
"Dari mommy,di makan". Leo, menghampiri Camelia baru turun dari mobil. Huuuff.... Pasti mereka sudah salah paham dengan ku,sialan. Gara-gara mommy,aku sebagai ketos jadi bahan gosip anak-anak sekolah.
Apa lagi teman-teman Leo,tengah cekikikan tertawa dari kejauhan. Mereka tengah, menunggu kedatangan Leo baru ke dalam kelas.
Camelia, mengambil bingkisan di tangan Leo. "Makasih banyak,titip salam sama mommy". Ucap Camelia, tersenyum manis. Bodo amatlah, dengan tatapan orang sekitar. Mau diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain,takut ada yang tau. Pasti ada salah sangka,jika kami memiliki hubungan. Kalau seperti ini,secara terang-terangan. Apa lagi atas nama mommy, mereka akan bimbang untuk menuduh macam-macam.
Leo, mengangguk pelan dan pergi meninggalkannya. Sepasang mata tertuju kepada mereka, parkiran sekolah lumayan rame. Bergabung dengan teman-temannya, langsung memukul pelan satu persatu. Tidak terima dengan ejekkan mereka,yang menuduh menyukai Camelia.
Anya, melihat dari kejauhan dan sangat marah kepada Camelia. Dia menghentakkan kakinya, mencekram lengan Indri begitu erat.
Indri, meringis kesakitan dan menyadarkan Anya yang sudah mencekram lengannya.
"Ciyeeehhh...Bekal dari calon mommy mertua". Ledek Cika, menyenggol lengan Rika.
"Apaan sih?". Camelia, langsung mencubit pipi temannya. Nah,nah, kumat lagi deh.
"Kirain gak sekolah hari ini,ayo kita ke kelas". Ajak Rika, menggandeng tangan Camelia.
"Camelia, Anya tengah memperhatikanmu loh! Pasti dia marah besar terhadap mu,karena sudah mengambil hati mommy ketos". Bisik Cika, memainkan kedua alisnya.
"Aiss....Bodo amatlah, mungkin dia iri karena kalah bersaing dengan ku". Kata Camelia, sambil cekikikan tertawa. Aku harus berhati-hati dengan,Anya. Pasti dia menyusun rencana liciknya,aku tidak boleh lengah.
"Jelaslah, Anya kalah dengan mu". Sahut Rika, mencium aroma masakan mommy Dwi sangat menggoda. "Buseet.... Pasti nasi goreng spesial untuk mu, aromanya sumpah! Enak banget,".
"Hebat sekali kamu, Rika. Tau ini nasi goreng, penciuman mu begitu tajam". Kekehnya Camelia.
"Bilang aja, kamu mau minta kan?". Cika, langsung mencubit Perutnya.
"Aauukk...Cika! Sakit tau". Gerutu Rika, memasak wajah masam.
__ADS_1
Camelia, menggeleng kepala melihat kedua temannya saling mengejek-ejek. Mengelilingi tubuhnya,ikut tertarik oleh mereka.
"Sudahlah, jangan ribut dulu. Kita makan sama-sama,biar adil". Kata Camelia, mencegah mereka berdua bertengkar.
Mendengar perkataan Camelia, mereka berdua langsung tersenyum dan mengangguk patuh.
Bekal makanan dari mommy Leo, di letakan di meja dan di buka. Benar sekali,nasi goreng spesial, telor ceplok,ayam goreng,selada,timun,irisan wartel dan sosis kecil-kecil.
"Waw... Benar-benar menggoda perutku". Kata Rika, sudah meneguk air liurnya."Sumpah! Isinya sangat lengkap,mana banyak lagi. Mommy Leo,tau kamu banyak makan Camel".
"Bilang aja, kamu laper". Sahut Camelia, cengengesan."Jelaslah mommy Dwi, memberikan nasi goreng banyak. Yang makan bukan akulah, tapi kamu juga yang".
Mereka bertiga menyantap bekal makanan,dari mommy Leo. Nasi goreng spesial sangat lezat, bersama-sama menyantap sampai habis tak tersisa.
"Baik banget sih,mommy Leo sama kamu". Kata Cika."Andaikan saja,aku seperti itu. Punya gebetan baru,tapi gak peka. Edehh...". Gerutunya,yang lain cuman terperangah mendengarnya.
"Eee..Benar juga yah, makasih banyak sarannya. Bebeb aku,umahh..!". Rika, memajukan bibirnya dan langsung di tutup wajahnya dengan buku oleh Camelia.
"Hmmmm....Apa jangan-jangan,ada rencana untuk menjodohkan kalian?". Tebak Rika, sontak membuat Camelia terkejut mendengarnya. "Iiissshhh...Cika,kamu jorok deh. Jangan macam-macam lah,kita lagi cerita nih".
"Apaan sih,gak mungkin lah. Palingan mommy Dwi,cuman perhatian doang.Karena aku tidak memiliki seorang ibu, tidak ada berlebihan apapun". Bantah Camelia, bergidik geli di jodohkan dengan Leo. "Cika,jangan memeluk erat tubuhku. Sesak ini,panas tau".
Cik,memang suka sekali menjahili teman-temannya. Untung saja, temannya sabar menghadapi sikapnya yang tak wajar.
"Camelia, coba kamu pikir-pikir deh. Bisa jadikan, setelah lulus sekolah SMA nanti. Kalian langsung di jodohkan?Gak mungkin mommy Leo, perhatian secara percuma. Pastilah ada alasan kuat loh". Rika, menyipitkan bola matanya.
"Itu cuman perasaan kamu doang,geli di jodohkan dengan Leo. Gimana gitu". Sahut Camelia, memusut kedua lengannya.
"Jangan-jangan nih, setelah lulus SMP kalian bertunangan. Agar kamu tidak kemana-mana,hayo!". Kata Cika, membuat Camelia gelisah gusar.
__ADS_1
"Hussssttttt...Gak deh,jangan berpikiran aneh-aneh. Jadi takut tau,apa lagi mommy Dwi sempat jenguk di rumah sakit. Pagi-pagi lagi,sama Leo".
"Noh,bisa jadi tu. Iya, lulus sekolah SMA kalian nikah. Gimana kalau lulus sekolah SMP,gak kebayang deh. Gimana kamu nikah,di usia muda ini. Kamu mau, Camelia?". Tanya Rika, mendapatkan tatapan tajam.
"Gak maulah,aku pengen menikmati masa-masa mudaku". Jawab Camelia, senyum-senyum sendiri. Ini adalah kehidupan keduaku, menikmati masa muda adalah impian sejal lama. Untuk menikah,aku sudah merasakan bagaimana kegagalan rumah tangga di masa lalu? Lantas, apakah aku siap menikah dengan lagi dan membina rumah tangga baru? Meskipun pernikahan kedua, tidak sama dengan pernikahan pertama. Intinya aku tidak secepat itu, untuk menikah.
"Nah, bengong kan? Pasti kamu lagi mikirin satu pelaminan dengan, Leo. Behhh... Soswiiiittt...!". Ledek Cika, cengengesan melihat tatapan tajam Camelia.
"Aaaarrgghh....Geli tau,tak kuasa aku membayangkan bersama Leo". Camelia, terlihat kegelian.
Cika dan Rika, tertawa terbahak-bahak melihat sikap Camelia yang lucu.
"Eee...Malam ini,kita santai di kafe Leo. pengen lihat kakaknya, nyanyi sambil main gitar". Rengeknya Rika,kepada temannya.
"Sebenarnya,aku sudah lama pengen liat. Ayo,malam ini ke sana!". Camelia, langsung menyetujui dan mengajak.
"Oke,aku setuju. Traktir yah". Kedip mata Cika,yang nakal.
"Masalah itu,gampang". Sahut Camelia, tersenyum sumringah.
"Syip,aku suka ini". Kekehnya Cika, menyukai apa nama traktiran.
"Demen banget sih,sama traktiran". Ledek Rika, mencubit kedua pipi temannya yang menahan rasa sakit.
"Auuuk...sakit! Awas kamu, Rika!". Teriak Cika, langsung mengejar temannya keluar dari kelas.
Camelia,cuman tertawa dan menyaksikan pertikaian antara mereka berdua. Saling melempar spidol,sapu,pel, bahkan tas orang lain.
Katrina, sangat beruntung menikmati kehidupan keduanya. Masa-masa sekolah dulu, terulang kembali. Dulu dia tipe murid pendiam,tak berani berbaur dengan teman kelasnya. Berteman cuman biasa saja, tidak memiliki sahabat sedekat ini. Sampai pada akhirnya,dia menyesali perilakunya dulu. Sekolah sampai kuliah,masih sama tidak memiliki teman dekat. Apa lagi, semenjak ayahnya meminta Katrina belajar mengurus perusahaan. Karena dia adalah pewaris tunggal,dari keluarga Sean.
__ADS_1