


"Tenang saja,aku bakalan memarahi bos kalian. Masa anak buah sendiri tidak di kasih makan, kasian sekali kalian". Kata Camelia, kepada mereka yang berjumlah 15 orang.


Mereka saling pandang satu sama lain, dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Camelia, menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar. Mereka mengira Camelia,di kawal bodyguard padahal di culik. Mana yang di culik santai, tidak meminta tolong kepada orang lain.


30 menit kemudian, mereka menyelesaikan makan bersama. Camelia, mengeluarkan beberapa lembar untuk membayar makanan mereka.


"Nona, biar kami yang membayar semua makanan ini". Salah satu dari mereka mencegah, Camelia.


"Tidak perlu,anggap saja hadiah untuk kalian". Kedip mata Camelia, membuat mereka semakin kebingungan.


"Hadiah!" Ucap mereka bersamaan, saling pandang satu sama lain.


"Ayo, kita lanjutkan perjalanan lagi. Semuanya sudah aku bayar, sesekali mentraktir makan kepada orang yang menculik ku". Kata Camelia, cekikikan menahan tawanya dan beranjak berdiri.


Mereka langsung berdiri dari tempat duduk dan bergegas mendekati Camelia,takut dia kabur nantinya.


Camelia, menggeleng kepalanya sudah menebak jika mereka takut dirinya kabur dan meminta pertolongan dari orang-orang sekitar. Tiba Camelia, masuk kedalam mobil dan mereka semua bernafas lega sekarang.


"Perjalanannya masih jauh kah? Perasaan bukan jalannya deh,menuju casino Morgan". Camelia, melirik sekilas ke arah mereka yang mencurigakan.


"Sebenarnya nona,bukan Tuan Morgan yang meminta kami menculik mu. Tetapi, musuhnya Tuan Morgan karena menantang perkataannya tidak akan mendapatkan kesialan jika bertemu dengan anda. Cuman itu,yang kami tau".


Sialan, Morgan membawaku ke dalam masalahnya. Awas kamu Morgan,akan aku perpanjang kontrak milikmu tidak bangun dalam 3 bulan. Batin Camelia, berdecak kesal karena Morgan.


"Perjalanan masib dua jam,nona. Kalau mau istirahat tidurlah,kami tidak mengganggu anda". Ucap mereka lagi.

__ADS_1


Camelia, memijit kepalanya yang nyut-nyutan memikirkan sikap Morgan. "Oke, tapi aku tidak mengantuk saat ini".


Astaga! Mana JJ Abrams, tidak ada lagi. Apa dia tau,jika aku di culik yah? Pasti pekerjaan ku semakin menumpuk segunung,jika aku tidak ada beberapa hari ini. Batin Camelia, menggeleng pelan. "Aku akan menghubungi sekertaris pribadi ku di kantor,agar dia menghandle pekerjaan sementara waktu aku tidak ada". Ucap Camelia, mereka langsung mengizinkan tetapi dalam pengawasan.


__ADS_2