Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Munculnya musuh ke lima!


__ADS_3

FLASHBACK, tengah malam.


POV: Author


DOR DOR DOR!


TRANG TRANG TRANG!


Sementara itu, di atas gedung-gedung tinggi di tengah kota yang gelap, X dan Parrot masih terus saling tembak-menembak. Tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk mengalah di pertarungan ini.


"Heh, aku mulai bosan. Agen X, bagaimana kalau kita meningkatkan taraf permainannya?" tanya Parrot dengan seringai di wajahnya. X tidak membalas ucapan pria itu, dia masih menatap dengan tatapan super dingin dan tajam.


"[Teknik gelombang suara: nomor 4, kebisingan.]"


NGIIINGGG!


Parrot meniup serulingnya dengan kuat, menghasilkan suara bernada tinggi yang memiliki gelombang penghancur di dalamnya. X agak telat menyadari hal ini, dia baru sadar ketika begitu banyak kaca dan dinding yang retak saat terkena suara ini. Dia segera menutup telinganya, dan berusaha untuk berlari, menjauhi jarak serang Parrot.


Namun hal itu sia-sia karena Parrot ternyata bisa menyerang sambil bergerak. Sejauh X melangkah untuk kabur, sejauh itu pula Parrot maju untuk menghancurkan telinga X perlahan-lahan.


"Hah dasar burung pengicau! Suara sulingmu itu sumbang tahu!" X melepaskan tangannya yang melindungi telinga, dan dia lebih memilih untuk membidik.


"[Teknik mata-mata: keahlian khusus sniper: peluru sayap burung hantu.]"


Psyu.


Ini adalah teknik tingkat tinggi dari spesialisasi teknik mata-mata. Teknik peluru sayap burung hantu, adalah teknik lanjutan dari peluru bayangan. Jika peluru bayangan tanpa suara dan tidak terlihat. Maka sayap burung hantu memiliki tambahan spesial.


Jika target yang dibidik bersuara semakin kencang, maka kecepatan peluru ini juga akan semakin kencang. Ini sangat cocok dengan Parrot yang berisik, semakin berisik dia, maka peluru ini bisa menerjang dengan kecepatan ratusan kilometer perjam.


DUUARR!


PRIEETT!


Parrot kaget karena atap tempatnya berpijak tiba-tiba ambruk bahkan suara serulingnya sampai tidak dia kontrol, dia tidak menyadari bahwa peluru burung hantulah yang menyebabkan kejadian ini. Parrot hendak melalukan teknik bising sekali lagi, namun X sudah menghilang dari pandangan mata Parrot.


"Hah?! Dia kemana?!" teriak Parrot karena kaget, X sudah tidak ada. Begitu Parrot menoleh ke sisi kiri, dia dikejutkan dengan wajah X yang sekarang ada di depannya, sedang tersenyum lebar.


"Ba!"


BUGH!


X langsung memukul mulut Parrot dengan keras, membuat bibirnya berdarah karena tergores giginya sendiri. Parrot mundur beberapa langkah, dia tidak sempat bereaksi karena terlalu kaget akan kehadiran X.


"Sial!" ucap Parrot emosi. Dia hendak meniup serulingnya, tapi dengan cepat X berlari maju dan menendang Parrot. Posisi Parrot langsung kacau, dia tidak jadi meniup seruling dan malah menghindari tendangan X.


"Hia!"


WUSH!


X kembali melayangkan pukulan dari depan, yang bisa ditangkis oleh Parrot.

__ADS_1


"Kau begitu takut dengan suling ini ya? Sampai kau harus mengakhiri pertarungan jarak jauh diantara kita," sindir Parrot dengan senyuman meremehkan. X hanya tersenyum simpul lalu dia langsung melompat mundur. Dia mengambil snipernya yang dia taruh dulu di lantai, dan segera membidik Parrot di depannya.


"Tidak tuh~"


Dor!


Tanya ragu X menembakkan satu peluru. Seperti biasa, Parrot menangkis peluru itu dengan serulingnya, tapi kali ini bunyinya berbeda.


Pret!


"Hah?" Parrot kaget. Dia melihat ke arah serulingnya, yang lubang suaranya tertutup oleh benda lengket berwarna merah muda.


"Kejutan! Peluru permen karet!" ucap X dengan senyum sumringah.


"ANJING!" maki Parrot emosi. Pria itu berusaha membersihkan lubang serulingnya dari permen karet. Tapi tentu saja hal itu tidak dibiarkan dengan mudah oleh X.


Dor!


CRAAT!


"AAKHH!" Kali ini X menembakkan peluru sungguhan, dan itu tepat mengenai bahu kiri Parrot. Peluru itu sukses membuat bahu kirinya berlumuran darah segar. Meskipun begitu, Parrot masih fokus membersihkan serulingnya dari permen karet.


"Akhirnya selesai!" ucap Parrot senang karena akhirnya bersih.


Dor!


Pret!


Dor dor dor!


Parrot menatap X dengan tatapan super marah. Tadi hanya satu lubang yang ditutup permen karet, tapi sekarang ada 4 lubang yang ditutup dengan permen karet.


"SIALAN KAU!" maki Parrot untuk yang kesekian kalinya. X langsung tersenyum jahil.


"Kenapa? Apa kau takut pada permen karet? Padahal enak loh," sindir X ganti. Parrot langsung berbalik badan, mencoba untuk kabur, tentu saja tidak dibiarkan dengan mudah oleh X.


X membidik kaki Parrot, dan langsung dia tembak menggunakan peluru sungguhan.


Dor.


CRAT!


"AAARRGHH!"


BRUK!


Parrot terjatuh tersungkur di tepi sebuah gedung tinggi. X mendekati tubuh Parrot perlahan, dia bisa mendengar suara rintihan Parrot yang kesakitan.


"Kalian pikir kami ke sini hanya bermain-main? Kami sudah menyelidiki tentang kalian sedemikian lengkap informasinya.


Aku yang melawanmu sekarang, bukan karena kebetulan atau karena aku mencalonkan diri untuk melawanmu.

__ADS_1


Tapi karena kami tau, bahwa aku adalah musuh terburuk untukmu, Parrot," ucap X dengan suara yang dingin. Pria pemain seruling itu masih merintih kesakitan, dia hanya berdecih pelan menanggapi ucapan X.


Sial! Perbedaan kemampuan kami sejauh ini?! Padahal kupikir agen tingkat atas itu lemah! Tapi apa-apaan ini! Dia terlalu kuat untuk aku hadapi! batin Parrot sedang memaki seseorang. Dia berusaha untuk merangkak ke tepi gedung, tapi belum sempat tangannya bergerak, sepatu X sudah lebih dulu menginjak tangannya dengan keras.


"AAAKKHHH!" Parrot berteriak kesakitan, dia merasakan tulang tangannya yang perlahan diremuk oleh kaki X.


Clik.


X menodongkan pistol biasa ke kepala Parrot.


"Selamat tinggal."


"Em em em~ tidak boleh dong~ dia anak buahku yang berharga~."


BUAGH!


Sebuah tendangan tiba-tiba mengenai perut X. Tendangan itu begitu kuat hingga membuat X langsung terduduk lemas. Saat X melihat perutnya, ternyata perutnya memiliki sedikit lubang. X langsung melihat ke depan, sesosok wanita mengenakan high heels yang baru saja menendangnya, sedang tersenyum manis di depan Parrot.


X hanya bisa melihat bibirnya, karena seluruh tubuh wanita itu tertutup oleh jubah hitam.


"... Sepertinya aku melewatkan satu orang," gumam X pelan. Wanita itu tertawa kecil.


"Tidak apa-apa~ kemampuanmu sudah cukup bagus. Ternyata Parrot memang bukan levelmu. Aku tahu kamu sangat ingin membunuh bawahanku yang manis ini, tapi ...


Tidak boleh sekarang, karena aku masih membutuhkannya dalam menjalankan misi dari bos." Wanita itu berbicara dengan tenang dan begitu berkelok. X hendak menodongkan pistol ke arah wanita itu karena mengira dia sedang lengah berceloteh. Tapi dugaannya salah, detik selanjutnya, sebuah pukulan mendarat di muka X.


Pipi dan hidungnya terasa begitu perih, sepertinya wanita itu memukul dengan tangannya yang memakai cincin.


Pruk.


"Eh?"


"Selamat tinggal sayang~"


Wushh!


X tidak sadar bahwa dia ada di tepi gedung. Karena kecerobohannya, X jatuh dari gedung tinggi. Meskipun begitu, X masih membawa pistol yang memiliki tali pengekang. X membidik ke arah bangunan yang kuat.


Dor.


ZZZRRTT!


Tali dari pistol itu mengikat dengan sempurna, X akhirnya tergantung di ketinggian 100 meter dari permukaan aspal.


"Sial ... aku tidak menduga ada pengacau! Rencananya berantakan!" gumam X kesal. Perlahan-lahan X kemudian turun dari atas gedung memanfaatkan tali dari pistolnya.


Beruntung sekarang tengah malam, jadi jarang ada kendaraan yang lewat di jalan raya. Meskipun ada cctv, X bisa menghapus datanya nanti. Sekarang yang terpenting adalah mengobati lukanya dan segera memberitahu anggota yang lain.


Bahwa musuh kelima sudah muncul.


Bisa jadi, musuh ini adalah ketua dari kelompok ini.

__ADS_1


Sekaligus musuh terkuat mereka saat ini.


TBC.


__ADS_2