
JJ Abrams, menatap tajam ke arah Camelia yang bergabung dengan keluarga Down. Rupanya Don, adalah anaknya sempat di viral kan memiliki hubungan dekat dengan Camelia.
"Sepertinya,bukan kami yang mendapatkan kesialan dari nona Camelia. Kau juga Tuan JJ Abrams,dari sini kau memandang ke arah kekasihmu dekat dengan keluarga Mr.Down". Bisik Morgan, di samping JJ Abrams.
"Kau sial sekali, ingin mengerjai Mr.Down. lalu, meminta bantuan kepada kekasih mu, lihatlah kau yang kena sial sedang Mr.Down mendapatkan keuntungan dan haha-hihihi...". Sambung Ardan, mendelik ke arah JJ Abrams.
"Rupanya anak Mr.Down,pria yang di gosipkan sebagai kekasih nona Camelia. Mr.Down, mendapatkan keuntungan dan kau mendapatkan kesialan". Sahut Marcus, cekikikan menahan tawanya.
"Sialan,aku tidak tahan Don melirik kekasih begitu genit. Aku harus mencegahnya, membongkar siapa Camelia?" JJ Abrams, baru melangkah kakinya dan sigap mereka bertiga menahannya.
"Tuan JJ Abrams,jangan gegabah dalam apapun. Kalau kau bongkar semuanya,maka kesialan bertubi-tubi akan datang. Jangan-jangan nona Camelia, tidak mengakuinya karena hubungan kalian tidak dipublikasikan cuman orang tertentu yang tau. Jangan sampai Mr.Down,mengajak perang di antara kau dan dia. Kami juga yang kena imbasnya, harus memilih dia atau kamu". Ucap Markus, menahan lengan JJ Abrams.
"Lebih baik,kita ikuti permainan kekasih mu itu. Kamu sih, kenapa mengajak nona Camelia ke sini dan mendapatkan kesialan bukan?". Kata Ardan, berkacak pinggang di depan JJ Abrams.
"Ayo, kita dekati mereka dan menguping apa yang mereka bicarakan". Kedip mata Morgan,tipe casanova kepoan sekali.
JJ Abrams,sekilas memejamkan kepalanya dan menghirup udara dalam-dalam dan hembuskan. Berusaha tenang melihat Don, memandang kekasihnya yang tak biasa. Dia juga yang salah, menyamar ingin berbisnis dengan Mr.Down. Namun, rencananya malah menusuk hatinya begitu cemburu.
"Mr.Downy...Maaf,maaf, maksudku Mr.Down". Aakkhh...Sialan, kenapa aku mengikuti perkataan Camelia.Batin JJ Abrams, melirik tiga serangkai yang sudah melotot karena dia salah sebut nama.
"Tuan JJ Abrams, tidak apa kamu salah menyebut namaku. Aku menyukai nama itu,Downy sangat bagus sekali. Calon mantu ku membuatkan gelar namaku,ini adalah sebuah beruntung sekali". Down, menepuk pundak JJ Abrams beberapa kali.
"Calon mantu!". Ucap Ardan, Morgan,dan Markus. Mereka bertiga melirik ke arah JJ Abrams, sudah menahan amarahnya.
"Iya, anakku Don mengenali siapa calon mantu ku ini". Zara, istri Down mencolek dagu Camelia. "Mereka sangat cocok menjadi pasangan suami-isteri,apa lagi memiliki menantu yang luar biasa".
"Benar sekali nyonya,nona Camelia sangat luar biasa karena memiliki sihir". Sahut Ardan, langsung.
"Sihir otak nyonya Zara,aku bisa menguasai bisnis dan memahami segalanya". Camelia, langsung mengalihkan perhatian Zara.
__ADS_1
"Benar sekali,mah. Nona Camelia, memiliki sihir yang fantastis sekali karena kemampuannya luar biasa". Sahut Don,memuji Camelia tepat di hadapan JJ Abrams.
Markus dan Morgan, mengelus-elus punggung belakang JJ Abrams untuk meredakan amarahnya."Sabar-sabar ini ujian, mohon bersabar". Bisik Markus dan Morgan, saling bergantian.
Ardan, langsung bungkam seketika karena percuma melawan Camelia yang tak bisa di lawan.
"Tuan JJ Abrams, wajah mu memerah apa kamu sakit?". Tanya down, sesuatu yang berbeda dari biasanya.
"Iya,aku tengah sakit Mr.Down". Jawab JJ Abrams, melirik tajam ke arah Camelia.
Camelia, menggaruk kepalanya membuang muka ke arah lain.
"Sayang sekali, padahal acaranya baru di mulai. Ada beberapa tarian tradisional di sini, sebentar lagi akan mulai. Silahkan,kita duduk dan saksikan pertunjukkannya". Ucap Down, mempersilahkan tamunya duduk.
"Mr.Down,aku doakan semoga nona Camelia menjadi menantu terbaik di keluarga anda". Ucap JJ Abrams, suaranya nampak berbeda tatapannya tak luput dari Camelia.
"Aku yang mendapatkan kesialan" Gumam JJ Abrams,melirik tajam ke tiga serangkai masih cekikikan menahan tawanya.
Camelia,masih berbincang hangat dengan Zara dan Don. Sesekali mereka bertiga cekikikan tertawa, entah apa yang di bahas mereka. JJ Abrams, tidak jelas mendengar pembicaraan mereka karena aluna musik sudah di mulai.
Tak sanggup melihat Don,yang lancang menyentuh tangan kekasihnya. Meskipun Camelia, menghindari menolak ajakan Don untuk menari di depan. JJ Abrams,beranjak berdiri berjalan mendekati Camelia.
Camelia, keheranan melihat sikap JJ Abrams yang berbisik dengannya. "ikuti aku".
"Nyonya Zara,ada sesuatu yang aku bicarakan dengan nona Camelia. Kami permisi dulu,cuman sebentar saja". Ucap JJ Abrams, memberikan kode kepada Camelia.
"Silahkan,jangan lama-lama yah". Kata Zara,kepada Camelia yang pamit pergi mengikuti JJ Abrams.
Cukup jauh JJ Abrams, membawa Camelia ke suatu tempat. Sepertinya sebuah labirin milik Down, halamannya cukup luas sekali.
__ADS_1
Camelia,terus mengikuti langkah kekasihnya itu. Sesekali melirik ke arah belakang, tidak ada satupun yang mengikutinya. "Labirin? JJ,kenapa kamu bawa aku ke sini? Kita bisa nyasar loh,kalau tidak tau jalan keluarnya". Berlarian kecil menyusul JJ Abrams,namun hilang di persimpangan labirin.
Camelia, calingukan melihat sekeliling karena tidak menemukan JJ Abrams. Takut melangkah kakinya,karena tak tau jalan keluar. "JJ,jangan tinggalkan aku!" Teriak Camelia, meremas ujung gaunnya.
Huuuuuuuuu....
"Aaaaa...JJ!". Pekik Camelia, ketika JJ Abrams meniup telinganya dari belakang. "Menyebalkan sekali,kau menakuti tau". Ketika Camelia, ingin mencubit perutnya sang empunya sigap menahan tangannya.
JJ Abrams, menarik tangan Camelia agar jatuh dalam pelukannya. "Aku benar-benar marah melihat mu dengan pria lain,kau tau itu". Semakin mempererat pelukannya,tak ingin melepas Camelia.
"Jangan salahkan aku sayang, bukankah ini yang kamu mau?". Kekehnya Camelia, mulutnya langsung di bungkam oleh JJ Abrams.
Ciuman mereka berdua semakin panas, JJ berlahan-lahan merebahkan tubuh kekasihnya itu. Camelia, mencoba menyeimbangi ciuman kekasihnya. Suasana hening di bawah sinar bulan, samar-samar cahaya dari hewan kunang-kunang.
"Uughhh....!" lenguhan merdu di telinga JJ Abrams,semakin bersemangat mencium seluruh leher sang kekasih. Tangannya mengelus lembut pangkal paha mulusnya, Camelia.
Suara petasan kembang api, menyadarkan dua insan yang di mabuk cinta. JJ Abrams, membenarkan pakaian Camelia yang sudah berantakan.
"Indahnya". Lirih pelan Camelia,masih berbaring di bawah Kungkungan JJ Abrams. Matanya tertuju ke atas melihat petasan kembang api terus-terusan meletus.
"Kau suka sayang,kalau pulang nanti beberapa mobil truk mengirim petasan untuk mu". Kata JJ Abrams, menelusuri wajah Camelia yang begitu menggemaskan baginya. "Wajah ini,cuman aku yang bisa memandanginya. Ingat sekali,aku mencongkel mata Don yang lancang memandang wajah mu".
"Kau ada-ada saja,ayo kita kembali sayang. Takutnya mereka malah curiga loh,kita lama-lama di sini". Camelia, bangkit duduk dan tangannya di tarik dan jauh di atas tubuh JJ Abrams.
Mereka berdua cekikikan tertawa bersama-sama, beranjak berdiri untuk kembali dan tiba-tiba mendengar suara tembakan.
Dor!
Dor!
__ADS_1