Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Usai di pengeboran minyak!


__ADS_3

POV: Author


TRAANGG!


PRANG! PRAK PRANG! TRAANGG!


Suara dentingan antara besi dan besi yang masih terdengar, serta suara hentakan sepatu yang berlarian ke segala arah. Di lantai, puluhan boneka yang telah rusak itu hancur tak berbentuk.


"Masih berapa boneka yang kau punya? Keluarkan semuanya, katanya kau serius?" Sky melangkah maju, kakinya menginjak kulit boneka yang hancur. Di hadapannya, Natalia kini menggeram kesal, seluruh wajahnya tertutupi oleh keringat basah.


"Kenapa ... KENAPA AKU TIDAK BISA MENYENTUHMU SEDIKITPUN?!" teriak Natalia dengan mata yang melotot. Dia begitu kesal, setelah obrolan mereka tadi, jangankan melukai Sky, menyentuh tubuh Sky saja dia tidak bisa.


Dia adalah pengendali boneka yang dikendalikan dalam permainan Sky.


"Sirkusmu tidak akan berguna di ruang operasiku, dasar bodoh." Sky mengeluarkan 3 buah jarum yang tajam. Bersamaan dengan itu, Natalia mengarahkan 5 boneka yang tersisa.


SRAAKK!


PRAAAKK!


Dengan tenang Sky melemparkan ketiga jarum itu. Dia sengaja membiarkan dua boneka sisanya lolos. Saat kedua boneka itu sudah dekat dengannya, Sky menangkap kedua boneka itu, menariknya dengan paksa.


Sreett!


"AAAAKKHHH!" Natalia menjerit, jari-jarinya terasa seperti dicekik. Sky memandang datar ke arah gadis yang berteriak itu.


"Harusnya kalau mau menjadi pengendali boneka, kau memakai boneka yang sulit ditangkap. Pengendali boneka itu rumusnya mudah tertebak, kalau aku menarik kedua boneka ini.


Maka dua jarimu akan putus," ucap Sky seraya mengeratkan tarikannya. Hal ini membuat Natalia semakin meringis tertahan, dia menatap Sky dengan tatapan dendam.


Kenapa? Kenapa yang lainnya belum datang ke sini?! Batin Natalia yang mengharapkan bantuan.


Tak!


Tak lama kemudian, C dan X datang. Kedua pria itu membawa pria lain yang mereka gendong seperti karung beras di pundak mereka. "Hai Sky! Apa yang di sini sudah selesai?" tanya X dengan wajah yang gembira. Sky mengangguk.


"Ya, aku baru saja menyelesaikan anak ini." Sky menoleh ke arah Natalia. Namun gadis itu telah menghilang. Dia membiarkan kedua jarinya putus, dan memilih untuk kabur.


"... Dia kabur," ucap Sky pelan. X dan C lalu saling bertatapan. "Biarkan saja, tidak apa-apa, tujuan kita sudah selesai, ayo kembali!" ucap X lagi. Sky kini melihat ke kiri dan kanan, lalu ke belakang X dan C.


"... Valeria dan Seas mana?" tanya Sky.


.


.


.

__ADS_1


"Sial! Kenapa mereka bisa menangkap rekanku?! Mereka adalah agen tingkat atas?!" ucap Natalia yang kabur dengan tangan berdarah-darah. Dia masuk ke dalam saluran pembuangan parit, dan terus berlari untuk menghindar. Dilanda oleh rasa panik, dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menunggu di depannya.


BUGH!


CPRASHH!


Natalia terjatuh dan pingsan dalam satu kali pukulan. Di depannya, sosok itu mulai berjalan mendekat. Rambut merah serta jubah hitam yang agak rusak. Dia adalah Valeria.


"... Padahal aku sedang tersesat, sepertinya aku beruntung! Hehehe! Tadi dia datang lewat sana, kan?" Valeria melihat ke arah asal Natalia berlari tadi. Kaki kanannya mulai menyentuh perut Natalia, dalam satu gerakan, tubuh kecil Natalia terangkat ke atas dan langsung Valeria gendong di pundaknya, seperti menggendong karung beras.


"Baiklah! Ayo kembali!"


.


.


.


BRAKK! PRANG PRANGG!


Nafas pria itu tersengal-sengal. Dia baru saja membalikkan meja penuh makanan dan piring ke lantai. Matanya masih menatap ke arah televisi yang menyala.


"Sebuah pembantaian yang terjadi pengeboran minyak di lepas pantai XX, begitu mengerikan. Namun sebuah keajaiban terjadi.


Para pelaku pembantaian ditemukan dalam kondisi terikat. Ada 2 laki-laki dan satu gadis kecil yang tak sadarkan diri. Mereka diikat oleh tali tambang dan ada sebuah pesan di atas kertas.


(Kami bisa melihatmu, kami bisa mendengarmu. Tangan dan kaki kegelapan tidak akan lumpuh.


Bersiaplah, US akan datang kepadamu.)


Tidak ada yang tahu pesan ini ditujukan untuk siapa dan dari siapa, para penyelidik masih berusaha untuk mencari-"


PRANGGG! BZZZTTTT!


Televisi itu rusak, kacanya langsung berlubang karena dilempar kapak. Pria tadi masih di sana, sorot matanya begitu murka dan penuh emosi. "Sialan ... UNDERWORLD SCHOOL SIALAN!" Tangannya dan kakinya mengacaukan ruangan itu sekali lagi. Kaca yang pecah dia injak hingga berdarah, dinding ruangan itu dia cakar hingga mengelupas.


"Ini tidak akan berakhir semudah ini ... aku akan meruntuhkan kalian!"


.


.


.


***


POV: Seas

__ADS_1


"Whew! Sepertinya ini adalah misi terlucu yang pernah aku alami," ucapku sambil bersandar di kursi mobil.


"Benar hahahaha! Bisa-bisanya Valeria tersesat!" Sky tak berhenti tertawa, dia sangat senang mengejek Valeria. Sedangkan orang yang diejek sekarang sedang murung, Valeria hanya terus memandang ke luar jendela sambil merengut.


"Meskipun begitu, syukurlah kali ini berakhir dengan lancar. Kecuali Sky dan Valeria yang sedikit terluka," ucap X yang masih menyetir mobil. Benar, untung saja luka kedua orang itu sudah diobati. Berkat obat milik Sky, luka ini akan semakin cepat membaik.


"Hmmppp! Hmmmppp!"


"Berisik!"


BUGH.


Valeria meninju ke arah pria yang kami ikat di bangku belakang.


Dia adalah salah satu dari keempat orang di pengeboran minyak kemarin. X sengaja hanya menyerahkan 3 orang untuk diungkap ke publik, sedangkan ketuanya, kami yang akan urus.


"Kalian tidak menyangka kalau kami akan datang, kan?" tanya X dari spion tengah mobil. Dia menatap pria itu dengan tatapan tajam.


"Lagian kenapa kalian buang mayatnya ke laut? Akan lebih baik kalau dibiarkan di atas," ucap Valeria dengan tatapan menganggap pria itu bodoh.


Ckiiitt.


X menghentikan mobilnya, kami berhenti di sebuah pos di pinggir hutan. Aku langsung menoleh ke arah X dengan bingung. X yang sadar aku melihatnya, segera melirikku lalu tersenyum. "Kita harus menyerahkan sandera ke Underworld School," ucap X. Setelah itu dia turun dari mobil, aku dan yang lain juga ikut turun. X terlihat berjalan ke arah kegelapan.


"Apa kau sudah menunggu lama? Tone?" tanya X. Sesosok pria dengan topeng rubah di kepalanya muncul dari dalam kegelapan. Tunggu ... rasanya aku pernah melihatnya deh? Tapi dimana ya?


"Tone? Jadi kau yang akan mengangkut pria ini?" tanya Valeria dengan ekspresi yang agak kaget. Aku langsung teringat sesuatu.


Oh benar! Dia adalah agen yang punya sebuah hubungan dengan Valeria! Meskipun aku tidak tau hubungan apa itu.


"Benar, aku yang akan membawanya. Bisa kalian segera berikan padaku? Ugh ... aku ingin tidur," ucapnya sambil mengeluh. Tak lama kemudian C datang sambil membawa sandera yang sadar. Pria itu tampak panik.


"Yah, dia adalah ketuanya. Aku serahkan padamu," ucap C. Tone mengangguk sebagai jawaban. Dia menyeret pria itu masuk ke dalam hutan.


"Yup! Ayo kembali masuk ke dalam mobil! Kita akan segera sampai di Negara Hyacinth!" ucap X semangat. Aku dan Valeria langsung terkejut. Bukankan katanya butuh waktu yang lama?!


"... Apa kau akan lewat jalan itu?" tanya Sky curiga. X menjulurkan lidahnya lalu tersenyum jahil.


"Iyap! Kita lewat jalan itu supaya cepat!" ucap X senang. Aku dan Valeria masih bingung, kami tidak tahu jalan apa yang X dan Sky maksud.


Beginilah malam ini berlalu. Kami segera kembali masuk ke dalam mobil, dan bergegas pergi. Pengeboran minyak itu tampaknya juga sudah diberitakan, sepertinya orang-orang ini digerakkan oleh seseorang. Misteri ini masih belum terjawab. Tapi ... kupikir aku tidak harus peduli pada masalah ini.


Tujuanku dari dulu sampai sekarang tetaplah sama.


Yaitu kematian kakakku.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2