
Cukup lama Camelia dan JJ Abrams mandi di bawah air terjun. Mereka berdua saling bermain air, terkadang JJ Abrams memeluk kekasihnya dan menciumnya.
Sebenarnya, Camelia takut dekat-dekat dengan kekasihnya. Apa lagi, tengah basah-basahan dan berendam di dalam air tanpa ada seorang pun melihat mereka.
Namun,dia salah sangka dengan pikirannya melayang entah kemana. Rupanya JJ Abrams, tidak sembarangan menyentuh kekasihnya itu di tempat yang bebas.
Sesekali Camelia, merasakan sesuatu yang tegang di bawah bagian sana. Dia tak sengaja tersentuh,namun berekspresi biasa saja.
Sesekali JJ Abrams, mengangkat tubuh Camelia dan melemparkannya ke dalam air. Mereka berdua tertawa lepas, menikmati momen indah ini.
"Ayo, kita pulang sayang. Ini sudah sore,masih setengah jam di perjalanan. Pasti kamu kedinginan berboncengan dengan ku nanti, makanya jangan asal nyebur ke air tidak memiliki pakaian ganti". JJ Abrams, mencolek hidung mancung kekasihnya.
"Yeee..Aku di belakang kamu nanti,kalau dingin aku bisa memeluk mu". Bisik Camelia,nada suaranya begitu menggoda iman JJ Abrams.
Aarrrghh...Kalau tidak memandang di tengah hutan, aku sudah memakan mu Camelia.Batin JJ Abrams, berusaha mengontrol dirinya jangan sampai melakukan hal itu di tempat terbuka
"Yah...Patah deh". Camelia, memperlihatkan heels tingginya patah.
"Sini,biar sekalian satunya. Besok beli di mall berapapun yang kamu, sekalian tokonya gak masalah". JJ Abrams, langsung mematahkan heels tingginya Camelia yang sebelah.
"Nah, jadi enak kalau jalan". Kekehnya Melody, berjalan menuju motor trail untuk pulang kediaman kekasihnya itu.
Para pekerja tambang emas, mereka semua berisap-siap untuk pulang juga.
Awal-awal perjalanan pulang,biasa saja bagi Camelia. Lama-kelamaan dia merasa kedinginan, menggigil dan memeluk erat tubuh JJ Abrams dari belakang.
"Berrrrrrrrrr....Dingin sekali,enak yang hangat-hangat kalau sampai nanti". Kata Camelia, sesekali mengelus lembut perut sixpack JJ Abrams.
"Sayang, bisakah kamu jangan mengelus-elus perutku. Kau sama saja, membangun anaconda dan menjadi masalah besar. Sedari tadi,aku tidak konsen merasakan elus-elus lembut mu ini". JJ Abrams, sesekali menahan tangan Camelia yang jahil.
"Hmmm...Pelit banget sih,aku cuman mencari kehangatan JJ. Aku sangat kedinginan tau, janji kalau sampai nanti. Aku akan memberikan mu sebuah kehangatan, terus mendesis seperti ular. Ssshhhhttt.... Sssshhhttt....". Camelia, mencontohkan mendesisnya.
__ADS_1
Gairah langsung memuncak mendengar Camelia,mendesis sangat merdu. JJ Abrams, bersusah payah mengontrol dirinya dan tak sabar menerkam Camelia.
"Jangan salahkan aku,sayang". Gumamnya pelan, menyeringai tajam.
*******************
"Sssshhhttt....Uuhh...Aaaahh...Oughh.... Sssshhhttt....Hmmmm...Huuu....". Camelia,terus mende-sah dan memandang ke wajah JJ Abrams yang kesal.
"Ssshhhhttt....Hmmm...Enak sekali, JJ...Huuu... Sssshhhttt...Ayo,cepat! Nanti keburu dingin loh...Huuu.... Hmmmpptt..".
Camelia, begitu menikmati mukbang seafood pedas di meja makan. Panas bercampur satu dengan pedas, membuat sensasi semakin menantang.
JJ Abrams, terlihat kesal sudah di kerjai kekasihnya itu. Awalnya begitu semangat mendengar rayuan Camelia, ingin membuat dirinya terasa hangat dan mendesis seperti keenakan. Rupanya mendesis karena kepedesan, menyantap mukbang seafood super pedas.
"Sssshhhttt... Huuuu... Pedasnya gila! Lihatlah,aku tidak kedinginan lagi dan merasakan kepedasan dan berkeringat". Kata Camelia, menikmati setiap gigitan cumi-cumi mulutnya.
"Ck,tega sekali mengerjai ku". Gerutu JJ Abrams, angan-angan indah bersama namun pupus menyantap hidangan super pedas.
"Hahahaha... Hahahahha... Astaga! Kau benar-benar lemah, JJ. Cuman satu cabe rawit kecil,kau keluar-masuk toilet. Hahahaha... Hahahah...lucu sekali, Pantesan saja sedari tadi cuman memandangku makan. Kau tahu JJ, seafood pedas ini benar-benar nikmat sekali. Bumbunya meresap kedalam cumi,gurita,jamur, terus kerang ini. Sabar yah,aku ingin menikmati makanan ini". Kedip mata Camelia,masih cekikikan menahan tawanya.
JJ Abrams, mendengus dingin dan memijit pelipisnya. "Aku pergi dulu, selesaikan makan mu. Aku ingin istirahat di kamar, kepalaku nyut-nyutan karena mu".
Camelia, mengangkat jempolnya dan membiarkan JJ Abrams pergi ke dalam kamar. Dia masih menikmati mukbang seafood super pedas,bersama Vika dan lainnya.
"Aaahhh... Benar-benar enak banget non,bikin semangat makan". Kekehnya Vika, menikmati sensasi super pedasnya.
"Keluarkan mie pedasnya sekarang, JJ Abrams sudah tidak ada". Perintah Camelia,karena JJ Abrams tidak membiarkan kekasihnya menyantap mie instan.
Beberapa kali Camelia, bersendawa karena kekenyangan menyantap mukbang seafood nya. Dia beranjak pergi menuju kamar, berniat untuk menemui sang kekasih.
Terlihat JJ Abrams, berbaring di atas ranjang dan terdengar dengkuran halus.
__ADS_1
"Harinya sudah malam,aku segera pulang saja deh. Maafkan aku sayang,aku pergi tanpa membangun dirimu". Camelia, mengecup kening JJ Abrams dan pergi meninggalkan kamar sang kekasih. Dia juga pamit dengan yang lain, berpesan jika dirinya pulang ke mansion kalau JJ Abrams mencarinya.
********************
Sedangkan di tempat lain, Morgan tengah mengamuk-ngamuk dan menghancurkan apapun di hadapannya.
"Sialan, tidak mungkin aku mendapatkan kutukan dari Camelia! Aaaarrgghh... Tidak! Tidak mungkin milikku di sihir menjadi keriput tidak akan pernah bangun. Mana mungkin aku kehilangan Casanova ku,aaaaaaaaaa...!". Morgan, tidak percaya apa yang terjadi pada dirinya sendiri.
Dia sengaja menyewa beberapa wanita kupu-kupu malam, membangkitkan anaconda yang loyo tak berdaya. Gairah memang memuncak, tetapi miliknya tak bangun-bangun. Bahkan wanita yang menyewa pun, menggeleng kepala dan menyerah tak bisa membangun anaconda Morgan.
"Aku harus menemui Ardan, pasti dia memiliki solusi mengatasi masalah ku ini". Katanya bergegas menuju kediaman Ardan, lumayan jauh.
Morgan,tak henti-hentinya menggerutu kesialannya tak pernah di alaminya selama ini. Bagaimana bisa, miliknya selalu di banggakan dan kini tak bisa tegak sedikitpun.
Beberapa cara melakukannya, bahkan meminum obat kuat dan perangsang. Namun,gagal tidak pengaruh sedikitpun.
Ardan, nampak kebingungan melihat kedatangan Morgan malam-malam begini. Dia mempersilahkan masuk kedalam,padahal dirinya sudah ngantuk berat.
"Apa! Hahahahha.... Hahahaha...!". Ardan, tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita Morgan.
"Kau malah mentertawakan ku, brengseeekk...!" Teriak Morgan, semakin kesal lah di buat Ardan.
"Sudah aku katakan kepadamu,jangan melakukan macam-macam dengan nona Camelia. Apa lagi, kamu memakan apapun yang dia berikan. Dia adalah penyihir jahat dan mengutuk milikmu tak pernah bangun lagi". Kata Ardan, menyunggingkan senyumnya.
Duuuaaaaarrrrr....
Tepat sekali sambaran petir di luar, sungguh mengerikan dan seperti nyata adanya sihir Camelia. Morgan dan Ardan, terkejut mendengar dan mereka saling berpelukan erat.
"Kenapa,langit tiba-tiba berubah menjadi mengerikan?" Kata Morgan,dia sudah ketakutan sekali.
"Itulah,nona Camelia sudah mengutuk mu dan tidak ada gelaran Casanova lagi. Yang ada adalah mantan Casanova,jangan ada yang tau jika milikmu tak bisa bangun. Itu adalah masalah besar,mana mungkin kau ingin di permalukan musuh-musuhmu". Ardan, merangkul pundak Morgan yang wajahnya pucat pias sudah.
__ADS_1
Glek!