
Camelia, memijit kepalanya terasa pusing sekali. "kenapa kepalaku pusing sekali? Apa kurang darah,atau kurang tidur?". Gumamnya pelan, menutup laptopnya kembali.
"Nona, apakah baik-baik saja?". Tanya Bunga, melihat sang bos memijit kepalanya.
"Kepalaku terasa pusing sekali,aku pergi ke toilet dulu". Kata Camelia, beranjak dari tempat duduknya. Akan tetapi,malah terhayung berjalan untuk Bunga sigap menahan tubuhnya.
"Astaga! Apakah nona baik-baik saja? Tapi, wajah nona pucat loh". Bunga,segera memeriksa kondisi Camelia dengan menyentuh telapak tangan di kening sang bos.
"Aku baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan soal itu". Camelia, segera menepis tangan sekertaris pribadinya.
"Panas, sepertinya nona sakit deh. Aku merasakan kening nona,panas dan jangan memaksa diri untuk bekerja lagi. Biarkanlah aku dan lainnya, menyelesaikan tugas ini". Bunga, tiba-tiba khawatir dengan kondisi Camelia.
"Bunga, aku tidak apa-apa. Cuman panas badan saja, tinggal minum obat pasti sembuh dan beristirahat sebentar. Ambilkan obat di laci,yang biasanya aku minum". Perintah Camelia, langsung di angguki Bunga.
Selesai minum obat, Camelia langsung masuk kedalam ruangan istirahat yang berada di dalam kantornya.
Tak berselang beberapa menit, Camelia sudah terlelap dalam tidurnya.
Beberapa kali, JJ Abrams menghubungi istrinya yang tak kunjung di jawab. Akhirnya memutuskan untuk menghubungi Bunga, menanyakan tentang istri nya itu.
"Halo..Tuan,ada apa?". Tanya Bunga, jantungnya berdegup kencang karena takut.
(Kalian dimana? Lalu,dimana istriku? Dari tadi tidak mengangkat panggilan teleponku, apakah dia baik-baik saja?)
Tanya JJ Abrams, membuat Bunga gelisah gusar berbohong atau jujur tentang bosnya saat ini.
"Nona Camelia, sedang istirahat di dalam kamar Tuan. Kata nona Camelia, ngantuk berat dan mau tidur sebentar saja". Jawab Bunga, semoga aman tidak mendapatkan masalah nanti.
(Baiklah,aku tutup telponnya. Beritahu kepada istriku nanti,jika bangun tolong hubungi aku)
Bunga, menggeleng kepala belum menjawab sudah pertanyaan sang bos besar. Namun, panggilannya sudah di tutup.
"Jadi iri deh, Tuan JJ Abrams mengkhawatirkan keadaan nona Camelia. Berarti mereka sehati dong, memiliki firasat jika istrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja. Astaga! Aku melupakan sesuatu jika nona belum makan siang". Gerutu Bunga, memukul keningnya beberapa kali.
Jam dinding terus berjalan, sudah dua jam Camelia masih tertidur pulas.
__ADS_1
Bunga, sudah menyelesaikan pekerjaannya dan duduk santai sambil memainkan ponselnya.
Bunga, mengerutkan keningnya ada pesan masuk dan nomor tidak dikenal. Apa lagi, mengajaknya berkenalan dan ingin berteman.
"Nomor siapa yah,hmmm... Mencurigakan sekali, baiklah kita lawan siapa orang ini". Bunga, semakin bersemangat untuk mengerjai seseorang tersebut.
*******************
Deg
Camelia, melonjak terkejut melihat jam dinding. Mengerjapkan bola matanya,sambil mencari-cari ponsel di samping.
Memijit kepalanya karena tertidur sampai 3 jam lamanya, sedangkan Bunga tidak membangunkan. Camelia, segera mengirim pesan kepada sang suaminya
Derrttt...
Ponselnya bergetar tertera nama suaminya di layar,segera mengangkat panggilannya dan sambil masuk kedalam kamar mandi.
(Kenapa baru sekarang menghubungi ku,sayang? Ada apa dengan mu,hemmm?)
"Maaf,tadi kepadaku terasa pusing sekali. Lalu,minum obat dan mau istirahat sebentar kok. Tapi,kebablasan sampa 3 jamnya". Kekehnya Camelia, melihat dirinya dari pantulan cermin.
(Kamu tidak sakit kan sayang? Kalau sakit bilang sama aku,biar aku usahakan pulang malam ini)
Saat ini, JJ Abrams masih diluar kota ada urusan penting di sana.
"Tidak. Aku baik-baik saja, cuman pusing tadi dan sekarang sudah hilang. Ini aku siap-siap pulang sayang, tidak perlu mengkhawatirkan keadaan ku".
(Baiklah, besok aku akan pulang sayang. Kamu harus jaga kesehatan yah,jangan lupa makan siang yang sudah kamu lewatkan. Pokoknya jangan makan sembarangan,oke. Aku tutup telponnya dulu,rekan bisnis sudah datang).
"Hmmmm...Aku akan makan siang, terimakasih suamiku". Kata Camelia, panggilan dari suaminya sudah terputus.
Tiba keluar dari kamar, Camelia tidak menampakkan Bunga dimana. Rupanya pekerjaan sudah selesai, tinggal di tanda tangani saja.
Bersiap-siap untuk membereskan berkas-berkas ini, sebelum pulang menemui anak-anaknya.
__ADS_1
************************
Niatnya ingin pulang kediaman sang suami, tiba-tiba Camelia berniat untuk berbelanja keperluannya. "Kenapa aku pengen beli pakaian yah? Pakaian di lemari banyak, menyebalkan sekali". Gumamnya pelan, beberapa setelan pakaian kerja yang di beli.
Setelah berbelanja pakaian, kakinya berhenti di depan restoran. Aroma masakan tercium sangat lezat,cacing di perutnya meronta-ronta meminta hak.
Beberapa menu makanan yang di pesan Camelia,tak sabar menunggu dan menyantap makanannya.
"Wah... Tidak menyangka kita bertemu di sini". ucap seseorang yang di kenalnya. Dia adalah seseorang keturunan marga Edward bersama dengan lainnya,duduk tak jauh dari Camelia.
Astaga, keluarga yang misterius bagiku. Malah bertemu dengan mereka, bahkan tatapan begitu tajam.Batin Camelia, tersenyum manis ke arah mereka. "Iya, kebetulan sekali kita bertemu. Lama tidak bertemu, terakhir kali waktu wisuda".
Setahu Camelia, keturunan keluarga Edward memiliki kebun anggur terbesar di asia. Ada beberapa orang menyarankan untuk bekerjasama dengan keluarga tersebut,namun Camelia tidak tertarik sama sekali.
"Nona Camelia, kau harus berhati-hati dengan Kaizam dan Leo. Aku sempat mendengar pembicaraan mereka, ingin menjatuhkan dirimu". Kata Eggi Edward, berpindah duduk di depan Camelia.
"Eggi,jangan mendekati nona Camelia. Kalau tidak mau berurusan dengan suaminya,yang galak itu". Sahut Joe,tengah cekikikan menahan tawanya.
"Kalian mengenali suamiku?". Tanya Camelia, menoleh ke arah mereka.
"Siapa yang tidak mengenali Tuan JJ Abrams, semua orang tau lah". Sahut yang lainnya, tersenyum kecil.
Camelia, memutar bola matanya malas meladeni keluarga misterius itu. Matanya berbinar-binar melihat makanan sudah datang, tidak memperdulikan tatapan keluarga Edward.
Secepatnya harus pergi meninggalkan restoran ini,aku merasa seperti artis terkenal di lihatin terus-terusan.Batin Camelia, menikmati setiap makanan ke dalam mulutnya sampai habis tak bersisa di tempat.
Camelia, keluar dari restoran tanpa sepatah katapun untuk keluarga Edward itu. Baginya bodo amat, mereka berpikiran aneh-aneh.
Setelah puas jalan-jalan menghabiskan waktu sore hari, waktunya untuk pulang. Entah kenapa, Camelia malah menatap sebuah hotel mewah Morgan yang memiliki casino.
Camelia,di sambut hangat oleh penjaga hotel dan tak lupa memberitahu kepada sang bos.Dia di kawal bodyguard sampai naik ke lantai atas, lalu bertemu dengan Morgan.
Morgan,susah payah meneguk salivanya menatap wajah Camelia dan merasakan hawa tak sedap. Astaga! Kenapa nona Camelia, tiba-tiba datang? Apa ada sesuatu kah, dari senyuman iblis nya sangat menakutkan sekali. Tuan JJ Abrams, selamatkan diriku dan bawa istrimu pergi dari sini.Batin Morgan, cengengesan sedari tadi.
"Morgan,kau kenapa? Cengengesan melihat kedatangan ku,jangan berpikir aneh-aneh tentang kedatangan ku ini". Ucap Camelia, matanya melihat sekeliling nampak ramai orang berkunjung sambi bermain judi di casino.
__ADS_1