
Benar, ini adalah tes tulis."
"TIIIDAAAAAKKKKKK!"
POV: Sky
FLASHBACK
"SEAS LAMA SEKALI?! DIA NGAPAIN SAJA SAMA REX?!" Valeria yang sudah tidak sabar menendang-nendang tepi taman hingga ada retakan di betonnya. Lain kali, aku tidak akan membuat Valeria marah lagi. Sepertinya selanjutnya tulangku yang akan dia buat retak.
"Mungkin pembicaraan mereka berakhir buntu, lalu Seas dibunuh, tamat," ucapku asal yang dibalas dengan tatapan pembunuhan oleh Valeria.
"Bercanda."
"Candaanmu kurang lucu."
Setelah itu aku dan Valeria saling diam dan tidak berbicara apapun. Kami menunggu Seas yang entah kapan akan keluar dari ruangan Rex.
"Tes tes!
Ekhem!
Ujian ke-4 akan dilaksanakan di gedung darah biru di sebelah Selatan gedung utama! Ingat sisa waktu ujian! Tidak akan ada tambahan waktu jika terlambat!"
Sebuah pengumuman tiba-tiba berbunyi, memberitahukan lokasi awal ujian ke-4 dilaksanakan. Aku dan Valeria mengingat baik-baik lokasi tempat itu.
"Oh sebagai tambahan! Ujian ke-4 adalah ujian tertulis!"
...
JDERR!
"APAAA?!" Aku dan Valeria langsung berteriak bersamaan. Valeria yang baru saja tenang langsung berlarian kalang kabut sambil berteriak. Sedangkan aku? Sedang duduk depresi di atas kursi.
Bagaimana ini? ... Aku masih yakin aku bisa lolos tes tulis, otakku masih lumayan pintar kok, kan aku jurusan obat dan racun.
Tapi bagaimana dengan Valeria dan Seas? Seas sih ... dari selama ini yang kulihat, dia tidak bodoh-bodoh amat kok, kupikir dia setidaknya bisa menjawab beberapa soal.
Masalahnya adalah Valeria.
Bagaimana supaya otaknya bisa pandai dalam beberapa jam ini? Haruskan kupukul sampai pingsan? Tapi ketahanan tubuh Valeria itu seperti monster, bahkan setelah tertembak puluhan peluru waktu itu, dia masih sadar dan bisa berdiri.
Atau kuracuni saja? Tapi kalau jadinya dia tambah bodoh, bukan tambah pintar bagaimana?
Sial ... aku tidak punya ide apapun.
FLASHBACK END.
***
POV: Seas
"KE-KE-KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU JIKA INI UJIAN TULIS?!" Aku mengguncangkan bahu Sky dengan cepat hingga kepalanya terkatung-katung.
__ADS_1
"Tung-gu~ kepala-ku pusing!" Sky langsung menangkup wajahku ke dalam kedua telapak tangannya, hal ini membuatku berhenti menggoyangkan bahu Sky. Aku menatap mata kuning Sky yang terlihat serius.
"Jangan khawatir, aku yakin kau akan baik-baik saja! Pikirkan temanmu yang sudah mau jadi pertapa di sana!" Sky menunjuk ke arah Valeria yang tersenyum ... tanpa arwah. Dia sudah benar-benar seperti orang yang pasrah kepada malaikat kematian.
"Satu tambah satu itu sebelas kan?"
...
Sky benar, apakah Valeria bisa lolos di ujian kali ini?
NGIIIINGGGG!
"UJIAN KE-4 AKAN DIMULAI! SELURUH PESERTA YANG TERSISA UNTUK MENEMPATI BANGKU SESUAI NAMA MEREKA!"
Akhirnya. Semuanya berkumpul.
10 tim terkuat yang bertahan hingga ujian ke-4.
"PERATURANNYA SEDERHANA! JAWAB PERTANYAANNYA! TIDAK BOLEH ADA PEMBUNUHAN DAN KERIBUTAN!"
Seluruh peserta, bahkan Sky dan Valeria juga sudah berpencar mencari nama mereka di bangku-bangku. Aku juga mulai mencari namaku dari pinggir, namun ... kenapa sampai 14 bangku yang kuperiksa tidak ada namaku?!
"Namaku ada dimana sih?!" gumamku pelan sambil terus mengecek nama di bangku, hingga tak terasa sudah bangku terakhir yang ku lihat.
...
Dan tidak ada namaku.
"Namaku ... tidak ada ..." Aku terduduk lemas di lantai di saat yang lain sudah duduk tenang di atas bangku mereka masing-masing.
"Eng?" Aku menoleh ke arah seorang perempuan yang memanggilku, ternyata itu adalah Fani.
"Apa kau sudah mengecek bangku yang paling depan?" tanya Fani sambil berbisik. Aku duduk bersila sambil menatap ke arah Fani. "Sudah! Di baris depan tidak ada nama-"
"Bukan baris depan! Bangku yang paling depan!"
Hah?
Aku langsung berdiri dan melihat ke depan.
Sial ... perasaanku buruk.
Jangan bilang ...
Jangan bilang aku harus duduk di depan sendirian?!
"Oh? Aku lupa mengatakannya tadi, karena Seas adalah peringkat pertama di ujian ke 3, maka di ujian ke 4 ini, telah disiapkan bangku khusus untuk Seas, yaitu bangku paling depan, tanpa gangguan orang lain di sampingnya," ucap salah satu pengawas ujian yang menutup matanya dengan kain hitam.
Tapi aku tidak butuh perhatian khusus itu pak tolonggg, bagaimana aku bisa mencontek nanti?!!
Dengan berat hati, aku akhirnya duduk di bangku yang katanya 'khusus' untukku itu. Setelah aku duduk, para pengawas ujian itu mulai melemparkan kertas ujian yang langsung menancap di meja kami masing-masing.
Untung aku tidak menaruh tanganku di atas meja. Bisa-bisa jariku yang putus, dan bagaimana caranya dia bisa melempar kertas dan membuat kertas itu menancap di meja?!
__ADS_1
Tak lama setelah kertasnya menancap, kertas itu kembali menjadi benda yang lentur. Sehingga aku jadi sedikit kesulitan untuk mencabut kertasnya dari meja kayu di depanku.
Srak!
Untung saja tidak sobek!
Deg deg! Deg deg!
Aku melihat dengan seksama soal-soal yang ada di depanku.
Kertas ini terdiri dari 7 soal ... tapi kenapa ... NOMOR 7 NYA TIDAK ADA PERTANYAANNYA?! Oke tenang Seas, kita kerjakan soal yang mempunyai pertanyaan lebih dulu.
Soal nomor 1.
Jika ada pembunuh yang menggunakan pisau dengan berat 3,678964 kilogram, dan jarak target adalah 10 kilometer, berapa persen kemungkinan pisau itu akan ditangkis oleh target?
...
Tolong beritahu aku rumus apa yang harus kupakai untuk menjawab soal ini.
Oke kita skip dulu soal nomor 1, ayo lanjut ke soal nomor 2.
Ada sebuah zat beracun dengan rumus kimia HKOMnLiCl denga konsentrasi larutan 67,926279% dan campuran ekstrak daun kilonkia. Jika dituangkan dalam konsentrasi air teh, berapakah kemungkinan racun tersebut untuk membunuh target?
...
SUNGGUH! PADAHAL AKU TIDAK PERNAH MERASA TERLALU BODOH SAAT AKU SEKOLAH DULU! KENAPA SOAL DI UNDERWORLD SCHOOL LEBIH TIDAK MASUK AKAL?!
Oke sungguh, ayo lihat soal ke 3. Jika ini juga sulit, aku akan melupakan segala hal tentang ujian ini.
Soal nomor 3 ...
Ada sebuah senjata keluaran terbaru dari pasar gelap dengan nomor jual GHJ-6527283 yang merupakan senjata purwarupa berbentuk pistol yang juga dapat berguna sebagai pisau. Senjata ini memerlukan 3 buah peluru dalam menarik pelatuknya sebanyak satu kali. Jelaskan bagaimana jalur lintasan senjata ini dan efek yang ditimbulkan serta dampaknya dan berikan contohnya!
...
Bisakah aku merobek kertas tidak berguna ini?
...
Apakah otakku sudah tidak berfungsi karena aku tidak pernah berpikir akhir-akhir ini?! Lalu bagaimana?!
Karena kesal dengan soal ujian, aku mengeluarkan daggerku dan kumainkan tanpa membuat suara berisik. Peraturannya hanya agar aku tidak membunuh dan dan tidak berisik bukan?
...
Peraturannya?
Bukankah ... artinya aku diperbolehkan untuk mencontek?!
Kenapa aku baru terpikirkan hal ini!
Baiklah! Ayo kita mencontek!
__ADS_1
TBC.