Terjerat Overdosis Cinta

Terjerat Overdosis Cinta
END. SEASON 2


__ADS_3

Flasback sebelum ketemu Karin.


Matahari cukup menyengat. Berkali-kali tangan menyeka peluh dikening. Mata begitu silau memandang ke atas. Panasnya bikin tenggorokan makin kering. Rasa lelah mulai menghampiri. Netra melihat ke kanan kiri, mencoba mencari tepat duduk untuk berteduh.



Sampai akhirnya setelah mencari, nampak sebuah rumah yang didepannya ada pohon mangga lumayan besar, dan cukuplah untuk diriku duduk meredakan rasa lelah.


(Keterangan : Karin duduk di bawah pohon, agak masuk gang. Chris lewat ketika berlari, tidak mengetahui dan nampak kalau Karin sebenarnya belum sampai ke jalan raya besar)


Rasanya ingin minum, tapi sayangnya tidak membawa bekal setetes air sedikitpun. Tangan terus mengipas-ngipas tengkuk, agar hawa panas yang menyengat bisa diredakan. Bawah pohon cukup nyaman dan anginnya cukup semilir untuk menjaga tetap tidak kepanasan. Angin bertiup sepoi-sepoi, namun masih saja bikin badan gerah.


Beberapa menit kemudian mengistirahatkan, akhirnya gerah dibadan sedikit mereda. Tidak ingin pulang terlalu kesiangan, maka perjalanan ingin kulanjutan.


Flasback ditutup


Dari kejauhan samar-samar melihat Chris yang kelihatan bermuka masam. Kepalanya tertunduk terus, tanpa melihat arah jalan raya dan kendaraan yang berlalu lalang.


"Ada apa dengan kamu, Chris? Kenapa kau kelihatan murung dan sedih begitu," Hanya bertanya dalam hati dan ingin segera menghampirinya.


Melepaskan pelukan setelah bertanya dan menyapa.


Rasanya tak tega juga mendengar dia terisak. Mungkinkah Chris butuh jawaban tentang perasaan kami masing-masing?


"Aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu?"


"Katakanlah."


"Kamu tahu kalau aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kamu seakan-akan terus menghindar bahkan menolak. Seharusnya kamu tahu gimana kacaunya diririku. Kenapa selama ini kamu tidak pernah tahu betapa sayangnya diriku?" Chris mengungkapkan uneg-uneg.


"Maaf, sebab aku benar-benar tidak pernah tahu akan dalamnya cintamu. Aku sebenarnya menunggu dan terus menunggu agar kau bisa kembali padaku." Giliran terisak.



"Benarkah yang kau katakan?"


"Apakah kau tahu jika selama ini terus berharap akan kehadiranmu kembali. Dan pernah terbesit kalau kau tidak sesayang itu lagi padaku. Sekarang sadar bahwa tanpamu duniaku terasa sepi, bahkan canda tawamu ituah obat laraku selama ini. Sungguh bodoh mengabaikam kamu." Chris mengungkapkan lagi isi hatinya.


"Tapi sekarang sudah memutuskan, kalau aku ingin kau mau menjadi pendampingku lagi, dan terutama jangan pernah menyakitiku lagi. Aku mohon, karena aku sangat ... sangat mencintaimu."


"Iya, Chris. Aku juga mencintaimu."


Seketika tubuhku kembali dipeluknya. Sungguh sentuhan yang hangat dan selama ini kurindukan. Sepatah kata tidak terdengar dari mulutnya, tapi cukup tahu kalau Chris sudah memberikan dengan cara memeluk bahwa dia masih begitu dalam menyayangiku.


"Terima kasih kau sudah mau kembali padaku. Maafkan aku jika selama ini ucapan membuatmu sakit hati. Aku menghindarimu bukan berarti tak sayang, namun tidak mau melihat airmatamu terus jatuh, saat aku menghalangi kisahmu dengan Adrian dulu," pelukan makin dipererat, dan rasanya Chris seperti tak mau melepaskannya lagi.


__ADS_1


"Iya, Chris. Kita sama-sama salah dan bohong akan perasaan masing-masing. Mulai sekarang jangan ada rahasia diantara kita. Cukup kamu jujur, pasti aku akan mengerti akan rasa cinta diantara kita ini," ucapan yang menyayat, mengenang akan dirinya sempat terlupakan dulu.


"Iya, sayang. Terima kasih."


Banyak orang disekitar kita begitu tulus menyayangi, namun sebuah kesalahan masa lalu, shingga orang itu begitu kita lupakan dengan menyakitinya. Wajah akhirnya bisa tersenyum lebar kembali, merasakan lagi getaran-getaran cinta.


Kebahagiaan hakiki saat kita bisa memiliki orang terkasih sampai menua bersama. Takdir tidak bisa ditebak, apakah kisah itu akan berjalan mulus diawal-awal, ataukah akan merasakan pahitnya kesedihan.


>>>>>>


..


Akhirnya terasa bahagia. Karin kembali kudapatkan. Orangtua kembali memberikan restu, walau sempat ada penentangan, namun akhirnya mengalah juga saat melihat wajah sedih itu jika tidak bisa bersamanya.



Menginginkan menikah dengan seseorang yang dicintai. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.


Ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, keduanya berarti sudah yakin satu dengan yang lainnya.


Menjalani pernikahan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut memerlukan banyak persiapan, baik secara fisik maupun mental. Baik secara materi atau pikiran.


Semuanya diperlukan untuk menghasilkan rumah tangga yang baik dan dapat berjalan dengan sangat lancar.


Saling percaya dan saling cinta menjadi satu di antara kunci yang akan menyatukan pasangan selamanya. Perasaan cinta akan benar-benar dapat dibuktikan melalui sebuah pernikahan.


Jika melangkah ke tingkat tertinggi, beruntunglah yang tetap bertahan dan menjadikan cinta hanya ujian dan kesabaran sebagai penjaganya.


Jangan terlalu yakin jika kita benar-benar mencintai pasangan kita, karena dalam pernikahan dibutuhkan jatuh cinta setiap harinya.


Lelah itu biasa, kecewa itu wajar. Namun, percayalah dalam pernikahan bukan tentang seberapa kali lelah dan kecewa, melainkan tentang seberapa lama dan kuat engkau bertahan.


"Terima kasih, Adrian. Karena bukan dirimu, aku tidak akan bertemu bidadari yang selama ini kudambakan. Walau kita sempat bertengkar, namun maksudku itu hanya tak ingin Karin tenggelam akan jerat cintamu yang sudah tega melukai hatinya."


"Aku hanya ingin menjaga dan melindunginya saja. Maafkan aku jika selama ini sudah kasar ataupun berucap yang membuat kamu marah. Wanitamu akan selalu kujaga dengan baik. Aku sangat mencintainya, maka tak akan sedikitpun kulukai. Terima kasih, sudah membuat takdir kami kembali bersama. Aku disini hanya bisa berdoa agar kau tenang disana. Diampuni dosa-dosa dan ditempatkan disisiNya yang terbaik. Thanks, kawan!" ucapku dalam hati.


Sebelum kami berdua melaksanakan rencana untuk menikah, tak lupa untuk menyempatkan sambangi pemakaman Adrian.


Semua berkat dirinya, tak lupa aku terus mengucapkan terima kasih. Takdir seseorang memang tidak akan tahu ke depannya akan bagaimana, namun kalau kita terus berusaha dan berdoa mungkin secercah perubahan akan terjadi. Tetap semangat menjalani semuanya dengan kesabaran adalah kunci utama.




>>>>


.

__ADS_1


Pasti akan sangat sulit mengucapkannya. Karena sesungguhnya kegagalan dalam sebuah hubungan bukanlah hal yang mengenakan untuk dibahas, jika bukan dengan sahabat atau keluarga yang sangat dekat. Tapi, percayalah setiap orang pasti mengatakan dengan yakin, ”Inilah pilihan yang terakhir.


Ya, sama seperti perempuan lainnya yang mungkin sudah berulang kali mengalami kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan, maka akupun tetap sabar dan terus percaya dengan takdir.


Kita percaya dengan "Takdir". Mungkin kita boleh berencana, tapi Allah yang menentukan. Dan ini adalah perjalanan hidup yang Allah atur. Proses demi proses harus selalu syukuri dan nikmati.


Percayalah pada takdir yang akan membawamu pada kebahagiaan. Jika kebahagiaan itu belum datang saat ini, maka jangan khawatir, karena Tuhan pasti akan memberikan kebahagiaan itu padamu suatu hati nanti. Percayalah!.


Kalimat inilah yang harus ditanamkan dalam pikiran, ”Saya percaya dengan takdir.” Karena jika sudah begitu, semua persoalan yang akan datang nantinya akan bisa teratasi. Jika kemarin adalah waktunya untuk orang lain menemukan cinta sejatinya, maka yakinlah bahwa besok adalah giliran kita.


Ya, kita yang pernah mengalami gagalan, pasti akan tiba saatnya bangkit dan mendapatkan kebahagiaan, kebahagiaan yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.


Cinta perlu dijaga dan dipupuk, dan lahan terbaik untuk menjaga dan memupuknya adalah pernikahan. Pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua insan, melainkan menyatukan juga dua keluarga.



Kebahagiaan tertinggi dalam hidup ini adalah kebahagiaan pernikahan. Tidak ada pernikahan yang paling bahagia tanpa pengorbanan yang tiada henti.


Sukses dalam pernikahan bukanlah dicapai sekedar melalui menemukan pasangan yang tepat, melainkan juga menjadikan pasangan yang tepat.


Semua terpancar kebahagiaan, saat kami berdua benar-benar melangsungkan pernikahan. Chandra maupun Mia juga datang. Semua meriah tanpa sedikit ada kesedihan lagi.




"Terima kasih, Chris. Kamu masih mempercayai tentang rasa cinta hatiku. Kamu laksana cincin yang melingkar dijariku sekarang, yang tak akan pernah kulepaskan lagi. Maafkan aku, yang kemarin selalu membuatmu kecewa ataupun sedih. Mungkin aku terlalu tenggelam dan terpenjara akan pesona kak Adrian."


"Kini aku bahagia tiada terperi lagi. Tanpa kak Adrian, mungkin kita tidak akan bisa duduk dalam pelaminan ini. Semoga kita akan bahagia terus. Keluarga akan tentram dan selalu diberi keberkahan hidup didunia maupun akhirat. Terima kasih, Chris. Aku sangat mencintaimu," Tak jemu-jemu memandang Chris terus, saat dia melontarkan senyuman lebar ke semua tamu undangan.




>>>


Tentang Yona


Setelah selesai menjalani serangkai acara pernikahan. Kami telah dikejutkan berita tentang Yona, sehingga kami berkunjung ke kantor polisi, untuk mencari keterangan lebih lanjut.


Sungguh disayangkan jika wanita yang cerdas dan cantik itu harus dilarikan ke RSJ karena terlalu depresi. Mungkin saja akibat orang yang dicintai sudah meninggal dan mati ditangannya. Dari keterangan pihak kepolisian mengatakan, kalau Yona sering merancau sendiri memanggil kak Adrian terus-menerus. Menjerit dan menangis tanpa sebab, maka pihak mereka harus melepaskan dibalik jeruji.


Setelah banyak penjelasan kamipun meluncur ke rumah sakit jiwa, dimana yona sekarang dalam perawatan dan penyembuhan. Sejahat-jahatnya dia padaku, tapi hati nurani masih ada rasa iba.


Sungguh mengenaskan kondisinya sekarang. Rambut begitu acak-acakan seperti orang tak terawat lagi. Mulutnya terus saja merancau. Pandangan mata kosong. Tanpa terasa saat melihatnya tiba-tiba bulir-bulir ini mengalir, dan Chris yang melihatku hanya mengelus-elus bahu.


END

__ADS_1


Thanks all readers😊


__ADS_2