
Mengingatmu membangkitkan pusaran kesedihan.
Membuat tetes demi tetes air mata jatuh dan begitu menyesakkan dada.
Melanjutkan hidup kembali itu mudah.
Yang sulit adalah meninggalkan kenangan bersamamu.
Aku memberikan ketulusan hati pengorbanan dengan sepenuhnya
Namun yang ku rasakan hanyalah goresan luka.
Yang membuatku enggan merasakan gairah hidup lagi.
Terkadang aku berharap jika diriku ini akan tenggelam dalam kapal.
Dan berharap terhanyut dalam kelam, agar kisah piluku segera hilang.
Hanya perlu sedikit ruang
untuk menulis betapa aku merindukanmu.
Tapi itu akan menghabiskan seluruh hidupku.
Untuk melupakan hari di mana aku berhasil kehilanganmu.
Aku sangat mencintaimu
Tetapi aku terbiasa dengan kenyataan.
Bahwa aku tidak akan pernah cukup pantas untukmu.
Tahukah kamu ....
Rasaku amat mendalam.
Sekalipun ia telah hancur
Irisan hati ini masih saja tertera namamu.
Cinta sering dianggap sebagai anugerah yang terindah. Namun, cerita tentang cinta nyata-nyata tak selamanya indah dan berwarna. Sering kali, cinta justru menghasilkan luka.
__ADS_1
Luka hati akan kian parah jika ditambah dengan perasaan kecewa. Pasalnya, selain menyembuhkan luka hati, seseorang juga harus memulihkan dari rasa kecewa yang dialami.
"Aku lebih memilih menghapus air mata orang yang menyayangiku, karna orang yang kucintai tak pernah menghapus air mataku di saat kumenangis."
Bagian tersulit dalam mencintai seseorang adalah mengetahui kapan harus melepasnya, dan tahu kapan harus mengucapkan selamat tinggal.
Tangan sibuk menyetir mobil, ketika ingin kembali kerumah. Tatapan begitu kosong. Kusut sekali pikiran, hanya ada nama Karin
yang terus saja membayangi.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, Chris!" Mia meminta izin.
Posisinya kini duduk disebelahku, dan Bibi pembantu dibelakang bersama barang-barang belanjaan kami.
"Tanya saja."
"Tapi, jangan marah maupun tersingung."
"Emm." Rasanya begitu malas, hanya sekedar mengeluarkan suara.
"Kamu tadi tidak serius 'kan, pembicaraan sama perempuan tadi mengenai hubungan kita?" Mia akhirnya menanyakan hal yang sudah melibatkan dia.
"Iya, tidak apa-apa. Yang jadi pertanyaan apakah kamu harus melakukan itu? Gadis itu kelihatan banget kalau sedang sedih," tutur lemah lembutnya.
"Iya, aku harus melakukan itu."
"Ok 'lah, aku paham. Mungkinkah dia wanita yang engkau cintai?" cecar Mia.
"Oh, perempuan tadi ya, Nona. Dia dulu adalah tunangan tuan Chris namun semua telah batal," Tiba-tiba Bibi pembantu ikutan bicara.
Shet, rem sudah mendadak. Wajah langsung menoleh ke belakang, dengan tatapan melotot tidak suka atas keceplosan mulut pembantu.
"Uupsst, maaf Tuan."
"Tidak usah marah, Chris. Bibi mungkin juga kepo saat ada ketengangan diantara kalian berdua tadi."
"Tapi tidak harus gamblang menceritakan semuanya," Kekesalan berkata.
__ADS_1
"Maaf ... maaf, Tuan. Atas kecerobohan mulutku ini."
"Hhhh, ya sudahlah, Bik. Lagian Mia sudah tahu!" Kepasrahan yang langsung menjalankan mobil lagi.
Mia sudah melihatku dengan sedikit seyuman mengejek. Mungkin kelihatan konyol sikap barusan. Sebuah aib bagiku, tentang kisah dengan orang lain akibat batal menikah, namun bagi orang lain itu sebuah cerita yang enak dighibahkan.
"Mungkinkah dihatimu masih ada luka, atau kamu tidak rela melihat dia bersama pria itu, sehinggga bisa mengatakan kalau aku ini adalah tunanganmu?" Mia kembali mempertanyakan atas kecerobohan ucapan.
"Emm, gimana yah."
"Dari sikap kamu aku bisa menebak, kalau kamu masih mencintainya tapi masa lalu telah menghalangi semuanya," tebak Mia.
"Entahlah, Mia. Dibilang cinta tapi hatiku sakit."
"Kamu yang sabar. Cinta memang tidak mudah didapat bagaikan langsung membalikkan tangan, mengungkapkan perasaan langsung bisa mengenggam seutuhnya. Ada kalanya ingin cinta sejati, kita harus berjuang dan berani melewati segala rintangan. Kadang manusia tidak sabar ingin segera memiliki, sehingga tanpa pikir panjang lagi mengambil keputusan sesaat, sampai-sampai banyak kasus anak muda sekarang menikah banyak rumah tangganya sering goyah. Oleh apa! karena mereka terlalu cepat mengambil keputusan. Banyak kasus malah terjebak dengan pernikahan, yang ujung-ujungnya pasti malah diujung tanduk perpisahan. Semoga kita terhindar dari hal-hal kayak begituan. Makanya berpikirlah lebih dewasa lagi, agar kamu tidak menyesal kemudian hari," ucapan panjang lebar Mia, yang terdengar dewasa sekali.
"Apa yang kamu katakan ada benarnya. Amin semoga kita terselamatkan dari itu semua."
"Aku sangat mencintai wanita itu, tapi entah mengapa dia tidak melihat dasar ketulusanku," Mencoba curhat kepada Mia.
"Mungkin ada sesuatu alasan yang membuat dia begitu. Memang tidak mudah mendapatkan hati wanita, yang akan benar-benar tulus berbalik membalas mencintai kita. Harus berjuang dan ngetes sebatas mana dia berbalik bisa memberikan ketulusan hati, makanya jangan gegabah memilih wanita dizaman sekarang. Banyak cara untuk mencari yang instan, sehingga kadang banyak yang melenceng dari aturan."
"Emm. Tapi dia gadis yang berbeda, walau status kami bagai langit dan bumi. Kalau kamu sudah mengenal dia, pasti akan nyaman bersamanya."
"Wah, benarkah itu? Kelihatannya wanita unik, sehingga Chris seorang anak kolongmerat bisa jatuh hati pada gadis biasa seperti dia."
"Aaah, biasa saja kali." Suasana berubah jadi tidak sedih lagi.
Mia berhasil mencairkan suasana. Rasanya hati begitu plong saja setelah bercerita, mungkin ini efek sepantaran umur kami, jadi nyaman saja kalau berkeluh kesah tentang hubungan percintaan anak muda.
"Serius, penasaran sama wanita itu."
"Nanti kamu juga akan kenal dia. Btw, maafkan aku sudah membuat kamu hari ini kerepotan akibat ulahku," Cakap tak enak hati.
"Iya, Chris. Santai saja. Aku orangnya tidak akan mempermasalahkan hal kayak gituan, dan sekarang senang saja mendengarkan alasan kamu bisa melakukan itu."
"Thanks."
"It's Ok."
Obrolan demi obrolan terus terjadi. Mia orangnya asik diajak bercerita. Cukup nyaman punya teman seperti dia. Awal yang sedikit canggung diantara kami, setelah banyak bercerita mengenai diri masing-masing jadi akrab dan tak malu-malu lagi.
__ADS_1
Kali ini aku tidak akan melupakannya, telah menghancurkan hatiku dua kali, karena aku tidak pernah bisa membenci. Ketika hati terluka, air mata menemukan jalannya. Tidak peduli seberapa parah hati hancur, dunia tidak akan berhenti untuk ikut merasakan kesedihan ini.