Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Ghost?


__ADS_3

POV: Seas


Sial! Apa-apaan tenaganya ini?! Aku tidak bisa melepaskan diri!


Berkali-kali aku mencoba melepaskan diri, merangkak, mencakar lantai hingga kuku-ku sakit. Tapi aku tak berhasil melepaskan diri dari injakannya, malah semakin aku berusaha, ini jadi semakin sakit.


Bagaimana ini?! Sudah pasti Ruo dan rekannya tidak akan berani bergerak sembarangan!


Sial ...


Aku tidak menyangka peringkat 100 bulan akan sekuat ini.


Kakakku ... dia bilang kakakku pernah mengalahkannya? Seberapa tinggi peringkat kakakku? 10 matahari?


Aku sudah lelah ... butuh waktu berapa lama lagi?


Whusss.


Deg!


Sebuah hawa dingin tiba-tiba mulai terasa. Perasaan tidak nyaman yang membuat jantung berdegup kencang, perasaan tidak mengenakkan yang membuatmu ingin segera pergi dari tempat ini.


Hawa membunuh yang luar biasa.


"Hihihi~ lama tidak bertemu~ Melga."


DEG!


SUARA SIAPA INI?! MUSUH?!


Aku mendongak untuk melihat ke sumber suara. Di bangku penonton yang paling atas, ada seseorang yang duduk sambil mengenakan topeng iblis yang menyeramkan. Dia terlihat begitu tenang, duduk sambil menyilangkan kaki, seolah menikmati pemandangan yang dia lihat.


"... Kau? ... Jangan-jangan ... Ghost?" Melga bertanya dengan tatapan mata yang tajam. Aku ganti menatap orang yang bernama Ghost itu.


Tapi ... saat aku melihatnya ... dia sudah menghilang.


SRATT!


Eh?


Sejak kapan ... aku ada di pundak Ghost?!


Cepat! Dia sangat cepat!


Aku membelalak kaget karena tiba-tiba aku sudah digendong oleh Ghost. Tidak sampai lima detik semenjak aku sadar bahwa Ghost menghilang, dan kini aku berhasil dia selamatkan.


"Maaf ya~ tapi Seas itu adik kelasku yang berharga. Kepala sekolah sangat marah karena kau bertindak seperti ini~," ucap Ghost pada Melga. Ghost lalu menurunkanku di depan Ruo dan rekan-rekannya. Setelah menurunkanku, dia segera berbalik lalu berdiri tegap.


"Larilah ke bawah tanah. Ikuti lorongnya. Kalian akan sampai di Underworld School lagi.


Sebanyak apapun ledakan yang terjadi, sekeras apapun suara dentingan besi yang kalian dengar. Jangan menoleh ke belakang.


Nyawa kalian adalah prioritas. Oh .. dan juga, bawa Sky serta Valeria yang terbaring di sana." Ghost menunjuk ke ara Valeria serta Sky yang terbaring di sebelah Remi. Kami mengangguk paham, dan Ghost langsung menghilang lagi.

__ADS_1


"Dia ... benar-benar sesuai dengan namanya ya. Seni hantu, salah satu seni terlarang yang sangat mengerikan." Ruo berbicara pada dirinya sendiri. Aku langsung berdiri dan mulai menggendong Sky di punggungku. Sedangkan Valeria digendong oleh Ruo di bagian depan seperti seorang putri.


"Ayo kita melompat ke bawah!" Remi berkata sambile menunjuk sebuah lubang yang tercipta karena pertempuran Sky serta Valeria.


"Tunggu ... bukannya di bawah ada ... kadal?" ucap Cedrik dengan nada yang ragu-ragu. Kami langsung terdiam membeku, kami baru ingat bahwa ada puluhan kadal raksasa yang bersemayam di bawah tanah.


WHUNG!


"Apa?" Aku menoleh ke samping saat mendengar suara keras yang mendekat.


DUARR!


Belum sampai satu detik aku menoleh, di sampingku kini terukir goresan pisau raksasa yang panjangnya sekitar empat meter.


"KENAPA KALIAN TIDAK LANGSUNG MASUK?! SANA MASUK MASUK!" Suara lantang Ghost menyadarkanku dari lamunan. Tanpa apa-apa, kami langsung melompat bersamaan menuju lubang gelap yang penuh bahaya itu.


"GRRAAA!"


Belum lama kami mendarat, sudah disambut mulut kadal yang tidak pernah gosok gigi. Ugh ... baunya.


"Remi." Ruo memanggil nama rekan perempuannya.


"Dimengerti."


Trak.


Remi melemparkan sebuah botol kecil berwarna biru muda yang berkilau ke dalam mulut kadal itu.


Prang.


Dalam hitungan detik, seluruh tubuh kadal itu telah berubah menjadi es yang indah. Ternyata ramuan yang Remi gunakan adalah ramuan pengubah susunan DNA.


Kami mendarat dengan aman di tubuh kadal yang berubah menjadi es itu. Tapi ... kini masalah baru telah datang.


Puluhan kadal lainnya yang mulai mendekat.


"... Cedrik, bisakah kau menggendong Sky?" Aku bertanya pada Cedrik tanpa menoleh. Remaja laki-laki berambut hitam itu sedikit kaget, tapi dia segera mengangguk dan menggendong Sky di punggungnya.


"Tetap dibelakangku. Aku akan membuka jalan." Aku mengeluarkan Lumius yang sedari tadi kusimpan di pinggang.


Aku menarik nafas panjang, lalu menggenggam daggerku erat-erat.


"[Teknik bayangan: kombinasi, nomor 1 dan 3. Langkah bayangan dan Garis Lurus.]"


WHUS!


Aku langsung melesat turun ke arah puluhan kadal raksasa di depanku. Mataku menatap mereka yang mulai membuka mulut, menganggapku seperti serangga yang mendatangi predatornya.


Kalian salah ... predatornya bukan kalian.


Tapi aku.


WHUNG!

__ADS_1


CRATT! CRAT CRAT CRAT!


Dengan langkah bayangan serta garis lurus yang kugabungkan, aku bisa bergerak tanpa tersentuh sekaligus membelah leher mereka secara langsung. Berkali-kali aku memotong leher kadal yang tak ada habisnya ini.


Walaupun menggabungkan dua teknik dalam satu waktu sangat membebani tubuhku, tapi aku harus melakukannya. Kalau tidak, maka Sky dan Valeria tidak akan bisa diselamatkan.


CRAT CRAT CRAT!


Lagi ... aku harus lebih cepat lagi.


CRAT CRAT CRAT CRAT!


LAGI! AKU HARUS LEBIH CEPAT LAGI!


CRAT CRAT CRAT! CRANGG!


Apa?


"Seas ... kadalnya sudah habis. Apa yang kau serang?" Suara Ruo menyadarkanku yang tidak fokus sejak tadi. Aku menoleh ke belakang, melihat Ruo serta timnya yang berjalan pelan melewati mayat kadal raksasa.


Kini aku ganti menoleh ke depan, melihat benda keras apa yang tadi kuserang.


"Hah? BERLIAN?! KENAPA ADA BERLIAN DI SINI?!" Aku berteriak terkejut. Benda keras yang kuserang tadi ternyata adalah berlian. Pantas saja aku tidak bisa memotongnya, berlian adalah salah satu benda terkeras di dunia ini.


"Kau menemukan apa?" Remi bertanya tiba-tiba.


"Itu ... berlian ... SUNGGUH?!" Remi juga ikut kaget saat melihat berlian di depannya.


"Mungkin lebih baik kita tidak mengambilnya. Berlian itu tertanam di dinding terowongan ini, kalau kita mengambilnya, mungkin itu akan mempengaruh struktur batu penyangga dan malah membuat terowongan runtuh.


Kita jalan lurus saja. Harusnya Underworld School sudah dekat." Cedrik berbicara dengan tenang sambil menggelengkan kepalanya. Aku dan Remi sedikit kecewa, tapi mungkin yang Cedrik katakan ada benarnya.


***


POV: Ruo


Aku ... tau sejak masih di kelas dulu. Bahwa Seas itu kuat. Walaupun dia terlambat bergabung bersama kami. Tapi bakatnya itu bukan main.


Tapi ... sungguh, aku tidak menyangka bahwa dia akan sekuat ini.


Aku menoleh ke belakang, melihat kumpulan mayat kadal raksasa yang berjejer bagaikan jembatan. Seluruh kadal itu kepalanya terpotong.


Ya, Seaslah yang memotongnya hanya dalam satu tebasan.


Apa lagi pergerakan Seas tadi. Teknik langkah bayangan yang dia gunakan itu sangat merepotkan, dia bisa berpindah dan membuat tubuhnya seolah ada dua orang.


Tapi tadi ... dia membuat tubuhnya seolah ada 20 orang! Sangat cepat ... karena kecepatannya yang luar biasa, aku jadi seperti melihat ada 20 Seas.


Tapi ... teknik ini memang hebat.


Apakah tubuh Seas mampu bertahan?


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa likenya ya guys!


__ADS_2