
Beberapa hari ini, Camelia di sibukkan mengurus orang-orang yang bersangkutan dengan keluarga Allen dan Malik. Mentang-mentang Jhonny, Jordan dan sandra neneknya stroke. Mereka kira bisa menguasai seluruh kekayaan Malik dan Allen. Namun, mereka lupa ada Camelia ahli waris yang sebenarnya.
3 pengacara yang melindungi Camelia, menjelaskan semuanya. Sontak membuat yang lainya, tidak terima akan tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Rupanya Camelia, lebih kejam dari pada Jhonny dan Allen. Dia tak segan-segan memecat yang bekerja di perusahaan Allen dan Malik. Mentang-mentang masih bersangkutan dalam ikatan keluarga, ingin bersantai-santai dalam pekerjaan.
"Aku tidak perduli sama sekali, meskipun kalian masih bersangkutan dengan keluarga Allen dan Malik. Tapi, kinerja mu sesuka hati dan tak becus pekerja. Maaf,aku akan memecatnya dan di luaran sana masih banyak yang kinerjanya profesional". Ucap Camelia , memasang wajah datarnya.
"Dalam surat perjanjian turun temurun,jika salah satu anggota keluarga bekerja di perusahaan Allen dan Malik. Tetapi, bekerja tak sesuai dengan kesepakatan atau sangat buruk. Maka pihak bersangkutan ahli waris, berhak memecatnya tanpa hormat". Kata pengacara itu, memperlihatkan surat perjanjian turun temurun.
Mereka bungkam tak bisa berkata apa-apa lagi, Camelia menyunggingkan senyumnya.
Ingin menikmati kekayaan Malik dan Allen,oh tidak akan aku biarkan kalian. Mentang-mentang Jhonny dan Jordan, sudah mati.Batin Camelia, memainkan kuku-kukunya.
"Bolehkah aku pertanyaan, pengacara Andrew?"Tanyanya, langsung di angguki pengacara keluarga Allen."Aku adalah Maryam,adik kandungnya Sandra. Kami berhak menjenguknya di mansion Allen, kapanpun dan tidak ada larangan sama sekali. Bagaimana pengacara Andrew?". Ucapnya,melirik sekilas ke arah Camelia yang tak suka dengan pertanyaannya.
Andrew, menoleh ke arah Camelia meminta jawaban. "Tentu boleh, nyonya Maryam. Asalkan anda tidak membuat keributan di mansion Allen, bersikaplah seperti tamu saja. Mansion Allen,bukan tempat sembarang masuk dan keluar. Setiap detiknya akan di pantau cctv".
Maryam, tersenyum sumringah ke arah Camelia karena dia menang. "Baiklah, pengacara Andrew. Terimakasih, sudah mengizinkan ku untuk menjenguk keadaan adikku".
"Beberapa surat wasiat terakhir mendiang Tuan Gunawan Malik,dia mengatakan jika keluarganya dan keluarga istri seringkali berselisih. Kami memutuskan untuk menjenguk keadaan nyonya Sandra, cuman 4x dalam sebulan. Nyonya Maryam, seluruh warisan kekayaan Malik dan Allen sudah jatuh ke tangan Camelia. Ketika nyonya Sandra, tiada di dunia ini lagi. Maka kalian bukanlah siapa-siapa lagi, mengerti". Pengacara kedua, menjelaskan semuanya.
"Tidak! Camelia, cucu kami dan masih bersangkutan keluarga dekat. Mendiang ibunya Camelia, adalah keponakan ku sendiri. Jadi kami lebih berhak atas Camelia, untuk menjaganya dari para benalu". Bantah Deri,sontak membuat Maryam mengepalkan kedua tangannya.
"E'ehmmm...Apa tadi,ibuku adalah keponakan anda. Hahahaha...lucu sekali, setahuku keluarga ibuku tak menyukai ibuku semenjak menikah dengan ayahku. Karena iri hati,sebab ibuku sangat beruntung mendapatkan pria idaman wanita". Sahut Camelia, tersenyum kecil.
"Astaga! Itu cuman masa lalu,kamu sama saja cucuku. Mereka adalah bibi-bibi dan pamanmu juga. Mereka anggota keluarga mu Camelia,kami berkewajiban untuk menjaga mu sampai kapanpun". Deri, berusaha membujuk Camelia.
"Tidak,aku sudah besar dan dewasa.jadi,aku tau mana yang baik dan buruk. Intinya aku tidak membutuhkan jasa kalian, paham". Camelia, memutar bola matanya.
Keluarga Maryam, cekikikan tertawa mendengar penolakan dari Camelia.
Para pengacara membubarkan masalah ini, sudah waktunya habis dan terselesaikan sudah.
__ADS_1
Memang benar bahwa mereka tidak berhak atas Camelia, terutama ingin menikmati kekayaannya.
[Bagaimana keadaan mu sayang? Aku sangat mengkhawatirkan dir dirimu]
Camelia, tersenyum manis membaca pesan dari JJ Abrams.
[Keadaan baik-baik saja, tetapi ada sesuatu yang mengusik ketenangan ku. Sebelum nenek Sandra, meninggalkan dunia. Maka keluarganya terus-terusan keluar masuk dari mansion, mereka ingin sekali menikmati fasilitas kemewahan yang ada. Ujung-ujungnya pastilah, mereka akan bermalam juga]
Camelia, mengeluarkan unek-uneknya yang mengganjal di hati.
[Tenang saja,aku punya ide cemerlang untuk nenekmu. Tidak masalahkan, jika nenekmu berlahan-lahan penyakitnya jadi parah. Otomatis kan dia akan di rawat rumah sakit, tidak mengganggu ketenangan mu]
Camelia, mengerutkan keningnya ketika JJ Abrams memiliki ide seburuk itu.
[Oke,aku setuju dengan idemu. Lagipula masih ada dendam sedikit kepada nenek, gara-gara dia membuat masalah sebesar ini]
"Biar beban ku berkurang juga,aku lupa memberitahu istri-istri Ardan. Dua hari lagi,aku akan turun kuliah dan sibuk dengan pelajaran".
Camelia,tak sabar untuk membalas dendamnya. Sudah pasti istri-istri Ardan,akan berterimakasih kepadanya.
Tentu saja, Camelia membutuhkan bantuan kepada JJ Abrams untuk melancarkan aksinya.
[Besok bersiap dengan rencana kita]
Mengirim pesan singkat kepada Wina, istrinya Ardan.
Mendengar kabar dari Camelia, Wina langsung memberitahu kepada madu-madunya itu. Membuat mereka semua kegirangan loncat-loncat, sebentar lagi Ardan akan memohon kepadanya.
*************
Sore harinya Camelia, Cika dan Rika. Mereka tengah berkunjung suatu tempat berbelanja di mall. Menyiapkan keperluan kuliah mereka,tak mungkin menyia-nyiakan momen ini.
Tak menyangka jika bertemu dengan Kiki, kekasihnya Leo.
__ADS_1
"Duhh...Kenapa sih, harus bertemu dengan mereka? Menyebalkan sekali, ingin aku cabik-cabik wajah sok belagunya itu". Sindir Kiki, memilih buku-buku di depannya.
Sedangkan Camelia, Cika dan Rika. Tengah sibuk memilih beberapa model pulpen untuk di gunakannya nanti, sekalian dengan buku-buku juga.
"Kita ke sana yuk,liat buku pelajaran untuk kita bahas nanti. Gak enak lama-lama di sini,bulu kuduk berdiri nih. Kayanya ada makhluk halus,tapi gak ada wujudnya". Kata Rika, menyindir Kiki dan temannya.
"Benar sekali,aku mendengar suara tapi gak ada wujudnya gitu". Sambung Cika, menyenggol lengan Camelia.
"Biasalah makhluk iri hati, seram banget. Kapan-kapan deh,aku kasih tau sama sutradara film untuk merilis film horor dengan judul makhluk halus yang iri hati". Kekehnya Camelia,yang di iringi cekikikan tawa Cika dan Rika.
"Ee... Maksudnya apa,ha? Nyindir kita gitu, makhluk halus". Kiki, menarik lengan Camelia dan langsung di hempaskannya.
"Jangan sentuh kulit gue, jijik tau dan tanganku sudah ternoda dengan kotoran tanganmu". Camelia, langsung melap tangannya menggunakan tisu. "kami cuman ngomong biasa aja,mana ada nyindir kamu. Kasian banget yah, orang ngomong yang lain. Tapi,malah kamu yang ngerasa".
"Makanya jangan sok nyindir orang,kalau gak mau di sindir pedas". Sambung Cika, tersenyum smrik.
"Kamu tuli yah,kamu ngomong tentang makhluk halus bukan kiki dan temanmu yang cupu ini". Rika, sedikit mendorong tubuh temannya Kiki.
"Awas yah, untung saja kita beda jurusan. Ingat Camelia,aku akan mengadu kepada Leo dan kakaknya. Setahuku yah, kamu dan keluarga Leo memiliki masalah". Kiki, sudah menyusun rencananya.
"Gimana yah, Leo memarahi mu tepat di hadapan anak lainnya" sambung teman Kiki, tengah memainkan ujung rambutnya.
"Yang ada,malu lah.. Hahahha... Hahahah...!". Kiki dan kedua temannya, tertawa terbahak-bahak.
Camelia,masih sesantai mungkin dan memajukan satu langkah. "Siapa takut, silahkan lakukan sesukamu" Selesai berbicara, Camelia langsung membalikkan badan dan rambutnya yang panjang. Terkena wajah Kiki dan kedua temannya.
Rika, langsung menarik lengan kedua sahabatnya untuk meninggalkan Kiki dan temannya itu.
Sedangkan Kiki, menghentakkan kakinya karena kesal. Bisa-bisanya rambut Camelia, mengibaskan ke wajahnya.
"Heran sekali deh, Kiki sok-sokan ngadu sama Leo". Kata Cika, memilih bebas buku lumayan tebal.
"Kita yakin beli buku ini, tapikan belum tau pelajaran nanti apa?". Camelia, bingung memilih buku pelajaran yang mana. "Tebal banget yah,pusing yang ada". Gumamnya pelan, menoleh ke arah Cika dan Rika.
__ADS_1
Katrina,masih ingat masa-masa kuliahnya dulu. Dia mengambil jurusan komputer dan informatika yang di rekomendasikan kedua orangtuanya. Sebenarnya dia ingin mengambil jurusan kedokteran.