SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Mangga Muda


__ADS_3

Wajah JJ Abrams, ngilu melihat Camelia menikmati buah mangga muda di cocol dengan garam bercampur dengan cabe rawit beberapa biji. Sudah beberapa kali,dia mencegah sang istri. Namun, Camelia terus merengek-rengek manja dan meluluhkan hatinya.


"Ssshhhhttt..Asem sekali". Kata Trevino, mencoba untuk mencicipi buah mangga muda yang di kupas pelayannya. Dia penasaran sekali, melihat Camelia begitu menikmati buahnya. Yang benar saja,buah masam ini tidak terpengaruh oleh Camelia. Weekk...Asem sekali, nyesal mencicipi buah ini.Batinnya,susah payah meneguk salivanya menatap Camelia.


Kebetulan sekali, pohon mangga Trevino berbuah sangat banyak sekali di taman mansion.Entah kenapa, Camelia tiba-tiba menginginkannya dan menikmati setiap gigitannya. Memberikan perintah kepada pelayan untuk memanggil suaminya, tidak memperdulikan kesibukan karena pekerjaan. Dia menginginkan suaminya,mengupas buah dan memotong juga.


"Sayangku,jangan memakannya terlalu banyak. Sudah cukup yah, nanti sakit perut loh. Kamu sudah menghabiskan 5 buah mangga muda, sayang". JJ Abrams, mengerjapkan bola matanya memandang wajah istrinya tak ada tanda-tanda kemasaman. Bahkan mencicipi satu gigitan saja, sudah di muntahkan karena tak sanggup masam.


"Satu lagi sayang,tolong kupas kulitnya". Pinta Camelia, kepada sang suaminya. Berrr...Seger sekali buahnya, tidak sia-sia aku ke sini dan menikmati beberapa buah-buahan juga.


"Satu ini yah,janji tidak akan nambah lagi. Aku takutnya kamu sakit perut malam nanti,jangan membuatku khawatir sayang". Bujuk JJ Abrams, langsung di angguki Camelia. "Aku gak mau kesakitan, karena kecerobohan sendiri tidak mau menurut perkataan ku. Sayang,jika kamu sakit sama menyiksa diriku sendiri tidak becus mengurus mu".


"Hmmm...Satu ini aja,janji deh. Suamiku, jangan ngomong aneh-aneh deh. Percayalah kepadaku yah, tidak akan terjadi apapun bahkan penyakit menjauh dari ku". kekehnya Camelia, sudah puas menghabiskan 5 buah mangga muda dengan sendirian.


JJ Abrams, menggeleng kepalanya karena sang istri sanggup menghabiskan beberapa buah yang rasanya masam sekali. "Hmmm...Aku mempercayai ucapan mu sayang,tapi tetap mengkhawatirkan keadaan mu ini". Mencolek dagu istrinya,lalu mengecup kening juga.


 "Sekalian deh,di potong-potong tipis kaya tadi". Pinta Camelia, cengengesan memandang wajah suaminya itu. "Jangan mencium sembarangan JJ,apa kamu tidak malu lihat?". Bisik Camelia, melotot kan bola matanya.


"Gigimu gak ngilu,sayang? Sudah banyak makan buah yang masam ini? Aku tidak merasa malu menciumi di depan mu, karena kamu adalah istriku tercinta". Kata JJ Abrams, sambil memotong buah di tangannya. Tidak memperdulikan raut wajah sang istri cemberut,lalu mendapatkan cubitan kecil.


"Gak, cuman masam dikit dan malah enak cocolan cuman garam dan cabe rawit. Selalu saja, sesukamu mencium ku". Camelia, tersenyum manis dan melirik ke arah Trevino.

__ADS_1


Trevino, menggeleng pelan menolak tawaran Camelia. "Tidak. Terimakasih, atas tawarannya".


Camelia,bodo amat dengan tatapan mata memandang dirinya keheranan. Pasti mereka terheran-heran melihat ku yang doyan buah mangga muda ini,gimana gak doyan enak banget.Batinnya.


"Tuan JJ Abrams,aku sudah memberitahu kepada Maira memilih gaun untuk istrimu. Semoga nona Camelia, menyukai gaun pesta malam ini". Kata Trevino, melirik ke arah Camelia yang tersenyum kecil. "Kebetulan sekali, adik-adikku tengah memilih gaun pesta malam ini". Sambungnya lagi.


Gaun pesta untukku? Hmmm....Aku harus berhati-hati gaun pilihan mereka, takutnya ada sesuatu yang tidak beres.Batin Camelia, tersenyum smrik. "Sayang,aku ingin memilih gaun untukku malam ini. Tidak masalah aku sendirian ke dalam kamar, pergilah dengan urusanmu". Kedip matanya.


"Baiklah, akan pergi bersama dengan Trevino dulu. Sayangku,jika ada sesuatu yang kamu inginkan katakan apa saja". JJ Abrams, memeluk erat tubuh istrinya.


"Hmmm... Aku pamit dulu,dah!". Camelia, melenggang pergi yang di iringi dua pelayan wanita menuju kamar yang sudah di sediakan.


"Aku ingin beristirahat sejenak,kalian silahkan pergi". Ucap Camelia,kepada dua pelayan wanita itu. Mana mungkin kalian berdua selalu bersamaku,tidak menyukai seseorang yang mengawasiku dan susah bergerak apapun yang aku inginkan.


"Tentu, terimakasih atas pengertiannya". Kekehnya Camelia, langsung menutup pintu kamar lumayan besar itu.


Sedangkan Maira dan Laure, tersenyum sumringah melihat Camelia akan memilih gaun dari mereka.


"Kita Lihatlah di pesta malam nanti, pasti nona Camelia mendapatkan kejutan yang spesial dari kita. Aku yakin sekali,dia tidak akan pernah meremehkan kita lagi". Kata Maira, menyunggingkan senyumnya.


"Benar, biar dia tidak sok-sokan terhadap kita. Apa lagi, bersanding dengan Tuan JJ Abrams jelas-jelas tidak pantas sama sekali". Sahut Laure, tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Kita tunggu malam ini,aku tidak sabar menunggu momen dimana dirinya di permalukan depan umum. Aku yang pertama kali, mentertawakan dirinya. Nona Camelia,jangan remehkan kita yang diam-diam merencanakan sesuatu". Kedip mata Maira, langsung kompak dengan Laure.


"Ayo,kita siap-siap untuk menyiapkan dirinya. Sepertinya aku ingin luluran dulu,biar kulitku terlihat lembut". Kekehnya Maira, melenggang pergi yang di ikuti Laure sang adik.


**************************


Trevino, menuangkan minuman alkohol di gelas JJ Abrams. Dia menghembuskan asap rokok tebalnya,lalu menyunggingkan senyumannya. "Aku memiliki tawaran bagus untukmu, Tuan JJ Abrams. sebuah tawaran mempererat tali silaturahmi kita,anggap saja memperkuat bisnis kita".


JJ Abrams, meneguk minumannya sampai habis. "Tumben sekali,kau berbicara seperti ini? Lalu, tawaran apa yang kau maksud? Aku akan berpikir ulang,jika tawaran mu masuk akal atau tidaknya".


"Tuan JJ Abrams, adikku Maira sangat menyukaimu dan ingin menjadikan dirinya sebagai istrimu. Seandainya kamu menerima tawaran ini, bukankah sangat bagus dan menguntungkan sekali". Kata Trevino, melirik ke arah JJ Abrams."Bahkan Maira, tidak masalah menjadi istri keduamu. Tuan JJ Abrams,anda seseorang yang berkuasa tidak masalah memiliki istri lebih dari satu. Nona Camelia, pasti memahami segalanya demi keuntungan bersama".


JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya karena tau apa yang di tawarkan Trevino. "Demi mempererat tali silaturahmi antara kita,lalu dengan menikahi adikmu?Ckckck... Sesuatu yang konyol sekali, Trevino".


"Tuan JJ Abrams, tawaran ku sangat bagus sekali. Bahkan banyak rekan bisnis lainnya, menginginkan tawaran ini. Akan tetapi,aku tidak mau kecuali dengan mu. Ayolah, nona Camelia tidak akan keberatan soal ini". Kekehnya Trevino, memainkan kedua alisnya.


"Sayangnya aku tidak tertarik dengan tawaran mu, Trevino. Aku berterus terang kepada mu,bukan maksudku menyinggung perasaan mu ini. Inilah sebuah jawaban kejujuran keluar dari mulutku, tidak mungkin menduakan istriku selamanya". Tegas JJ Abrams, tersenyum kecil.


Prok!


Prok!

__ADS_1


Prok!


"Sebenarnya, aku ragu mengatakan ini kepadamu karena jawabannya pasti tidak. Apa boleh buat,jika aku menyampaikan perasaan adikku sendiri secara langsung dengan mu. Maira, pasti kamu cukup mengenalinya bukan?". Tanya Trevino, menoleh ke arah JJ Abrams.


__ADS_2