SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Hutan


__ADS_3

"Bu Lena,minum dulu". Camelia, menyodorkan sebotol air mineral baru di ambilnya dari mobil.


"Makasih banyak, sudah merepotkan nak Camelia". Bu Lena, langsung meminumnya karena sudah merasa haus sekali. Apa lagi melihat Camelia, tengah menikmati bakso di hadapannya. Bahkan Camelia,memesan dua kali dan membuatnya kesal.


Camelia, tersenyum smrik karena Lena sudah meminum air yang di berikannya. Ada sesuatu yang tidak beres,tapi tidak di curigai Lena.


Minumlah yang banyak, Wahai ibu mertua ku sayang. Tinggal beberapa menit,kamu akan merasakan kantuk. Setelah itu,aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.Batin Katrina, melirik ke arah Lena.


"Nak Camelia,ibu sedang kesusahan nak. Bolehkah aku meminjam uang,gak seberapa banyak. Cuman 50 juta, pasti uang segitu tak seberapa bagimu". Ucap Lena, wajahnya di tekuk sangat menyedihkan sekali.


Camelia,yang tengah menyantap bakso langsung berhenti sejenak. Ketika mendengar ucapan Lena,yang tak masuk akal baginya. "Uang sebanyak itu,buat apa bu? Memangnya anak-anak ibu, tidak ada meninggalkan uang". Tanyanya Camelia,karena dia tau cuman tipu muslihat Lena saja.


Hahahaha...Kau ingin meminjam uang kepada ku? Astaga,mana mungkin aku memenuhi keinginan gila mu ibu mertua.Batin Katrina.


"Mau membayar hutang, peninggalan anak ibu Rendy. Sisanya untuk makan sehari-hari ibu,tolong bantu nak". Pinta Lena, dengan tatapan sendu.


"Masalahnya,aku takut dengan paman Jhonny. Pasti paman tau, masalah pengeluaran keuangan di rekening ku. Tapi, bagaimana ibu melunasi hutang itu? Gak mungkin kan,ngutang tapi gak bayar". Kata Camelia, memutar bola matanya.


"Masalah itu,tenang saja. Biar ibu pikirkan nanti, bagaimana melunasi uang yang di pinjam sama kamu. Masa kamu tega sama ibu, sudah tua begini dan masih menagihnya. Kamukan banyak uang,50 juta kecil bagimu. Mau yah,ibu mohon". Lena, memohon kepada Camelia. Walaupun di hatinya, geram karena Camelia berbasa-basi dulu.


"Gampang kok,bu. Ayo,kita pergi sekarang. Baksonya sudah habis,bayar pun sudah". Kata Camelia,males meladeni perkataan Lena yang merengek-rengek meminjam uang kepadanya.

__ADS_1


Yes! Akhirnya aku mendapatkan uang 50 juta, dengan cara mudah. Camelia,kamu memang bodoh! Gampang sekali kamu di bodohi ku, maklum seusianya dia masih polos. Hahahaha...Batin Lena,tak sabar memegang uang 50 juta. Tentu saja,dia ingin berfoya-foya dan berbelanja yang di inginkannya.


Mereka berdua masuk kedalam mobil, sesekali melirik ke arah Lena yang menguap karena obatnya sudah manjur.


[Pesanan mobil, sudah di teras rumah seperti biasanya]. Dari pesan seseorang, Katrina menyeringai tajam.


"Nak Camelia, berhenti di restoran sana. Ibu pengen beli makanan di situ,gak papa di bungkus. Tapi, bolehkan ibu yang memilih menu?". Tanya Lena, langsung di angguki Camelia. "Hoaaamm... Makasih banyak nak,ibu ngantuk sekal...i...".


Camelia, tersenyum sumringah melihat Lena sudah terlelap dalam tidurnya. "Jangan harap aku mengeluarkan uang,seribu rupiah sekalipun". Gumamnya pelan, langsung membelok setir mobilnya. Dia berhenti di sebuah rumah dan menggantikan mobilnya.


Mobil Camelia, memasuki jalan menuju gunung dan dikelilingi pohon-pohon besar. Menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya memasuki hutan dan mematikan mesin mobilnya.


Susah payah Camelia,menarik tubuh Lena sampai kesebuah pohon dan mengingatkan menggunakan rantai dan tali.


Selesai mengikat tubuh Lena,cukup kuat dan tak bisa di lepas. Camelia, mengambil sebotol air mineral dan menuangkan ke wajah Lena.


"Uhuk.... Uhukk.... Uhukk...!". Lena, terbatuk-batuk. "Apa-apaan ini? Hey...!". Teriak Lena, terkejut melihat keadaannya sudah terikat kuat. "Camelia,kamu apakan ibu?". Tanyanya Lena,penuh dengan penasaran.


"Aku Camelia! Hahahaha....Bukan ibu mertua ku,sayang. Tetapi,aku adalah menantumu Katrina. Yang kalian bunuh secara bersama-sama,tanpa memperdulikan tatapan ibaku dan anak di dalam rahimku ikutan mati. Hahahaha.... Hahahha....!".


Suara Camelia, sangat berbeda dan sorotan matanya memerah manahan amarah. Ada seringai tajam, ingin memakan mangsanya hidup-hidup.

__ADS_1


"Tidak! Kamu Camelia,bukan Katrina. Lepaskan aku, Camelia! Aku akan menuntut atas perilaku mu terhadap orangtua. Tidak punya akhlak kamu, Camelia!". Teriak Lena, meronta-ronta.


"Hey...! Aku belum selesai berbicara ibu mertua ku, memang benar. Tubuh ini,milik Camelia akan tetapi jiwanya adalah Katrina. Akulah yang membunuh anak-anak mu,termasuk Doni dan kejadian menimpa di keluarganya. Hahahaha....Ibu mertua ku,balas dendam sudah terbalaskan. Tuhan, mengabulkan permintaan ku yang malang ini. Yah...Aku juga membunuh menantu mu Bella, berserta cucunya. Akulah menyebar video panasmu dengan paman Doni. Semuanya adalah aku,aku, hahahhaa....!". Katrina, tertawa terbahak-bahak dan puas melihat Lena ketakutan.


"Tidak! Tidak mungkin, Katrina bangkit lagi. Tidaaaak....! Kamu berbohong Camelia, lepaskan aku sekarang juga!". Teriak Lena,air matanya bercucuran membasahi pipinya.


"Melepaskan mu,oh tidak bisa ibu mertua. Aku belum selesai membalas dendam,atas kematian ku dan anakku. Kalian tega membunuh ku,cuman demi harta. Apakah harta yang kalian rebut bahagia, mengubah keluarga kalian sejahtera,atau mendapatkan kedamaian? Nyatanya kalian semua malah, mendapatkan penderitaan yang setimpal". Ucap Camelia, dengan nyaringnya.


Lena,menangis meraung-raung meminta pertolongan. Berharap ada seseorang yang datang, tapi di tengah hutan rindang. Mustahil ada seseorang,yang kebetulan lewat.


"Jika kamu benar-benar Katrina,ibu mohon ampun kepadamu. Lepaskan ibu, maafkan kesalahan ibu yang lalu. Apakah belum puas, sudah menghancurkan segalanya nak. Lepaskan ibu, ampunilah aku yang sudah tua ini". Akhirnya Lena, melemahkan suaranya.


"Kau meminta maaf kepada ku, meminta iba, meminta ampun, meminta untuk di lepaskan. Lalu, bagaimana dengan kalian? Aku bersusah payah meminta ampun,demi anak di dalam kandungan. Apakah kalian mendengarnya, jeritan hati ku? Hahahaha. Tidak,bukan. Begitu juga aku, tidak akan mendengar ucapan kalian merengek-rengek meminta iba. Nyata kalian lah, yang berhati iblis". Camelia, melempar botol kosong tepat di wajah Lena.


"Ampun Katrina, kasihani lah ibu. Paman dan bibimu lah,yang membuat rencana itu. Kami cuman ikut-ikutan saja,tolong kasian ibu".


"Ck,kalian cuman ikut-ikutan? Tetapi, menikmati harta kekayaan ku. Lihatlah,harta kekayaan yang kalian rampas sudah tidak ada. Semuanya sudah jatuh ke tanganku, akulah yang mencuri aset-aset berharga Rendy. Akulah membuka brangkas tersebut, kebetulan sekali Rendy belum mengganti pin nya. Aku leluasa mencuri semua aset-asetnya,tanpa sisa. kejadian Jessica dan Vanya, akulah menyebar video panas mereka. Paham, ibu mertuaku". Ucap Camelia, tersenyum merekah.


Lena, semakin meraung-raung mendengar kenyataannya. Jessica adalah anak kesayangannya, selalu di banggakan selama ini. Musibah yang dialaminya,karena ulah Camelia. Seorang perempuan cantik,masih sekolah SMP. Tetapi, sifatnya sudah dewasa melebihi batas pada umurnya.


Camelia, mendekati dan membawa pisau kecil di tangannya.Tak mungkin membunuh Lena, begitu cepat dan harus merasakan rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2