
Plak!
Plak!
Leo, terkejut mendapatkan tamparan keras dari sang mommy baru pulang dari rumah sakit.
Kaizam, terkejut melihat aksi mommy nya pasti mengetahui sesuatu. Mana mungkin mommy, mengetahui masalah Leo secepat itu? Tetapi,siapa yang memberitahu? Batinnya, sudah mencurigai Camelia yang ada di rumah sakit juga.
"Mommy,kenapa menampar wajah ku?" Tanya Leo, memandang wajah sang mommy.
"Kau tanya kenapa,ha? Kamu kira aku tidak tahu,apa yang kalian sembunyikan dari mommy. Ada seseorang merekam video,dimana kamu dan Kaizam di rumah sakit. Lebih sakit hatinya mommy, mengetahui anakku menghamili anak orang lain. Leo, kamu sudah mencoreng nama baik mommy! Apa kamu tidak perduli dengan perasaan,mommy!" Ucap Dwi, lumayan keras dan menatap tajam ke arah Leo.
"Mommy, biarkan Leo menjelaskan semuanya. Plis...Mommy,jangan berpikiran aneh-aneh tentangku. Jujur saja,aku tidak merasa menyentuh Kiki. Sumpah,mommy!" Berharap sang mommy, mempercayai ucapannya. Leo, memegang tangan sang mommy.
Dwi,menghela nafas panjang karena dia tau anaknya tidak pernah berbohong. "Apa semua orang percaya dengan ucapan, Leo? Sedangkan Kiki, mengakui bahwa anak di dalam kandungan adalah anak kamu"
"Mommy,kami akan mencari sesuatu untuk membuktikan Kiki hamil bukan anak Leo" Sahut Kaizam, mencoba menenangkan pikiran sang mommy.
"Satu minggu mah, keluarga orangtuanya Kiki meminta tempo hari menyiapkan segalanya. Doakan mom,semoga kami mendapatkan bukti" Leo, mengusap wajahnya dengan kasar.
"Mom,siapa yang memberitahu masalah ini? Apa Rika,atau Camelia?" Tanya Kaizam, pemasaran yang sudah memberitahu kepada mommy nya.
"Tidak ada, seseorang mengirim video melalui WhatsApp dan nomor tidak dikenal. Nomornya sudah tidak aktif lagi,bisa jadi seseorang tengah mengikuti kalian diam-diam". Kata Dwi, memperlihatkan nomor tersebut kepada anaknya.
"Leo,kita harus mencari tahu siapa di balik nomor ini. Sudah beberapa kali kita kecolongan, selalu ada seseorang yang mengetahui segalanya. Menyebalkan sekali,ini tidak bisa di biarkan terus-terusan. Sama saja, kehidupan kita tidak tenang" Kaizam, sudah berusaha mencari tahu seseorang yang menguntit mereka. Namun, tidak ada hasil apapun.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan Camelia?yang mengikuti kita dan merekam apapun masalah kita. Cuman dia musuh kita kak, pasti dia pelakunya"Leo, menaruh rasa curiga kepada Camelia.
"Masalahnya kita tidak memiliki bukti apapun, kau tahu siapa Camelia sekarang? Dia bisa melakukan apapun,bisa jadi melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Ingat mommy,jangan sampai stres seperti dulu" kata Kaizam,sejauh ini belum ada bukti-bukti siapa yang seringkali merekam rencana mereka.
"Aarrrghh... Selalu banyak masalah,apa benar kata seseorang yang mengirim pesan itu. Kalau menyinggung perasaan Camelia,kita mendapatkan kesialan terus-terusan. Semenjak kita menyinggung perasaannya dan mengerjai Camelia, kehidupan kita tidak tenang" Leo, menggaruk-garuk kepalanya.
"Alah,mana mungkin itu benar. Bisa jadi,pesan nyasar cuman mengerjai kita saja"Bantah Kaizam, meskipun ada benarnya juga
*****************
"Horeeeeeeeee....!"
Camelia dan istri-istrinya tengah menikmati pesta pantai di malam hari.
Alunan musik DJ menggema seisi pantai, orang-orang yang banyak berkumpul berjoget bersama.
Semenjak mengenali Camelia, istri-istrinya Ardan begitu bebas kemana pun. Ini adalah pertama kalinya,tanpa suami mereka dan pengawal yang menggiring. Mereka bebas melakukan apapun,tanpa di awasi dan di jaga ketat.
Sedangkan di kediaman JJ Abrams, mereka bertiga masih di dalam jeruji. Membuka gembok dengan beribu-ribu kunci di dalam peti, itu adalah tantangan Camelia agar mereka bisa keluar.
JJ Abrams dan Ardan, tidak tenang mengetahui pasangan mereka tengah menikmati pesta pantai. Takut ada pria lain yang menggoda mereka,jangan sampai di bawa pria hidung belang.
"Gila! kapan selesainya kita,mencari kunci mana yang benar. Apa tidak ada cara lain,Tuan JJ Abrams?" Tanya Morgan, menggaruk-garuk pelipisnya dan sudah lelah memilih mana yang kunci pas untuk membuka gembok jeruji besi.
"Gak ada, cepat cari kuncinya jangan ngeluh terus-terusan". Sahut Ardan, mondar-mandir mencoba kunci di tangannya.
__ADS_1
"Aaah...Kamu suruh saja,anak buahmu memotong rantai gembok ini. Apa susahnya sih, dari tadi gak ketemu-ketemu mana kuncinya"Morgan,terus mengomel-ngomel tak jelas.
"Apa kamu tidak buta,ha? Mana ada orang di sini,selain kita bertiga. Mau teriak pun gak ada yang mendengarkannya,masih untung di kasih kesempatan untuk keluar. Meskipun seperti ini, mencari kunci di tumpukan beribu-ribu kunci. Bagaikan mencari jarum di tumpukan jemari,anggap saja bukti cintaku pada Camelia. Bukankah begitu,Ardan?" JJ Abrams, menoleh ke arah Ardan yang sudah kesal sedari tadi.
"Iya,lain kali kita harus mengingat setiap kunci untuk membuka gembok apa. Seperti ini, tidak tau mana yang mana kuncinya. Tuan JJ Abrams,betah sekali memiliki kekasih seperti nona Camelia?"Ardan, menyunggingkan senyumnya.
"Dia adalah wanita yang berbeda dari yang lain,kalian pasti merasakan perbedaannya kan?" sahut JJ Abrams, langsung mengedipkan matanya.
"Hahahaha... Sangat berbeda Tuan JJ Abrams, sampai-sampai kita bertiga di kurung oleh kekasih mu. Dia memang berbeda dan selalu berani mengambil keputusan apapun. Aku tidak terima seperti ini, gara-gara kamu Ardan memperkenalkan aku kepadanya dan mendapatkan sial. Kalau suatu hari nanti,aku memiliki musuh susah di taklukkan. Aku punya rencana lain, yaitu memperkenalkan nona Camelia kepada musuhku agar musuhku mendapatkan kesialan terus-terusan. Bagaimana Ardan,ideku bagus bukan?" Morgan, merangkul pundak Ardan sambil cengengesan.
"Benar juga yah, pasti musuh kita bakalan sial terus-terusan karen mengenal nona Camelia. Terimakasih, atas sarannya dan akan aku lakukan". Kekehnya Ardan, berjabat tangan dengan Morgan.
"E'ehmmm...Berani menyangkut pautnya dengan kekasih ku,akan aku gantung kalian. Sialan,mau memanfaatkan kekasih ku demi keuntungan kalian. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, cepat cari kuncinya! Semakin cepat kita mencarinya, semakin cepat kit keluar dari sini!" Bentak JJ Abrams, dengan tatapan tajam.
Morgan dan Ardan, bergegas melaksanakan perintah dari JJ Abrams. Mereka berdua sudah ketakutan karena salah berbicara menyangkut tentang kekasihnya.
"Hahahahha.... Lihatlah,aku menemukan kuncinya yang benar" Ardan, kegirangan karena berhasil membuka gembok.
"Bagus,ayo kita ke pantai dan menjemput mereka pulang". Ucap JJ Abrams, mereka bertiga keluar dari ruangan bawah tanah. Sungguh mengejutkan sekali, dikediamannya sepi tidak ada anak buahnya.
Mata Morgan dan Ardan, melotot sempurna dan mulut menganga lebar,melihat ponsel mereka di dalam aquarium ikan milik JJ Abrams.
"Ponsel ku!" Ucap mereka bersamaan, langsung mengambil dari aquarium dan ponselnya mati total.
"Cameliaaaaaaaaaaa...!" Teriak Morgan dan Ardan, bersamaan.
__ADS_1
Bughhh...
JJ Abrams, langsung melempar bantal sofa ke arah mereka. Telinganya hampir pecah mendengar teriakkan mereka, begitu nyaring sekali.