
JJ Abrams dan Ardan, menepuk keningnya melihat lautan manusia menikmati pesta pantai di malam hari.
Mereka terduduk lemas tak berdaya lagi,anak buahnya tidak ada satupun karena Camelia memerintahkan libur semua.
"Gimana kita menunggu mereka di depan hotel,Tuan JJ Abrams? Pasti mereka akan istirahat karena kelelahan, atau mencari tau kamar mereka dari resepsionis hotel" Kata Ardan, langsung di angguki JJ Abrams.
Mereka berdua berjalan beriringan seperti anak dan ayah. JJ Abrams dan Ardan, mengenakan topi dan jangan sampai ada yang mengenali mereka.
Takut ada musuh mereka berdua mencari kesempatan untuk melakukan kejahatan,tanpa ada anak buah mereka.
Sesampai di hotel, JJ Abrams bertanya-tanya kepada resepsionis.
"Bagaimana, mereka ada memesan hotel di sini?" Tanya Ardan.
"Mereka tidak ada memesan hotel ini,aku sudah cek di data tamu" Jawab JJ Abrams, bersandar pada sofa dan merek sama-sama tidak memiliki ponsel.
"Bodoh! kenapa gak beli ponsel, bisa-bisanya kekasih mu merusak ponsel kita dengan cara merendam ke dalam aquarium ikan" Ardan, mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
Atas perilakunya menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar, JJ Abrams langsung menegur dan memberikan kode kepadanya.
Mereka berdua pergi meninggalkan hotel, membeli ponsel dan memasukkan kartu. Beruntung semua nomor-nomor tersimpan di kartu,bukan di ponsel.
Akhirnya bisa menghubungi anak buah masing-masing, sayangnya Camelia tidak mengangkat panggilan teleponnya.
"Bos! Maafkan kami,kami mendapatkan informasi dari bos meminta kamu libur semua" kata anak buahnya, terkejut apa yang terjadi.
Sedangkan Morgan, terduduk lemas di casinonya yang tutup. "Aaaarrgghh... Camelia,kau membuatku rugi dalam sehari"
Sekertaris pribadinya kebingungan dan mencoba menenangkan sang bos.
Ingin sekali mentertawakan bosnya sendiri,karena di kerjai oleh seorang wanita. Namun di sisi lain, mereka merasa kasian juga karena lumayan rugi casino tutup seharian.
[Kami di mansion, sudah pulang dari pantai]
Camelia, mengirim pesan kepada JJ Abrams dan langsung segera menuju ke mansion.
Menempuh perjalanan 40 menit perjalanan, akhirnya sampai di mansion.
Terdengar suara tertawa terbahak-bahak di ruang tamu, JJ Abrams dan Ardan menatap tajam kearah mereka.
__ADS_1
Camelia dan istri-istrinya Ardan cuman cengengesan melihat kedatangan mereka berdua. Sangat terlihat jelas dari raut wajah mereka, benar-benar marah.
Selepas kepergian Ardan dan istri-istrinya. Barulah JJ Abrams, mendekati Camelia yang cengengesan dari tadi.
"JJ,aku tadi cuman bercanda kok. Semua ini, gara-gara kesalahan kamu dan mereka berdua" Camelia, mengelus-elus lembut dada bidang kekasihnya.
"Tapi,kamu sudah keterlaluan sayang" JJ Abrams,menangkup wajahnya Camelia dan mengecup bibirnya.
Mereka berdua saling berciuman dengan mesra dan berpelukan dengan erat.
"Aku meminta bantuan kepada mu, JJ Abrams" kata Camelia, tersenyum manis.
"Katakan apa bantuan mu, sebelum aku pulang" JJ Abrams, mencolek dagu kekasihnya. Meskipun sang kekasih membuat masalah,tetap saja mau membantu dan menurut perkataannya.
"Begini, Kaizam dan Leo mencari sesuatu tentang kehamilan Kiki. Aku ingin mereka tidak mendapatkan bukti apapun,karena bukti tersebut akan aku siarkan langsung di pernikahan mereka. Maukan bantu aku,plis..!" Rengeknya Camelia, mengerjapkan bola matanya . "Mereka sudah keterlaluan terhadap ku, JJ. Masa mobilku di lempar tanah lumpur, lihatlah mobilku rusak karena mereka".
Camelia, memperlihatkan mobilnya hancur depan, sampai dan belakang. Hehehehe.. Pasti mau membantu mu,kita lihat balas dendam ku Leo.Batinnya.
JJ Abrams, langsung marah mengetahui kekasihnya di perlakukan seperti ini. "Kurang ajar sekali mereka, sudah menyakiti mu sayang. Tenang saja, mereka tidak akan mendapatkan informasi apapun".
Mendengar ucapan JJ Abrams, Camelia langsung senang dan memeluknya.
Camelia, melambaikan tangannya melepas kepergian JJ Abrams tak mau menginap di mansion nya.
"Bakar semua kafenya,ini adalah pelajaran untuk mereka yang sudah mengusik kehidupan kekasih ku".
"Baik,bos".
Dalam sekejap mata, JJ Abrams mendapatkan informasi jika Kaizam dan Leo memiliki kafe dan beberapa cabang. Tak segan-segan JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya membakar semua kafe. Jangan sampai menyisakan jejak, jadilah kebakaran sebagai kecelakaan tanpa di sengaja.
********************
Besok paginya, Kaizam dan Leo memandang kafe mereka hangus terbakar. Masih tidak percaya apa yang terjadi,bukan cuman satu tapi 3 sekaligus.
Leo, terduduk lemas di halaman kafe dadanya terasa sesak melihat kafenya. "Aaaarrgghh...!" Air matanya menetes,dimana kafe yang selalu di banggakan tempat usahanya itu. Kini berubah menjadi arang dan puing-puing bangunan yang terbakar.
Kaizam, sudah melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Berharap menemukan apa penyebab kebakarannya, pasti ada seseorang yang sengaja.
"Kita harus menemui Camelia, pasti dia melakukan hal ini" Kata Kaizam, langsung di angguki Leo.
__ADS_1
Saat ini, Camelia tengah di kantin menikmati sarapan paginya. Dia sudah mengetahui musibah yang dialami Kaizam dan Leo.
Camelia, tersenyum smrik mendengar kabar tersebut dan tau siapa pelakunya. Dia tidak merasa bersalah sedikitpun, itulah akibatnya mengusik kehidupannya.
Brakkk...
Rika, mengebrak meja Camelia yang tengah menikmati semangkuk mie ayam.
"Pasti kamukan pelakunya Camel,atau jangan-jangan meminta bantuan kepada kekasih mu itu. Puas kamu,ha! Menghancurkan usaha Kaizam dan Leo". Rika, menarik lengan Camelia agar berdiri.
Tak berselang lama, Kaizam dan Leo juga datang langsung menemui Camelia yang santai-santai.
"Kamu harus bertanggungjawab atas perbuatanmu, Camelia! Cuman kamu musuh kami satu-satunya,lalu membakar tempat usaha kami" Kata Leo, menatap Camelia dengan tajam.
"Kau benar-benar licik, Camelia". Sambung Kaizam, mengepalkan kedua tangannya. Seisi kantin menjadi heboh, mendengar pertengkaran antara mereka.
Lord Edward keluarga marga Edward, bersama yang lainya mendekati meja Camelia.
Amisha dan teman-temannya, ikutan mendekati meja Camelia karena penasaran dengan pertikaian tersebut.
"Apa kalian memiliki bukti,kalau Camelia pelakunya? Camelia,bisa melaporkan atas tuduhan dan pencemaran nama baiknya". Kata Lord, sontak membuat Camelia mendengar ucapannya.
"Kalian tidak berhak ikut campur dalam urusan kami, pergilah!" Kaizam, mendorong tubuh Lord membuat yang lainya mendorong tubuh Kaizam juga.
"Aduhhh...Kalian ngapain sih, ikut-ikutan mengurus masalah ku"Camelia, menoleh ke arah Lord dan keturunan keluarganya sama-sama Marga Edward.
"Tunggu dulu, apakah kalian sudah melaporkan kasus kebakaran kafe kalian? Terus,apa kata polisi tentang penyebab kebakarannya?" Sahut Amisha, ikut-ikutan angkat bicara.
Kaizam dan Leo,panik mendengar ucapan Amisha karena belum ada bukti atau penyebab kebakaran kafenya.
"Hahahaha.... Hahahaha...!". Mahasiswa-mahasiswi di kantin, mentertawakan Kaizam dan Leo yang diam.
"Huuuuu..... Makanya jangan asal tuduh orang,kalau tidak punya bukti".
"Huuuuuu....Bisa jadikan,ada seseorang yang iri tempat usaha kalian. Memalukan sekali,asal tuduh saja".
"Huuuuu... Sungguh memalukan sekali,huuu..!"
Seisi kantin malah mengejek-ejek Kaizam dan Leo dan di buat malu oleh anak-anak lainnya.
__ADS_1
Camelia, tersenyum sumringah melihat mereka berdua malu dan kalah melawannya.