Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
Arti Sebuah Kesabaran. Season 2


__ADS_3

Saat rintangan yang mampir di hidup seolah tak kunjung berkurang, stok kesabaran yang ada di dalam diri pun kian lama kian menipis.


Untuk kembali memenuhinya, kamu bisa coba menerapkan cara menjadi orang sabar, seperti mulai mengubah cara pandang, hingga mempraktikkan teknik relaksasi pikiran dengan meditasi.


Kesabaran bukanlah hal yang tak bisa dicapai. Jadi, melatih diri dengan cara-cara tertentu dianggap efektif untuk kembali memupuk sifat baik ini.


Cara melatih kesabaran sebenarnya sudah diajarkan sejak kita kecil, bahkan saat masih sekolah di taman kanak-kanak.


Masih ingat saat kita diajarkan untuk bergantian saat ingin menaiki ayunan di sekolah? Dulu, kita mungkin merasa kesal saat harus menunggu untuk melakukan hal yang disuka. Namun ternyata, ajaran tersebut bermanfaat hingga kita dewasa.


Tentu, semakin dewasa, permasalahan yang membutuhkan kesabaran jauh lebih rumit dari sekedar menunggu giliran main. Pada saat-saat yang berat, kamu bisa melakukan beberapa cara melatih kesabaran agar hati lebih tenang.


Melakukan relaksasi. Tidak mudah memang untuk bisa sabar menghadapi berbagai karakter orang. Tidak jarang, ekspektasi kita tidak bisa terpenuhi, bahkan dalam hal-hal sederhana sekalipun.


Hal ini bisa membuat kita tidak sabar dan cara paling sederhana untuk menghadapinya adalah dengan menarik napas dalam-dalam.


Ini adalah salah satu cara relaksasi yang paling sederhana. Cukup tarik napas dan buang secara perlahan. Lakukan rangkaian ini selama tiga hingga empat detik dan buat jeda sebelum mengambil napas berikutnya.


Pelanggan atau prospek tiba-tiba melakukan pembatalan order? Bagiku, mungkin ini dapat menjadi kerugian yang sangat besar.


Sebagian dari usaha orang akan melakukan berbagai cara untuk meminta tim pekerja segera menghubungi pelanggan ini, agar tetap bisa mencapai kesepakatan yang sudah hampir terjadi sebelumnya. Namun, memaksakan kehendak seperti ini bukanlah solusi untuk mendapatkan pelanggan. Bahkan pelanggan juga akan semakin banyak meminta pada toko untuk segera menuruti permintaannya, namun kadang sudah sesuai apa yang diminta masih saja ada kesalahan pada kami.


Ketika ada yang membatalkan, itu artinya mereka menganggap bahwa solusi dari layanan kami tidak terlalu sesuai dengan kebutuhannya saat ini. Mungkin biarkan mereka melakukan berbagai macam cara untuk menemukan solusi yang tepat baginya. Sedangkan kami, hanya perlu menunggu mereka menghubungi kembali untuk melakukan pembelian. Karena, jika sebelumnya sudah hampir mencapai closing namun prospek membatalkan secara tiba-tiba, karena menganggap menemukan pilihan lain, maka suatu saat mereka juga akan kembali kepada kami, karena merasa solusi kami 'lah yang paling sesuai untuk kebutuhannya.


Allah Swt tidak mungkin salah dalam memberi rezeki kepada hamba-Nya. Besar atau kecil, rezeki yang diberikan Allah wajib kita syukuri.


Tidak harus berupa materi, hal-hal sederhana seperti oksigen gratis bahkan teman yang baik juga termasuk dari sebuah rezeki.


Hanya saja, manusia sering kali terlalu mengabaikan terhadap rezeki dari Allah tersebut. Manusia diakui atau tidak, sering mengeluh terhadap apa yang diperolehnya. Padahal, bisa saja rezeki yang datang sedikit kepada manusia itu karena perbuatannya, yang tanpa disadari dapat mempersempit rezeki.


Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi, benar atau tidak cara mendapatkannya.


Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang dan lainnya.


Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan oleh masalah pembagian rezeki ini. Dia merasa rezekinya sedang seret, padahal sudah berusaha maksimal mencarinya.


Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla menahan rezeki yang bersangkutan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.


Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati.


Kita menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal, Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS. Ath-Thalaq [63]: 3).


Kedua, karena dosa.


Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad).


Ketiga, bermaksiat saat mencari nafkah.

__ADS_1


Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi, manipulasi, akan membuat rezeki kita tidak berkah.


Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia dan tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita telanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.


Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah.


Banyak aktivitas kita yang membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh. Kita disibukkan oleh kerja, sehingga lupa shalat, lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, lupa menuntut ilmu agama, lupa menjalankan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Akibatnya, pekerjaan kita tidak berkah.


Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat pada Allah. Sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.


Kelima, enggan bersedekah.


Siapa pun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan, serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh butir, yang pada tiap-tiap butir itu terurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS al- Baqarah [2]: 261). Wallahu a’lam.


Sumber dari Google, semoga bermanfaat bagi kita semua. Atas rasa sabar, syukur, dan pembagian rezeki. Amin ya rabbal alamin.


*********


Sedikit FLASH BACK


"Heeh, begitu banyaknya orderan hari ini yang tertunda," keluhku berbicara didalam mobil.


"Yang sabar, Mbak. Mungkin nanti ada gantinya!" Pegawai perempuan berusaha menenangkan pikiran yang sedikit kusut.


"Amin. Terima kasih, tadi sudah membantuku saat dapat hinaan."



"Huusss, jangan gitu ah. Walaupun jahat tapi kita harus jaga ucapan, tidak boleh sembarangan ngatain orang."


"Iya, Mbak. Maaf ... maaf."


"Memang Mbak, kenal baikkah sama itu nenek?" tanya pegawai laki-laki yang sedang sibuk menyetir mobil.


"Kenal baik sih enggak. Cuma tahu dan kami baru sekali bertemu. Oh ya, dia itu Mama Chandra lho."


"Hah, masak sih, Mbak? Kok beda banget sama mas Chandra yang baik sekali orangnya, kalau mamanya itu kelihatan banget judes dan bawel."


"Mbak, juga tidak tahu. Ya sudahlah, yang penting kita sudah pergi dari sana dan tidak ada pertengkaran diantara kita tadi."


"Benar itu, Mbak. Terus kita apain kue sebanyak ini," Sambil menyetir pegawai laki-laki bertanya lagi.


"Entahlah. Kalau ditaruh ditoko nanti akan kebanyakan. Kalau tidak habis terjual, paling-paling nanti akan kita buang saja kasih makan ke ayam."


"Waduh, sayang banget itu, Mbak. Emm, gimana kalau kita sumbangkan kepada anak-anak panti saja," usul pegawai.


"Wah, benar ide kamu itu," Antusias simbatan dari sang sopir mobil.

__ADS_1


"Emm, baiklah. Kita akan meluncur kesana saja."


"Sipp 'lah, Mbak."


Daripada terbuang sia-sia dan mubazir, memang lebih baik kita sumbangkan saja kuenya. Kalau dimakan sendiri tidak akan habis. Dipajang ditoko sebanyak itu tidak akan habis seketika, sebab tidak ada bahan pengawetnya jadi tidak akan bertahan lama-lama.


Alhamdulillah, melihat wajah anak-anak yang ceria dapat kue yang beraneka hiasan itu, kami betigapun ikut merasakan tiada tara kebahagiaan mereka juga. Mulut anak-anak pada belepotan makan cream yang terdapat dikue.


Saking senangnya bahkan ada yang nambah meminta satu kotak lagi, dan kami tidak keberatan memberikan, sebab melihat begitu banyaknya tumpukan kue bikin pusing kepala saja.


Ada sedikit rejeki lebih, jadi terpaksa mengeluarkan atm untuk memberikan pesangon kepada beberapa anak-anak. Hidup yang sama dulu pernah aku jalani, jadi bisa merasakan bagaimana perasaan anak-anak ini yang tidak punya ibu bapak. Pasti dapat ampao berupa uang akan sangat-sangat kegirangan. Walau belum mengerti untuk menggunakan uang, biasanya pihak panti akan mengajarkan agar uang ditabung, biar nanti bisa dipakai dikehidupan kelak.


Semua telah beres. Tapi hati masih saja menganjal dan bikin pusing kepala, sebab masih ada sekitar 10 kantong kresek yang tersisa. Tak apalah, yang menjadi sisa nanti bisa dipajang di toko.


"Kok ... kok, kalian bawa balik kuenya?" tanya salah satu pegawai yang menjaga toko.


"Heeh, hari ini kita apes benar. Pelanggan membatalkan semua pesanan," jawab pegawai yang mengikuti mengantar tadi.


"Astagfirullah, kok tega amat mendadak membatalkan pesanan yang sebanyak itu," simbat yang lain.


"Sudah ... sudah, tidak usah diperdebatkan lagi. Mungkin ini semua bukan rezeki kita saja. Lebih baik kalian taruh sisa-sisa kue itu ke dalam estalase," suruhku agar semua pegawai tidak mengeluh lagi.


"Emm, baiklah, Mbak. Kita semua harus sabar saja. Mungkin memang belum rezeki, walau tenaga telah habis terkuras membuatnya tadi."


"Hmm," simbat yang sedang memijit pelipis.


"Mbak tidak kenapa-napa 'kan?" Pegawai sudah menghampiri sambil memegang pudak.


"Tidak apa-apa, sih! Cuma kepala sedikit pusing saja ini."


"Ya sudah, semua bubar. Kita tidak usah mengeluh. Lihat! Mbaknya lebih pusing daripada kita," suruh pegawai ke sesama pegawai.


"Baik, Mbak!" jawab semua kompak.


Semua pegawai yang berkumpul, sudah mulai hilang satu-persatu dari depan mata. Banyak yang kecewa dan prihatin atas kejadian ini, tapi mau gimana lagi saat aku sendiri tidak bisa memecahkan masalahnya. Kerugian boleh ditaksir 3 hari kerja ditoko.


"Lebih baik Mbak minum ini dulu!" Pegawai sudah menyodorkan secangkir teh.


"Terima kasih."


Bau harum dan wangi dari teh sangat menenangkan jiwa. Rasanya nyaman sekali saat air berhasil basah mengaliri tenggorokan. Jantung yang sempat berdebar-debat akibat kaget tiba-tiba kena musibah, sekarang sedikit lebih tenang lagi.


Fiuuuh, udara beberapa kali kuhembuskan lewat mulut agar lebih nyaman.


Semua telah kembali ke pekerjaan masing-masing. Daripada pusing-pusing aku hanya bisa menghitung pemasukan dan pengeluaran toko, sebab ini sudah tanggal tua waktunya semua karyawan mulai gajian, jadi semua harus dihitung berapa yang harus diberikan pegawai maupun diberikan Chris.


Walau Chris menyerahkan semuanya padaku, tapi sebagai pemilik utama harus diberi jatah juga. Sejak awal Chris tidak mau menerima jatahnya dan terus saja menolak. Tidak kehabisan akal maka tabungan untuknya kusendirikan, dan suatu saat nanti kalau sudah terkumpul banyak baru kuberikan.

__ADS_1


__ADS_2