
Hati yang terluka terus saja tersayat pilu.
Senja berlayar mempesona bak bidadari bermahkotakan permata.
Permadani mengundang seribu cerita dengan corak keindahan.
Menghentikan langkahku dengan pilu dalam dekap yang berselimut rindu.
Kepadamu hati yang telah hilang saat pergi jauh nan dimata.
Aku begitu tak tahu kabar Karin sekarang dimana? Yang jelas aku sudah mencari dimana-mana namun tak kunjung jua kutemukan dirinya. Kesalahan yang fatal telah menyiksa sekali bathin ini, saat wanita yang ingin kugenggam erat kini hilang entah kemana.
"Dimanakah kamu sekarang, Karin? Aku sangat merindukanmu. Maafkan aku yang telah melupakan semua kejadian malam itu, hingga kamu kini telah hilang bagai ditelan bumi. Ya Tuhan, jika dia memang masih hidup maka pertemukanlah kami segera, tapi jika dia sudah meninggal tunjukkan dimanakah kuburannya. Aku sangat ingin sekali bertemu dengannya, walau hanya sekali saja. Apakah aku telah salah jika tak menemukannya? Tapi rasa ingin memperbaiki kesalahan itu, begitu mengebu untuk segera kutebus," guman hati sedang galau dengan menatap lalu lalang kendaraan dari balkon atap kampus.
"Bagaimana Adrian? Apakah kamu telah menemukan Karin?" tanya sahabatku Bayu.
"Belum. Entah dari mana lagi aku akan memulai mencarinya. Rasanya cukup lelah sekali sudah berkeliling dari sudut kampung ke sudut kota untuk mencarinya, namun semua usaha itu hanya sia-sia saja," keluhku pilu dengan tangan masuk dalam kantong celana.
"Kamu yang sabar dan harus selalu kuat untuk tetap mencarinya. aku yakin Karin akan kita temukan, walau waktu belum sempat mendukung," ucap teman mencoba memberi semangat.
"Makasih, Bayu. Kamu selalu memberikan aku semangat untuk terus mencari keberadaan, Karin," jawabku memberikan senyuman manis tapi seperti tidak ada tenaga lagi.
"Sama-sama kawan. Kita adalah teman baik, maka aku juga akan berusaha membantu kamu untuk menemukan dia," imbuh teman berkata.
__ADS_1
"Iya, terima kasih."
Dendangnya alunan merdu tiap bait kasihmu, tanpa jemu untuk terus saja kuungkapkan.
Ku lukis seribu rindu disetiap waktu untuk kamu.
Senyum indah yang selalu engkau torehkan dikala itu, menjadi sayatan rindu yang terus menggunung dilubuk hatiku.
Sepenggal jejak kisah yang belum usai, telah engkau tinggal menjadi cerita yang tenggelam.
Sedih rasanya saat hati ini mulai berlabuh namun engkau tak disisi.
Kini langkah mencoba turun bersama temanku Bayu, untuk mengikuti segera pelajaran sesi berikutnya. Selangkah demi selangkah akhinya perjalanan kami sampai juga, didekat ruang yang menjadikan diri ini untuk menuntut ilmu.
"Hei sayang!" sapa suara Yona manja kepadaku.
Seketika Yona menundukkan kepala, dengan meciutkan nyali akibat aku membentak dengan nada kasar sebab amarah.
"Jangan pernah memanggil dengan sebutan sayang lagi padaku. Itu sangat membuatku jijik dan tak sudi kamu panggil begitu," keluhku marah.
"Kamu kok gitu sih, Adrian. Aku sudah berkali-kali bilang maaf kepadamu atas kesalahanku kemarin pada Karin," tutur Yona yang terdengar mulai sendu.
__ADS_1
"Bagiku perbuatan kamu itu tak bisa dimaafkan selamanya. Mana ada aku yang tak pernah menyentuh kamu sama sekali, tapi ngaku-ngaku telah menodai kamu, hingga kamu dengan teganya telah membuat drama kehamilan, supaya diri ini masuk jebakan dalam usaha kamu untuk menikah denganku. Ingatlah, Yona. Kamu adalah orang pertama yang akan kubenci selama-lamanya dan tak akan pernah kumaafkan, sebab akibat ulah kamu yang gila itu, diriku telah kehilangan sosok adek dan wanita yang seharusnya jadi tanggung jawabku," cakapku penuh emosi memarahinya.
Tanpa merasa iba, aku terus saja berbicara menyalahkan Yona. Semua anak-anak dan teman kampus melihat aksi kami yang sedang seperti orang bertengkar. Aku tak peduli lagi atas airmata Yona yang terus saja keluar mengalir, sebab bagiku Yona adalah wanita licik yang selalu saja memerankan banyak drama. Rasa henci dan muakku padanya begitu kuat, hingga rasa benci dan marah selalu saja tertuju padanya.
"Tapi, Andrian. Aku sudah bilang bahwa diriku melakukan itu sebab aku mencintai kamu, dan sudah berulang kali aku meminta maaf sama kamu, tapi kenapa kamu selalu saja marah-marah dan menyalahkan aku terus," keluhnya yang masih dalam tangisan.
"Cinta? Apa yang kamu bilang tadi, cinta? Kalau kamu memang ingin mendapatkan cinta dan hatiku dengan tulus, maka kamu tak akan melakukan perbuatan licik dan membahayakan itu. Meminta maaf saja bagiku tak cukup. Apa kamu tak berpikir dan membayangkan bagaimana hancurnya Karin waktu itu, saat mengetahui kita akan menikah, hah? Sampai-sampai dia pernah nekat mengakhiri hidupnya, karena tak terima atas pertunagan drama kamu itu. Kamu memang patut kena marah dan disalahkan, sebab memang semua itu asal muasalnya adalah dari kelicikan dan kecorobohan kamu telah melakukan kesalahan fatal," imbuhku berkata ngegas lagi.
Ingin sekali rasanya tangan memukul wajahnya, namun untung saja dia adalah perempuan, jadi diri ini hanya bisa menahan dengan mengepalkan tangan saja.
"Sudah ... sudah, sabar Adrian. Ayo kita masuk kelas saja. Lihat! Sudah banyak teman-teman kita yang menyaksikan kegaduhan ini," cegah Bayu yang merasa tak enak, sebab sudah semakin banyak orang yang tengah menonton.
Tanpa banyak kata lagi, aku menurut saja saat Bayu menarik tanganku. Kutinggalkan Yona begitu saja, saat dia tak behenti sedang manangis tersedu-sedu. Tak kupedulikan lagi jika teman-teman mencapku sebagai seorang laki-laki yang tega mempermalukan wanita seperti Yona, sebab yang jelas aku bisa mengeluarkan uneg-uneg dan kemarahanku yang selama ini terpendam untuk Yona begitu plong. Namun semua masih membuatku cukup gelisah, saat Karin belum ditemukan lagi.
Kesalahannya benar-benar tak bisa dimaafkan, hingga berkali-kali saat tak sengaja bertemu dijalanpun aku menyapanya hanya dengan tatapan sinis tak suka. Berkali-kali dia sering juga meminta maaf, namun aku tak serta merta menuruti permintaannya itu, karena bagiku pintu maafnya kini sudah kututup.
Langkahku mulai lelah kembali, tanpa peluk kasihmu dalam lingkaran waktuku.
Bulir bening sering kali berjatuhan, tanpa kata-kata lagi yang berani menyekat tetesan embun itu.
Diriku benar-benar kehilangan arah tanpa dirimu saat engkau tak disisiku lagi.
Engkau pilar kasih yang abadi tak tertukar dengan apapun didunia ini.
Tak akan menyerah begitu saja, untukku menemukan Karin. Walau sejuta rintangan yang menghadang tetap akan kuusahakan menemukannya.
__ADS_1
"Aku yakin kamu masih hidup, Karin. Maka dari itu aku tak akan kalah oleh waktu, untuk terus berjuang mencari keberadaan kamu. Semoga saja kamu baik-baik saja diluaran sana, tanpa ada yang melukai maupun berbuat jahat padamu. walau kamu tak disisiku lagi, tapi panjatan do'aku akan terus mengiringi setiap langkahmu diluaran sana. Aku merindukanmu Karin, cepatlah kembali padaku," ucapku dalam hati ketika rindu begitu mengebu datang.