Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
N2=Istriku Yang Hilang>> Kemarahan Memuncak


__ADS_3

Pergi membawa kekecewaan dan rasa sakit. Orang yang sedikit lagi ingin kurauh tapi justru terlepas lagi. Mungkin disini terlalu membuang-buang waktu. Andaikan saja semua terjadi pasti kehidupan kami akan bahagia.


Brok ... brokk, kekesalanku yang berkali-kali memukul setir kemudi mobil.


"Aaah, kamu benar-benar lelaki br*ngs*k, Adit! Untuk yang kedua kalinya kamu telah tega meninggalkanku. Aku pasti akan membuat perhitungan sama istrimu itu. Awas saja! Kamu akan menyesal telah memilih wanita si*lan itu," umpatku berbicara sendiri di dalam mobil.


Wess ... wsssss, mobil sudah melaju dengan kecepatan tinggi, akibat rasa amarah dan kesal sudah bersemayam dalam diriku. Banyak kendaraan yang kulewati dengan menyalip secara terburu-buru. Setir terus kubanting kanan kiri. Kalau orang tidak lihai pasti akan kecelakaan. Mata terus saja melotot. Amarah berhasil mengambil alih kendali seluruh tubuh.


Tak butuh waktu lama aku sampai dirumah, sebab mobil dengan kecepatan penuh telah kukemudikan. Keluar dengan membanting kuat pintu mobil. Airmata luruh. Berlari tergesa-gesa menaikki anak tangga. Kamar tujuan utama.


"Aaaccchh. Prang ... prannng," Kemarahanku dengan melempar semua barang-barang dalam kamarku.


Tidak ad satupun yang tersisa. Semua terlempar mengenai lantai dan tembok. Bantal, selimut, tak luput juga aku acak-acak. Semua yang terlihat didepan mata nampak menyebalkan. Benar-benar seperti kapal pecah, berserakan dimana semua barang. Banyak yang pecah namun ada juga yang utuh. Bahan dari plastik, melemparpun dengan kuat akan tetap utuh.



"Non ... Non Salwa. Tok ... tok," suara pintu kamarku diketuk berkali-kali..


Prang, aaahhhh. Bruuk ... pranng," Emosi yang tadi tertahan kini kian memuncak.


Diri ini yang sudah tak kuasanya menahan emosi, sehingga tanpa pikir panjang lagi sekali lempar botol parfum ke kaca riasku, kini kaca sudah berkeping-keping berantakan.

__ADS_1


"Non Salwa ... buka, Non. Brk ... Brook," Pintu terus saja digedor-gedor.


Emosi semakin tak terkendalikan, yang mana sudah semakin menjadi-jadi memuncak.


"Aaaah, kalian diam semua. Bruook ... duor." lemparan vas bunga tepat mengenai pintu, akibat kesal terus-menerus diketuk.


Akibat kekalapanku yang sedang emosi dalam kemarahan, sekarang pintu yang sempat dikedor kini sudah senyap, mungkin takut dan kaget akibat lemparan barang tadi.


Dada terasa begitu sesak sakit sekali, sebab hati yang terluka kini penuh sekali dengan dendam yang sudah tumbuh.


Luka yang terdalam sungguh menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, karena terlalu sakit hingga sanggup merubah yang tadinya cinta, kini menjadi kemarahan dan dendam yang sudah tersimpan.


Kini aku sudah terbungkus dengan sebuah rasa yang namanya takut kehilangan, dan pada ujung-ujungnya aku harus melawannya lebih keras, agar bisa segera mendapatkannya kembali.


Terduduk sambil menepuk-nepuk dada.


"Kenapa ... kenapa, Adit? Apa yang kurang dalam diriku, sehingga kamu lebih memilih wanita si*l*n itu," ratapanku yang terus saja tak bisa merelakan Adit menjadi milik orang lain.


Deras bagaikan guyuran hujan turun dari langit ke bumi, airmata terus jatuh tak membekas.


"Aku dulu telah mencampakkanmu. Dan apakah sekarang ini balasanmu kepadaku? Sehingga kamu tidak bisa bersamaku. Apa yang harus kulakukan padamu, agar kau bisa kembali? Kau terlalu sempurna, sehingga cintaku tidak bisa hilang begitu saja," Kesedihanku yang terus saja mengeluh.

__ADS_1


Kini airmata kesedihan sudah kuusap, akibat otak telah menemukan jalan yang sudah mungkin agak gila.


"Apakah aku harus membunuh Ana, agar bisa mendapatkanmu?" Ide gilaku yang sudah dirasuki pikiran kekejaman.


"Aahhh, mana mungkin aku bisa melakukan pembunuhan, sedangkan membunuh kecoak saja aku takut," Otak kembali memutar-mutar cara.



Mata yang sebab, kini terjuling keatas karena memikirkan sesuatu.


"Eeem, ide apa ya kira-kira yang bisa memisahkan Ana dan Adit?" Pikiran sedang berjalan mencari cara.


"Ahaaa, yeess. Aku akan membuat kamu menderita Ana! Akan kubalas semua lukaku padamu, sehingga aku bisa bersama Adit lagi, hahahah," Kegembiraanku yang akhirnya mendapatkan ide.


Walau dibilang ekstrim dan super gila, tapi demi mendapatkan Adit semua akan kulakukan. Walau nyawapun harus terbayarkan agar bisa bersamanya. Semua harus terjalani dan tersusun rapi, untuk bisa mendapatkan perhatian Adit, dan segera mencelakai Ana.


"Kau tidak bisa mengabaikanku dengan mudah, Adit. Apalagi sampai mencampakkanku begini. Tunggu saja, kau pasti akan kembali dalam pelukanku."


Sudah lama sekali aku mengurung diri didalam rumah, yaitu semenjak ingatan Adit kembali. Semua begitu hancur, sehingga keputusasaan ini telah membawaku dalam keadaan drop akut.


Hari demi hari kerjaanku hanya didalam kamar, meratapi cinta yang tak terbalas, dan menangisi kekecewaan pada Adit, setelah perempuan sok kecantikan bernama Ana itu telah berhasil merebutnya. Sehingga dendampun kian hari kian mengunung, dan semua itu sungguh membuatku ingin segera membalas.

__ADS_1


Di masa-masa kemarin aku sudah mencoba mengobati luka, dan melupakan Adit. Tapi pada kenyataannya diri ini tetap tidak bisa, akibat kekuatan cintaku yang terlalu dalam padanya, yang tak bisa dengan mudahnya menghilangkan rasa itu.


Aku akan benar-benar nekat, dan sungguh tak menduga semua telah bersemayam dipikiranku. Rasa kecewa pada wanita itu membuat murka dendamku terus saja naik kepermukaan, akibat memory kejadian 7 tahun yang lewat terus saja menari-nari dalam pikiran, sehingga sampai sekarang rasa tak senang pada Ana kian memuncak, dan rasanya dendam terus saja bersemayam untuk memberi pelajaran padanya.


__ADS_2