Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
Pengumuman


__ADS_3

Rasanya sungguh tak nyaman sekali, saat Putri telah memelukku secara tiba-tiba didepan istriku sendiri. Berkali-kali aku berusaha untuk melepaskan diri dari pelukannya, tapi kenyataannya sebuah kesia-siaan saja, sebab Putri terlalu kuatnya memeluk.


Senyuman kecut namun ramah telah kuberikan, biar Putri merasa lega atas kedatanganku, yang katanya dia sudah terlalu lama menunggu dan merindukan. Terlihat wajah Ana hanya terpaku dengan ekspresi sedang sedih, namun bersikap senormal mungkin seperti biasa.


"Kamu kok lama banget tidak pernah menemuiku lagi, Adit!" Suara Putri bertanya manja.



"Maaf ya Putri, sebab sekarang ini diriku biasanya selalu disibukkan dengan urusan pekerjaan," jawabku sebisanya.


Dia wanita yang masih sama, yaitu selalu manja walau usianya sudah dewasa.


"Gimana? Kamu masih ingat 'kan siapa diriku?"


"Iya, aku sangat-sangat ingat sama kamu, sebab dalam pikiranku hanya namamulah yang terukir," ungkap Putri.


Deg, aku sedikit terkejut kecil atas penuturan Putri, sebab apakah benar yang dikatakan Ana, kalau Putri itu sakit gara-gara diriku.

__ADS_1


"Aaah ... sungguh aku tak percaya, seandainya Putri sakit gara-gara diriku. Tapi kenapa? Kok aku bisa terlibat atas sakitnya," guman hati yang terus bertanya-tanya.


Wajah Putri yang masih imut dan cantik, kini menampakkan aura kegembiraan, saat diriku telah muncul dihadapannya.


"Hey ... bolehkah kita kenalan?" sapa Ana, dengan tangan tersodor ingin menyalami.



Putri hanya menatap sinis ke arah Ana, seperti tidak suka sekali pada Ana. Netra Putri terus memperhatikan Ana yang tengah berdiri dihadapannya dari atas sampai bawah. Tangan Ana kembali ditarik, sebab Putri tak berbaik hati menyambut balik jabatan tangan Ana.


"Siapa dia, Adit?" tanya Putri penasaran.


"Aku adalah teman satu kantornya, yang boleh dibilang adalah sekertaris mas Adit," jawab Ana berbohong.


Aku hanya bisa melototkan mata ke arah Ana, sebab tak percaya atas ucapannya barusan. Sungguh hati kian bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan istriku Ana sekarang, yang telah berani berbohong atas status kami.


"Ooh, aku pikir kamu adalah pacar Adit! Maaf ya atas sikapku barusan, sebab aku sedikit merasa tak senang, jika kamu itu sungguhan adalah pacarnya. Perkenalkan namaku adalah Putri," cakap Putri balik mengulurkan tangan, dan Ana kelihatan tersenyum ramah sambil menerima baik jabatan tangan itu.

__ADS_1


"Aku adalah Ana sekertaris Mas Adit."



"Aaah .... aaah, apa ini? Apakah aku akan menerima masa-masa sulit lagi, membina rumah tangga bersama Ana. Ya Allah, maafkan aku jika Ana sakit hati maupun terluka lagi, sungguh aku tak bermaksud menyakitinya, sebab semua ini memang diluar dugaaanku," guman hati yang tengah berdoa.


Karya ini akan ditamatkan sampai episode ini๐Ÿ™akan ada sambungannya di volume 2.


Terima kasih untuk semua orang yang sudah memberikan like, gift, komentar, dan selalu mengikuti karya setiap kali sudah update.


Tidak ada kata lain selain terima kasih. Semoga Allah akan membalas semua kebaikan kalian. Amin.


Semoga yang sudah meluangkan waktu untuk mampir dikarya ini, akan sukses di real lifenya, sehat selalu untuk kalian dan keluarga. Selalu dalam lindungan Allah, dan terhindarkan dari marabahaya apapun itu. Apa yang diinginkan atau tercita-citakan segera terkabul dan sukses. Rezeki semakin lancar dan mengalir deras dari arah yang tidak disangka-sangka.


1 kebaikan kalian dengan memberi 1like, semoga diiringi 1000 kebaikan juga. Orang yang baik akan selalu dikelilingi orang baik.


Bagi kalian like, komentar, gift tidak ada apa-apanya๐Ÿ™tapi bagi author remahan rempeyek ini sangat berarti, sebab bisa menaikkan karya dari viewrs dan performa karya. Semoga kebaikan itu, akan tumbuh beribu kebaikan dikehidupan kalian.

__ADS_1


Thanks all๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2