Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Rencana untuk ujian ke 5!


__ADS_3

"BAIKLAH! AYO KITA LAKUKAN!"


POV: Seas


Sesampainya di asrama, aku segera membersihkan diriku dan merebahkan diri di atas kasur. Terkadang aku melihat ke arah jendela yang terbuka, menampilkan langit Underworld School yang selalu gelap. Aku juga melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 8, sepertinya pukul 8 malam.


Tok tok tok!


"Masuklah," ucapku sambil mengubah posisiku menjadi duduk. Pintu kamarku terbuka, menampilkan Valeria dan Sky yang datang dengan memakai baju biasa.


"Hah? Ada apa? Kenapa kalian ke kamarku malam-malam?" tanyaku bingung sambil menatap kedua orang yang duduk di atas kursi di kamarku. Sky membetulkan posisi duduknya untuk menghadap ke arahku, sedangkan Valeria lebih memilih duduk di tepi jendela.


"Ini tentang ujian ke 5 besok." Valeria berbicara sambil terus menatap ke arah luar.


"Memangnya ada apa dengan ujian besok?" tanyaku sambil memiringkan alis.


"Ekhem! Yah, permainan hitam dan hijau itu, pasti kebanyakan dari kita tau mekanismenya.


Akan ada 2 tim yang diberi nama Hitam dan Hijau. Prinsip permainan ini sama seperti pencuri dan polisi bukan? Nama tim yang disebutkan terlebih dahulu, adalah nama tim yang akan dikejar," ucap Sky sambil menunjukkan sebuah kertas yang dicoret-coret. Ya, aku juga tau permainan ini. Karena ada 10 tim, mungkin permainannya akan jadi 5 kali, atau ... seluruh tim akan langsung bermain dalam satu waktu.


"Benar, lalu?" Aku bertanya lagi dan memilih untuk menyandarkan punggungku di dinding tembok.


"Kita tidak tau permainan besok akan seperti apa, jika permainan dimulai dengan per 2 tim, maka kita akan aman. Tapi bagaimana jika seluruh tim bermain dalam satu waktu?" ucap Sky lagi dan aku menjawabnya dengan anggukan.


"Maka itu akan jadi 5 tim lawan 5 tim," ucapku.


"Tidak. Itu akan jadi 1 tim melawan 9 tim." Perkataan Valeria membuatku tersentak. Tapi aku segera menyadari satu hal, bahwa yang Valeria katakan itu adalah kemungkinan yang pasti.


Ini adalah Underworld School, tidak ada jaminan bahwa tim lain mau bekerjasama atau bahkan mereka malah memakai kami sebagai pijakan kemenangan mereka.


"Karena itu, kita membutuhkan sebuah rencana. Tim apapun kita nanti, kita harus bisa mengantisipasi dikhianati oleh tim lain," ucap Sky dengan wajah yang serius. Aku menatap ke arah kakiku sambil merenung.


Apa yang Sky katakan benar, antisipasi sebelum terjadi memang diperlukan.


"Apalagi dengan adanya Seas di tim kita, kemungkinan kita menjadi incaran semakin besar," ucap Valeria sambil menatapku datar. Aku mengendikan bahuku tanda tidak paham.


"Pengawas ujian ke 4 itu licik, dia sengaja memberitahu bahwa ada ujian satu lawan satu. Artinya ... dia memberitahu bahwa tim dengan anggota yang menyeramkan, harus disingkirkan terlebih dahulu." Valeria berkata lagi seraya turun dari tepi jendela.


"Benar Seas, jadi di ujian ke 5 dan 6 kemungkinan tim kita akan mengalami kesulitan yang lebih besar dari tim lain. Rencana akan sangat diperlukan untuk tim kita," ucap Sky lagi.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti. Soal rencana ... aku sudah punya. Untuk ujian ke 5, ayo kita lakukan seperti ini saja ... "


***


-esoknya-


"Sky, apa kau sudah mempersiapkannya?" tanyaku sambil mengancingkan rompi hitam di badanku.


"Ehem, ya, semua sudah siap," jawab Sky sambil memakai jas laboratoriumnya yang berwarna hitam.


"Jangan lupa kesepakatan kita untuk ujian ke 5, dilarang menggunakan Blood Weapon." Valeria ikut berbicara seraya memasukkan peluru dan pistol ke wadah di sabuk pinggangnya.


"Val, jangan lupa bawa belati," ucapku mengingatkan. Valeria tercekat sebentar lalu segera mengambil belati yang masih tertutup dan memasukkannya ke dalam wadah juga.


"Nah ayo! Kita sudah siap!" Aku berjalan lebih dulu keluar dari asrama, diikuti oleh Valeria dan Sky.


Lokasi ujian ke 5 kali ini, adalah di hutan terbuang, bagian Barat Laut Underworld School. Satu-satunya hutan yang masih hidup di sini walaupun memiliki daun berwarna hitam, tapi hutan ini tetap bisa tumbuh. Hutan di sini adalah salah satu jenis tumbuhan yang telah bermutasi dan bisa hidup tanpa cahaya matahari, namun bisa tetap menghasilkan oksigen.


Sepanjang jalan kami menuju hutan terbuang, banyak pasang mata yang senantiasa mengamati kami. Yah, walaupun kebanyakan mata mereka menatapku, tapi mereka akan menyesal nanti jika melupakan Valeria serta Sky. Tim kami hebat bukan karena ada 'aku', tapi tim kami kuat karena itu kenyataannya.


"Seas, apakah ujian ke 5 ini dilaksanakan secara terbuka?" tanya Valeria berbisik dari samping kananku. Aku sedikit menunduk untuk menjawab pertanyaan Valeria.


"Seas, sepertinya kita melupakan satu hal yang penting." Valeria berkata sambil menghela nafas lagi.


"Hah? Apa itu?" tanyaku heran.


"Kecemasan Sky akan kambuh jika di keramaian."


...


JDER!


SIAL! AKU LUPA!


Dengan cepat aku menoleh ke arah Sky yang ada di sisi kiriku.


...


Benar. Wajahnya sudah pucat dan keringatnya juga lumayan banyak. Bisa-bisanya aku melupakan faktor yang penting ini. Ujian yang sebelumnya memang tidak dilaksanakan secara terbuka, makanya kecemasan Sky tidak kambuh. Sedangkan di ujian ke 5 dan seterusnya, ujian akan dilaksanakan terbuka agar para pembunuh lainnya bisa melihat kemampuan kami.

__ADS_1


Sekarang ... bagaimana caraku mengatasi ini? Jika Sky terus gugup begini, bukankah rencana yang dibuat akan tetap hancur? Kondisi gugup Sky termasuk dalam taraf yang parah.


Bagaimana ya?


"Um ... Sky ... bagaimana kalau ... ah! Meskipun ujian kita kali ini dilihat oleh banyak orang, tapi mereka tidak akan bisa melihat kita di arena secara langsung!


Ya ... jadi ... jadi ... jadi anggap saja seperti orang yang melihat hanya dari CCTV!" ucapku gagap dan bingung. Aku juga tidak tau caranya menangkan kecemasan ini, apalagi jika penyebabnya adalah keramaian.


"CCTV? Berarti mereka hanya akan melihat melalui layar?" tanya Sky sambil menatapku dengan tatapan yang lelah. Aku mengangguk dengan cepat, berharap yang kukatakan bisa memberikan sebuah dampak yang baik.


"Oh ... berarti ya tidak apa-apa! Kupikir mereka akan melihat secara langsung dari sisi hutan!" ucap Sky sambil menghela nafas lega.


"Itu tidak mungkin~ hutannya kan sangat luas, mereka tidak akan bisa melihat dari tepi, satu-satunya cara agar mereka bisa melihat tanpa mengganggu ujian ya hanya lewat siaran," tambah Valeria sambil menepuk pundak Sky. Wajah Sky yang awalnya sudah sepucat orang mau mati, sekarang kelihatan sangat cerah dan lega. Aku dan juga ikut menghela nafas lega.


Kita sudah menyelamatkan rencana yang kita buat semalaman.


***


-di hutan terbuang-


Vrrrrr!


Aku menatap ke arah puluhan drone yang terbang di atas langit. Saat aku melihat ke depan, para peserta lain sudah terkumpul, mereka juga sudah membawa senjata mereka.


Tidak masalah, ini sesuai dengan rencana. Aku, Sky dan Valeria tidak akan menggunakan Lumius, Belmere maupun Hades. Ujian ke 5 ini tidak ada pertarungan yang berarti, yang ada hanya cara menangkap musuh dan menghindar. Menyembunyikan kekuatan asli untuk ujian selanjutnya adalah yang utama.


"Sky, kau tidak lupa apa yang harus kita lakukan nanti bukan?" tanyaku sambil melirik ke arah Sky yang sudah bersiap dengan jarum dan benangnya.


"Ya, tergantung nanti kita akan mendapat peran sebagai tim penangkap atau tim yang kabur, aku siap dengan keduanya," ucap Sky dengan percaya diri. Aku serta Valeria saling tatap lalu tersenyum licik.


"Nah, ayo kita sambut ujian ke 5!"


TBC.


Oh btw guys, aku mau sekalian promosi:D



Jangan lupa mampir ya guys! Biar rame gitu hehehe:)

__ADS_1


__ADS_2