SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Palsu


__ADS_3

"Palsu?" Jhonny, terkejut mendengar ucapan Camelia. "Mana mungkin Camelia, bukannya Tuan Ardan sudah memeriksa berkas ini dan aku yakin sekali ini asli".


"Jhonny,kau tidak lupa siapa JJ Abrams. Dia bisa melakukan apapun, sekilas mata memang asli. Nyatanya tidak,aku tidak tau dimana yang aslinya". Camelia,membuang berkas itu ke wastafel dan memutar kran. Benar sekali tulisan di sana,sirna tak tersisa.


Jhonny, terbelalak melihat berkas-berkas itu. Kertasnya memang tidak hancur, tetapi tulisan di sana hilang tanpa sisa. "Waw...! Aku tidak menduga jika palsu, pantesan saja tuan JJ Abrams tidak memperdulikan berkas ini dan malah menolong mu".


"Dia yang memberikan tugas kepada ku,membawa berkas itu pulang. Lalu, di hadang bocil dan anak buahnya. Sebenarnya aku tau, Li Yun bekerjasama dengan bocil Ardan pembohong besar". Kata Camelia, mengangkat kedua bahunya.


"Uhukkk... Uhukk... Uhukk.." Di tempat lain, Ardan terbatuk-batuk. "Sialan, pasti penyihir itu mengatai ku". Decak Ardan, mengepalkan kedua tangannya.


 "Mau berkas itu, asli atau tidak. Sekarang aku tidak mau apa-apa lagi, seadanya dan kita tetap utuh". Jhonny, mengelus lembut pipi Camelia.


"Ayo, kita kerumah sakit". Camelia, tersenyum dan mereka berjalan beriringan.


Mereka meninggalkan perkarangan rumah Jhonny,di sinilah tempat tinggalnya selama 3 tahun menghilang dari Camelia.


Sebenarnya Camelia tau,tapi pura-pura tidak tahu sama sekali. Di sini juga,dia mendapatkan buku harian ibunya dan ibu kandung Jhonny.


Di perjalanan Jhonny, memejamkan matanya dan terdengar dengkuran halus.


Camelia,membuka tas kecilnya ada kertas tersembunyi. "Tes DNA". Menyunggingkan senyumnya,lalu menyembunyikan kertas itu lagi.


 Camelia,menikmati udara segar sepanjang perjalanan. Tiba waktunya mereka sampai di rumah sakit,ternama di kota ini.


Camelia, menggoyangkan lengan Jhonny membangunnya.


"Astaga! Maaf,maaf,aku ketiduran". Kekehnya Jhonny, mengusap matanya.


"Tidak apa,kau pergilah dan temui Olivia. Aku ada urusan penting, tidak apa aku sendiri. Hmmmm... Pasti kamu tau lah, kemana aku". Ucap Camelia, mengedipkan matanya.


"Baiklah,aku tau kau pergi kemana. Hati-hati di jalan,kalau ada apa-apa kabari aku". Jhonny, mengelus lembut pucuk kepala Camelia.


Setelah kepergian Jhonny, barulah Camelia menaiki taksi dan pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


[Camelia,apa kamu tau kekasihnya Cika di tangkap polisi. Ini sangat mengejutkan sekali tentang geng motor DRX, rupanya mereka menjual organ-organ tubuh manusia]. Rika, mengirim pesan kepada Camelia.


[Iya, aku akan ke sana nanti. Tapi,ada urusan penting] Balasnya Camelia, meletakkan ponselnya ke dalam tas Memerlukan 20 menit,dia sampai di tempat tujuan.


Camelia,di sambut hangat oleh anak buahnya JJ Abrams. Dia langsung di persilahkan masuk ruang VIP, terlihat sesosok pria tengah berbaring di ranjang pasien.


Raut wajahnya sangat memprihatikan, menahan rasa sakit di bagian perutnya. Camelia, mengerutkan keningnya menatap wajah JJ Abrams.


"JJ Abrams,gimana keadaan mu? Maaf,aku baru menemui mu". kata Camelia, merasakan genggaman tangan JJ Abrams begitu erat.


"Ssshhhhttt.... Lihatlah keadaan ku ini, bergerak pun susah sangat sakit". Ucap JJ Abrams,meringis kesakitan dan memejamkan matanya.


Flashback.


"Tuan,ada pesan dari nona Camelia dan ingin ke sini". Kata Hen,anak buahnya dan memperlihatkan pesan tersebut.


Saat ini, JJ Abrams sudah pulih dan ingin pulang. Bahkan dia sudah keluar dari ruangan VIP, berpakaian rapi. Baginya luka seperti itu, tidak masalah sedikitpun.


"Kita harus balik ke ruangan tadi,awas kalau kalian salah bicara dan tutup mulut". Perintah JJ Abrams, menatap tajam ke arah anak buahnya.


"Baik,bos. Kami akan diam, tidak berbicara macam-macam". Jawab mereka serempak.


Dalam tergesa-gesa masuk kedalam ruangan tadi,memasang alat infus dan lainnya. Melepaskan pakaiannya,di ganti dengan pakaian pasien. Beberapa suster lainnya,merasa kebingungan melihat JJ Abrams.


Di sinilah JJ Abrams, harus berakting sebaik mungkin. Semoga Camelia, percaya dia benar-benar kesakitan tidak pura-pura. Anak buahnya JJ Abrams,cuman bengong melihat sang bos.


flashback off.


"Apa sudah makan?". Tanya Camelia, memandang ke arah anak buahnya sedari menaruh rasa curiga.


"Tidak! Makanan dari rumah sakit tidak enak,apa lagi bubur itu". Jawab JJ Abrams, dengan suara manjanya.


Sebenarnya JJ Abrams, benar-benar meringis kesakitan atau bohong semata. Demi mencari perhatian kepada ku,hmmm...Batin Camelia, tersenyum manis. "Mau makan apa? Gak mungkin kan,makan aneh-aneh. Benda runcing itu,cukup dalam menusuk perutmu. Makan bubur aja yah, sedikit juga gak papa". Bujuk Camelia, mengelus punggung tangan JJ Abrams.

__ADS_1


"Baiklah, aku menurut perkataan mu sayang". JJ Abrams, mengangguk pasrah dan mencoba duduk berlahan-lahan."Aaaarrgghh.... Ssshhhhttt...Sakit sayang,sakit sekali".


Demi sang bos,anak buah JJ Abrams membuang muka ke arah lain. Sekuat tenaga menahan tawa mereka,bisa gawat jika Keceplosan.


"Berlahan saja, takutnya berdarah lagi". Camelia, bergidik ngeri melihat luka JJ Abrams meskipun terlindung dari perban."Bisakah kalian meminta bubur lagi, ini sangat dingin". Pinta Camelia, tersenyum manis.


"Iy-iya nona,kami akan minta yang baru lagi". Jawab Hen, langsung melaksanakan tugas dari Camelia.


Camelia, menemukan tisu di ranjang pasien JJ Abrams dan membuangnya di tempat bak sampah. Matanya tertuju pada bungkusan kotak, tertulis bebek panggang.


"Siapa yang makan bebek panggang? Ada bungkusan kotak, terus ada tulisan bebek panggang". Tanya Camelia,silih berganti memandang JJ Abrams dan anak buahnya. Oh, ingin mengerjai ku yah! Pura-pura meringis kesakitan,lalu belum makan. Nyatanya makan bebek panggang, menyebalkan sekali.


"Hahahah...Itu saya nona, kami bergantian menunggu tuan JJ Abrams. Karena lapar tadi,jadi makan". Jawab salah satu anak buahnya, JJ Abrams tersenyum ke arahnya.


"Oh, kirain kamu". kata Camelia, melirik ke arah JJ Abrams dan duduk di samping ranjang pasien. "Tapi, bau-baunya kaya aroma bebek panggang nya di sini yah?".


"Sayang,tadi dia makan di sini. Itulah anak buah yang bagus,menjaga tuannya". Alibi JJ Abrams, padahal ruangan terbilang dingin. Tapi, buliran keringat terlihat di keningnya.


"JJ,kau pandai sekali berakting yah. Aku tau,kau berbohong kepadaku". Bentak Camelia, dengan sorotan mata tajam.


Glekk...


"Sayang,aku tidak bermaksud berbohong kepada mu. Cuman ini,bisa mendapatkan perhatian khusus darimu". Bujuk JJ Abrams, mengedip bola matanya.


"Ck, pembohong". Camelia, menepis tangan JJ Abrams dan membuang muka ke arah lain.


JJ Abrams, bangkit dari ranjang pasien dan menghimpit tubuh Camelia. Dia memberikan kode kepada anak buahnya, untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Apa yang kamu lakukan?". Tanya Camelia, memalingkan wajahnya dan tidak mau menatap wajah JJ Abrams.


"Apa yang kamu lakukan di rumah itu, bersama Jhonny? Pelukan? Ciuman?Hemmm...". JJ Abrams, menahan dagu Camelia.


Glekkkk...

__ADS_1


__ADS_2