Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
Dalam Mimpi Hadir. Season 2


__ADS_3

Setiap manusia pastilah ingin untuk mendapatkan kebahagian. Sesuatu yang menyenangkan tentu akan menghantarkan kepada kebahagiaan. Terlebih, satu kebahagiaan yang hakiki atau yang sesungguhnya.


Sebagian orang menganggap bahwa kekayaan adalah kunci dari kebahagiaan. Nyatanya hal ini tidak sepenuhnya benar, ada hal lain yang lebih tinggi derajatnya ketimbang kebahagiaan itu sendiri.


Nilai utama kebahagiaan itu bukan terletak pada seberapa banyak harta yang seseorang miliki. Bahkan pada keadaan-keadaan tertentu, harta tidak bisa menjadi bahan alternatif untuk melakukan negosiasi.


Sedangkan makna kebahagiaan yang hakiki itu dibagi menjadi tiga bagian, pertama adalah ketika seseorang mendapat nikmat maka dia bersyukur, kedua ketika mendapatkan musibah maka akan sabar dan tabah, ketiga ketika seseorang melakukan kesalahan maka dia akan meminta ampun dan beristigfar. Itulah makna kebahagiaan yang hakiki


Satu kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT dalam kehidupan keseharian adalah hidup berkeluarga. Sebagian dari kita diberikan karunia memiliki pasangan dan juga anak-anak. Hal ini menjadi satu karunia tersendiri karena ada sebagian manusia yang juga mengharapkannya namun masih belum mampu memperolehnya.


Sabar dalam menghadapi kehidupan dunia yang juga penuh dengan lika-liku kehidupan. Karena tentu bagi orang beriman, kehidupan ini akan penuh dengan cobaan dan ujian untuk bisa menundukkan hawa nafsunya. Namun, tentu, dari usaha menundukan hawa nafsu ini, hadiah yang diberikan tak main-main, ada hadiah besar di sana yaitu surga Allah yang abadi.


Amalan apa yang membuat kemudahan bagi setiap muslim untuk bisa berkumpul kembali bersama dengan anggota keluarganya kembali di surga kelak? Jawabannya adalah kesabaran. Dengan kesabaran inilah, Allah SWT akan menganugerahkan surga sebagai balasan yang indah dan abadi.


Hidup berkeluarga tentu penuh lika-liku. Ada sejumlah trik tersendiri untuk mampu mempertahankan keluarga ini. Selain itu, dalam Islam, ada pemenuhan hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh masing-masing personil. Kehidupan keluarga juga dinyatakan sebagai satu tangga termudah untuk menggapai ridho Allah SWT guna menuju jannah-Nya.


Bagi siapa saja, anggota keluarga mana pun yang diberikan karunia untuk bisa berkumpul kembali bersama dengan anggota keluarga maka ini adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki. Inilah bentuk kebahagiaan yang dirindukan oleh setiap manusia.


Saat ini ada banyak cara untuk mencapai kebahagiaan, akan tetapi kebahagiaan itu tidak hakiki. Seperti halnya ketika seseorang sudah mencapai target harapannya, orang itu hanya akan merasakan rasa puas dan bahagia yang hanya bersifat sementara.


********


Setiap hari akan selalu terjaga menunggu pagi, mengharapkan dia yang kusayangi bisa hadir kembali.


Mimpi, ya itulah yang terjadi. Semua hanya angan-angan belaka yang tidak akan terjadi. Mungkin terlalu naif memikirkan hati, namun perasaan yang sudah ada tidak bisa dibuang begitu saja.


Mingkinlah aku hanya wanita terbodoh, menanti sebuah harapan yang tidak bisa tergapai. Begitu menikmati indahnya dialam khayalan, membuat diri sampai tenggelam ke dasar jurangnya cinta, yang tidak bisa tersentuh lagi.


"Oh Tuhan, kenapa aku selalu rapuh? Sampai kapan semuanya berakhir?."

__ADS_1


"Apakah aku salah terlalu berharap lagi oleh cinta? Apakah semua tidak bisa digapai lagi, setelah semuanya hilang terbawa oleh takdir? Oh Tuhan, sampai kapan aku akan tetap begini? Terus berharap pada cinta yang sudah hilang. Apakah sampai nyawa tercabut dari badan, bisa lepas oleh jeratan cinta kak Adrian?" Dibalik gorden kutatap langit-langit pagi yang masih meremang-remangkan gelapnya.


Indah, sejuk, segar. Mata terpejam agar bisa menikmati keindahan alam itu. Tangan terbentang, sambil hidung terus menghirup udara dingin yang menusuk tulang. Tidak peduli akan rasa dingin yang menerpa, sebab hanya ingin merasakan jiwa ini tenang, ketika ingatqn kembali akan wajah kak Adrian.



Bayangan yang tadi malam mencengkam kembali hadir. Dalam mimpi wajahnya begitu nampak tersenyum indah, namun tak sepatah kata terucap dari bibir sexynya. Tiap hari selalu begitu. Terlalu lelah menghadapi.


"Apa yang terjadi dengan hatiku? Tiap kali harus menunggu? Semua terlalu menganggu, hingga tiap kali terus terjaga akibat tak rela melepaskanmu. Entah kapan malam itu akan terhenti. Sampai kapan malam terus menghantui?."


Kata cinta yang selalu tergiang ditelinga makin memasung hati. Ya, aku rindu akan kasih sayangnya yang selalu memanjakanku. Rindu akan canda tawa kami kala bersama. Rindu kala telapak tangan besarnya menyentuh rambut ini. Rindu senyuman manis yang menenangkan jiwa.


Ceklek, suara pintu telah terbuka.


"Karin?" Suara Ibu memanggil.


"Iya, Bu!" Akhirnya kusudahi berteman dengan angin dan embun pagi.


"Iya, Bu. Terima kasih sudah disiapkan." Tangan punggung beliau langsung kucium.



Beliau sudah berpakaian buruk Khusus untuk bekerja disawah. Capil untuk menutup kepala dari terik matahari sudah terbawa ditangan beliau.


"Sama-sama, Nak. Apa kamu tidak kerja?" tanya keheranan beliau.


"Kerja, Bu. Sebentar lagi akan siap-siap."


"Ya sudah, hati-hati dijalan nanti."

__ADS_1


"Iya, Bu."


Netra beliau menatapku dengan sorotan penuh penyelidikan.


"Apa ini, Nak?" Jari beliau sudah mengusap diarea bawah kantung mata.


Begitu terkejut saat Ibu memergokkiku, ada sebuah lelehan airmata yang sempat jatuh. Mungkin inilah yang dinamakan reflek cinta yang sangat merindukan.


"Hehhehe, biasalah, Bu."


"Apa almarhum nak Adrian sangat menghantui hatimu?" Beliau curiga lagi.


"Tidak ada, Bu. Karin tadi hanya saja tiba-tiba merindukan sosoknya. Tadi tidak sengaja ketika membayangkan airmata itu jatuh."


"Jangan terlalu larut terus-menerus akan kenangan, Nak."


"Sumpah, Bu. Tadi memang tidak sengaja. Bahkan Karin sampai menitikkan airmata saja tidak terasa."


"Hhhhh, cintamu begitu dalam dan Ibu sangat paham kalau kamu masih susah melupakan."


"Insyaallah, sudah bisa sembuh. Tapi entah mengapa jika ada sekelebat bayangan tentang dirinya, Karin akan kembali msrasakan kesedihan yang teramat dalam."


"Ibu tahu sekali. Kamu yang sabar dan tetap kuat menghadapi ini. Cinta yang hilang lupakan. Kembalilah bangkit membuka lembaran baru, agar luka bisa diobati oleh hadirnya cinta yang baru. Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu, jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah."


"Iya, Bu. Terima kasih. Walau diriku tak terlahir dari rahimmu. Kasih sayangmu melebihi anak sendiri, dan selalu mengutamakan diriku yang belum pantas jadi anak yang berbakti."


"Shuuutttt, tidak ada anak yang terlahir itu tak baik, walau itu bukan dari rahim Ibu sendiri. Anak akan baik jika didikan juga baik. Kamu anak penurut jadi bisa dipastikan budimu juga baik. Ibu bangga dan senang Tuhan telah mempertemukam kita."


"Iya, Bu. Terima kasih." Tubuh beliau langsung kupeluk.

__ADS_1


Tuhan memang mempunyai rencana yang baik, walau awalnya banyak misteri yang belum terpecahkan. Keadaan yang yatim piatu dari panti asuhan, alhamdulillah banyak dikelilingi orang baik walau sempat gonta-ganti orang.


Pernah merasakan kekayaan dan kemiskinan. Tapi tidak akan pernah merubah sikapku yang selalu mengutamakan sederhana dan menyombongkan diri. Bagiku buat apa kita membanggakan sesuatu didunia ini, sedangkan semuanya hanya titipan Tuhan yang harus kita jaga. Semua tidak ada yang kekal dan abadi, kecuali kehidupan setelah kematian yaitu akherat syurga dan neraka.


__ADS_2