Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Munculnya Ruo!


__ADS_3

"Benar. Racunku akan mempan kali ini."


POV: Author


Seas dan Sky berdiri menatap Hell yang sudah setengah hangus itu. Bukan hanya tubuhnya, bahkan zirah Hell sudah meleleh karena hawa panas dari senjata Sky.


Whus whus! Tang!


Sky memainkan schytenya sambil menatap ke arah Hell.


"Aku tidak bisa menjadi penyerang utama, karena itu aku akan menjadi orang yang membuka jalan untukmu," ucap Seas sambil melakukan sedikit pemanasan. Sky mengangguk paham, dengan jari tangannya yang masih terluka, Sky sengaja meneteskan darah hitamnya ke sisi tajam dari schytenya.


"Ayo mulai?" ajak Seas.


WHUS! DRAP!


Sky langsung mengayunkan schytenya ke arah depan, sedangkan Seas langsung melompat ke atas dengan bantuan senjata Sky. Setelah Seas terlempar cukup tinggi, Sky langsung berlari maju sambil membawa sabit besarnya itu.


Kling.


Seas memasang posisi daggernya dengan sisi tajam di arah bawah, dalam hitungan detik, dia berniat untuk langsung menyerang Hell dari titik butanya.


"GRAAA!"


TRANGG!


Hell bisa bereaksi tepat sebelum Seas melubangi ubun-ubun kepala Hell. Ternyata walaupun zirah Hell meleleh, tapi pedang raksasa yang Hell bawa tidak ikut meleleh. Bahkan ... pedang Hell malah ikut jadi panas layaknya besi yang baru dipanggang.


Hm? Rasanya ada yang aneh dengan pedang monster itu ... tapi apa ya?,-batin Seas.


WHUNG!


"Ah. Aku terlempar." Seas malah berucap dengan santai saat Hell menghempaskan pedang besarnya, akibat dari hal itu, Seas langsung terlempar ke udara.


"Grrr."


Cring.


"Hah?" Tatapan mata Seas membeku, mata ungunya menatap ke arah pedang Hell yang bersinar terang.


WHUS!


Saat Hell mengayunkan pedangnya itu, ayunannya menghasilkan api yang mirip seperti bulan sabit. Kobaran api itu melesat lurus ke arah Seas yang masih mengambang di udara.


Klik.


..."[Teknik bayangan: nomor 1, garis lurus.]" ...


Seas tau bahwa saat dia berada di udara, tidak ada tempat baginya untuk menghindar, karena itu langkah bayangan tidak akan berguna di saat ini. Dan satu-satunya pilihan yang tepat adalah teknik nomor 1, garis lurus.


Seas menyilangkan daggernya di depan dada, mata ungunya menatap fokus ke arah ayunan api yang Hell lontarkan.


WHUNG!


BLARR!


Seas langsung mengayunkan daggernya secara horizontal, ke arah kiri dan kanan. Kobaran api yang melaju ke arahnya meledak dan terbakar menyebar. Seas sedikit kesal karena hawa panasnya melukai rambut putih Seas.

__ADS_1


"Kau jangan lupa kalau aku masih ada."


WHUNG!


TRANGG!


Sky datang dari arah belakang sambil bersiap mengayunkan sabitnya dengan arah yang menyilang. Hell bertahan dengan baik, tapi Sky langsung merubah cara bertarungnya.


Kalau dengan kekuatan tidak bisa, bagaimana kalau keseimbangan?,-batin Sky.


Whung whung whung whung!


Sky memainkan schytenya seperti sedang memainkan kincir angin. Gerakan yang begitu cepat tapi juga keseimbangan yang luar biasa. Sky langsung maju dengan menggunakan gerakan itu, dia mengerahkan semua yang dia punya.


Ujung sabit, pangkal sabit, tongkat bagian tengah, tongkat bagian bawah. Sky memainkan schyte itu seolah bagian dari tubuhnya sendiri.


Trang trang trang!


Bunyinya memang tidak sekeras beberapa saat tadi, karena Sky kini tidak lagi fokus pada kekuatan ataupun kecepatan. Dia sadar, senjata panjang itu memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah menyerang dari berbagai posisi.


Whung whung!


Sky membalikkan arah schytenya, berusaha menyerang dagu Hell dengan mengayunkan schyte dari bawah.


ZRASHHH!


Dan itu berhasil.


"GRAHHH!" Schyte Sky menancap tepat di dagu Hell, bahkan hingga menembus hidungnya.


"Sekarang! Akhiri ini Seas!" teriak Sky sambil berusaha menatap Seas.


Tapi Seas malah tidak sadarkan diri.


Apa? Kau kenapa?,-batin Sky.


"GRAHHH!"


BUAGH!


Karena Sky kehilangan konsentrasi, Hell langsung membalas dengan tinjunya, dan itu mengenai Sky di titik yang fatal, pelipisnya. Karena satu serangan itu, Sky juga tidak bisa berdiri lagi, setiap kali dia ingin bangun, rasanya bumi ini berputar tidak beraturan.


"GRRR!" Hell mencabut schyte yang menancap di dagunya, dia berjalan dengan langkah gontai ke arah Seas. Sky juga melihatnya, tapi dia tidak bisa melakukan apapun dengan kondisi kepala yang berputar-putar.


"GRRR! GRAHHH!"


WHUNG!


"SEAS!" Sky berteriak khawatir.


BUAGH!


"EH?"


"EEEEEEEEEHHHHHHHH?!"


Ternyata pukulan Hell meleset, para penonton yang tegang menonton pertandingan, langsung mulai kehilangan minat dan menatap malas arena gladiator ini.

__ADS_1


WHUS!


BUAGH!


Lagi dan lagi, pukulan Hell meleset. Padahal jaraknya dan Seas tidak sampai 4 meter. Tapi Hell tidak bisa mengenai Seas yang bahkan tidak bisa berpindah tempat. Melihat hal ini, Sky jadi merasa yakin akan satu hal.


Aku tadi sempat memberi racun darah di sabitku. Lalu darah itu langsung mengenai mulut serta hidung, dan bahkan peredaran darah bagian kepala. Kalau begitu ini berarti, efektivitas racun yang kuoleskan akan berfungsi 4 kali lebih cepat!,-batin Sky.


"GRAHHH!" Hell merasa kesal karena dia terus gagal memukul Seas, bahkan dia sampai mengerang dengan keras.


Cklik.


DUARRR!


Tiba-tiba, salah satu tembok yang berada di samping arena gladiator ini meledak. Asal hitam mengepul tebal, dan suara puing-puing tembok yang jatuh membuat arena ini langsung hening.


"HAHAHA! KAU TAMPAK LELAH YA? SEAS?!"


WHUS!


Muncul seorang remaja laki-laki dengan rambut merah yang mencolok, dia memakai knuckle serta sepatu yang memiliki duri di titik serangnya.


Orang itu adalah Ruo, teman satu kelas Seas dahulu.


Ruo melesat langsung ke arah Hell, saat sudah 1 meter di dekatnya, dia merubah pose larinya menjadi kuda-kuda.


..."[Teknik naga merah: nomor 1, straight.]" ...


WHUNG!


BUAGH!


Ruo melayangkan tinju lurus dengan kekuatan luar biasa. Otot lengannya yang membesar karena latihan keras, dorongan otot punggungnya yang seperti pahatan membuktikan lamanya dia berlatih. Posisi kaki yang terlihat natural memberi kesan kuat tentang seorang profesional.


Namanya Ruo.


Remaja laki-laki yang menciptakan 'seni' miliknya sendiri.


Dia menggabungkan beberapa teknik bela diri, dan menggabungkannya dengan kuda-kuda baru.


"WUHU! K.O!" ucap Ruo semangat saat melihat Hell yang tersungkur tak berdaya di depannya. Ruo langsung teringat tentang Seas yang tak sadarkan diri, dengan cepat dia membalikkan badan lalu mulai menggendong Seas layaknya seorang putri.


"Cedrik! Ledakkan saja semuanya!" perintah Ruo pada anak laki-laki dengan rambut hitam dan mata biru. Dia adalah Cedrik, rekan satu tim Ruo.


"Iya-iya," ucap Cedrik sambil menekan sebuah remot.


DUAR DUAR DUAR DUAR!


Berbagai letusan mulai muncul, bukan hanya itu, bahkan jaringan komunikasi di sini juga telah Ruo putuskan.


"Dasar pembawa acara kolot, kalau dia tidak memberi Seas obat, aku yakin lehernya sudah putus sekarang," ucap Ruo lalu mulai untuk berjalan pergi.


"Oy! Ini si rambut kuning diapakan?" tanya Cedrik sambil menunjuk ke arah Sky.


"... Tinggalkan saja?"


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa likenya ya guys! Komennya juga biar aku makin semangat nulisnya!:3


__ADS_2