
POV: Seas
..."Latihan menghindar!"...
Aku dan teman-temanku saling bertatapan. Tak lama kemudian pria itu tiba-tiba muncul di tengah-tengah kami.
"Panggil aku C, aku bertugas menjadi pelatih di pertarungan jarak dekat. Setelah ini kalian akan mendapat pelajaran ke-dua, latihan menghindar!" C menatap kami satu-persatu. Matanya berhenti saat menatap mataku.
"Hoo, kau sudah berubah. Menakjubkan!" C tertawa kecil lalu mengeluarkan sebuah remot dari sakunya.
"Aku akan membacakan nama dan dimana tempat awal kalian berlari! Jadi dengarkan baik-baik!" C mengeluarkan beberapa kertas yang dia satukan dengan sebuah klip.
"Seas! Gerbang masuk A19!" Aku mendapat pesan di ponsel khusus yang diberikan oleh Venom. Di situ terdapat lokasi yang harus aku tuju.
"Kuo G7 dan Ruo F11!" C menunjuk anak kembar dengan rambut berwarna merah menyala itu.
"Erea G8!" C menunjuk seorang perempuan dengan rambut biru laut. Aku ingat perempuan itu pernah bicara denganku sebelumnya.
"Ned K19!" C menunjuk seorang laki-laki dengan rambut berwana hitam.
"Fani M54!" C menunjuk seorang perempuan dengan rambut berwarna coklat.
"HAH! Tunggu pak! Ini tidak adil! Tempatku sangat jauh dari sini!" Fani protes sambil menunjukkan lokasi dengan ponselnya. C menatap Fani dengan tatapan datar.
"Hm, Fani. Ketrampilan fisik A+ keterangan, kecepatan: A, kekuatan:C, keseimbangan: A, kelincahan: A, ketahanan: B. Kau yang paling kuat untuk berlari ke sana, jangan mengeluh!" C sedikit berteriak pada Fani, sedangkan Fani hanya menggerutu.
"Alio J10!" C menunjuk seorang laki-laki dengan rambut berwarna kuning. Sangat mencolok sekali yah.
"Peraturannya sederhana! Berlarilah dan jangan sampai tertangkap! Tujuan kalian adalah bendera di tengah gunung ini!" C menjelaskan aturannya lalu duduk di tanah.
"Lari dari siapa?" Ned bertanya.
"Agen tingkat atas. Setiap gerbang ada satu agen tingkat atas, tugas kalian tidak boleh sampai tertangkap! Kalian boleh menggunakan segala cara agar tidak tertangkap!" C tertawa keras. Aku mengingat bagaimana C menciptakan angin kencang hanya dengan kibasan tangan.
Bagaimana bisa lari dari mereka?!
"Kalau kami berhasil mendapat benderanya, apa yang harus kami lakukan?" Aku bertanya sambil mengangkat tangan kananku.
"Tunggu di tempat itu, nanti akan ada helikopter yang menjemput kalian," ucap C. Aku mengangguk lalu memasukkan ponselku ke saku.
"Kalau kami tertangkap ... apa yang akan terjadi? ... ." Erea bertanya dengan nada yang sedikit takut. C menunjukkan senyum miringnya. Gigi taringnya terlihat sangat panjang dan mengerikan.
"Entahlah~ mungkin kalian akan dimutilasi dan dijadikan makanan hewan buas? Atau dijadikan subjek percobaan? Yang kalau kalian beruntung kalian akan dipulangkan ke sini ... jasadnya saja," ucap C sambil tertawa. Kami semua merasa lemas setelah mendengar perkataan C.
"BAIKLAH! DALAM HITUNGAN KE 3, CEPATLAH MENUJU GERBANG KALIAN! WAKTUNYA 15 MENIT! 1 2 3!" C berteriak sangat keras. Angin berhembus kencang, aku berlari menuju lokasiku. Aku sudah mengaktifkan panduan suara, jadi ponselku akan memberitau kemana aku harus berbelok.
5 menit kemudian aku sudah sampai di gerbang masuk.
__ADS_1
"Ini ... penuh dengan serangga beracun?!" Aku bergidik ngeri. Dari luar gerbang aku bisa melihatnya ... ulat-ulat yang bergeliat di semak-semak, ular dan serangga yang berterbangan. Bukan hanya satu atau dua. Ini puluhan jumlahnya!
"Setiap gerbang di sesuaikan dengan kelemahan kalian! Atasi kelemahan kalian! Bermain-main lah dengan malaikat kematian!"
"Ck, terkadang aku benci dengan suara yang ini!" Aku bersiap untuk berlari. Menunggu menit ke 15.
"Sekarang!" Aku berlari masuk.
...[Pelajaran pertama, dimulai!]...
Aku memakai tudung dan maskerku, menghempaskan ulat yang berjatuhan dan serangga yang menyerbu ke arahku.
"Sial! Mereka banyak sekali!" Aku melihat ke arah pepohonan yang lebat. Aku mencoba melompat dan bergelantungan di rantingnya.
SSSSR!
"HUAAGHGG!" Secara spontan aku melepaskan cengkramanku. Ternyata ranting yang kupegang itu dipenuhi ulat bulu!
Sial aku tidak menyadarinya karena warnanya sama!
"ARGHHH!"
***
POV: Fani
Ruteku benar-benar merepotkan! Aku harus menyebrangi sungai dangkal dengan arus yang setara dengan badai?! Untuk satu langkah saja rasanya sangat berat!
"Oho~ lihat siapa ini? Aku harus memburunya?"
Aku bergidik, hawa membunuh yang luar biasa! Aku menoleh ke belakangku. Ada seorang laki-laki dengan ... tidak, dia tidak memakai baju. Dia hanya memakai celana hitam yang kelihatan sangat berat.
Tapi tunggu! Dia berdiri di atas air?!
"Hm? Kau terlihat terkejut? Ekspresimu sangat manis!" Pria itu tersenyum ke arahku. Aku mencoba untuk berlari menyebrangi arus sungai yang gila ini.
Ini percuma! Aku bahkan hanya bisa mencapai 10% kecepatan maksimalku!
"Semangatlah~ kuberi waktu 20 menit, menjauhlah sejauh yang kau bisa dariku!" Pria itu tertawa. Aku berdecak kesal.
"Hah ... 20 menit? Kau tidak akan bisa mengejar ku setelah itu!" ucapku dengan marah. Pria itu hanya tertawa.
"Coba saja~" pria itu meremehkanku.
Aku masih melangkah dengan kekuatan maksimalku. Aku bisa merasakannya! Kecepatanku semakin meningkat! Aku bisa menyebrangi sungai ini dalam 6 menit!
"Berhasil! Masih tersisa 14 menit! Aku harus lari!" Aku mulai berlari, tapi kakiku terasa lemas karena sudah berusaha menerjang arus sungai.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku pasti bisa!" Aku masih berlari sambil terhuyung-huyung. Nafasku terasa sesak, pandanganku tidak jelas. Aku yakin ini sudah 19 menit. Sejauh ini, dia tidak akan mampu mengejarku kan?
Aku berhenti lalu menopang tubuhku dengan tangan yang bertumpu pada lutut.
"Oh? Kenapa berhenti?"
Deg.
Jantung terasa seperti berhenti. Dia ... sudah di sampingku?
"Perkenalkan, aku agen kelas atas. Kode namaku Walker." Walker tersenyum, tangannya hendak menyentuh ujung rambutku.
"AAAAAA!"
***
POV: C
Hmm, sungguh suara yang indah.
"Fani ... dia harus kabur dari the Walker. Lawan tersulit di pelajaran kali ini." Aku mengeluarkan sebungkus rokok lalu menyalakan salah satunya.
"Hm, selain Walker. Ada 2 agen yang cukup merepotkan, dan 1 agen yang cukup mengerikan." aku menghisap rokok lalu mengembuskannya.
"Mereka pasti bisa." Aku tersenyum. Mengingat muridku kali ini sangat berbakat!
"Mereka bukanlah anjing yang menggonggong saat terancam."
"Mereka adalah binatang buas yang cerdik. Macan yang menyimpan cakarnya, capung yang mengintai mangsanya, belakang yang menyergap dari belakang, atau ular yang mendesis dan mengangkat kepalanya!"
Benar, orang akan bertambah kuat jika melampaui batas mereka.
Dan salah satu pemicunya adalah nyawa.
"Oh iya, kalau kuingat-ingat. Erea juga mendapat lawan yang merepotkan. Kalau tidak salah ... dia akan melawan Agen F." Aku mematikan rokokku.
"Si F ya ... orang yang tergila-gila dengan kincir angin."
***
POV: Erea
"KYAAAA! APA-APAAN ITU?! KENAPA ITU TERUS MENGEJARKU?!" Aku sangat takut! Apa itu! Huaaa! Bahkan dengan pepohonan yang lebat ini, benda itu memotong semuanya!
"Hihihi~"
..."YA! LARILAH! KAU TERLIHAT SEPERTI MANGSA YANG LEMAH!"...
__ADS_1
TBC.