
Camelia, terkejut melihat seseorang tengah mencarinya. Rupanya anak buah Morgan, menemui Camelia di kampus.
Waw...Ada apa ini? Morgan, tiba-tiba mencari ku dan ingin membawaku ke suatu tempat. Hmmmm... Sepertinya dia memang berniat menantang, JJ Abrams. Baiklah, akan aku buat kau menyesalinya.Batin Camelia, mengangguk pelan dan mau ikut dengan Morgan.
Baru beberapa langkah, Cika dan Rika memanggil namanya.
"Camelia,kami ingin berbicara dengan mu. Bisakah kamu ikut kami, sebentar saja". Kata Rika, ingin meraih tangan Camelia.
Akan tetapi, Camelia langsung menghindari dan memundurkan satu langkah.
"Nona Camelia,ayo kita pergi". Ucap anak buah Morgan, menoleh ke Cika dan Rika.
"Baik,maaf aku punya urusan penting daripada kalian". Camelia, tersenyum smrik dan meninggalkan Cika dan Rika begitu saja.
Cika dan Rika, menatap kepergian Camelia dan masuk kedalam mobil.
Mereka berdua menghentak-hentakkan kaki karena kesal, Camelia malah memilih pergi.
"Aaaarrgghh... Bagaimana ini, Rika? Waktu kita cuman tiga hari,kalau tidak bisa membujuk Camelia membantu perusahaan ayah kita. Habislah kita dan jatuh miskin. Ini semua gara-gara kamu, memilih Kaizam daripada Camelia". Cika,cukup sabar menghadapi masalahnya.
"Loh, kenapa jadi nyalahin aku sih? Kamu sendiri yang ikut-ikutan,kalau aku tau seperti ini akhirnya. Mana mungkin juga,aku melakukan hal bodoh itu. Lebih baik kita kejar Camelia, pasti dia pergi ke perusahaan". Rika,menarik lengan Cika namun langsung di tepis sang empunya.
"Gak! Aku tidak mau ikut dengan mu, Rika. Kamu itu, emang pembawa sial dan sial. Urus sendiri masalah masing-masing,jangan bawa-bawa aku lagi". Cika, langsung melongos melewati Rika yang terdiam membisu.
"Cika! Cika,kamu tidak boleh seperti ini! Cika,awas kamu!". Pekik Rika, kebingungan dengan perubahan Cika yang marah-marah kepadanya.
"Sayang,ada apa?" Kaizam dan lainnya,keluar dari persembunyian karena sudah aman dari pandangan Camelia.
"Cika,entah kenapa dia marah-marah kepadaku? Bukannya saling membantu,ini malah kebalikannya". Jawab Rika, dengan nada kesal.
"Lebih baik kamu susul sayang, takutnya Cika malah ngomongin aneh-aneh tentang mu kepada Camelia. Siapa tau aja, Cika memburukkan sifat mu dan mengambil hati Camelia". Ucap Kaizam, sontak membuat Rika semakin marah padam.
"Benar sekali, takutnya Cika mengambil keuntungan sendiri". Sahut Leo, semakin mempengaruhi pikiran Rika.
"Ayo,kejar dia!" Kiki, berusaha menyemangati Rika.
__ADS_1
Rika, langsung masuk kedalam mobil dan mengejar Cika. Jangan sampai dia lebih dulu, mengambil hati Camelia. "Awas kamu Cika,aku tidak akan membiarkan mu lolos".
Melihat kepergian Rika, Kaizam dan lainnya tertawa terbahak-bahak karena berhasil mempengaruhi pikiran Rika.
Rika, langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak akan membiarkan dirinya terlambat sedetik pun,apa lagi Cika berhasil mendapatkan apa yang di inginkannya.
Beberapa jarak saja, Rika sudah menghadang mobil Cika. "Aku akan menghalangi jalanmu,jangan macam-macam dengan ku".
Tiiiittt.... Tiiiittt....
Cika, memukul setir mobilnya karena marah kepada Rika yang menghalangi jalannya.
"Menyebalkan sekali,maunya apa sih? Minggir,woy! Woy!". Cika, terus-terusan menekan klakson mobilnya.
Sedangkan di tempat lain, rupanya Camelia membawa Morgan di ruang kerjanya.
Morgan, nampak duduk santai dan berlahan-lahan mendekati Camelia.
"Apa kamu tidak kesepian,nona manis?Kita bisa bersenang-senang,tanpa ada orang yang tau". Kedip mata Morgan, tersenyum manis.
"Nona manis,kalau kita melakukan pendekatan semakin dekat dan intim. Maka sangat mudah untuk dipelajari, bukankah begitu?" Morgan, terus-menerus membujuk Camelia. Sialan,kenapa aku tertarik dengan wanita ini? Aaaarrgghh... Apa benar kata Ardan,jika wanita ini memiliki sihir.
Camelia, tersenyum manis dan mengangkat gelas minumannya. "Bersulang, senang sekali saling bekerjasama".
"Oke, bersulang dengan nona manis". Kedip mata Morgan,menatap intens lekukan tubuh Camelia.
Minumlah Morgan, aku yakin sekali kau akan bermohon-mohon kepadaku. Lihatlah, sampai mana casanova mu itu.Batin Camelia,mengelus lembut lengan kekar Morgan.
Deg!
Morgan, melupakan sesuatu saran dari Ardan. Dia melirik seringai tajam Camelia,penuh dengan kecurigaan.
"Kalau kau bersama nona Camelia,jangan memakan atau meminum yang di berikan kepadanya. Kalau tidak mau mendapatkan kutukan, bisa-bisa kau menyesal".
Glek!
__ADS_1
Morgan,merasa gelisah gusar karena tatapan Camelia tak seperti biasanya.
"Tuan Morgan,kenapa? Apa ada sesuatu yang tidak beres,atau apa?" Tanya Camelia, begitu polosnya.
"Hahahaha.... Tidak ada, nona manis. Baiklah,aku akan menjelaskan semuanya". Alibi Morgan,masih terngiang-ngiang bisikan Ardan.
"Jangan terlalu dekat dengan nona Camelia,dia adalah penyihir kejam. Takutnya milikmu malah keriput, casanova mu akan sirna".
Deg!
Morgan,masih tidak tenang karena lupa dengan peringatan Ardan. Buliran keringat membasahi keningnya, sesekali melirik Camelia masih tenang.
Sialan, kenapa aku lupa dengan pesan Ardan?Apa minuman tadi tidak ada apa-apa,yah? Kok aku, ceroboh dalam urusan ini. Batin Morgan, melirik ke arah Camelia yang menikmati setiap gigitan pizza.
"Tuan Morgan,mau? Enak loh,ini adalah menu baru". Camelia, menyodorkan sepotong pizza.
Dia sangat menyantap setiap gigitan pizza, berarti pizza ini aman. Iya,aman tanpa ada sesuatu.Batin Morgan,mau tidak mau menerima potongan pizza tersebut. "Benar sekali,enak dan pizza adalah makanan favorit ku".
"Oh, benarkah! Aku tidak salah memilih cemilan untuk kita,anggap saja membuang rasa jenuh membahas ini". Kedip mata Camelia, tersenyum semanis mungkin.
Morgan, menikmati beberapa potongan pizza sambil menjelaskan tentang casino. Tak sadar diri, lagi-lagi dia meminum air di hadapannya sampai habis.
Camelia, bersorak-sorai gembira karena berhasil mengerjai casanova di hadapannya ini.
"Fiuuhh... Akhirnya selesai juga, terimakasih atas semuanya Tuan Morgan". Camelia, lagi-lagi menuangkan air di gelas Morgan.
Morgan,mulai melepaskan beberapa kancing kemejanya. Ini adalah satu satu trik untuk menggoda seorang wanita,lalu masuk kedalam perangkapnya.
"Nona manis,apa kita bisa melanjutkan pekerjaan ini semakin dalam?". Kata Morgan, menggigit bibir bawahnya. "Tenang saja,aku bisa menjadi kekasih simpanan mu. Di jamin 100% Tuan JJ Abrams, tidak akan tau. Di jamin aku lebih perkasa dari pada kekasihmu itu, apapun yang kau inginkan pasti akan aku kabulkan".
"Terimakasih,atas tawarannya Tuan Morgan. Untuk kali ini, aku tidak berminat menjadi kau sebagai simpanan ku. Jangankan simpanan, menjadi kekasih pun tidak tertarik". Camelia, berusaha menahan tawanya.
Morgan, mengusap wajahnya dengan kasar mendengar ejekkan Camelia. Sialan,ini adalah pertama kalinya aku di tolak dan di ejek.Batin Morgan, langsung memasang wajah datarnya.
"Pujian mu sangat manis sekali, persis seperti mu nona manis. Aku tau, kau takut dengan Tuan JJ Abrams bukan? Ayolah, bersenang-senang dengan ku cuman sebentar saja". Morgan, semakin bersemangat untuk melepaskan kemejanya.
__ADS_1
Apakah Camelia, tertarik dengan postur tubuh Morgan yang sixpack? Ataukah Camelia, memiliki rencana lain?.