
"Ha...Ha...Ha..Ha...!". Camelia, Cika dan Rika ngos-ngosan mengatur nafas. Entah apa yang terjadi di luar,suara tembakan semakin menjadi-jadi. Ada luka-luka kecil di tubuh mereka, terkena reruntuhan bangunan penjara.
Mereka di minta sipir penjara untuk kabur, pergi ke suatu tempat yang aman. Masalahnya adalah masuk kedalam, tidak ada pemandu jalan mereka.
"Diluar sebenarnya ada apa sih?". Tanya Rika, tubuhnya gemeteran sudah."Bagaikan perang dunia kayanya, mengerikan sekali".
"Camelia,aku takut sekali. Kamu dengarkan suara tembakan,bangunan juga rusak. Ada seseorang menyerang penjara ini,apa kita akan selamat?". Tanya Cika,duduk lemas di bawah. "Tubuh kita luka-luka, sangat perih sekali".
Camelia, frustasi karena memikirkan bagaimana keadaan nanti. "Aku tidak tau,apa yang terjadi? Ayo,kita terus lari dan jangan sampai kita tertangkap. Ayo,jangan menyerah duluan. Aku yakin sekali, pasti ada bantuan yang datang. Mana tas kita tadi di sana,sial!". Gerutu Camelia, kebingungan jadinya.
"Sampai kapan kita lari, Camel? Sejauh ini kita berlari, tanpa tujuan". Rika, mengusap wajahnya.
"Ayo, kita lari lagi. Benar kata Camelia,jangan menyerah duluan dan berusaha untuk menemukan jalan keluar. Maaf, gara-gara permintaan ku kita seperti ini". Cika, merasa bersalah dengan teman-temannya.
JJ Abrams,aku harap kamu tau apa yang terjadi di sini.Batin Camelia, mereka meneruskan perjalannya. "Sudah,jangan menyalahkan diri sendiri. Yang penting kita cari jalan keluar, kemungkinan penjara ini sangat luas".
"Aku takut sekali,jika penjara ini di serang oleh seseorang. Demi menyelamatkan Li Yun dan teman-temannya. Bisa jadi mereka mengejar kita ke sini, berdoalah agar kita selamat". Rika, calingukan melihat sekeliling. Mereka sudah memasuki beberapa pintu,turun tangga, melewati terowongan. Namun,tak kunjung juga dimana jalan keluarnya.
"Aku takut tau,apa lagi tadi kan. Mereka serempak tertawa terbahak-bahak, apakah JJ Abrams tau kita seperti ini? Aku lelah sekali,mana haus". Cika, bersandar pada tembok.
"Rika, kita harus berlari sejauh mungkin. Bagaimana jika Li Yun dan teman-temannya, menyusul menangkap kita". Camelia, menarik lengan Rika. "Bayangkan saja,tubuh kita akan di mutilasi dan dijual.Kita berjalan saja dulu, terowongannya gelap cuman samar-samar pantulan cahaya. Semoga saja,kita mendapatkan jalan keluar dari penjara ini". Camelia,berjalan dan terkejut melihat dua arah berbeda.
"Dua arah berbeda, bagaimana ini? Aku gak mau yah,kita berpencar mencari jalan keluar". Cika, langsung angkat berbicara.
"Benar itu,kita sama-sama saja. Aku gak mau kita berpisah,oke". Rika, menggenggam tangan Camelia.
__ADS_1
"Kita ambil sebelah kanan saja, biasanya kanan selalu terbaik". Akhirnya Camelia, memilih jalan ke arah kanan.
Mereka terus berjalan, dengan cahaya samar-samar. Masing-masing berpegang tangan, terkadang Camelia melihat kebelakang mereka.
Sedangkan di luar,para penjaga penjara lainnya beradu tembakan dengan seseorang berpakaian hitam dan mengenakan topeng.
Bahkan ada yang terluka parah karena tembakan, sekarang ada beberapa orang yang bisa masuk kedalam penjara.
Anggota sipir penjara,mulai berkurang. Saking banyaknya jumlah para penyerang, tidak tau siapa mereka.
Tiba waktunya satu orang bisa masuk kedalam,lalu membuka pintu penjara Li Yun dan temannya.
Mereka masih saling menyerang dengan senjata api, Li Yun dan temannya juga ikut membantu.
"Terimakasih,kalian datang waktu yang tepat. Dimana anak buahnya JJ Abrams,sibuk dengan urusan mereka". Li Yun, menepuk pundak seseorang.
"Aku tau, Camelia ada di sini juga. Setelah selesai membunuh mereka,kita kejar keponakanmu. Senang sekali,bisa bekerjasama dengan pak Jordan". Li Yun, berjabat tangan dengan Jordan.
"Hahahaha...Dia adalah keponakan brengsek, menguasai seluruh harta warisan Malik dan Allen. Aku meletakkan bom di pinggir jurang itu,aku kira dia akan jatuh dan mati. Nyatanya masih selamat, bahkan Jhonny berubah pikiran dan berdamai dengan masa lalu. Aku bertahun-tahun lamanya,mengurus perusahaan Malik. Nyatanya perusahaan itu, bukan milikku sepenuhnya dan masih di pegang Camelia. Kita harus menangkap Camelia,ada seseorang menghubungi dan membutuhkan donor jantung. Lumayan besar imbalannya Li Yun,kita bisa berpesta". Jordan, tersenyum sumringah.
"Hahahaha... Bagus-bagus,aku semakin bersemangat untuk mengejar Camelia". Li Yun, sudah siap menarik pelatuk pistolnya dan membunuh satu-persatu sipir penjara.
"Aku sudah menyiapkan segalanya, berkas-berkas mengalihkan harta warisan dari Camelia. Sebelum aku mengambil jantungnya,akan aku ancam dia agar mau mendatangani berkas-berkas ini". Jordan, menyunggingkan senyumnya.
"Hahahaha...Anda benar-benar licik,pak Jordan. Aku kagum dengan anda, kita akan membangun markas besar dan menjalankan bisnis menjual organ-organ tubuh manusia". Jiwa psikopat Li Yun, meronta-ronta.
__ADS_1
Flashback.
Brakk...
Jordan, membanting pintu kamar Sandra lumayan keras.
Sandra, melonjak terkejut atas sikap anaknya itu. "Jordan,kamu apa-apaan sih?". Menatap tajam ke arah anaknya.
"Mamah!Aku kecewa dengan sikap mamah, tiba-tiba berubah. Bukankah mamah, sudah berjanji untuk mengalihkan warisan keluarga Malik dan Allen kepadaku. Nyatanya mana mah? Tetap di pegang oleh Camelia,dia tidak berhak memiliki semuanya". Bentak Jordan, dadanya kembang kempes menahan diri.
Plak!
"Lancang sekali kamu, Jordan! Biarkanlah seperti ini,mamah tidak mau melakukan kesalahan apapun lagi. Bersyukur karena Jhonny, sudah berdamai dengan masa lalu. Kalau tidak,mau menjadi gelandangan diluar sana. Masih untung kamu memimpin perusahaan Malik, orang diluar sana ingin menjadi posisi mu". Sandra, kecewa dengan Jordan yang masih berambisi menguasai seluruh milik Camelia.
"Kalau mamah tidak mau,aku yang akan melakukannya. Jangan salahkan aku mah, apapun yang aku inginkan harus tercapai". Jordan, tersenyum smrik dan matanya melirik ke brangkas tempat berkas-berkas berharga yang di simpan ibunya.
"Tidak! Mamah, tidak mengizinkan apapun yang kamu lakukan. Apa lagi, untuk menyakiti Camelia. Kau tega sekali Jordan, terhadap keponakan mu sendiri". Sandra, berusaha mengontrol pernafasannya mulai sesak.
"Minggir! Aku sudah mengatakan semuanya,apa yang aku inginkan harus tercapai. Termasuk seluruh kekayaan Malik dan Allen,tak segan-segan aku mengusir Jhonny dari sini. Karena dia, selalu di puji-puji pebisnis lainnya. Aku sangat marah dengan Jhonny,dia mengambil apapun yang aku inginkan". Jordan,menepis tangan ibunya.
"Cukup, Jordan! Asalkan kamu tau,kau tidak pantas memiliki sepersen harta dari keluarga Malik dan Allen. Karena kamu bukan anak kandungnya Gunawan Malik,kau harus tau itu".
Deggg...
Air bening mengalir deras di kedua pipinya, Sandra.Inilah yang dicuri Camelia,test DNA Jordan hasil kecocokan berbeda.
__ADS_1
"Apa! Itu tidak benar kan mah,jawab mah!". Bentak Jordan, mendengar suara isak tangis sang ibu.
"Itu semua benar Jordan, ini adalah kesalahan mamah nak. Demi mendapatkan hati papahnya Jhonny, kembali kepada mamah. Apapun mamah lakukan, sehingga memberanikan diri hamil dari benih orang lain. Jika mamah, tidak melakukan hal itu. kemungkinan besar nak,kita tak akan seperti sekarang. Memiliki kemewahan di mansion,nama kita dikenal dimana-mana". Sandra, terduduk lemas tak kuasa mengenang masa lalu.