SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kebahagiaan


__ADS_3

 Camelia, mondar-mandir di dalam kamar memikirkan untuk menjebak Down. "Aku tidak mungkin mengulur waktu lagi, Downy rentengan bisa membahayakan nyawa anak-anak ku. Tidak. Aku harus bertindak lebih cepat, tapi aku akan memberikan pelajaran kepadanya". Ucap Camelia,duduk di ranjang.


Ceklekk...


JJ Abrams, tersenyum sumringah melihat istrinya duduk di tepi ranjang. Dia mendekati,lalu memberikan kecupan manis di bibir sang istri.


"Tumben sekarang sudah datang, katanya sore pulang dari tambang?". Camelia, mengelus lembut pipi suaminya itu.


"Tidak apa sayangku, aku akan menjaga anak-anak malam ini. Bukannya kamu harus pergi ke acara penting, bersama sekertaris mu?". JJ Abrams,melepas pakaiannya di depan sang istri.


"Iiss... Tapikan malam sayang,bukan sore. Mandi sana gih,bau badan mu". Kekehnya Camelia, mendorong tubuh suaminya itu.


 "Mau mandi bareng?". Kedip mata JJ Abrams, sudah menarik tangan istrinya ke dalam pelukannya.


"Tidak. Aku sudah mandi sayang, silahkan mandi sendiri". Kekehnya Camelia, mengelus rahang suaminya itu.


"Kau menggodaku sayang". Bisik JJ Abrams, langsung menggendong Camelia ke dalam kamar mandi. Sang istri cuman pasrah dengan permainan suaminya, begitu memabukkan sekali.


"Aaahh... Pelan-pelan JJ, jangan buru-buru". Camelia, berusaha menyeimbangi permainan suaminya itu.


"Huufff....Aku terlalu semangat sayang, sempit sekali". Bisik JJ Abrams, dengan suara seraknya. Menguasai seluruh tubuh sang istri,tanpa melewati sedikitpun.


Camelia, mencekram lengan kekar suaminya itu. Dia merasakan sesuatu yang ingin meledak pada tubuhnya, JJ Abrams langsung membungkam mulutnya.


"Hhhmmmpptt... Hhhmmmpptt...". Camelia, sudah mendapatkan yang diinginkannya. Nafas tersengal-sengal tubuhnya bergetar hebat, berpegangan pada sang suami karena kakinya lemas sudah.


Hampir satu jam di kamar mandi, bertempur dengan suara laknat keluar dari mulut mereka berdua.


Cup...


JJ Abrams, memberikan kecupan manis di kening istrinya. "Terimakasih, istriku".

__ADS_1


"Hmmmm... Kondisikan tanganmu sayang,aku tidak mau melanjutkan lagi di ruang ganti. Kalau terdengar oleh seseorang, bagaimana?". Camelia, langsung mencubit perut suaminya.


"Aauu...Masih kurang sayang,malam nanti yah". Rayu JJ Abrams, mencium seluruh leher istrinya.


"Hmmmm...Kalau tidak capek". Jawab Camelia, mencubit pipi suaminya. Apa JJ Abrams, mengetahui hari ini yah? Jika Downy rentengan mengejar ku bersama anak buahnya, ingin menangkap tidak tau mau di bawa kemana. Kalau JJ Abrams tau, sudah pasti dia mengamuk-ngamuk. Tapi,ada sesuatu yang tidak beres ini.


Camelia, menelusuri raut wajah suaminya tidak ada hal mencurigakan. Bahkan JJ Abrams, bersikap biasa tanpa ada masalah sedikitpun.


"Kenapa memandang ku seperti itu,mau lagi?". Tanya JJ Abrams, tertawa renyah melihat istrinya yang salah tingkah.


"Tidak,aku cuman merindukanmu sayang". Alibi Camelia, meskipun JJ Abrams tau jika sang istri beralasan semata.


JJ Abrams, menggeleng pelan dan memeluk erat tubuh istrinya. "Sekarang tidak rindu lagi kan,atau mau yang lain?". Sempat-sempatnya tangan nakal,meremas dua gundukan istrinya.


"Dasar mesum sekali, Kondisikan tanganmu sayang. Jangan mulai lagi,kau ini yah!". Seru Camelia, mencubit lengan suaminya itu.


"Hahahaha... Hahahah... Ayolah, biarkan aku meremasnya sayang. Ini adalah milikku tidak ada yang boleh memilikinya, selain suamimu ini". Kekehnya JJ Abrams, mengangkat tubuh Camelia dan berputar-putar.


Camelia, tersenyum sumringah melihat kelakuan suaminya itu. Mereka berdua tertawa bersama, penuh dengan kebahagiaan.


************************


Malam harinya Camelia, menghadiri acara penting di sebuah hotel mewah. Para tamu undangan sudah berkumpul bersama, dirinya di sambut hangat oleh rekan bisnis.


"Selamat datang nona Camelia, suatu kehormatan bagi ku anda datang di acara penting ini". Ucap seorang pria, berperawakan tinggi besar.


"Tuan Albino, pemilik perusahaan DR". Bisik Bunga.


"Terimakasih,atas sambutannya Tuan Albino". Kekehnya Camelia, menyambut uluran tangannya.


"Nona Camelia,aku sangat menganggumi kinerja mu dan mengurus 2 perusahaan yang besar. Semoga kita bisa bekerjasama, menjadi lebih sukses lagi. Nona Camelia,kau sangat cantik malam ini". Albino, terang-terangan memuji kecantikan Camelia.

__ADS_1


"Hai...Maaf,aku mengganggu kalian". Ucap seorang wanita yang di kenal Camelia. "Lama tidak bertemu nona Camelia".


"Benar sekali,lama tidak bertemu nona Helen". Ucap Camelia, tersenyum manis.


Albino, menepis tangan Helen ketika ingin menggandeng lengannya. "Jaga sikapmu Helen". Bisiknya, dengan raut wajah masam.


Helen, menjadi salah tingkah dan malu. Sudah pasti Camelia, mendengar bisikan Albino dan terlihat jelas dari sudut bibirnya Camelia tersenyum smrik.


"Nona,ayo kita bertemu dengan lainnya". Albino, mempersilahkan Camelia berjalan lebih dulu.


"Terimakasih, Tuan Albino". Camelia, mulai melangkah kakinya dan di iringi oleh Albino di sampingnya.


Helen, mengepalkan kedua tangannya dirinya di abaikan oleh Albino berstatus duda tanpa anak itu. "Kurang ajar sekali, Camelia menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar. Aarrrghh.... Aku kalah dengannya, menyebalkan sekali". Gerutu Helen, namun ada seseorang menepuk pundaknya.


"Albino,mantan suamiku dulu dan dia tak sembarangan berhubungan dengan wanita lain. Kau bukanlah segalanya, bahkan jauh dari ku. Jelaslah Albino, melirik nona Camelia yang segala-galanya". Bisik wanita itu, menyunggingkan senyumnya.


Camelia,tengah asyik berbincang hangat dengan rekan bisnisnya lain. Ada satu pemandangan membuat mood hancur berantakan, rupanya Down hadir dalam acara penting ini.


"Nona manisku, kebetulan sekali kita bertemu di sini". Kedip Down, yang lupa dengan umurnya.


Camelia, memutar bola matanya dan memijit pelipisnya. "Hmmmm... Kebetulan sekali". Jawabnya,mendengus dingin karena kesal dengan pria tua di depannya ini. Tidak bisakah aku bebas dari pandangan pria tua ini, atau saatnya memberikan kejutan? Hmmm...Cari target tumbal dulu,biar tambah panas.


Albino, segera mendekati Camelia dan tidak rela ada mendekatinya. "Mr.Down lama tidak bertemu".


"Wahhh...Albino,kapan kau datang dari tempat pertapaan mu?". Down, menyambut uluran tangan Albino sepertinya mereka cukup dekat. "Bagaimana penampilan nona manisku,malam ini?".


Albino, tersenyum kecil dan memandang lekat ke arah Camelia. "Luar biasa Mr.Down dan aku mengagumimu semua ada dirinya".


Camelia, menggeleng kepalanya mendengar ucapan Albino daripada meladeni tak berfaedah lebih baik menghindari saja. Akan tetapi, Down mencekal lengan Camelia.


"Nona,jangan kemana-mana dulu. Kita belum selesai berbicara,banyak hal yang ingin aku katakan kepadamu. Seperti cinta kita yang tak bisa saling memiliki, karena ada suamimu". Kata Down, dengan suara sedikit bernyanyi.

__ADS_1


Albino, bahkan yang lainnya cekikikan menahan tawanya. Sudah pasti membuat Camelia, bergidik geli dan melepaskan cengkalan tangan Down.


"Mr.Down karena suamiku segala-galanya dan tidak pernah ada bisa menggantikan posisi di hatiku". Tegas Camelia, menyunggingkan senyumnya. Dasar pria tua bangka, tidak tahu malu dengan tatapan orang-orang sekitar. Baiklah, kau sudah menguji kesabaran ku saat ini. Sudah waktunya untuk membereskan dirimu,Downy rentengan.


__ADS_2