SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Masa Lalu


__ADS_3

Camelia dan JJ Abrams, memasuki ballroom hotel. Dimana Daira Mikhael, mengadakan pesta kedatangannya di kota kelahiran ini.


Dua sepasang suami-isteri, terbilang pengantin baru menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.


"Kau sangat cantik malam ini,sayang". Bisik JJ, lagi-lagi ingin nyosor duluan.


Secepatnya Camelia, menahan kening suaminya dan memberikan cubitan kecil di perut. Dirinya masih kesal dengan sikap suaminya, hampir satu jam cuman memilih gaun untuknya.


JJ Abrams, tidak mengizinkan gaun yang memperlihatkan lekukan tubuh istrinya,paha,bahu yang terbuka,apa lagi memperlihatkan belahan dada.


"Aku gerah sekali, JJ". Rengeknya Camelia, ingin melepas mantel di bahunya.


"Masa sih? Suasana di sini dingin sayang,pakai mantel mu ini. Aku tidak suka dengan gaun ini, memperlihatkan lekukan tubuh mu". Bisik JJ Abrams, mendapatkan tatapan tajam dari Camelia.


"Kalau tidak mau menuruti kemauan ku, malam ini tidak ada jatah". Ancam Camelia, tersenyum smrik.


"Ee...Jangan sayang,aku tidak sanggup tanpa jatahku. Baik,aku lepaskan mantel mu". JJ Abrams, meraup wajahnya dan menuruti kemauan sang istri.


Camelia, tersenyum manis dan melepas mantel membuat dirinya risih dan gerah. Sudah pasti menjadi pusat perhatian orang-orang,termasuk 3 serangkai itu.


"Ck, ingin sekali aku mencongkel mata mereka satu-persatu". Gumam pelan JJ Abrams, lagi-lagi Down menghampiri dirinya.


"Sabar bos,ini ujian". Bisik Jecky, cekikikan menahan tawanya.


Down,bukan sendiri menghampiri Camelia dan JJ Abrams. Dia membawa istri keduanya, bersama mantan kekasihnya JJ Abrams.


Camelia, mendelik tajam ke arah suaminya yang cengengesan dari tadi. "Awas kalau kamu macam-macam,aku sunat milikmu yang kedua kalinya". Ancamnya, tidak memperdulikan anak buah yang lain mendengar.


JJ Abrams, langsung kikuk mendengar ucapan sang istri. Lagi-lagi anak buahnya cekikikan tertawa di belakang, sangat menyenangkan melihat sang bos di ancam.

__ADS_1


 "Nona Camelia,apa kabar sayang? Lama tidak berjumpa dengan mu". Down, mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Camelia.


"Sudah pasti Mr.Down kabar istri sangat baik,apa lagi bersamaku". Bukan Camelia,yang berjabat tangan dengan Mr.Down melainkan JJ Abrams langsung.


Dari kejauhan 3 serangkai terkekeh geli,mana mungkin JJ Abrams membiarkan istrinya di sentuh oleh pria lain.


"Mr.Downy kabarku sekali baik karena suamiku memperlakukan seperti ratu". Sahut Camelia, tersenyum manis dan melirik ke arah suaminya.


"Baguslah, kenalkan dia adalah istrimu Muna Mikhael dan sebelahnya Daira Mikhael. Sama-sama dari keluarga marga, Mikhael". Down, memperkenalkan dua wanita di sampingnya itu.


"Iya, salam kenal juga. Mungkin sudah tau,siapa namaku". Kata Camelia, tersenyum kecil dan memandang ke arah mantan kekasih suaminya itu. Astaga! Dia sangat jauh berbeda dengan ku,tapi sok kepedean sekali. Susah payah tadi, berdandan secantik mungkin nyatanya dia sudah tua.


 "Nona Camelia, hari kau sangat cantik sekali. Mau kah berdansa dengan mu?". Down, sudah mengulurkan tangannya di depan Camelia.


Muna,sang istri terlihat jelas tak menyukai sikap suaminya itu. Apa-apaan dia ingin berdansa dengan Camelia,sialan mentang-mentang aku kalah cantik dengannya.Batin Muna, bersikap seperti biasa dan menahan rasa cemburu.


"Tuan JJ Abrams,kau tentu mengizinkan istrimu berdansa dengan Mr.Down kan?". Tanya Daira, tersenyum manis.


Sontak membuat yang lainnya terdiam,namun tidak asing bagi 3 serangkai karena kerjaan Camelia.


"Maksudnya apa, Tuan JJ Abrams?". Tanya Daira, mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam ke arah Camelia. Ck,bukan pujian yang aku dapat dari mulut JJ Abrams. Melainkan hinaan secara langsung,apa benar aku terlihat tua?.


"Maaf,aku tidak bermaksud menyinggung perasaan mu. Tapi, memang benar terlihat tua sama dengan ku. Aaaa...Auu...sayang". Lirih JJ Abrams, menoleh ke arah Camelia yang tersenyum manis.


Benar sekali, Camelia mencubit pinggang suaminya itu. "kenapa sayang, kau ingin memuji mantan kekasih mu ini? Silahkan saja,maaf Mr.Downy aku tidak bisa berdansa dengan mu karena kakiku baru terpeleset di kamar mandi". Alibi Camelia, mengulum senyumnya.


Berani sekali dia menolak ajakan ku, tidak masalah awal di tolak lama-kelamaan jatuh ke dalam pelukan ku ini.Batin Down,masih bisa tersenyum manis ke arah Camelia. "Huuu... Sungguh kecewa dengan jawabannya,Muna kita ke sana".


JJ Abrams,menghela nafas lega karena Mr.Down sudah pergi dari hadapan mereka. Baguslah kalau pria tua itu, sudah pergi tidak ganjen dengan istri ku.Batinnya, menggeleng pelan.

__ADS_1


"Aku pastikan tubuh JJ Abrams, kebiruan karena cubitan istrinya. Aku pernah merasakan cubitannya, sungguh menyakitkan dan beberapa hari baru hilang". Bisik Morgan, langsung di angguki Markus.


"Mr.Down kecewa karena di tolak mentah-mentah oleh nona Camelia. Ayolah, lanjutkan rayu mautmu Mr. Aku tidak jamin selamat dari kesialan,nona Camelia". Ardan, menepuk tangannya dan tak sabar menunggu kabar buruk dari Mr.Down.


"Coba tebak apa kesialan yang menimpa, Mr Down?". Bisik Markus, merangkul pundak Ardan dengan berjongkok.


"Aku tidak tahu,karena nona Camelia banyak akal". Sahut Morgan, memegang dagunya dan tersenyum.


"Tuan JJ Abrams, bisakah kita berbicara sebentar?". Tanya Daira, tersenyum kecil ke arah Camelia.


"Pergilah sayang,kalian sudah lama tidak bertemu kan? Siapa tahu, ulat bulu kangen sama kamu". Kedip mata Camelia, membuat JJ Abrams merinding seketika.


Tidak. Aku tidak mau kemana-mana,demi nyawaku selamat dari maut istriku. Aku harus tetap di sampingnya,jangan menjauh meskipun satu langkah saja.Batin JJ Abrams,melirik ke arah 3 serangkai yang serempak menggeleng kepala.


"Tuan JJ Abrams, istri mu sudah mengizinkan kita ke sana. Nona Camelia,kau sangat baik sekali dan tidak membatasi suamimu". Daira, sedikit menyentuh lengan Camelia.


"Aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu,Daira Mikhael. Aku tidak akan meninggalkan istriku ini, takut ada pria hidung belang yang menghampirinya". JJ Abrams, mengangkat tangan istrinya dan mencium.


Daira,kau kalah saing dengan ku ini. Dirimu cuman masa lalu, akulah masa depannya. Iiihh... Menjijikkan sekali, melihat kedipan mata Mr.Downy rentengan ini.Batin Camelia,mengajak istrinya duduk di kursi karena lelah berdiri.


"Kau kenapa sayang,hmmm?". JJ Abrams,mencolek hidungnya.


"Sayang,aku jijik sekali dengan kedipan mata Mr.Downy. Mata Ardan,dia ingin merebut ku terang-terangan di depan mu sendiri". Bisik Camelia,di telinga suaminya.


JJ Abrams, memejamkan matanya sekilas. Ardan,dasar mulut ember. Kenapa menceritakan semuanya,kepada istri ku ini.Batinnya, membelai lembut wajah Camelia


"Huuuff...Jangan dengarkan perkataan siapapun sayang,Mr.Down tidak akan bisa merampas mu dari pelukanku ini".


"Iiihhh....Aku tidak sudi bersama dengan tua bangka itu, kaulah segalanya untuk ku". Kedip mata Camelia.

__ADS_1


JJ Abrams, langsung memeluk tubuh istrinya dan memberikan kecupan manis di kening. Bagaimana dunia milik berdua, tidak memperdulikan tatapan mata sekitar.


__ADS_2