
"Diam! Angkat tangan kalian ke atas kepala!". Perintah JJ Abrams, kepada Markus dan Morgan.
Sekarang mereka diluar kapal pesiar, angin yang berhembus kencang suasana semakin tegang. JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya membawa Morgan dan Markus keluar.
Morgan,di tangkap anak buahnya JJ Abrams ketika bersembunyi di bawah bagian mesin kapal.
Sudah pasti Camelia, menceritakan siapa pelaku yang menculiknya. Sekarang dia bersembunyi di dada bidang JJ Abrams, menjulurkan lidahnya ke arah Morgan dan Markus. Tak hanya menjulurkan lidahnya, mengekspresikan wajah,mata, untuk mengejek-ejek mereka berdua.
Ardan, menyaksikan secara langsung cekikikan menahan tawanya. Dia senang melihat Morgan dan Markus dalam hukuman JJ Abrams.
"Ee...Jangan menodongkan pistol ke arah ku, sumpah! Aku tidak ikut campur dalam urusan mereka, katakan saja kepada Camelia". Ucap Ardan, sudah mengangkat kedua tangannya.
"JJ, dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Kami dalam keadaan damai saat ini, tidak jamin besok atau hari lainnya". Kekehnya Camelia, mengelus-elus lembut lengan JJ Abrams.
Sialan! Bakalan jadi target akunya nanti.Batin Ardan.
Morgan dan Markus, sempat kebingungan kenapa JJ Abrams membawa mereka keluar kapal pesiar.
"Kalian sudah lancang terhadap calon istri ku,aku tidak akan membiarkan begitu saja. Kalian berdua loncat dari kapal pesiar ini,ke laut. Cepat!". Perintah JJ Abrams, dengan tatapan tajam.
"Apa!". Ucap Markus dan Morgan, bersamaan.
"Tuan JJ Abrams,kita adalah teman bisnis dan saling bekerjasama. Mana mungkin kamu memperlakukan ku seperti ini, ayolah kita berdamai saja". Markus, berusaha menenangkan pikiran JJ Abrams.
Camelia, memasang wajah sedihnya dan menggeleng pelan ketika JJ Abrams memandang wajahnya.
"Bisnis adalah bisnis, Markus. Ini masalah calon istri ku,kau harus di hukum agar tidak terjadi lagi". JJ Abrams, tidak terpengaruh dengan ucapannya.
"Ayolah, calon istri mu sudah puas memberiku pelajaran di perjalanan tadi. Apa kamu kurang puas melihat tubuhku membiru,bekas cubitannya yang mengerikan sekali. Masa iya,aku harus loncat malam-malam begini ke laut yang ada badanku menggigil dan demam nantinya. Tuan JJ Abrams,aku memohon kemurahan hati mu dan bujuklah nona manismu itu". Markus, menangkup kedua tangannya ke depan.
"Markus, seberapa besar kamu membujuk Tuan JJ Abrams mana mempan. Di sudah di sihir nona Camelia, dibutakan oleh cintanya". Bisik Morgan, pasrah dengan keadaan sekarang.
"Aku ingin melihat secara langsung, bagaimana mantan kekasih di buang kelaut? Jadi hari ini,kau dan dia dibuang kelaut". Kata Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Nona manis,aku bukan mantan kekasihmu atau yang lainnya". Kekehnya Morgan, melirik ke arah bawah lumayan tinggi.
"Ayo,mau loncat ke laut atau aku tembak kedua kaki kalian". Kata JJ Abrams, begitu santai sambil menodongkan pistol ke arah mereka.
Dor!
__ADS_1
JJ Abrams,menebak ke arah kaki mereka berdua langsung ketakutan. Beruntung peluru melesat ke samping, tidak mengenai kaki mereka berdua.
"Oke,aku loncat!". Jawab Markus, tangannya di atas kepala membalikkan badannya. Benar sekali, nona Camelia membuat Tuan JJ Abrams tunduk. Sihir apa yang di gunakannya,aku jadi penasaran? Siapa tahu, berubah menjadi bisnis dan uang.
Glek!
Markus, memandang ke arah bawah lumayan tinggi rupanya. "Apa tidak ada pilihan lain?" Gumamnya pelan, sudah pasti air laut sangat dingin di malam hari.
Morgan, tersenyum smrik dan mendekati Markus berniat untuk mendorong tubuhnya.
"Aaaaaaaaaaa......Siapa yang mendorong ku?" Teriak Markus, terkejut ada seseorang yang mendorong dan belum siap terkejut ke laut.
Byurrrrr....
"Ayo, giliran mu!" Perintah JJ Abrams,kepada Morgan yang masih berdiri.
"Oke,aku loncat". Morgan, memejamkan matanya dan loncat ke laut. "Aaaaaaaaa....Air laut aku datang!" Teriaknya sekeras mungkin.
Byurrrrr....
Mereka berdua menggigil karena air laut sangat dingin,mencoba berenang menuju ke kapal pesiar sudah di jaga anak buahnya dan memberikan pelampung.
"Bukan salahku lah,kau yang tidak tanya". Jawab Morgan, begitu santainya.
"Kurang ajar sekali kamu, Morgan! Sini kau,aku tidak terima dengan perlakuan mu!" Teriak Markus, berenang ke Morgan.
Morgan,semakin mempercepat berenang jangan sampai tertangkap Markus.
"Mau kabur kemana kamu,ha?" Akhirnya Markus, menangkap Morgan dan menekan kepala ke dalam air.
Morgan,tak mau kalah dan bergantian menekan kepala Markus. Saling bergantian melakukannya, tidak memperdulikan kapal pesiar semakin jauh.
Anak buahnya teriak-teriak meminta mereka segera kembali ke kapa pesiar, namun tidak di hiraukan nya.
Cukup lama mereka saling melempiaskn kekesalan, sampai akhirnya tidak bertenaga lagi dan kedinginan sampai wajah pucat pias.
Sontak membuat terkejut melihat kapal pesiar sudah menjauh, mereka sekuat tenaga berenang untuk menyusul.
"Tidaaaakkkk....! TUNGGU KAMI!". Teriak Morgan dan Markus, melambaikan kedua tangannya masih di air.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, mereka berdua berhasil naik kapal pesiar di bantu oleh anak buahnya masing-masing.
"Berrrrrrrrrr.... Dingin sekali,aaaciiim... aaaciiim...!" Morgan, menggigil dan bersin-bersin. Anak buahnya segera mengenakan mantel tebal,agar sang bos tidak kedinginan lagi.
"Bodoh! Kenapa kalian tidak membantuku kembali ke kapal pesiar ini, membiarkan bosmu kedinginan". Bentak Markus, melepaskan pakaiannya yang basah.
"Bos,kami sudah memberikan peringatan tadi dan berteriak-teriak sekeras mungkin. Tapi,bos malah asyik bermain dengan Tuan Morgan". Jawab anak buahnya, menundukkan kepala.
"Apa,aku bermain dengan dia? Hei...Kami tidak bermain,tapi berkelahi kau paham". Markus, berlalu meninggalkan tempat itu.
Morgan, pelan-pelan melangkah kakinya karena kedinginan sekali.Tubuhnya sangat menggigil hebat, diiringi dengan bersin-bersin.
"Bos,apa perlu kami gendong ke kamar? Anda sangat pelan sekali berjalan, perlukah kami bantu?" Anak buahnya kasian bosnya berjalan seperti siput, sangat pelan sekali.
"Kau kira adegan film Bollywood,ha? Mau menggendong tubuh ku ini, aku yang berjalan,aku bos kalian,jadi terserah aku!" Bentak Morgan, bibirnya sudah membiru dan gemetaran. Anak buahnya terdiam membisu, mengikuti langkah kaki bosnya berjalan seperti siput.
Sedangkan di tempat lain, Camelia duduk di sofa bersama JJ Abrams. "JJ, aku ingin pulang karena besok banyak pekerjaan dan kuliah". Dia berusaha membujuk kekasihnya itu.
"Waktu mu lebih lama bersama pria lain, dibandingkan dengan ku". JJ Abrams, mengelus-elus rambut kekasihnya.
"Hehehehe... Suasananya berbeda JJ, mereka bukan siapa-siapa ku. Kau adalah tunangan ku,jadi takut khilaf dan kebablasan". Bisik Camelia, mengigit bibir bawahnya.
"Kalau kebablasan dulu,kita langsung menikah sebelum jadi sayang. Anggap saja, mencicil dede bayinya" Bisik JJ Abrams, hidungnya mulai menciumi leher Camelia dan bibirnya.
Lama-kelamaan ciuman semakin panas,tangan JJ Abrams tidak tinggal diam dan mengelus lembut punggung Camelia.
"Bos,Tuan Lukas ingin bertemu dengan....". Ucap Jecky, menyelonong masuk kedalam bersama Lukas dan anak buahnya.
Melihat JJ Abrams,tengah berciuman dengan Camelia. Mereka langsung menghentikan langkah, sampai terpeleset dan membalikkan badan.
"Maaf,bos. Kelupaan soalnya,maaf". Ucap Jecky, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Lukas, beberapa kali mengerjapkan bola matanya apa yang dilihatnya tadi.
Camelia, langsung mendorong tubuh JJ Abrams untuk melepaskan ciuman mereka. "Maaf,Maaf, aku masuk ke dalam kamar dulu". Bergegas meninggalkan ruang tamu, mengambil tas dan berlarian masuk kedalam kamar.
JJ Abrams, terkekeh geli melihat kekasihnya kabur ketika kepergok berciuman.
"Aaaarrgghh... Memalukan sekali,kenapa ketahuan oleh mereka?" Gerutu Camelia, menepuk keningnya karena malu sekali.
__ADS_1