
Bulan madu sudah berakhir, kini kembali beraktivitas seperti biasanya.
"Selamat yah,atas pernikahan mu".
"Selamat yah, Camelia".
"Selamat atas pernikahan mu, Camelia".
"Terimakasih ,atas ucapannya". Jawab Camelia, meskipun dirinya canggung.
Beberapa anak-anak kampus mengucapkan selamat kepada Camelia,atas pernikahannya itu.
"Wawaw.... Camelia, aku ucapkan selamat atas pernikahan mu. Kami sangat terkejut mendengarnya,apa lagi siapa suamimu? Diam-diam kamu memiliki kemampuan yang hebat, mampu menjerat seorang pria pemilik pertambangan emas". Kedip mata Amisha, mendekati Camelia dan menyentuh bahunya dari belakang.
"Yah... Memang cocok sih, menikah dengan pria pemilik pertambangan emas itu. Sebab kamu siapa,dia siapa kan? Camelia, bagaimana rasanya malam pertama punya suami yang kekar?". Tanya Dona, teman Amisha tersenyum kecil.
"Sungguh luar biasa,dia sangat perkasa sekali". Jawab Camelia, menyunggingkan senyumnya. Lebih baik memanasi perasaan mereka langsung,yang suka kepo dengan urusan orang lain
Amisha dan teman-temannya, terperangah mendengar jawaban Camelia.
"Kenapa kalian diam,hemm...? Kalau tidak percaya, silahkan saja". Kata Camelia, melenggang pergi ke kantin kampus.
Tidak memperdulikan tatapan orang-orang sekitar, pasti mereka berpikiran aneh-aneh tentang pernikahannya mendadak.
"Sekarang kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena Camelia menikah dengan pria yang terpengaruh besar di kota ini". Kata Rendy, yang berkumpul bersama Kaizam dan Leo di kantin.
"Benar sekali,apa yang di katakan Rika benar. Kalau Camelia,menjalin hubungan diam-diam dengan pria pemilik pertambangan emas itu. Sekarang Camelia, berada di atas dan tidak bisa di goyahkan oleh siapapun. Sedikit terluka saja, pasti suaminya langsung bertindak tegas". Sambung Leo, pernah mendengar tentang JJ Abrams sesosok pria tertutup oleh siapapun.
"Nama suami Camelia, JJ Abrams pemilik pertambangan emas terbesar di kota ini. Memiliki kepribadian yang tegas, terhadap siapapun". Kaizam, mencari-cari informasi tentang suaminya Camelia.
Sedangkan Camelia,tengah menikmati semangkuk bakso. Tiba-tiba Amisha dan teman-temannya datang dan duduk di dekatnya.
"Camelia, bagaimana caranya kamu bisa mengenal suamimu itu? Katakan kepadaku yah, siapa tau aku bisa menaklukkan hati seseorang yang berpengaruh di kota ini". Bisik Amisha, berharap mendapatkan ilmu untuk memikat pria kaya raya.
__ADS_1
"Benar sekali,siapa tau kamu mendapatkan calon suami pria kaya raya". Sambung Dona,yang cengengesan.
"Camelia,kami siap menjadi murid mu". Sahut teman Amisha, lainnya juga.
"Ngaco! Yang jelas aku tidak melakukan apapun, namanya juga jodoh pasti bertemu". Jawab Camelia, tersenyum manis.
"Gak. Kami tidak percaya dengan ucapan, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan kan?". Amisha, semangat untuk membujuknya.
"Astaga! Aku bersumpah kepada kalian,karena aku tidak melakukan apapun". Camelia, menggeleng pelan karena Amisha dan teman-temannya bersikap aneh.
"Camelia,jangan pelit untuk memberikan ilmu kepada kami". Dona, memegang tangan Camelia dan menatapnya.
"Hussssttttt....Aku pergi dulu yah,mau lanjut kerja. Bay,aku tidak melakukan apapun terhadap suamiku karena jodoh mau apa lagi". Kata Camelia, sebelum pergi meninggalkan kantin.
Kaizam, Leo dan Rendy, menatap kepergian Camelia dan bergegas mengikuti dari belakang. Siapa tahu, suaminya menjemput kepulangan dari kampus.
Rupanya salah sangka, Camelia menggunakan mobil sendiri tanpa suami yang menjemputnya.
"Mana mungkin suaminya meluangkan waktu untuk menjemput ke kampus, palingan sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk. Suaminya Camelia, terbilang sesosok yang sibuk dalam bekerja". Kata Leo, menepuk pundak kakaknya.
***************
Camelia, memasuki kantor matanya tertuju pada karyawannya menundukkan kepalanya dan sedikit membungkukkan badan.
"Nona,ada seseorang yang ingin bertemu". Bisik Bunga, langsung di angguki Camelia.
Pintu ruangan pertemuan terbuka lebar, terlihat seorang wanita tersenyum manis ke arah Camelia.
Nyonya Zara, ngapain beliau ke sini? Batinnya Camelia, mendekati Zara dan mendapatkan pelukan hangat.
"Nona Camelia,aku sungguh terkejut mendengar berita tentang pernikahan mu dengan Tuan JJ Abrams. Otomatis kamu menerima konsekuensinya di masa depan, iyakan". Kata Zara, tersenyum sumringah.
"Nyonya Zara,ini adalah kehidupan ku dan menjalaninya adalah aku. Entah kenapa,anda tiba-tiba bertanya soal itu? Apa jangan-jangan ada maksud lain, nyonya Zara". Camelia, duduk santai di kursi berhadapan dengan Zara.
__ADS_1
"Aku hanya kasian kepada mu, nona. Menikah dengan pria yang memiliki tanggung jawab besar, takutnya kamu tidak bisa menahan kesabaran. Nona Camelia,aku cuman memperingati mu saja. Aku cuman merindukanmu mu, makanya mampir sebentar dan mengucapkan selamat atas pernikahan mu. Maaf, aku tidak datang kemarin meskipun di undang oleh suamimu. Aku permisi dulu,ini adalah kado pernikahan kalian". Kedip mata Zara, mengeluarkan sekotak kecil dari tasnya.
"Silahkan, nyonya Zara. Terimakasih, sudah menyempatkan diri untuk mampir sebentar dan kadonya". Kata Camelia, membukakan pintu keluar untuk Zara.
Setelah kepergian Zara, langsung membuka apa isi kadonya tersebut. "Flashdisk". Gumamnya pelan, langsung membuka file flashdisk tersebut.
Camelia, langsung memutar sebuah video. Sepertinya sebuah pertemuan, sangat jelas JJ Abrams bergandengan tangan dengan wanita lain. "Oh,nyonya Zara ingin aku berperang dingin dengan JJ Abrams. Aku tahu, siapa wanita yang di gandeng JJ Abrams. Biasalah masa lalu, katanya pergi ke luar negeri dan menikah dengan seorang pria kaya raya. Mungkin nyonya Zara, suamiku tidak bercerita tentang masa lalunya".
Ting..
Sebuah pesan masuk di ponselnya, tertera nama Nyonya Zara.
[Kau sudah melihat video di flashdisk itu,dia adalah masa lalu suamimu. Hari ini, wanita itu datang di sebuah acara penting dimana ada Tuan JJ Abrams. Bagaimana reaksi suamimu, bertemu dengan masa lalunya? Aku dengar-dengar wanita itu, sudah berstatus janda karena suaminya meninggal]
Camelia, menggeleng pelan membaca pesannya. "Meskipun wanita itu, bertelanjang bulat di depan mata JJ Abrams. Dia tak akan tergoda sedikit pun,aku yakin itu. Sepertinya nona Zara, sudah melewati batas dan harus di singkirkan karena mengusik rumah tangga ku. Nyonya Zara,aku tau apa tujuan mu itu. Kau ingin memisahkan aku dengan suamiku,lalu menikah dengan anakmu Don. Ayolah,kau salah lawan nyonya".
Dering ponselnya membuyar lamunan Camelia,ada senyuman manis di sudut bibirnya. "Halo,sayangku".
(Sedang apa sayang,aku sangat merindukanmu jangan terlalu lama berada di perusahaan. Aku sudah merebahkan diri diatas ranjang, memasrahkan diri ketika kamu perkosa).
Camelia, memutar bola matanya mendengar ucapan sang suami. "Aku akan memperkosa mu sayang, asalkan mengenakan pakaian khusus di dalam lemari".
(Aahh...Sayang,jangan membuat ku semakin bergairah. Jangan main-main dengan ku, takutnya kamu memohon-mohon untuk berhenti menghujam tubuhmu yang indah itu)
Camelia,yakin sang suaminya tak akan berani mengenakan pakaian itu. Hayo, pakaian apakah itu?
"Sayang,kau harus mengenakan pakaian yang di dalam lemari itu. Aku akan memperkosa mu,menerkam mu hidup-hidup. Nyaungg...!".
JJ Abrams, bersemangat untuk membuka lemari yang di maksud istrinya.
Krik...
Krik...
__ADS_1
Mengerjapkan bola matanya beberapa kali,lalu mengusap wajah dan menyunggingkan senyumnya.