
JJ Abrams, mengepalkan tangannya dengan kuat mendengar informasi ayah putri Eloisa menemuinya malam-malam.
Camelia, tersenyum sumringah melihat wajah suaminya kesal. Sudah di ubun-ubun hasratnya,ada seseorang yang mengganggu kesenangannya. "Yang sabar yah, suamiku". Kedip mata nakal Camelia.
JJ Abrams, membalikkan badannya tak mau melihat Camelia menggodanya."Sialan, bisa-bisanya pak Xyil datang ke sini". Gerutu JJ Abrams, mengenakan pakaiannya kembali yang berserakan dimana-mana.
"Yang sabar yah,kita lanjutkan nanti". Kedip mata Camelia,di balik selimut tebalnya untuk menutupi seluruh tubuhnya yang polos.
"Huuuff... Membuatku frustasi karena memikirkan hal ini,aku akan kembali sayang". Kata JJ Abrams, meninggalkan istrinya di dalam kamar.
"Hmmmm...Aku penasaran sekali, bagaimana keadaan mereka? Astaga! Aku tidak sabar melihat wajah mereka, seperti di sengat lebah dan bentol-bentol tak karuan. Hahahaha.... Hahahha...!" Gelak tawa Camelia, berbaring di atas ranjang sambil menunggu sang suami datang.
Camelia, berjalan menuju balkon kamar cuman mengenakan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. "Putri Eloisa,apa yang kau rencanakan? Tiba-tiba ayahmu datang ke sini, menemui suamiku. Astaga, rupanya suamiku banyak yang menyukainya untuk aku sabar menghadapi para calon pelakor. Tunggu dulu, waktu belum menikah dengan ku, apakah mereka sering mencari kesempatan untuk meluluhkan hati JJ Abrams?". Camelia, menghirup udara segar di atas pegunungan. Tidak menyangka jika JJ Abrams,membawa ke sebuah villa terletak di perkebunan pohon pinus. Matanya menatap ke atas langit disinari bulan,yang dikelilingi bintang-bintang.
JJ Abrams, menatap tajam ke Xyil yang sudah menunggu dirinya beberapa menit yang lalu.
"Untuk apa datang malam-malam,pak Xyil? Setahuku,kita tidak ada membahas soal bisnis dan pekerjaan lainnya. Pak Xyil, tidak mungkin lupa waktu sekedar untuk bertamu kan?". JJ Abrams, duduk di seberang Xyil. Ck, menyebalkan sekali pak tua ini. Apa dia buta jam berapa sekarang? sudah waktunya untuk orang beristirahat sejenak bersama istri tercintaku.
"Aku tidak pernah ikut campur dalam percintaan anakku,Tuan JJ Abrams. Kita menjalin kerjasama cukup lama, bahkan begitu dalam sekali. Aku terkejut mendengar permintaan putri Eloisa, anak kandungku sendiri. Dia sangat menginginkan dirimu, sudah sejak lama. Demi mempererat tali silaturahmi kita,aku memiliki satu permintaan kepadamu". Ucap pak Xyil, memandang ke arah JJ Abrams yang terdiam mendengarkan ucapannya.
"Aku bisa mengabulkan permintaan apapun, dari anda pak Xyil. Tetapi,aku ingin tau apa itu?". Tanya JJ Abrams, seakan-akan tidak tahu apa-apa tentang perasaan putri Eloisa.
__ADS_1
"Aku ingin menikahi anakku putri Eloisa, dengan mu Tuan JJ Abrams. Aku lebih mempercayai mu, dibandingkan pria manapun. Bahkan aku cukup lama mengenal mu, tidak ada keraguan untuk melepaskan anakku kepadamu". Ucap pak Xyil,namun mendapatkan cekikikan tertawa oleh JJ Abrams.
"Pak Xyil,yang terhormat. Apakah anda lupa, jika aku sudah menikah dan memiliki dua orang anak?" Tanya JJ Abrams, mengerutkan keningnya.
"Tau. Seorang suami tidak keberatan memiliki istri dua, contohnya seperti aku ini. Anakku putri Eloisa, tidak masalah menjadi istri keduamu. Aku yakin sekali, istri pertamamu dapat memahaminya karena tau siapa kamu? Istrimu mana mungkin meninggalkan mu,secara kau memiliki segalanya". Kata pak Xyil, begitu santainya dan tidak memikirkan perasaan JJ Abrams.
"Pak Xyil,bukan istri ku yang takut atas kehilanganku. Tetapi, aku yang takut kehilangan nona Camelia alias istriku. Sejauh ini,aku tidak berani macam-macam di belakangnya. Jangan coba-coba mendekati istriku,pak Xyil. Aku tidak mau kau mempengaruhi pikirannya,demi ambisi untuk menikahi anakmu". Tegas JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya. "Dulu,pak Ramos pernah mengatakan soal ini dan aku menolaknya mentah-mentah. Padahal waktu itu,aku belum menikah dan tidak kepikiran menjalin rumah tangga dengan seorang wanita. Pak Xyil, terimakasih atas tawaran mu dan tidak mencobakah dengan Trevino. Mereka sama-sama lajang, belum menikah pun sepertinya mereka cocok sekali". JJ Abrams, memberikan saran kepada ayahnya putri Eloisa.
"Tuan JJ Abrams,ini adalah suatu kesempatan emas untuk mu. Ayolah,jangan menyia-nyiakannya. Kau bisa bertanya berkuasa, setelah menikahi anakku. Apa kamu tidak tertarik sama sekali, ayolah!" Pak Xyil, terus-terusan membujuk JJ Abrams. "Aku tidak tertarik dengan Trevino, kemungkinan anakku tidak menyukainya. Trevino, memang banyak scandal dengan beberapa wanita dari kalangan atas. Tidak pantas untuk anakku, seorang putri yang di hormati orang lain".
"Aku sudah menjawabnya pak Xyil,aku tidak mau kehilangan istriku. Bahkan,mana berani menduakan cinta kami dan merusak pernikahan yang susah payah aku mendapatkan cintanya. Pak Xyil,aku tidak perduli dengan dirimu ini. Mau tersinggung dengan ucapan ku,atau tidaknya bukan urusanku". Kata JJ Abrams, masih seneng wajah datarnya. "Apa pak Xyil, tidak memikirkan pasti banyak orang-orang lain berpikir macam-macam.seorang putri Eloisa, menikah dengan suami orang".
"Apapun yang anda katakan pak Xyil,tak akan mampu menggoyahkan pikiran ku. Silahkan,anda pergi dari sini. Anda sudah mengganggu ketenangan ku, bahkan membuat ku kecewa berat dengan anda". Tegas JJ Abrams, melangkah pergi meninggalkan pak Xyil masih mematung di tempatnya.
"Tuan JJ Abrams,aku pastikan kamu berpikir panjang lagi. Mana mungkin ada kesempatan emas ini, bahkan memperluas kekuasaan mu". Ucap pak Xyil, sedikit berteriak keras.
Namun, JJ Abrams terus berjalan menuju kamar tidur mereka.
Pak Xyil, berlalu meninggalkan villa milik JJ Abrams tersebut. Perasaannya campur aduk, memikirkan hubungan antara mereka yang mulai retak.
Bagi JJ Abrams, tidak memperdulikan jika pak Xyil memutuskan untuk bekerjasama sama lagi.
__ADS_1
Keputusan sudah bulat, tidak akan menuruti permintaan yang konyol tersebut. Tepatnya lagi, JJ Abrams tidak sedikitpun tertarik dengan wanita lain.
Ceklekk...
Pintu kamar terbuka, terlihat jelas Camelia tengah memainkan ponselnya. Tak berselang lama lagi, JJ Abrams langsung menerkam sang istri.
Camelia, melonjak terkejut melihat aksi suaminya itu. Susah payah menyeimbangi ciuman sang suami, lama-kelamaan berubah menjadi ganas luar biasanya.
Cup...
Camelia, menghentikan ciuman mereka dan mulai mengintrogasi suaminya itu.
"Suamiku, katakan apa yang sebenarnya terjadi? Aku merasakan sesuatu yang tidak beres, apa yang diinginkan rekan bisnis mu?". Tanya Camelia, penuh dengan kecurigaan terhadap suaminya.
Glek!
Tenggorokan terasa tercekat mendengar pernyataan sang istri, JJ Abrams langsung menceritakan semuanya tanpa di tutupi sedikitpun.
Camelia,cuman manggut-manggut mendengar penjelasan suaminya.
Wah...Wah. Zaman sekarang yah, terang-terangan mau menjadi pelakor. Ayolah, tanganku gatal sekali untuk berhadapan dengan pelakor tidak punya urat malu. Gerutu Camelia, dalam hatinya dan meremas kuat seprai yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
__ADS_1