SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kandang Besi


__ADS_3

Besok paginya."Bos, katanya nona Camelia mau kuliah ni. Terus,dia ngambil jurusan apa yah?". Tanya anak buahnya Ardan, tersenyum kecil.


"Uhukkk...Terus, ngapain kamu nanya ke saya. Tanya sana sendiri,sama orangnya bukan aku". Hampir saja, Ardan tersedak karena mendengar perkataan anak buahnya.


"Mungkin saja,nona Camelia mengambil jurusan ke dukun. Biasanya bos, seringkali mengatai nona penyihir kejam. Hati-hati bos, bakalan di santet habis-habisan oleh nona Camelia". Kata anak buahnya yang lain.


"Sejak kapan bodoh, kuliah ada jurusan dukun? Emangnya kamu pernah kuliah,jadi tau?". Tanya Ardan, memandang wajah anak buahnya.


"Mana tau bos, sekolah aja gak apa lagi kuliah". Jawabnya, cengengesan.


"Terus, bagaimana kamu tau dengan uang?". Ardan, menyipitkan bola matanya dengan tatapan serius.


"Taulah bos,orang yang tuli sama bisu aja tau uang. Masa aku gak,kan seringkali bos ngasih gajih kami". Jawabnya lagi, tersenyum manis.


"Terus,kalau buta gimana?". Tanya Ardan,lagi.


"Gampang bos,pakai alat untuk mengetahui uang asli atau gak". Jawabnya lagi, penuh semangat.


"Pinter! Tumben pintar, biasanya bodoh. Kalian itu, anak buahnya gangster Ardan. Harus pintar-pintar jangan bodoh,apa lagi di kelabui Camelia". Ucap Ardan, menyunggingkan senyumannya dan memalingkan ujung kumis yang lentik.


Wina, tersenyum manis ke arah suaminya dan memberikan salad buah kesukaan Ardan. Makanlah suamiku tersayang,ini adalah kejutan untuk mu.Batinnya, meletakkan mangkok berisi salad buah di depan sang suami.


"Wahhhh... Makasih banyak sayang,kamu tau aja yang aku butuhkan". Ardan, menyantap salad buah kesukaannya tanpa mencurigai apapun.


Baru beberapa kali suapan, Ardan merasakan pusing di bagian kepalanya dan penglihatannya tak jelas.


Jantungnya berdetak kencang, melihat Camelia mendekati dan tersenyum sumringah ke arahnya.


"Halo,bos! Kita ketemu lagi". Kata Camelia, melambaikan tangannya.


"Ngghhhh....! Ardan,susah payah membuka mata dan langsung pingsan.


Brughhh...

__ADS_1


"Bos,bangun! Bos!". Anak q, ketakutan melihat Ardan pingsan seketika.


"Husss...Dia cuman pingsan,nanti bangun lagi. Sudahlah,bawa dia dan harus dikasih pelajaran". Perintah Camelia, kepada anak buahnya Ardan.


"Ini adalah perintah ku juga,kalian harus menuruti perkataan ku. Hari ini ulangtahunnya suamiku,kita harus mengerjainya". Sahut Wina, barulah madu-madunya datang.


Anak buahnya Ardan, nyalinya langsung ciut dan mengangguk pelan. Mana berani membantah perkataan istri-istri bosnya sendiri,sama saja mempertaruhkan nyawanya.


 ****************


Ardan, mengerjapkan bola matanya dan melihat sekeliling. Dia berada di atas kasur, semakin terkejut lagi. Ranjangnya di hiasi, seperti kamar pengantin yang di penuhi bunga dan lilin-lilin kecil.


"Nina bobo...Oh...Nina bobo....Kalau tidak bobo, aku aku santet. Hihihihihi....!".


"Aaaaaaa...Siapa di sana? Jangan macam-macam terhadap ku,aku adalah gangster Ardan yang lincah!". Teriak Ardan,yang bertelanjang dada.


"Nina bobo....Oh...Nina bobo...Kalau tidak bobo,nanti aku bunuh".


Lagi-lagi Ardan, mendengar suara nyanyian sangat menyeramkan.


"Serius bang,mau lihat aku. Takutnya abang,malah kabur".


"Suara itu,sialan kau nona Camelia. Dimana kamu, perlihatkan kepada ku!". Teriak Ardan, memandang sesosok tubuh di hadapannya. Masih samar-samar cahaya, rambut panjang terurai bebas dan tangannya ke atas memperlihatkan sebuah pisau tajam.


"Aku datang bang,jangan takut. Hihihihihi....!".


Berlahan-lahan sesosok tubuh wanita itu, mendekati Ardan dan merangkak naik ke atas ranjang.


Ardan, meronta-ronta ketakutan sudah. Aneh lagi, tubuhnya tak bisa bergerak sedikitpun. "Sialan,kau Camelia! Lepaskan aku, lepaskan! Aaaaaaa.....!". Ardan, berteriak keras ketika Camelia mengarahkan pisau ke perutnya.


Buughh...


"Aduh,sakit. Ha....Aku dimana, syukurlah masih hidup". Ardan, gelabakan karena bermimpi ingin di bunuh oleh Camelia.

__ADS_1


Semakin terkejut lagi,ketika menyadari dirinya berada di dalam kandang besi. "Aaaaaaaaaaaaa.... Cameliaaaaaaa...!". Teriak Ardan, sekencang-kencangnya.


 "Kau jangan terlalu bergerak bos, takutnya di bawah pada bangun". Kekehnya Camelia, menampakkan diri dari kejauhan.


Mata Ardan, terbalalak melihat ke arah bawah. Mana mungkin bisa,dia bergelantungan di kandang dan di bawah puluhan singa tengah bersantai.


"Camelia,kau apa-apa ini? Tarik rantai besi itu,bawa aku keluar dari sini!". Teriak Ardan, menggoyangkan kandang besinya dan bersuara.


"Bos, selamat ulangtahun yah! Gak bilang-bilang kalau Ulangtahun yah, pasti menghindari apa yang kami lakukan". Kata anak buahnya,cengir kuda.


"Bos,jangan terlalu berbohong kepada kami. Ada nona Camelia,yang mengingatkan ulangtahun mu". Sahut yang lainnya, membuat Ardan semakin marah padam.


"Cameliaaaaaaa....Kau sudah mencuci otak istri-istri ku,kini mempengaruhi pikiran anak buahku ha! Asal kalian tau,aku tidak sedang ulangtahun! Kalian sudah di bohongi, Cameliaaaaaaa...!". Teriaknya keras, menggoncang kandang besi dan singa-singa langsung menerkam kandang Arsan. Beruntung sekali, kandangnya di gantung lumayan tinggi.


"Aaaaaa...Sialan,hampir saja jadi santapan mereka". Gumam Ardan, melihat ke bawah. "Camelia, keluarkan aku dari sini!". Pintanya nampak ketakutan sudah, ketika Camelia mulai mengulur rantai besi agar kandang besinya semakin turun.


"Aaaaa...Jangan lakukan itu, Camelia! Kau ingin membunuhku ha, menjadikan makanan para singa-singa itu. Camelia,yang cantik,imut,baik hati, murah hati,rendah hati seperti hati ayam, kambing,sapi,kau pintar, pokoknya idamanku sekali. Tolonglah, keluarkan aku dari sini! Aku tidak lagi mengatai mu, aneh-aneh seperti yang lalu". Ardan, berusaha membujuknya.


"Oh,jadi kamu dulu mengatai ku bukan-bukan rupanya". Camelia, tersenyum smrik dan menurunkan kandang besinya Ardan.


"Camelia! Camelia! Jangan gila kamu,aku takut sekali. Jangan lakukan itu,aku mohon! Janji tidak akan pernah mengatai mu aneh-aneh, setiap hari aku memuji mu. Kau bisa bertanya kepada anak buahku,yang berpihak kepada mu". Ardan, memasang wajah sedihnya.


"Baiklah,aku memaafkan ku. Akan tetapi,aku tidak bisa mengeluarkan mu dari sana. Soalnya harus melewati mereka dulu, silahkan". Kekehnya Camelia, terlihat 4 wanita cantik menatap tajam ke arah Ardan.


Ardan, tersenyum manis ke arah istri-istrinya. Akan tetapi,dia melihat dari wajah istri-istrinya nampak berbeda dan menahan amarahnya.


"Sayang, bebaskan aku dari sini. Jangan lakukan ini,dia berbohong atas ulangtahun ku. Masa ulangtahun suami sendiri lupa? kalian sudah di cuci otak olehnya,yang kalian akui sebagai adik madu". Ardan,nampak memohon-mohon kepada istrinya dan mengeluarkan tangan keluar.


"Kami tidak lupa ulangtahun mu,sayang". Kata Wina,masih memasang wajah datar.


"Ini semua ide Camelia, untuk mu". Sahut Anggi, tersenyum kecil.


"Ini adalah pelajaran dari kami, kebetulan sekali adik madu kami memiliki ide cemerlang". Sambung Selfi, tanpa ada senyuman.

__ADS_1


"Kami marah kepadamu, sangat marah sekali. Satu-satunya cara untuk mengancam mu, dengan ide ini". Ning, mencibik bibirnya dan membuang muka ke arah lain.


Ardan,menghela nafas panjang karena bingung apa maksud dari perkataan istri-istrinya. Sedangkan Camelia, cekikikan menahan tawanya.


__ADS_2