Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
N2=Istriku Yang Hilang= Masih Ingin Mengerjainya


__ADS_3

Dibuat geram sama tingkah Nola. Ingin rasanya kucabik-cabik kulit dia yang selalu diumbar itu. Dia yang merasa cantik sedunia itu, ingin kusiram dengan air comberan saja.


"Aah ... si*l*n, apa yang sebenarnya dalam otak kamu sekarang, Mas? Kenapa kamu selalu berbaik hati padanya, apakah sepenting itukah dia berarti untukmu," guman hati terus saja kesal berbicara.


"Bagaimana aku bisa mengagalkan rencana pemberian gaun itu," kepala sedang berpikir, bersandar berdiri ditembok.


"Enak saja dia dibelikan baju oleh suami orang, aku tak akan membiarkannya begitu saja. Bisa besar kepala dia mendapat kenangan dari mas Adit," Hati masih terus merancau kesal.


Tidak rela saja jika suami lebih mengedepankan orang lain apalagi si genit itu.


Sambil mengepel lantai, mata kini terus saja fokus ke arah pintu ruangan mas Adit, dan tak berselang lama sekertaris Rudi telah keluar.


"Huuust ... suuust," panggilku dengan melambai tangan.


Saat melihatku yang sudah memanggilnya, sekertaris Rudipun sudah berjalan cepat kearahku.


"Waah, kamu ternyata memang the best! Gak nyangka akan melakukan hal selicik itu," pujinya.


"Itu hal biasa. Kalau bisa ingin lebih sadis lagi."


"Awalnya aku tak tahu siapa kamu, dan itu sungguh penyamaran yang sempurna. Dan aku baru sadar kalau itu kamu, saat menumpahkan air teh, benar-benar hebat kamu itu! Sampai akupun tertawa geli atas tindakan kamu itu," imbuhnya memuji.



"Aah ... biasa saja, aku tadi cuma tiba-tiba dapat ide menjahilinya, dan ternyata itu telah berhasil," jelasku.


"Terus apa yang akan kamu rencanakan selanjutnya?" tanya sekertaris Rudi.


"Entah, aku binggung juga."


"Ooh ya, kamu dengar 'kan ucapan mas Adit yang akan memberikan pakaian ganti?" tanyaku balik.


"Iya, aku dengar. Memang kenapa?."


"Aku ada ide untuk itu, tapi kamu harus membantuku lagi," suruhku.


"Siip dah! Apa sih yang ngak buat istri bos. Aku akan membantu kamu sampai akhir, sebab benar kata kamu itu, dia itu kelihatan genit sekali seperti ingin mendekati bos Adit," terang Rudi membeberkan.

__ADS_1


"Maka dari itu aku meminta bantuan sama kamu, sebab kamu lebih dekat sama Adit. Dan kalau aku yang melakukan terang-terangan mencegah, pasti mas Adit akan marah besar, sebab kelihatannya mas Adit lebih percaya padanya, dan yang pasti akan terus membela si janda itu," ujarku menjelaskan.


"Betul itu," jawabnya mendukung.


"Cepat katakan! Kamu perlu bantuan apa lagi?" tanyanya.


Kini mulut sudah berbisik-bisik pada sekertaris Rudi, untuk menjalankan misi selanjutnya, bahwa aku harus menjahili dan mengerjai si Nola itu sampai tuntas, biar merasa kapok tak mendekati mas Adit lagi.


Paper bag berisikan pakaian yang dipesan sekertaris Rudi kini telah berada ditangan, dan kini aku sedang menunggu kurir yang ingin mengantarkan pakaian yang telah dipesan oleh mas Adit. Lama sekali aku menunggu, sampai kakipun pegal dan rasa bosan mulai datang.


"Heeh ... huuf. Mana sih orang yang dimintai mengantarkan gaun yang dipesan?" Kekesalanku menunggu.



Terlihat ada seorang pria datang, dengan pakaian khas pengantaran barang.


"Mas ... Mas, sini!" panggilku.


"Ada apa, Mbak?" ucapnya penasaran.


"Tapi 'kan-?" keraguannya menjawab.


"Tenang saja, aku adalah pegawai resmi diperusahaan ini! Lihat," tunjukku pada bed baju, yang berlebelkan perusahaan Mas Adit.


"Oh ... baiklah, Mbak." Jawabnya menyetujui.


"Yes ... yes, akhirnya barang itu dapat mudah kurebut," gumanku dalam hati kegirangan.


Ret ... ret, suara pena sudah menandatangani serah terima barang.


"Ini!" kurir memberikan barang dalam paper bag, berisikan gaun berwarna hitam.


"Haah, gila apa kamu, Mas!"


Begitu terkejut, saat gaun sexy itu terlihat berlebelkan harganya yang sudah jutaan rupiah.


"Wah ... wah, kamu bener-bener ngak beres lagi, mas! Uang kamu hambur-hamburkan, hanya untuk membeli gaun si janda bahenol, awas saja kamu mas! Uang sebanyak itu, membeli apelpun pasti bisa satu kulkas penuh," ucapku geram akibat kelakuan mas Adit.

__ADS_1


Langsung saja kutukar gaun itu dengan baju yang dibelikan sekertaris Rudi.


"Gimana?" Suara sekertaris Rudi yang tiba-tiba datang.


"Beres, ini!" kuberikan paper bag padanya.


"Apaan ini?" tanyanya binggung.


"Kamu harus membantuku lagi, untuk membawanya ke dalam."


"Ya ampun, aku lagi? Aah ... benar-benar dah, suami istri yang selalu merepotkanku," keluh sekertaris Rudi.


"Ayo, cepetan bantuin lagi! Nanti dech akan kuberi hadiah," bujukku merayu.


"Benarkah itu?."


"Ciih, masalah hadiah aja langsung gercep amat. Sudah cepetan bawa ke dalam, sebelum janda bahenol itu ngomel-ngomel lagi," suruhku.


"Siip, Nyonya."


Sekertaris Rudi sudah masuk membawa pakaian yang kutukar, dan aku tak tahu lagi reaksi si janda Nola saat membukanya. Yang pastinya gaun seharga 2 juta lebih, kini telah kuganti dengan baju seharga 70an ribu.


Kulihat seksama ke arah pintu ruangan mas Adit, sebab penasaran apa yang terjadi pada si Nola, dan yang pasti dia akan terasa malu sekali bila memakainya.


Ceklek, pintu telah terbuka.


"Hahahaha ... hihihiiihi," Tertawaku puas saat Nola sudah mengerak-gerakkan baju yang kutukar, yang terlihat sudah risih memakainya.


"Rasain kamu Nola, ini akibat kalau kamu berani-beraninya menggoda suami orang. Ini baru awal, dan kalau kamu masih tetap kekuh menggoda mas Adit, akan kubuat kamu malu-semalunya lebih dari ini!" hati sedang berbicara senang.


Mas Adit berkali-kali terdengar meminta maaf, sedangkan Nola sudah berjalan cepat-cepat melenggang pergi, yang mungkin ingin segera keluar dari perusahaan mas Adit sebab malu.


"Hahahahaha," gelak tawaku puas.


Sungguh lucu sekali rasanya melihat perubahan si Nola, sampai akupun tertawa puas tanpa henti diruang ganti pakaian, sebab melihat si Nola yang selama ini berpakaian sexy, telah terganti dengan berpakain daster emak-emak, berukuran jumbo pulak.


Sekertaris Rudipun tadi terlihat tertawa puas ngakak sekali, dan kelihatannya mas Adit tadi tak begitu menyukainya. Tapi anehnya mas Adit setelah itu tertawa geli, dan mereka berduapun akhirnya tertawa ngakak sampai puas.

__ADS_1


__ADS_2