Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Pembicaraan dengan Ghost!


__ADS_3

"... Kau baik-baik saja?"


POV: Seas


Aku menatap pria dengan topeng di sebelahku. Kalau tidak salah, dia adalah Ghost yang tadi telah menyelamatkanku. Tapi tolonglah, jangan bikin orang kaget. Aku baru saja merasa jantungku meledak saking kagetnya.


"Kenapa kau di sini? Sudah selesai? Menang nggak? Kalah? Cupu banget sih," ucapku dengan nada sinis karena masih kaget akibat Ghost. Karena dia mengenakan topeng, aku jadi tidak tau ekspresi apa yang dia gunakan sekarang.


"Hasilnya seri, dia kabur sih. Dan aku tidak akan kalah ya! Kau pikir aku selemah itu?! Cih! Sia-sia aku membangunkanmu!" Ghost ganti berkata dengan nada sinis, dia bahkan menjewer telingaku seperti anak kecil.


"AW AW AW! SAKIT! KENAPA KAU SUKA JEWER TELINGA SIH?!" Aku berteriak kesakitan sambil berusaha mendorong bahu Ghost menjauh.


"Ack!"


"Eh?" Aku terdiam saat merasakan sesuatu yang basah di tanganku, dan saat aku menatapnya ...


Ternyata bahu Ghost terluka.


Ini ... luka karena bertarung dengan Melga?


Greb.


Saat aku hendak melihat luka itu lebih dekat, tangan Ghost tiba-tiba menggenggam tanganku lalu menjauhkannya dari bahunya.


"Jangan terlalu lama menyentuhnya, ada racunnya. Kita harus segera kembali ke Underworld School untuk mencari penawarnya." Ghost berbicara padaku dengan nada yang serius dan datar. Aku tidak membantah ucapannya itu, dengan sigap aku segera berdiri lalu meregangkan tubuhku sebentar.


"Yap! Ayo! Aku sudah siap!" Aku menoleh ke arah Ghost sambil tersenyum. Topeng yang Ghost pakai, entah kenapa memberi perasaan familiar bagiku. Topengnya bukanlah topeng hewan seperti yang Tone pakai.


Tapi ini lebih mirip topeng hantu tradisional yang dilukis dengan suatu adat khusus.


"Apakah topengku seram?" Ghost tiba-tiba bertanya, mungkin dia sadar karena aku terus melihat topengnya daritadi.


"Um ... kalau dilihat terus tidak sih ... tapi kalau tiba-tiba muncul sepertinya bisa membuat seseorang kena sakit jantung," ucapku dengan senyuman canggung. Ghost lagi-lagi hanya diam, padahal satu-satunya cara untuk membaca perasaanya adalah suaranya saja.


Kalau dia setertutup ini, jangan membaca perasaannya, membaca pikirannya saja akan sangat sulit.

__ADS_1


"Ayo berangkat!" Aku berjalan lebih dulu, dan Ghost mengikutiku dari belakang. Walaupun Ghost sedang dalam kondisi terkena racun, tapi dia tidak terlihat panik, dia malah sangat tenang hingga aneh rasanya.


Sesekali aku melirik lagi ke arah Ghost.


Ghost punya tubuh yang lebih kecil dibandingkan X, apalagi jika dibandingkan dengan Rex. Tapi tetap saja dia lebih tinggi daripada aku. Untuk beberapa alasan, aku merasa sangat tidak nyaman berada di dekatnya.


Apa ya ... aku sendiri juga bingung. Tapi mungkin ... karena aku tidak bisa merasakan hawa keberadaanya?


"Apa kau merasa tidak nyaman di suatu tempat? Gelagatmu aneh daritadi." Ghost yang tiba-tiba berbicara membuatku kaget sekali lagi. Aku langsung menghadap ke depan dan menggelengkan kepala.


"Tidak kok ... hanya saja, aku baru sadar bahwa hawa keberadaanmu sangat lemah. Rasanya jadi sedikit aneh karena aku terbiasa berjalan dengan orang yang menarik perhatian." Aku berbicara sambil mengingat-ingat Sky serta Valeria yang banyak tingkah. Hawa keberadaan Sky dan Valeria menurutku sangat kuat, mungkin mereka juga tidak menyadarinya ... tapi jika ada orang yang berhadapan dengan mereka.


Mereka akan merasakan tekanan yang membuat mereka merasa lebih rendah dibanding Sky ataupun Valeria.


Apa ya namanya ... wibawa? Bukan ... mana mungkin Valeria yang banyak tingkah itu namanya wibawa.


Oh iya. Karisma.


Tapi kalau Ghost ... tekanan yang dia berikan itu berbeda. Tekanan yang dia berikan itu mirip seperti perasaan asing, yang membuat orang bertanya-tanya, apakah benar dia ini manusia?


"Hei ... mungkin kau tidak sadar ... tapi hawa keberadaanmu itu sama lemahnya dengan milikku." Ucapan Ghost langsung membuatku sadar, dan spontan aku menoleh ke arahnya.


"Karena mereka sudah terbiasa dengan kehadiranmu. Coba saja, satu hari kalian tidak bertemu, maka Sky dan Valeria akan merasa asing kembali dengan hawa kehadiranmu." Ghos berbicara lagi, lalu mulai menyusul ke sampingku. Aku terdiam sejenak dan memikirkan perkataan Ghost.


"Apa ini berhubungan dengan seni yang kupakai?" gumamku pelan.


"Bisa jadi, ada orang yang memang punya hawa kehadiran lemah sejak lahir. Dan ada juga orang yang kehadirannya lemah karena dilatih. Dan bisa juga keduanya.


Tapi menurutku ... kau adalah orang yang natural sejak lahir." Ghost mengatakan itu sambil menepuk pelan.


...


"Kenapa kalian semua suka menepuk kepalaku?!" Aku yang sedikit marah langsung menurunkan tangan Ghost lalu bertanya. Ghost menoleh padaku sambil menggaruk lehernya.


"Kenapa ya ... tapi warna rambutmu itu lucu. Apalagi ada hitam di tengahnya. Putih bukan warna asli rambutmu ya?" Ghost menunjuk warna hitam yang mulai melebar di tengah kepalaku. Aku segera memegang kepalaku dan merenung.

__ADS_1


Apa jangan-jangan sudah tumbuh? Kok cepat sekali sih? Sial! Tapi karena sedang ujian, aku jadi tidak bisa mewarnai rambutku ke tempat yang biasanya!


"Kau benar ... putih bukan warna asli rambutku. Warna aslinya itu hitam, tapi ... aku tidak suka rambut hitam jika itu menempel di kepalaku," ucapku sambil cemberut dan menurunkan tanganku dari atas kepala.


"Hoo ... apa gara-gara kakakmu?"


Deg!


Darimana dia tau?!


"... Kau tau?" Aku bertanya dengan nada yang penuh kecurigaan.


"Tentu saja, kejadian itu juga menggemparkan Underworld School. Terlebih lagi, kakakmu adalah orang yang dikenal sangat menyayangi keluarganya." Ghost berbicara padaku tanpa menoleh, kami kemudian saling terdiam tanpa bicara sepatah kata apapun.


"Kau tau banyak ya ... apa kau dulu dekat dengan kakakku?" tanyaku penasaran. Ghost menggelengkan kepalanya. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba tubuhnya sedikit tersentak, tapi segera tenang kembali.


"Kita sudah sampai, jika kau ingin tau tentang kakakmu. Pergilah ke arsip di Underworld School.


Dan sebagai kompensasi atas kejadian kali ini. Aku akan memberitau apa yang harus kalian lakukan agar lolos ujian ke-dua ini.


Dengarkan aku baik-baik.


Sebenarnya tujuan utama dari ujian ke-dua adalah melihat seberapa hebat kemampuan kalian dalam mengumpulkan informasi.


Ya ... lebih tepatnya ini adalah ujian untuk masuk kelas mata-mata.


Tapi karena kalian mendapat masalah, jadi aku anggap informasi ini cukup untuk kompensasinya.


Agar kalian lolos ujian tahap ke-dua, pergilah ke menara di pantai Tenggara Underworld School, di sana akan ada mercusuar yang memberitahu apa yang harus kalian lakukan selanjutnya.


Dah, sampai jumpa!" Setelah mengucapkan itu, Ghost langsung melompat ke atas, dan menghilang begitu saja di tengah terowongan yang gelap ini.


Loh tunggu ...


"KASIH TAU KELUAR TEROWONGANNYA GIMANA WOYY!"

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa likenya ya guys!😭 Ayo guys paksa aku up biar aku ga males😭


__ADS_2