
"Ueekkk.... Ueekkk... Ueeekk...!". Sepagi ini, JJ Abrams mual-mual bergegas menuju kamar mandi.
Camelia, bangkit menyusul suaminya ke kamar mandi dan terlihat panik. "Tuh kan kamu mual-mual pasti masuk angin sayang,suka banget mandi malam-malam". Dengan lembut Camelia,mengelus punggung sang suami.
"Uueekkk.... Uueekkk... Ueekkk....!". JJ Abrams,terus mual-mual dan muntah mengeluarkan isi perutnya. Wajahnya nampak pucat berkeringat, terduduk lemas di kloset.
"Sayang, wajahmu pucat sekali. Ayo,aku bantu ke tempat tidur". Camelia, berlahan-lahan menuntun tubuh suaminya keluar dari kamar mandi. "Aku keluar dulu,meminta bantuan untuk membuatkan wedang jahe yah".
JJ Abrams,cuman mengangguk pelan merasakan kepalanya terasa sakit sekali.
"Sssshhhttt...Ada apa denganku? Aku tidak pernah seperti ini, sial mau muntah lagi". Gerutu JJ Abrams, bergegas ke kamar mandi lagi.
Camelia, meminta bantuan kepada pelayan untuk membuatkan wedang jahe untuk suaminya. Mendengar kabar bahwa bos besar,sedang tak enak badan seisi kediaman menjadi heboh.
Camelia, mengelus-elus perut JJ Abrams menggunakan minyak kayu putih. "Sabar sayangku,kalau sabar di sayang Tuhan". Bisiknya di telinga sang suami.
Astaga! Aku tengah muntah sayang,bukan lagi emosi atau mendapatkan musibah.Batin JJ Abrams, menggeleng pelan.
Bu Minah dan lainnya masuk kedalam kamar.
"Non, ini wedang jahenya. Panggil pak Her untuk memijit Tuan, sepertinya masuk angin ini".
JJ Abrams, bangkit dari ranjang dan berlarian ke dalam kamar mandi. "Ueeekk... Ueekkk... Ueekkk...!".
Camelia,cemas melihat keadaan suaminya muntah-muntah dari tadi. "Sayang, apakah tidak bisa muntahnya di tahan?". Teriaknya, menjadi bahan tertawa anak buahnya yang lain.
"Jauhkan jahe itu,aku tidak suka dengan baunya mau muntah!". Teriak JJ Abrams, terduduk lemas di kloset. Bangkai apa jahe sih? Baunya aneh sekali, muntah lagi kan.
"Sayang, kamu harus meminum jahe ini. Biar sakit perutnya pergi, badanmu bakalan jadi enakan". Kata Camelia, berusaha membujuk suaminya.
"Tidak.Baunya busuk menyengat sayang,aku tidak suka". JJ Abrams, menggeleng kepalanya. "Uueekkk.... Ueeekk.. Badanku terasa lemas, apapun di dalam perut sudah aku keluarkan".
__ADS_1
"Nona, jauhkan jahe itu. Kasian Tuan JJ Abrams, muntah terus. Jecky, sudah menghubungi dokter". Bu Minah, menenangkan pikiran Camelia
"Bu,apa JJ Abrams pernah seperti ini?". Tanya Camelia, mengelus pucuk kepala suaminya berbaring lemah.
"Belom pernah, non. Pamit ke belakang dulu,mau buatkan bubur untuk Tuan". Pamit bu Minah, langsung di angguki Camelia.
"Sayang,makan bubur nanti yah? Biar perutmu ada isinya terus enakan nanti". Camelia, tersenyum menatap wajah suaminya.
"Hmmm...Aku tidak suka bubur sayang, jangan paksakan aku makan yang aneh-aneh. Istirahat sebentar lagi,aku akan sehat". Gumamnya JJ Abrams,masih memejamkan matanya.
"Tadi katamu sakit kepala,minum obat yah?Ini aku sudah ambilkan,ayo buruan diminum". Camelia, berusaha merawat suaminya dengan baik.
"Tidak. Aku tidak mau minum obat,sakit kepalanya akan hilang sebentar lagi". Lagi-lagi JJ Abrams,menolak apa yang di minta istrinya.
Camelia, menghela nafas panjang karena sang suami tak menuruti perkataannya itu. "Sayang, jangan menolak terus-terusan. Ini demi kebaikan mu loh,jangan membuatku khawatir".
"Husss...Aku tidak apa-apa sayang,jangan mengkhawatirkan keadaanku. Cuman sakit perut biasa,bukan kena tembakan". JJ Abrams, menggenggam jemari tangan istrinya.
"Hmmm...Maaf,tapi aku mau sate". Pinta JJ Abrams, mengerjapkan bola matanya.
"Ee...Sekali minta, tapi gak masuk akal. Pagi-pagi buta begini,gak ada jualan sate suamiku. Mamang satenya masih ngorok sama bininya,kamu ada-ada aja". Gerutu Camelia, menggaruk kepalanya.
"Pokok mau makan sate,ada nasi lembeknya. Maunya sate di pinggiran kota sana, tempat biasa. Gak mau makan yang lain,mau sate mamang Udin". Pinta JJ Abrams, langsung memalingkan wajahnya.
JJ Abrams, bersikap anak kecil ngambek tak dituruti kemauannya.
Camelia, beranjak pergi keluar kamar dan menemui bu Minah di dapur.
"Kenapa ke sini,non? Nanti ibu,akan membawa buburnya ke dalam kamar". Bu Minah, menatap wajah Camelia yang murung.
"Percuma bu, JJ Abrams mau sate pinggiran kota sana. Sate mamang Udin, katanya tadi gak mau makan apapun. Gimana dong,bu? Mamang Udin, pasti masih ngorok jam segini kan. Biasanya buka jam 5 sore, ini jam berapa coba?". Camelia, duduk lemas di kursi.
__ADS_1
"Tumben sekali, bos ngerepotin kita gak main-main yah?". Kata Jecky, menuangkan air ke dalam gelas. "Nona,aku akan ke tempat mamang Udin. Takutnya bos ngamuk-ngamuk,jika keinginan gak terpenuhi".
"Pssst...Pssstt...Gini aja,kamu beli sate di tempat lain. Terus,ke tempat mamang Udin biar bumbunya di tambahin khas dari dia". Bisik Camelia, memiliki ide cemerlang.
"Benar itu,pasti mamang Udin mau". Sambung bu Minah, langsung di angguki Jecky.
JJ Abrams,kalau meminta sesuatu yang wajar dong. Camelia, pasti ada jalan lain untuk membodohi mu.Batin Camelia, menyunggingkan senyumnya.
Ceklekk...
Camelia, tersenyum manis dan mendekati suaminya tengah bersandar ditempat tidur.
"Sayang, satenya mana?". Tanya JJ Abrams, dengan mimik wajah polosnya.
Camelia, memejamkan matanya sekilas dan tersenyum sumringah. "Sayangku, Jecky baru keluar gerbang bukan di tempat mamang Udin. Pergi ke pinggiran kota memerlukan waktu 30 menit, dengar baik-baik suamiku. 30 menit perjalanan,satu jam bolak balik bukan 3 menit bolak-balik".
"kelamaan sayangku,keburu aku gak mood makan satenya". Rengeknya JJ Abrams, memasang wajah cemberutnya.
Kenapa dengan JJ Abrams? Kepalanya gak geser kan,masih normal kaya biasa kan?Batin Camelia, menaruh rasa curiga kepada suaminya."Aduhh... Suamiku jangan malu-maluin atau cerewet deh. Masib untung loh, Jecky mau pergi ke tempat mamang Udin gak ke warung kopi".
"Aku lapar sekali sayang, semuanya sudah aku muntah kan". Cicit JJ Abrams, memeluk erat pinggang istrinya.
Huufff... Kumat lagi deh, suamiku menjadi bayi besar serba rumit dan ribet.Batinnya Camelia, memijit pelipisnya."Iya,bu Minah sudah memasakan bubur ayam. Gimana mau gak?".
JJ Abrams, memandang wajah istrinya dengan bibir manyun. "Gak mau sayang,maunya sate mamang Udin".
Camelia, berusaha sabar menghadapi suaminya yang manja. Ingin sekali dirinya berteriak, karena kesabarannya cuman setipis tisu basah. "Sayangku, cintaku, suamiku, Jecky sudah pergi ke sana. Mendingan kamu minum teh hangat ini,atau makan sesuatu di sini. Beberapa saat kemudian, dokter Yoga akan datang dan memeriksa mu".
JJ Abrams, memegang jemari tangan istrinya. "Sayang, jangan suntik pantat ku yah".
Camelia,memutar bola matanya. "Di suntik sayang, jarum gajah yang besar itu. Kamu kenapa sih? Jangan aneh-aneh dong, dokter Yoga cuman memeriksa kondisi mu saja". Geram Camelia,kepada suaminya yang ingin menangis itu.
__ADS_1