Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Berhasil atau tidak?


__ADS_3

POV: Author


Seas sudah berdiri walaupun agak terhuyung, serangan Razeks barusan benar-benar mengenai otaknya. Tidak ada yang menyangka bahwa seorang ahli jarum juga bisa menyerang dengan gelombang suara.


"Sky ... tadi kau sudah mengoleskan racun, kan? Di kukumu," bisik Seas pada Sky. Remaja berambut kuning itu mengangguk. Bukan hanya racun yang dioleskan saja, tapi Sky juga sudah mencampur darahnya ke dalam racun itu. Darah Sky sendiri sudah merupakan racun yang mematikan.


"Kita hanya tinggal menunggu waktu hingga racunnya bereaksi," balas Sky yang juga dengan bisikan. Kedua remaja itu kembali waspada ketika melihat Razeks yang mulai berjalan maju.


Seas segera menghilang ke dalam bayangan, dan Sky yang masih di depan sebagai tank seperti sebelumnya. "Majulah, kali ini, akan kupatahkan keyakinanmu."


SYAT!


SRAT!


Razeks dan Sky maju bersamaan. Mereka saling berlari mendekati satu sama lain dengan kecekatan tinggi. Saat sudah ada di depan Sky, Razeks segera melayangkan sebuah tebasan menggunakan jarum yang masih mengeluarkan getaran gelombang suara itu. Dan seperti sebelumnya, Sky menghindar ke belakang.


Namun, ada hal yang membedakannya. Yaitu langkah yang Sky ambil setelah dia menghindar ke belakang. Jika tadi dia hanya menghindar ke belakang tanpa bergerak lagi, sekarang Sky segera menunduk ke bawah, dan langsung menyerah mata kaki dan betis Razeks dari bawah.


BUGH BUAGH!


"AARRGHH!" Razeks yang emosi, segera ikut menunduk dan hendak menikam Sky dengan jarum di tangannya. Mungkin karena tubuh Razeks juga sebenarnya tidak cocok menggunakan teknik itu, atau mungkin juga karena pengaruh racun, gerakannya menjadi lambat. Sky menggunakan tongkat sabitnya sebagai penopang, lalu dia melompat ke atas, menghindari arah tikaman jarum Razeks.


Cara kerja gelombang suara pada jarum itu mirip seperti angin yang dihasilkan oleh kipas tangan. Selama aku berada di lokasi yang menghindari arah anginnya, maka aku juga tidak akan terkena efek gelombangnya! batin Sky yang sudah menduga cara kerja jarum Razeks.


Seas yang sedari tadi mengamati dari dalam bayangan, jadi menyadari sesuatu berkat pergerakan yang Sky tunjukkan. Beruntung otak Seas juga lumayan encer.


Razeks menggeram kesal, serangannya meleset terus daritadi. Apalagi sekarang, dia dibuat berlutut karena kakinya diserang dengan kuat oleh Sky.


"Angkat kepalamu dong," ucap Sky yang sekarang duduk di atas sabitnya yang menancap di tanah. Karena posisinya Sky ada di atas, Razeks jadi harus mendongak untuk melihat Sky. Dan dia melihat hal yang semakin membuatnya marah.


Tatapan Sky yang memandang rendah dirinya.


"Ggrrhhh ... SIIAAAALL!"


WHUS!

__ADS_1


Razeks hendak menyerang Sky sekali lagi dengan jarumnya. Namun sesuatu Seas tiba-tiba muncul dari atas Razeks.


BUGH!


Seas menendang leher Razeks dari samping, membuat pria itu bergulung-gulung di atas tanah hangus yang karena ledakan awal tadi. Apinya juga sudah tidak sebesar sebelumnya, namun api itu belum sepenuhnya padam. Dengan tubuh yang gemetar, Razeks mencoba bangun. Matanya terlihat begitu merah dengan urat mata yang menonjol karena melotot.


"AAARRRGHH! KALIAN MENGESALKAN!" teriak Razeks lagi. Pria pitak itu melihat wajah Sky dan Seas bergantian.


Sky dengan wajah sombongnya yang menganggap bahwa Razeks sangat bodoh.


Dan Seas yang memandang Razeks dengan senyuman merendahkan, melihat dirinya bermandikan debu dan arang.


Razeks semakin tidak tahan harga dirinya dijatuhkan seperti ini. Dia berusaha sekuat tenaga untuk berdiri, lalu dia mengangkat kedua tangannya ke udara.


"Dengan teknik ini, kalian tidak akan bisa kabur! Akan aku kubur kalian dengan jarum!


[Teknik embun jarum: nomor 5, hujan jarum.]"


WHUUSSS! SRIIINGG!


Angin berhembus kencang, Sky dan Seas mendongak ke atas. Kedua remaja itu menatap dengan shock, ribuan jarum kaca melayang di langit, seolah hendak menghujani bumi ini tanpa ampun.


"KHEKHEKHEKHE! KALIAN TIDAK AKAN BISA KABUR! TURUNLAH! HUJAN JARUM!"


SRAAASHHH!


Ribuan jarum itu turun dari langit bersamaan.


"[Teknik bayangan: nomor 3, langkah bayangan] digabung dengan [teknik bayangan: nomor 5, bayangan pohon.]"


WUSH!


Seas melesat sangat cepat, bahkan jejak kakinya tidak nampak di atas pasir. Langkah bayangan adalah teknik yang membuat langkah penggunanya menjadi ringan, sedangkan teknik bayangan pohon adalah teknik tercepat untuk melesat maju secara lurus.


Meskipun sebenarnya, jika hanya untuk melindungi diri, Seas bisa memakai teknik permata palsu yang mengeraskan tubuh, karena semua syaratnya memang sudah terpenuhi.

__ADS_1


Tapi bagaimana dengan Sky? Tubuh Seas seorang tidak bisa menutupi semua tubuh Sky. Karena itu Seas harus mengambil resiko, dia menggabungkan dua teknik yang sangat membebani tubuhnya, dan bergerak secepat yang dia bisa untuk keluar dari jangkauan area hujan jarum ini.


Jarum-jarumnya semakin dekat dengan daratan, dan naasnya, hujan jarum itu berhasil mengenai Seas dan Sky.


Tapi tidak parah.


Ada 3 jarum yang menancap di bokong Sky, dan ada sekitar 2 jarum yang menancap di dada dan leher Seas. Untungnya tidak mengenai nadi mereka. Sebelum mereka terkena hujan jarum lebih banyak, mereka berhasil keluar dari jangkauan serang yang sangat luas ini.


"AW AW AW! Bokongku!" rintih Sky sambil mencabuti jarumnya satu-persatu. Seas tertawa kecil, dia juga segera mencabuti jarum yang menancap di tubuhnya.


"Apalah sudah selesai?" tanya Seas sambil melihat ke arah Razeks.


Matahari mulai menunjukkan sinarnya, dari laut timur ini, sinar matahari itu menerpa mereka dengan jelas. Berkat itu, mereka bisa melihat sosok Razeks yang sudah muntah darah.


Bukan hanya muntah darah, mata, hidung, telinga, semuanya mengeluarkan darah.


Ya, efek racun yang diberikan Sky mulai bekerja.


"Sekarang, hanya tinggal menunggu waktu sampai dia mati," ucap Sky lalu duduk lemas di atas tanah. Seas mengikuti tindakan Sky, karena jujur saja, paru-paru Seas rasanya sangat sakit sekarang. Menggunakan teknik secara berurutan memang sudah biasa, tapi jika menggunakan dua teknik bersamaan, rasanya paru-paru Seas seperti mau meledak.


Seas harus bersyukur karena racun pada Razeks sudah mulai bekerja, dia tidak akan sanggup melawan pria itu lagi jika racunnya terlambat bekerja sebentar saja. Sky dan Seas melihat pemandangan orang sekarat di depannya dengan tatapan lega.


Hingga sebuah bayangan seseorang berlari cepat di atas jarum-jarum yang menancap, lalu dia memungut Razeks yang sudah hampir mati. Seas dan Sky sangat kaget, mereka hendak berdiri, namun kedua kaki mereka sudah lemas.


"SIAL! SIAPA KAU! KOMPLOTANNYA YA?!" teriak Seas dari kejauhan. Sky segera menyenggol bahu Seas.


"Yaiya lah, jangan jadi bodoh. Sudah pasti dia rekannya, mana ada orang gabut menolong seseorang yang sudah sekarat? Apalagi dia penjahat," ucap Sky yang langsung membuat pipi Seas bersemu merah karena malu.


"Ya iya sih ... LOH! ORANGNYA HILANG WOY! AAAAAARRRRGHHH!" Karena sibuk meladeni ucapan Sky, Seas tidak memperhatikan kemana Razeks dibawa pergi. Akhirnya dia hanya bisa berteriak frustasi.


"Tenanglah, kan dia sudah kena racun," ucap Sky menenangkan. Tapi entah kenapa, firasat Seas berkata lain. Sosok yang asing di balik jubah hitam, berlari dengan cepat di atas tumpukan jarum dan menghilang bagai angin.


Sekali lihat saja, Seas bisa menilai bahwa orang itu lebih kuat daripada Razeks.


"Bangsat, melawan Razeks saja harus berusaha sampai seperti ini. Apalagi melawan orang tadi ... dan jika Razeks sampai selamat, maka pertarungan yang selanjutnya akan lebih sulit.

__ADS_1


HAAAAHH BABII! AKU MAU MAKAN BABI PANGGANG!" teriak Seas di tepi pantai diiringi sinar mentari yang masih segar. Sky tertawa keras dan ikut merebahkan diri di atas pasir.


TBC.


__ADS_2