
VISUAL SEMUA PARA PEMERAN
Aditya Wijaya Putra
Pemeran utama. Baik, periang, suka bercanda, bos dibidang fashion, banyak disukai wanita. Ketampanannya banyak menjadi rebutan. Selalu menyesal atas perbuatannya, namun berusaha memperbaiki dan memberikan yang terbaik.
Adriana/ Ana
Pememran utama. Orang miskin, baik, ramah, supel, selalu teraniaya tapi kuat dalam menghadapi cobaan apapun itu. Mencintai tulus tapi selalu dikecewakan. Berusaha bangkit namun selalu jatuh, tapi tak kenal lelah untuk terus bersabar atas cobaan.
Salwa
Penganggu. Orang kaya, kejam, angkuh, mau menang sendiri, mencintai Adit, teman lama Adit. Sikapnya selalu dibenci orang, namun tak kenal takut juga jika kena masalah.
Rudi
Sekertaris sekaligus kaki tangan Adit : Baik, suka bercanda, ceria, playboy, suka sekali jahil sama Bos. Mata duitan ingin membahagiakan para pacarnya.
__ADS_1
Edo
Teman Ana satu profesi atas pekerjaan. Egois, baik, suka menolong dan ingin terus mengincar pujaan hatinya.
Bowo
Kakak ipar adik teman Adit. Sombong, suka kasar, bikin ulah tapi ada sisi baiknya.
Cewek penggoda. Selalu teraniaya, cantik, sexy, banyak disukai para pria. Janda yang selalu membuat terpesona orang.
Putri
Teman Adit : Baik, lemah lembut, suka cenggeng dan selalu rapuh. Cinta mati sama pujaan hati.
__ADS_1
Bapak Ana
Selalu ada untuk anaknya, baik, ramah. Apapun yang terjadi sama anak selalu mendukung, walaupun merasa sedih juga atas kehidupan rumah tangga sang anak sendiri. Tak kenal lelah agar anak dapat yang terbaik.
Mama Adit
Murah senyum, baik, ramah. Sangat menyayangi menantu. Tidak kenal lelah dan berusaha membuat rumah tangga anak serta menantunya tetap utuh. Selalu ada disamping Ana.
Cuplikan part
"Aku tak akan melepaskanmu lagi, Ana! Cukup enam tahun saja diriku melepaskanmu dan kehilangan. Kali ini aku berjanji, akan tetap terus mengenggam erat tanganmu lagi, dan selamanya takkan kulepaskan. Diri ini akan terus memelukmu, disetiap kerinduan ini datang menerpa. Izinkan diri ini memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu, yang mana telah menyakitimu, maafkan aku Ana!" ucap mas Adit penuh rasa penyesalan.
"Mas Adit kumohon, lepaskan dulu. Mas Adit jangan begini!" perkataanku yang agak sedikit terhanyut atas ucapan suami. Sepertinya dia sangat menyesal dan merindukanku.
"Tidak Ana ... tidak! Aku mohon Ana, tetaplah dalam pelukanku. Sekarang ini benar-benar sangat merindukanmu," tolak ucapnya.
"Aku mohon jangan begini."
"Tidak bisa. Maafkan aku, yang telah menorehkan luka dalam hatimu," imbuhnya berucap.
"Tapi mas, aku mohon kamu jangan begini," jawabku yang sesekali meyakinkan, bahwa tindakannya sekarang salah.
"Gak ada tapi-tapian, aku mohon maafkan kesalahan yang dulu, dan kembalilah padaku," Suara parau mas Adit memilukan, terdengar sudah meneteskan airmata yang masih memelukku dari belakang.
Tak kuasanya diri ini melihat dan mendengarkan suami yang dulu kucintai, kini sudah menangis sedih, sehingga membuat bajuku sedikit basah oleh tetesan airmatanya.
>>>>>>
Banyak ke uwuan dalam novel ini, semoga suka dan terus mengikuti kisahnya. Persoalan demi persoalan rumah tangga akan tersaji dengan apik, oleh segudang rasa cinta yang diberikan Ana, namun suami telah berani mengecewakan.
Penasaran 'kan???? Yuk ikuti terus kisahnya๐
__ADS_1
Terima kasih yang masih mengikuti dan setia sama karya author remahan ini. Tiada kata selain terima kasih, dan sukses, sehat selalu bagi para pembaca yang sudah hadir๐
๐๐๐๐๐๐Terima kasih dan semangat terus untuk kalian.