SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Gatal


__ADS_3

Dari kejauhan Camelia, tersenyum sumringah melihat putri Eloisa menggaruk-garuk lehernya. "Booamm....Ayo,kita mulai pertunjukan dan nikmatilah sensasinya". Gumamnya Camelia, bersandar pada lengan suaminya.


"Aaaa... Kenapa dengan leherku gatal sekali?". Pekik putri Eloisa, tangannya terus-menerus menggaruknya. "Aaaarrgghh....Ada apa dengan leherku? Cermin! Mana cermin? Berikan kepadaku, mana cermin?". Teriak putri Eloisa, tidak kuasa menahan rasa gatal di bagian lehernya.


Suasana semakin tegang, melihat putri Eloisa tidak terkendali merasakan gatal pada lehernya.


Para tamu undangan semakin ricuh kembali, mereka berbisik-bisik apa yang terjadi. Mendengar teriakkan putri Eloisa, bahkan meronta-ronta ketika pelayan mulai membantunya.


Penasehat putri Eloisa, meminta seseorang untuk membubarkan acara pesta ini. Takutnya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan nanti, lebih baik mencari aman dulu.


"Putri Eloisa, tenanglah! Jangan menggaruk lehernya lagi, hentikan putri!".


"Putri Eloisa, hentikan! Ayo,kita ke atas untuk di periksa!".


"Aaarghhh.... Panggilkan dokter segera mungkin,aku tidak sanggup menahan rasa gatal ini! Cepat! Bawa dokter kepadaku, cepat!". Teriak putri Eloisa, tidak memperdulikan bagaimana penilaian orang kepadanya.


Maira dan Laure, ikut-ikutan menggaruk-garuk wajahnya terasa gatal.


"Aaarghhh...Kenapa wajahku gatal sekali?". Pekik Maira, berusaha untuk menghilangkan rasa gatal tersebut.


"Aaaaa....Gatal sekali,gatal!". Pekik Laure,air matanya luruh sudah.


"Astaga! Wajah kalian merah-merah kebiruan, hentikan! Jangan menggaruk wajah kalian lagi, takutnya terinfeksi! Hentikan Maira, Laure!" Teriak Trevino, mencoba menghentikan adik-adiknya itu.


Pelayan putri Eloisa, segera membawanya ke atas untuk di obat. Begitu juga Trevino, panik melihat keadaan adik-adiknya merintih karena gatal di bagian wajahnya.


JJ Abrams, membawa istrinya untuk meninggalkan pesta yang sudah bubar karena ada masalah dari putri Eloisa.


Camelia, begitu manja kepada suaminya dan meminta digendong sampai masuk kedalam mobil.Hari ini, merasa senang karena memberikan pelajaran kepada mereka bertiga.

__ADS_1


"Sayangku,kita mau kemana? Bukankah pulang ke mansion Trevino?". Tanya Camelia, memandang ke arah jalanan.


"Hussssttttt... Bukankah malam ini, kita saling melepaskan kehangatan sayang. Mana mungkin aku membawamu ke tempat orang lain, tidak tenang untuk kita bercinta". Bisik JJ Abrams, langsung menyambar bibir Camelia yang menggoda dirinya sejak tadi.


*******************


"Aaaaaaaaa.... Tidak mungkin! kalian harus mendapatkan obat penawar benjolan ini, apa kata orang lain ha?Aku sudah di permalukan di depan umum, bahkan acara pesta ku bubar sebelum usai!" Teriak putri Eloisa, mengamuk-ngamuk di dalam kamarnya.


Putri Eloisa, langsung berlarian mendekati orangtuanya baru datang ke dalam kamarnya. "Papah,mamah, leherku benjol dan gatal-gatal! Pasti ada seseorang yang sengaja melakukan ini, kita harus menemukan dan memberikan pelajaran setimpal". Kata putri Eloisa,sambil menangis kesegukan meratapi nasibnya.


Plak!


Putri Eloisa, tersungkur di lantai dan merasakan perih di bagian pipi kanannya. Dia mendapatkan tamparan keras dari ayahnya sendiri, sudah mempermalukan dirinya sendiri.


"Papah, kenapa aku di tampar?". Tanya putri Eloisa, memandang ke wajah ayahnya.


"Putri Eloisa! Apa kamu tidak malu,ha? Berteriak-teriak di depan umum,kau adalah seorang putri harus anggun berada di manapun! Bukannya teriak-teriak keras, seperti wanita pada umumnya". Teriak ayahnya putri Eloisa, menatap tajam ke arah anaknya.


Putri Eloisa, terisak dalam tangisnya bukannya mendapatkan simpati dari orangtuanya. Namun, mendapatkan tamparan, ancaman, bahkan bentakan keras.


"Penasehat Xu aku memerintahkan kepadamu untuk memberikan hukuman kepada, putri Eloisa. Dalam waktu dekat ini,jangan biarkan dia keluar dari kamarnya. Satu lagi, jangan lalai dengan benjolan di lehernya". Perintahnya kepada penasehat, untuk memberikan pelajaran kepada anaknya sendiri.


Putri Eloisa, mengepalkan kedua tangannya karena tidak terima apa yang terjadi. "Aku tidak bersalah papah,aku tidak sengaja berteriak keras di pesta itu. Aku merasakan teramat gatal di bagai leherku,aku tidak bisa mengontrol diri lagi".


"Papah, sudah mengatur perjodohanmu dengan seorang pangeran yang sederajat dengan kita. Kau tidak boleh membantah perkataan ku,ingat itu". Ancam pak Xyil, menatap tajam ke arah anaknya.


Putri Eloisa, menggeleng pelan karena tidak mau di jodohkan dengan siapapun. "Aku tidak mau di jodohkan oleh siapapun,papah!".


"Lalu, menunggu siapa lagi? Apa kamu lupa putri Eloisa,berapa usiamu sekarang ha? Jawab sejujurnya kepada papah,siapa pria yang kau tunggu?". Tanya pak Xyil, memandang lekat wajah anaknya.

__ADS_1


Setelah selesai, putri Eloisa memberitahu siapa pria idamannya itu.. ayahnya segera pergi,lalu menemui pria yang di sebut anaknya itu.


"Hahahaha.... Hahahah....!". Putri Eloisa,gelak tertawa lepas tak sabar ayahnya membawa sang pujaan hati. "Tuan JJ Abrams,mana mungkin menolak permintaan ayahku. Aku tahu, bagaimana dalamnya bisnis kalian. Aku tidak sia-sia menunggu selama ini, rupanya papah menyetujui dan merestui hubungan kami". Ucap putri Eloisa, tersenyum sumringah dan diikuti tawanya.


************************


Maira dan Laure, panik melihat wajah mereka bengkak-bengkak dan tak beraturan sekali.


Trevino, mondar-mandir karena mengkhawatirkan keadaan anaknya. Wajah mereka berdua tidak secantik dulu lagi, bahkan ilfil menatap wajah mereka.


"Aaarghhh.... Pasti nona Camelia, melakukan ini!". pekik Laure,terus menjerit-jerit karena perih di bagian kulit wajahnya.


Trevino, penasaran dengan ucapan adiknya yang menyebut nama Camelia. "Maksudnya apa, dengan nona Camelia?".


Glek!


Maira dan Laure, terkejut mendengar ucapan kakaknya. Baru sadar, kalau masih ada kakak mereka berdua. "Tidak apa kak, cuman salah nyebut nama kok". Alibi Laure.


Brakkk...


Trevino, langsung menggebrak meja dan menatap tajam ke arah adik-adiknya itu. "Katakan yang sebenarnya ,jangan berbohong kepadaku! Kalian tau,kalau aku tidak suka di bohongi. Katakan sejujurnya!". Teriaknya sekeras mungkin, membuat yang mendengarkannya terkejut.


Maira dan Laure, menundukkan kepalanya dan tak berani menatap wajah kakaknya itu.


"Aku marah kepada nona Camelia,karena Tuan JJ Abrams memilihnya di bandingkan aku!". Ucap Maira,menyeka air matanya. "Sejauh ini,aku masih mengharapkan Tuan JJ Abrams. Lalu, sampai kapan harus menunggu kak? sedangkan putri Eloisa, sangat menginginkan Tuan JJ Abrams juga. Aku tidak terima melihat nona Camelia,di manja oleh JJ Abrams".


"Hussssttttt...Aku sudah mengatur rencana untuk mendapatkan, Tuan JJ Abrams. Lalu,apa yang kalian lakukan di belakang ku? pasti ada sesuatu yang kalian rencanakan, katakan kepadaku!". Teriak Trevino, dadanya naik turun mengontrol emosi.


"Kami,kami, menaburi serbuk beracun di gaun nona Camelia. Tapi, tidak ada reaksi apapun dan malah kami yang gatal-gatal". Jawab Laure, menyenggol lengan kakaknya Maira. Sebenarnya,dia takut menceritakan apa yang dilakukan di belakang kakaknya.

__ADS_1


Trevino, mengusap wajahnya dengan kasar dan adik-adiknya begitu nekad seperti itu.


__ADS_2