SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Yuyun


__ADS_3

Camelia, menghela nafas panjang melihat Jhonny sudah di depan dan membuka pintu mobil.


"Aku tidak bisa paman, menuruti kemauan mu dan patuh". Kata Camelia, melewati Jhonny yang sudah mencekal lengannya.


"Jangan membantah perkataan ku, Camelia. Ini semua demi kebaikan kita, mengertilah! Buang omong kosong mu,jangan egois". Tegas Jhonny, memaksa Camelia masuk.


"Kalian apa-apaan sih? Kalau Camelia,gak mau jangan di paksakan sayang". Kata Olivia,baru keluar dari mansion.


Jhonny, menghentikan aksinya dan menatap tajam ke arah istrinya. "Jangan ikut campur urusan ku,paham!".


Camelia, memandang Olivia yang sudah rapi dengan baju kedokterannya. "Istri tercinta paman ini,mau di antar ke tempat kerjanya. Maaf yah,aku gak mau ganggu kalian berdua". Camelia, melangkah kakinya dan mengibas-ngibas rambut.


"Camelia, berhenti! Jangan membantah perkataan ku,aku adalah pamanmu!". Teriak Jhonny, tangannya sudah di tahan Olivia.


"Jhonny,kamu jangan mengekang kebebasan Camelia. Sudah sewajarnya di usia muda, ingin merasakan kebebasan dalam aturan keluarga Allen. Lagi pula,kamu kenapa sih? Camelia, cuman berangkat sekolah menggunakan mobilnya. Tapi,kamu kaya ketakutan seakan-akan tak ingin jauh darinya. Aku ini istri mu Jhonny,ingat itu!". Dada Olivia,naik turun mengontrol dirinya.


"Ck, menyebalkan". Gerutu Jhonny, menghempaskan tangan istrinya dan masuk kedalam mobil.


Olivia, lagi-lagi kesal karena suaminya mengikuti Camelia sampai di sekolah. "Segitunya yah,kamu perhatian kepada Camelia. Sedangkan aku,mana Jhonny? Kecuali aku menekan mu,baru mau dan tidak berjuang untuk mencintaiku".


"Olivia,kamu ingat kenapa kita menikah ha? Aku menikah dengan mu,karena Camelia dalam bahaya. Sama sekali, aku tidak akan pernah mencintaimu. Asalkan kamu tau,jika JJ Abrams tidak memiliki video Camelia dan mengancam ku. Mana mungkin aku menjadi suamimu, yang gila ini". Tegas Jhonny, jarinya menunjuk ke wajah istrinya.


Olivia,terdiam dan membuang muka ke arah lain. "Iya,aku memang gila Jhonny. Sudah gila ingin memiliki mu, beruntung JJ bisa mengancam dan memberikan pilihan untuk menikahi ku. Kau kalah Jhonny, tidak bisa lari dalam pelukan ku". Kata Olivia, menyunggingkan senyumnya.


"Ingatlah Olivia, melakukan hal apapun dengan tak wajar seperti kalian. Suatu hari nanti,aku bisa lepas dari jeratan mu". Sahut Jhonny, penuh keyakinan.


Aku tidak tau, sampai kapan bisa meluluhkan hati mu Jhonny. Aku sangat mencintaimu, sangat bahagia bersamamu. Meskipun saat ini,kau tidak mencintaiku melainkan benci. Aku yakin sekali, lambat laun berjalan cinta akan tumbuh nantinya. Semoga benih di rahimku, cepat tumbuh dan berharap mengubah sifatnya.Batin Olivia,menyeka air matanya.


Jhonny, mengetahui jika istrinya tengah menangis diam-diam. Akan tetapi, sedikit pun tidak merasa iba dan malah mencibirnya.


Sakit hatilah Olivia,semakin kamu sakit maka semakin bagus. Berlahan-lahan kamu akan pergi meninggalkan ku,tanpa melukai Camelia sedikitpun.Batin Jhonny, tersenyum smrik.

__ADS_1


Pada akhirnya Olivia, sudah sampai di rumah sakit tempat dia bekerja.


"Jemput aku,jika tidak taukan akibatnya". Kata Olivia, lagi-lagi mengancam Jhonny.


Jhonny, meminta sang sopir untuk jalan dan tidak menjawab pertanyaan istrinya. Jecky,masih di tahan oleh JJ di tempatnya dan tidak bisa keluar dari jeruji besi.


*************


"Benar sekali Camelia, ngapain kamu ngarepin pamanmu itu. Jangan sampai kamu menjadi pelakor, wajahmu yang cantik bisa meluluhkan hati siapapun". Kata Cika, tersenyum kecil.


Camelia,menghela nafas beratnya dan mengangguk pelan. "Benar sekali,aku tidak boleh egois terhadap cinta. Lebih baik cari yang baru,aku sudah kecewa dan sakit".


Ting...


Sebuah pesan masuk tertera nama Li Yun,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.


[Pulang sekolah,aku tunggu di persimpangan jalan. Ada sesuatu yang aku bicarakan,ini penting sekali]. Yuyun.


"Hussssttttt...Tapi,kalian diam-diam yah. Cuman ngintip dikit aja, bakalan tau kok. Siapa Yuyun,jangan syok melihatnya". Kedip mata Camelia,yang cengengesan.


"Syip,gak bakalan heboh kok. Cowok apa cewek,sih? Main jemput di persimpangan jalan,gak di depan gang". Kekehnya Cika.


"Cowok baru lah,gak ada gang sih. Makanya jemput di persimpangan jalan". Kata Camelia, langsung membalas pesan dari Li Yun. Beruntung Camelia,menamai Yuyun jika tidak sahabatnya bisa pingsan.


"Ini baru teman kita,di khianati oleh satu pria dan cari pria lain". Rika, menepuk pundak Camelia lumayan keras.


"Aduuhh...Gila yah,sakit tau". Cicit Camelia, langsung di elus-elus Cika yang cekikikan menahan tawanya.


"Siapa yang di khianati?". Tanya Leo,yang baru datang dan bergabung dengan mereka. "Gak mungkin kan, Camelia" sambungnya lagi.


"Kenapa gak mungkin Leo?". Tanya Rika, penasaran.

__ADS_1


"Apa karena aku tidak dekat dengan cowok di sekolah ini? Kamu berpikiran seperti itu,hmmm". Sahut Camelia, menaikkan satu alisnya.


"Hehehehe...Aku lupa,mommy meminta ku membawamu ke rumah. Mommy, sudah memasak makanan kesukaan mu". Kata Leo, mengalihkan pembicaraan mereka.


"Besok saja yah, Leo. Hari ini,aku ada bertemu dengan seseorang. sangat penting dan tidak bisa di tunda, pasti mommy Dwi paham". Kedip mata Camelia.


"Oke,kalau itu yang kamu mau. Senang sih,kamu tidak bisa dan membuat ku tenang". Kekehnya Leo, bersandar di kursi.


"Mana mungkin Camelia, menggagalkan mau jalan-jalan sama cowok". Ucap Cika, sontak membuat Leo terkejut mendengarnya.


plak


Camelia, repleks memukul paha Cika dan memberikan tatapan tajam."Hehehe..Leo,jangan di dengarkan perkataan Cika. Dia memang seringkali ngawur gak jelas". Kekehnya Camelia, tidak nyaman dengan tatapan Leo.


Leo, menghela nafas dan beranjak berdiri. Entahlah,kenapa kesal dengan perkataan Camelia tentang laki-laki lain.


"Hussssttttt...Kamu sih,asal ceplas-ceplos aja". Gerutu Rika, mencibir bibirnya.


"Maaf,aku gak sengaja loh. Karena senang sekali, melihat Camelia mau move on sama pamannya". Bisik Cika, tersenyum getir.


"Sudahlah,aku susul Leo dulu. Sudah janji kemarin-kemarin mau traktir dia,tapi aku lupa". Kata Camelia,menyusul Leo. Rupanya Leo, berdiri di anak tangga matanya tertuju ke arah lapangan.


Berlahan-lahan Camelia, mendekati dan berdehem kecil. "Ke kantin yuk,aku sudah janji loh mau traktir".


"Gak mau,takut pacarmu marah melihat kekasihnya traktir cowok lain". Tolak Leo, masih memasang wajah datar.


"Ayolah,jangan ngambek yah. Pliss...Marah yah, mendengar ucapan Cika soal cowok lain. Memang benar,aku mau jalan sama cowok. Tetapi, sekedar bisnis dan gak lebih". Kata Camelia,yang geram dengan sikap Leo.


"Apa karena pria lain, menggantungkan jawabanmu. Kapan memberikan jawabannya,aku lelah menunggu Camelia". Leo, semakin mendekati Camelia yang pastinya menjadi pusat perhatian mata-mata sekitar.


Camelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Memang benar bahwa Leo, mengatakan perasaannya. Bahkan Camelia, menggantung jawabannya dan meminta beberapa waktu.

__ADS_1


Aaaaaaaaaa...Ya Tuhan, kenapa serumit ini. Katrina,berteriak di dalam hati dan ingin menggedor-gedor kepalanya di tembok sekolah.


__ADS_2