SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
2 Sekaligus


__ADS_3

"Tuan Jhonny,mengapa anda membiarkan nona sendirian menghukum mereka? Setidaknya anda,berada di samping atau mengawasi dari kejauhan. Tidak seperti sekarang,kita pergi meninggalkan villa". Kata Jecky, melirik bosnya di kaca spion.


"Aku membiarkan dirinya, meluapkan semua balas dendamnya tanpa di ganggu olehku. Sekarang aku tau,di sana bukan keponakanku. Tetapi, Katrina yang penuh dengan amarahnya. Aku tidak tau, bagaimana memperlakukan dirinya? Sedangkan di tubuh Camelia,bukan keponakan ku lagi. Ingin sekali menjauh darinya, sejauh-jauh mungkin. Kau tau kan, bagaimana perasaan ku? Ketika aku pertama kali bertemu, Katrina. Dia wanita yang aku cintai,cinta pertamaku beberapa tahun yang silam. Tapi kenapa,dia meninggalkan diriku? Lalu, jiwanya masuk ke dalam tubuh Camelia. Akankah aku bisa, menyeimbangi perasaan ini? Di sisi lainnya, mataku memandang dia adalah Camelia. Tapi, jiwanya adalah Katrina yang aku cintai diam-diam. Usianya sangat muda,jauh berbeda dengan ku". Jhonny,menghela nafas beratnya.


"Tapi, sampai kapan anda menahan diri. Jika selalu di dekat nona, menganggap sebagai keponakan sendiri. Aku yakin sekali, Katrina benar-benar mencintai anda. Lupa dengan ucapannya tadi? Tuan, setidaknya jalani dulu gimana kedepannya". Usul Jecky, menarik alisnya ke atas.


Jhonny, menggeleng kepalanya. "Jecky,ini soal perasaan. Kau tidak tahu, bagaimana dengan perasaan ku? Campur aduk tak karuan, ingin pergi jauh darinya. Tetapi, hatiku tak rela melihat dirinya dengan pria lain. Sebesar Itukah,aku mencintai Katrina atau keponakan ku".


"Seharusnya,anda bersyukur karena mendapatkan dua sekaligus. Tubuhnya nona Camelia, jiwanya Katrina. Tidak ada namanya selingkuh, Tuan". Kekehnya Jecky, mendapatkan tatapan tajam dari bosnya.


"Bercanda bos,canda!". Jecky, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Benar juga,yah.Aku mendapatkan dua sekaligus,dalam 1 wanita. Tanpa ada kalimat selingkuh atau pengkhianatan". Jhonny, tersenyum smrik dan manggut-manggut tak karuan.


Jecky, mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan sang bos. Caelah...! Baru paham to,bos,bos.Batinnya Jecky,mulai tenang melihat Jhonny senang.


"Tapi,usia nona masih muda bos. Masih kelas 3 SMP,ingat jangan kelewat batas". Kekehnya Jecky,takut salah bicara.


"Sialan,kau!". Jhonny, mengumpat sekertaris pribadinya dan memasang wajah masam.


"Maaf,bukan maksudku apa-apa bos. Cuman memperingati saja, ngomong-ngomong mau kemana ini?". Tanya Jecky, mengalihkan pembicaraannya.

__ADS_1


"Ke hotel anggrek,gak mungkin pulang ke mansion". Perintah Jhonny, matanya tertuju ke luar jendela mobil.


**************


: Di tempat lain,dimana Camelia memberikan hukuman kepada Doni dan Rendy.


Camelia,membuka penutup botol dan meminumnya beberapa teguk. "Aaah... Tenggorokan terasa kering sekali". Ucapnya,melirik sekilas ke arah Doni dan Rendy.


Rendy, melihat ke arah Doni meratapi nasibnya itu. Kaki Doni,hangus terbakar dan mengerikan sekali.


"Aaarghhh....!". Doni,meringis kakinya hangus terbakar dan tercium aroma tak sedap. "lepaskan aku, Katrina! Aaarghhh... Kakiku,sakit sekali. Kurang ajar kamu, lepaskan! Aku tidak terima atas perlakuan mu, keponakan tidak tau diri. Aku berharap Clara, mengetahui identitas mu dan membunuhmu yang kedua kalinya. Awas kamu, Katrina!". Teriak Doni, tubuhnya terasa sakit. Bergerak pun tidak bisa, tubuhnya di ikat kuat.


"Berbicaralah sepuas-puasnya,paman Doni. Sebelum ajal menjemput mu,kau bersumpah untuk balas dendam ku. Astaga! Sumpah mu, tidak akan pernah di kabulkan Tuhan. Jadi, percuma dengan sumpah mu itu". Kata Camelia, tersenyum smrik.


Huusshhhhh....


Api menjalar di kaki Rendy,yang sudah di siram dengan minyak bensin sampai lutut saja. Jangan di tanyakan lagi, sakitnya bagaimana. Apa lagi sekarang, Rendy maupun Doni sama mengenakan celana panjang.


"Aaaaaaaaaaa....! Tidaaaakkkk...! Ampun Katrina! Padamkan kakinya,aaaaaaa....! Padamkan Katrina,aku mohon! Sakit! Sakit sekali, ampun!".


Rendy, meraung-raung meminta bantuan karena tak sanggup kakinya di bakar

__ADS_1


"Hahahaha.... Hahahhaa....! Menjerit-jerit lah kepadaku, hahahaha.... Ini adalah sangat menyenangkan,ayo! berteriak lah paman Doni! Berteriak lah sekeras mungkin, Rendy! Selagi kamu bisa berbicara, sebelum aku melakukan hal gila lagi!". Seringai tajam Camelia, mengambil besi panjang yang sudah dibakar lama.


Besi panjang dan runcing, sudah di bakar lama dan siap di tancapkan ke telapak tangan Doni dan Rendy.


"Gila! Kau apakan besi itu?". Teriak Doni, keadaannya sudah tak sanggup bertahan lagi.


Rendy,menangis kesegukan meratapi nasibnya. Entah,apa yang di inginkan Katrina lagi? Dia benar-benar lemah tak berdaya, tenaganya terkuras habis. Api di kakinya mulai padam, menyisakan luka bakar dan bau tak sedap.


"Paman Doni,tentu saja besi runcing ini akan aku tancapkan di tangan,atau perut kalian. Aaah...Itu, terserah aku dong". Kekehnya Camelia, matanya tertuju pada besi yang menyala sangat panas.


"Ampun Katrina,aku tidak sanggup lagi. Dimana letak hati nurani mu,kasiani aku. Semua itu,ide paman Doni untuk melenyapkan nyawamu dan mengambil seluruh harta kekayaanmu. Semua itu, salah paman Doni! Aku tidak tau sama sekali,cuman mengikuti apa yang di katakannya". Rendy, mencari alasan untuk menghindari hukum Katrina.


"Ck, kurang ajar kamu Rendy! Aku tidak mendapatkan bagian banyak,kamu sudah memakan banyak harta kekayaan Katrina! Bukankah kamu, menikmati rencana kita menghabisi nyawa Katrina ha? Omongan kosong belaka, sok-sokan meminta iba kepada Katrina. Lalu, menyudutkan diriku ha? Kau juga licik Rendy,kalau tidak ada rahasia antara kita. Kemungkinan besar,aku dan keluargaku di usir oleh kalian". Bantah Doni, dadanya kembang kempis mengontrol diri.


"Duh...Duh...Kalian sama-sama serakah tau, asalkan paman Doni tau. Kenapa perusahaan Sean, bangkrut dan penghasilan turun dratis? Itu ulah Rendy, karena paman bodoh dan sangat bodoh. Dia manipulasi keuangan,lalu membeli lahan kosong,villa,dan beberapa aset pribadinya yang di simpan tanpa sepengetahuan paman. Dia melakukan itu,agar paman tidak berkutik dengan hartanya tanpa ada kaitan dengan hartaku". Camelia, membongkar licik Rendy.


"Apa! Licik kamu, Rendy! Aku bahkan tidak pernah berpikir seperti itu, kurang ajar kamu. Rupanya kamu, diam-diam mengkhianati ku dari belakang ha?". Doni, sengit dengan Rendy.


"Iya,aku diam-diam manipulasi laporan keuangan. Aku sudi membagi harta itu,kepada paman. Aku tidak mau di manfaatkan oleh mu, aset-aset yang aku dapatkan untuk pegangan masa depan ku nanti". Sahut Rendy, mendelik ke arah Doni.


"Aaakkhh.... Kembalikan hakku, Rendy! Dasar licik kau,ha! Aku tidak terima atas pengkhianatan mu,awas kamu!". Teriak keras Doni, tidak menduga dengan Rendy yang licik itu.

__ADS_1


"Hahahaha....Hak,apa paman? Aset-aset berharga Rendy, sudah aku rampas dan menjadi milikku. Rupanya Rendy,belum mengganti pin brangkas tersebut. Mudah sekali untuk membukanya,lalu aku jual dan uangnya di tanganku. Hahahaha....Aku begitu mudah masuk kedalam Sean,karena aku pemiliknya. Sekarang apa,kalian sama-sama tidak mempunyai apapun. Bukankah memang seperti itu, sebelum aku pungut dan menampung kalian di kediaman Sean. Sekarang kembali ke pengaturan awal,tapi lebih parah lagi". Camelia, tersenyum dan menepuk-nepuk tangannya.


__ADS_2