
Sesuai dengan janji, Camelia sudah menyibukkan diri dapur bersama mommy Dwi. Leo,juga ikut-ikutan bergabung dengan mereka berdua.
"Ada hubungan apa antara kamu dan Li Yun?". Tanya Leo, mendekati Camelia.
"Kamu ngintip aku kemarin,yah?". Camelia, menyipitkan matanya dan menatap Leo.
"Iya,aku cuman gak mau kamu kenapa-kenapa. Taunya sama Li Yun, sedekat itu yah kalian?". Leo,mengulum senyumnya.
"Leo,aku dan dia cuman bisnis bukan apa-apa. Oke, kemarin aku juga bertemu dengan Ryan dan kakaknya. Kamu tau gak, tentang Ryan?". Tanya Camelia, mengalihkan pembicaraan.
"Tau, kakaknya menikah dengan penjual sate. Terkadang Ryan, membantu kakak iparnya itu. Ck, mengalihkan pembicaraan". Gerutunya Leo, mencibir bibirnya seperti perempuan.
"Astaga,aku sudah jujur loh. Sekedar teman bisnis,gak lebih Leo. Kenapa,kamu cemburu yah?". Kekehnya Camelia, mengedipkan matanya.
Leo, menghimpit tubuh Camelia di meja makan. Sontak membuat Camelia, terkejut dan membulatkan matanya.
"Leo,apa yang kamu lakukan? Menjauhlah! Jangan sampai loh, mommy salah paham". Bentak Camelia, dengan pelan.
Leo, cekikikan menahan tawanya dan menjauhkan dirinya. "Ada-ada saja,kau lucu sekali ketika ketakutan".
"Ck, menyebalkan sekali. Rasakan ini! Rasakan ini". Camelia, menggelitik pinggang Leo.
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, sama-sama menggelitik pinggang lawannya.
"Astaga! Ayo, kapan selesainya loh menata makanan di meja. Kalian berdua ini, asyiknya main aja". Kata mommy Dwi,baru datang dari kamar.
Sebentar lagi,teman arisannya akan datang. Camelia dan Leo, membantunya.
"Hehehe...Iya,mom". Jawab Camelia dan Leo, bersamaan.
Dengan sigap mereka berdua membantu mommy Dwi, terdengar suara samar-samar. Rupanya tamu arisan sudah berdatangan,mommy Dwi menyambut mereka semua.
Leo, menarik lengan Camelia ke lantai dua karena pekerjaan sudah selesai.
"Loh, ngapain masuk kedalam kamarmu?". Camelia,menarik tangannya dari cengkalan Leo.
"Jangan khawatir Camelia,aku bukan laki-laki brengsek yang kamu pikirkan. Kalau terjadi sesuatu antara kita,aku pasti bertanggung jawab". Bisik Leo, tepat di telinga Camelia.
__ADS_1
"Edehh....Ngaco tau, nonton film aja yuk. Film horor asyik ni,aku ambil cemilan dan minuman. Kamu putar dulu filmnya". Camelia, menepuk pundak Leo yang mengangguk pelan.
Beberapa menit kemudian, Camelia membawa cemilan dan minuman kaleng masuk kedalam kamar.
"Yakin nih,mau liat film horor. Kamu gak takut nih?". Tanya Leo, terkekeh geli.
"Gak lah,malah setan yang takut sama aku". Jawab Camelia dan minuman, meletakkan cemilan di meja.
"Elehhh... percaya diri sekali kamu, buktikan kalau tidak takut". Leo,malah menantang perkataan Camelia.
"Baik,dua hari lagi ada acara pameran di taman kota. Katanya ada rumah hantu besar,ayo kita ke sana. Ajak tuh, Cika dan Rika" Camelia, memainkan kedua alisnya.
"Oke,gak takut aku". Leo, langsung menyetujuinya.
Filmnya sudah mulai, mereka berdua nampak biasa-biasa saja. Tidak ada takut sama sekali,malah mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak takut, mereka melihat film horor komedi Thailand.
****************
Cika dan Rika, bergidik ngeri melihat rumah hantu di hadapannya. Belum masuk saja, mereka berdua sudah ketakutan dan memeluk erat tangan Camelia.
"Hihihihihi.... Hihihihihi....Siapa takut,jangan masuk. Tidak takut, silahkan masuk. Hihihihihi...".
"Camelia, takut nih. Masa iya,kami dilibatkan juga". Rengeknya Rika, meneguk air liurnya.
"Apaan sih? Tangan kalian sudah panas dingin,belum juga masuk. Awas loh,jangan sampai pingsan di dalam. Kalau sampai pingsan,aku tinggalkan". Tegas Camelia, langsung di angguki Cika dan Rika."Satu lagi yah,jangan kencing di celana. Jangan buat malu loh,mau diejek satu sekolah?". Tanya Camelia, langsung di geleng mereka berdua.
Tak berselang lama Leo dan geng motor DRX datang. Sontak membuat Cika dan Rika, langsung semangat untuk masuk kedalam rumah hantu.
"Camelia,kenapa gak bilang sih? Kalau ada geng motor DRX, akunya jadi gak takut". Kekehnya Rika, merapikan tampilannya.
"Kalau sama ayang sih,aku gak takut. Malah semakin semangat nih". Sambung Cika, malu-malu kucing.
Awalnya Cika dan Rika,senang sekali kedatangan geng motor DRX. Tak berselang lama,para perempuan temannya Li Yun datang juga.
"Hilang dah,mood aku". Gerutu Cika, memasang wajah masam.
"Sama, hancur berantakan tau". Sambung Rika, menghentakkan kakinya. Camelia, cengengesan melihat sikap mereka berdua.
__ADS_1
Leo dan geng motor DRX, sudah di hadapan Camelia dan temannya.
Li Yun, tersenyum kecil melihat Camelia yang nampak acuh saja. Leo,juga memperkenalkan diri masing-masing.
"Yakin nih,gak takut?". Kata Leo, mendelik ke arah Camelia yang santai-santai saja.
"Iyalah,aku bukan pengecut seperti mereka". Ujung mata Camelia, tertuju pada teman perempuan Li Yun. sedari tadi kecentilan,sok ketakutan belum masuk juga.
"Oke,kita masuk. Melody,kalau kamu dan teman-temanmu ini takut. Jangan masuk ke dalam, bikin repot tau. Pokoknya kami tidak akan tanggung jawab, terserah kalian pingsan atau gaknya". Kata Li Yun, menatap tajam ke mereka.
"Li Yun,kamu ngomong gitu sih? Apa karena mereka ada, menyebalkan sekali". Gerutu Melody, melotot ke arah Camelia.
"Gak,kami tetap masuk pokoknya". Sahut teman Melody,tak mengizinkan geng motor dekat dengan Camelia, Cika dan Rika.
"Oke,jangan pegang-pegang". Teman Li Yun, menjauhkan diri dari temannya Melody.
"Ayo,masuk". Ucap Li Yun,dia langsung melangkah kakinya masuk ke pintu rumah hantu.
Baru di ikuti Camelia dan temannya,yang bergelut di tangannya. "Serem banget". Gumam Cika, sudah bergidik ngeri.
"Aku sudah merinding loh". Sambung Rika, suara-suara cekikikan tawa kuntilanak terdengar jelas. Belum lagi,suara aneh-aneh yang mereka lewati.
Cika, sudah bersama kekasihnya tak mau melepaskan tangan dan saling menggenggam jemari tangan.
Di hadapan mereka ada lima persimpangan jalan, bingung harus menuju kemana. "Milih yang mana Camelia? Aku tidak tau" Bisik Rika, semakin erat berpegangan pada Camelia.
Ngeng... Ngeng...Ngeng...
Di belakang mereka seorang pria bertopeng, menyalakan mesin gergaji. Membuat mereka semua ketakutan,lalu berteriak keras. Tunggang-langgang berlari berhamburan,tanpa arah kemana.
Camelia,ikutan panik gara-gara Rika yang berteriak histeris. Mana pria bertopeng itu,mengejar mereka sambil mengarahkan mesin gergaji.
Li Yun, menarik lengan Camelia dan membawanya ke arah lain. Rika,yang bersembunyi di sebuah box bersama Leo.
Masih terdengar suara lainnya, berteriak-teriak keras. Bukan itu saja, beberapa model hantu dan alat-alat senjata tajam mereka pegang. Entah itu, nyata atau tidaknya.
Camelia dan Li Yun, ngos-ngosan mengatur nafasnya dan bersembunyi di balik lemari kayu. "Astaga! Itu benar-benar mesin gergaji asli loh,masa iya menakuti orang menggunakan itu".
__ADS_1
"Mungkin saja, mereka melakukan itu cuman menakuti saja. Sekarang kita kemana? sudah terpisah dengan teman-teman.Aman gak yah,kita keluar?". Kata Camelia, melirik ke arah Li Yun. Jantungnya berdetak kencang,karena mereka saling berhadapan di dalam lemari.