SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Keributan


__ADS_3

Leo,terus memandang ke arah Camelia. Membuat Camelia,merasa tidak nyaman dengan tatapan tajam darinya.


Ngapain sih? Dia menatapku seperti itu.Batinnya Camelia, sudah meninggal kantin bersama temannya.


"Camelia,kamu lihat gak sih? Leo, sedari melihat mu terus". Bisik Cika, menyenggol lengan Camelia.


"Hati-hati dia menaruh rasa dendam kepada mu, sudah berani membicarakan tentang dirinya". Sambung Rika, cengengesan.


"Apaan sih,aku gak salah apa-apa kok? Lagipula dia emang kek gitu orangnya, wajarlah dia menatapku tak henti-hentinya. Karena aku cantik kan,atau sudah jatuh cinta dengan seorang ku". Kekehnya Camelia, memainkan kedua alisnya.


Rika dan Cika, menepuk kening masing-masing.


"Tapi,kamu hati-hati dengan kakak kelas lainnya. Karena mereka tidak akan membiarkan mu, mendekati Leo". Cika, memperingati temannya.


"Tenang saja, aku tidak akan jatuh cinta dengan pria macam dia". Jawab Camelia, dengan santainya.


"Aauukk....!". Camelia dan Rika, meringis dan hampir jatuh. Rupanya Leo dan anggota lainnya, menerobos mereka bergandengan.


Leo, tengah marah padan mendengar ucapan Camelia dari belakang.


"Ouy... Anjing! Kalau jalan lihat-lihat dulu, emangnya ini jalan milik nenek moyang loh!". Teriak Camelia, langsung keluar bar-barnya.


Leo,yang tidak terima dengan perkataan Camelia dan langsung berbalik dan mencekal lengannya dengan erat. "Ngomong apa tadi,ha? Baru aku peringatkan, sudah membuat ulah baru. Atau kamu sengaja,agar dekat-dekat dengan ku!". Leo, menatap tajam ke arah Camelia dengan jarak dekat. Baru kali ini,ada seorang perempuan menolak pesona ku. Ck, rupanya dia Camelia. Sangat menarik sekali, dulu dia tergila-gila dengan Arsen. Tanpa berpaling memandang ke arah ku,tapi dulu dan sekarang tidak.


Anya,yang tak suka dengan mereka berdua sangat dekat.Dia menahan rasa cemburu, sekian lama melakukan hal apapun. Mendapatkan perhatian khusus dari Leo,namun sia-sia saja.

__ADS_1


"Setan!". Camelia, menghempas cengkalan tangan Leo sampai terlepas."Lo,yang salah paham! Gak liat apa,jalan segitu luas mambahana masih aja nabrak orang. Ck,bilang aja kamu mau menyentuhku kan? Aduhh... Maklum lelaki macam kamu,suka modus!". Camelia,tak mau kalah dengan Leo.


"Dih...Geer, perempuan macam kamu banyak di luar sana. Amit-amit jabang bayi, sampai suka dengan mu. Mentang-mentang keluarga Allen,suka seenaknya menindas orang lain. Kau kira aku percaya dengan perubahan mu ini,hmmm? Kau salah Camelia,kamu perempuan beracun. Cika dan Rika,apa kalian langsung percaya dengan perubahannya? Atau dia memiliki rencana licik, apa kalian tidak ingat dulu? Bagaimana dia memperlakukan kalian, begitu sangat buruk". Ucap Leo, tersenyum smrik.


Camelia, mengundurkan langkahnya dan memandang ke arah Cika dan Rika. "Terserah Kamu berbicara apa,yang jelas aku benar-benar berubah. Paham! Jadi,jangan menuduh macam-macam!". Camelia, menunjukkan jarinya ke wajah Leo.


"Camelia, sudahlah jangan berbuat masalah. Kami percaya kok,kamu benar-benar berubah". Rika, merangkul pundak temannya dan di ikuti Cika.


"Benar sekali, kami percaya kok". Cika, tersenyum dan mencubit pipi temannya.


"Lo,puas!". Kekehnya Camelia, mengibas-ngibas rambutnya dan berlalu pergi meninggalkan Leo dan anggota OSIS lainnnya.


Leo, mengepalkan kedua tangannya yang menahan amarah. Sangat menarik untuk ku miliki, tetaplah seperti itu Camelia. Jangan luluh kepadaku, agar aku tak mudah mendapatkanmu. Ini adalah tantangan menarik,yang harus aku lakukan.Batin Leo, merasa senang karena ada seorang perempuan yang tak mudah di taklukkan hatinya.


"Leo, sudah jangan mengganggu dia lagi". Anya, menepuk pundak Leo dan mengajak pergi.


Mendengar keributan mereka, jadi bahan perhatian murid-murid lainnya. Ada yang berbisik-bisik,ada yang memuji keberanian Camelia.


Ting...


Sebuah pesan masuk dari Arsen dan Ryan, mereka sama-sama memperingati Camelia.


[Jangan membuat keributan lagi, sangat bahaya Camelia. Apa lagi kamu menyingung perasaan Leo, mereka anak teman bisnis pamanmu]. Ryan.


[Aku terkejut mendengar keributan antara kamu dan ketua OSIS. Lain kali jangan berbuat ulah, sangat bahaya Camelia]. Arsen.

__ADS_1


Namun Camelia, menyunggingkan senyumnya dan mengabaikan pesan mereka yang tak bermutu itu.


***********


Sedangkan di perusahaan Jordan, kedatangan ayah mertuanya.


"Silahkan duduk, pah". Jordan, mempersilahkan ayah mertuanya duduk dan berekspresi biasa saja.


"Menantu,maaf atas kedatangan ku yang mendadak ini. Ada sesuatu yang ingin sekali di bicarakan,kamu tau sendirilah. Papah mertuamu ini, tidak memiliki pekerjaan. Bagaimana papah mertuamu ini, menjalankan perusahaan Sean yang beli Tuan Jhonny. Bukankah ide dariku, sangat menguntungkan perusahaan. Jadi, tolong bicarakan masalah ini kepada tuan Jhonny". Pinta Doni, tersenyum. Dia yakin sekali, menantunya akan membantu masalah ini.


Jordan, menyentuh dagu dan mengelusnya. Dia tersenyum kecil,baru saja jadi ayah mertuanya. Sudah mulai mengatur dan meminta bantuannya. "Pah, perusahaan Sean sudah menjadi milik Jhonny. Aku tidak mau ikut campur urusan itu, lagipula perusahaan Sean akan diratakan seperti tanah". Kata Jordan, sudah pasti ayah mertuanya syok berat.


"Apa! Mau di ratakan, emangnya kenapa nak Jordan?". Doni,yang terkejut mendengarnya. Dia langsung gelisah gusar,mengusap wajahnya dengan kasar.


"keponakanku, menginginkan apartemen dibangun di tanah itu. Otomatis perusahaan Sean,harus di ratakan dulu. Namanya juga keponakan tersayang, apapun kamu lakukan. Selagi itu, menguntungkan dan positif". Jawab Jordan, dengan santainya.


"Ingin di bangun apartemen,apa tidak salah nak? Membangun apartemen, bisa di tempat lain. Tanpa harus meratakan perusahaan Sean,sayang sekali dan masih bisa dioperasi perusahaan Sean. Jika Jhonny, mengendalikan perusahaan itu. pasti naik pesat nantinya, gunakan aku untuk memimpin nya. Di jamin tidak akan mengecewakan Tuan Jhonny, coba kamu bicarakan dulu". Doni, membujuk menantunya dengan perasaan geram.


Gawat sekali! Kalau perusahaan Sean, diratakan dan di ganti dengan apartemen. Bagaimana nasib ku nantinya? Semua bakalan hancur berkeping-keping,sialan kenapa Camelia merusak segalanya. Ck,apa yang harus aku lakukan?. Batin Doni, perasaannya tak karuan pikirannya berkecamuk kemana-mana.


"Masalah itu,aku tidak bisa berbuat apa-apa pah. Apa lagi menentang keras,apa yang di setujui Jhonny. Ini menyangkut keinginan Camelia, apapun pasti di turuti". Jordan, ingin sekali tertawa mendengar ucapan ayah mertuanya.


"Tapi, setidaknya jangan di ratakan perusahaan Sean. Sayang sekali nak, perusahaan itu akan naik pesat nantinya. Ayolah, bicarakan tentang ini kepada Tuan Jhonny. Masa tidak mau membantu papah mertuamu,". Lagi-lagi Doni, membujuk menantunya.


"Tidak bisa pah, untuk masalah ini aku tidak bisa membantu. Permisi dulu pah,ada meeting di luar perusahaan". pamit Jordan, sudah cukup baginya membuang waktu bersama Doni.

__ADS_1


"Silahkan nak,papah juga pamit pulang dulu ". Akhirnya Doni, keluar dari ruang kerja menantunya. Di luar ruangan, ingin sekali menampar dinding sekedar meluapkan emosi. Lagi-lagi dia mengurungkan niatnya,takut di pandang tak enak di mata karyawan perusahaan menantunya.


__ADS_2