
POV: Author
Seas dan Sky segera berdiri, mereka masih diam dan mengamati Razeks yang mulai menggila. Pria berambut pitak itu berteriak tidak jelas, bahkan menyobek bajunya hingga hanya menyisakan celakanya saja. Tubuh pria itu dipenuhi berbagai bekas luka, entah itu luka sayatan, luka, tusuk, luka bakar ataupun luka tembakan. Hanya dengan melihat tubuhnya saja, sudah cukup menjelaskan kehidupan seperti apa yang selama ini dia alami.
"Akan kubunuh kalian ... akan kuambil bola mata kalian yang indah itu, lalu aku berikan pada para agen di Underworld School! Akan aku tunjukkan bahwa mereka sangat lemah!" teriak Razeks lagi.
Sky dan Seas masih diam, belajar dari kesalahan, mereka tidak akan lengah sedetikpun melawan makhluk keji ini. Yah, walaupun sebenarnya mereka sama-sama keji sih.
Sring.
Beberapa jarum kaca mulai terbentuk di udara, tentu Sky dan Seas melihatnya secara langsung.
Jarumnya terbentuk di udara! batin Sky dan Seas bersamaan. Sky segera memasukkan data yang barusan dia lihat ke dalam otaknya, dan mulai mengamati lebih jernih. Setiap data yang berharga dari Razeks akan dia kumpulkan untuk mencari kelemahannya.
"[Teknik embun jarum: nomor 1, jarum seribu kaca!]"
SRAATTT!
Puluhan jarum terbang melesat ke arah Sky dan Seas. Sky langsung menangkis semua jarum itu dengan memutarkan scythenya dengan kecekatan tinggi, sedangkan Seas langsung berlari menghindari semua jarum itu.
Razeks yang menyadari bahwa Seas sudah menghilang, segera mengarahkan target pada Sky. Karena Razeks tahu, seberapa sulit mencari Seas di dalam kegelapan. Bahkan saat bertarung dengan Seas dulu, dia sangat kesulitan menebak pergerakan Seas.
SRAAAT!
Razeks berlari maju sambil membuat beberapa jarum di sekelilingnya dengan tujuan mencegah Seas datang mengganggu pertarungannya. Sky menyadari kedatangan Razeks, dia bersiap dan mulai mengatur nafasnya.
"[Teknik sabit Hades: nomor 1, lorong neraka.]"
BLAARR!
WHOOOSSS!!
Sabit Sky membara dengan panas, Sky memutar sabitnya di depan, membuat tornado yang menggeliat di atas tanah seperti ular yang merayap. Tornado itu menerjang Razeks dengan kuat, Sky sendiri melihat bahwa Razeks tidak menghindari apinya, justru dia malah menantang dari depan.
Apa dia gila?! batin Sky sambil menatap tajam kobaran api yang ada di depannya.
WHUUUSS!
Razeks muncul dari depan dengan kondisi tubuh yang masih utuh, hanya saja tubuhnya terlihat berasap karena api milik Sky. Dengan sigap, Sky segera menghadang senjata Razeks dengan gagang sabit panjangnya.
TRANGG!
TRANG TRANG TRANG!
Razeks melancarkan serangan membabi buta, Sky dibuat cukup kewalahan karena gerakan Razeks yang sangat cepat.
__ADS_1
Syut.
Seas muncul di belakang Razeks dengan posisi terbalik, kepalanya berada di bawah, sejajar dengan leher Razeks.
"[Teknik bayangan: nomor 1, garis lurus.]"
SYUUSHH!
TRAANGG!
Seas mengayunkan daggernya secara horizontal dengan kecepatan tinggi, namun karena Razeks sudah bersiap dengan kedatangan Seas, dia sudah menyiapkan jarum kaca yang sigap melindunginya dari segala arah.
Seas tahu, meskipun begitu dia tetap menyerang Razeks. Kenapa? Karena dia memberi Sky kesempatan untuk mengambil nafas, dan memberikan serangan balik.
"[Teknik teratai darah: nomor 1, kuku siluman.]"
CRAASH!
CRAAT!
Dari depan, Razeks tidak menyangka bahwa Sky akan menyerang dirinya menggunakan cakar di tangannya, bukan sabit yang dia pegang. Matanya melihat kuku Sky yang memang diasah sangat tajam. Kelima jarinya sekarang sudah semerah darah karena berhasil melukai dada Razeks.
Razeks agak terhuyung, dia segera mengambil langkah mundur tapi tetap waspada dengan punggungnya. Seas yang selalu muncul tiba-tiba itu membuat trauma sendiri padanya.
Jantung Razeks rasanya hampir melompat, dia dipermainkan oleh tipu daya Seas. Dia terlalu fokus melihat ke belakang karena mengira Seas akan muncul dari sana, tapi siapa sangka bahwa sekarang Seas malah muncul dari depan.
BUGH!
Seas menendang dada Razeks yang barusan dicakar oleh Sky, membuat pria itu terpental jauh beberapa meter. Urusan fisik, mungkin Seas adalah yang terkuat di timnya setelah Valeria, tapi biarpun begitu, kekuatan Seas juga bukanlah omong kosong belaka.
Seas berdiri tegap di depan Sky yang tampak terengah-engah, pertarungan dengan ritme super cepat yang dia hadapi, membuatnya kehilangan begitu banyak tenaga padahal baru beberapa detik dia beradu senjata. Sementara itu, Razeks yang baru saja ditendang dadanya, segera bangkit.
Meskipun sekarang dadanya terasa sesak, tapi dia bisa menahan rasa sakitnya dan tetap berdiri kokoh.
"... Seas Veldaveol ... Sky Latrix ... sungguh kerjasama yang merepotkan." Razeks bergumam pada dirinya sendiri. Sejenak dia terdiam, lalu mengeluarkan jarum kaca sekali lagi. Tapi yang kali ini, tidak langsung dia lemparkan, dia memegang kedua jarum kaca itu seperti belati kecil di kedua tangannya.
"[Teknik embun jarum: nomor 4, getaran jarum.]"
SYAT!
Razeks langsung maju. Seas dan Sky kembali bertukar posisi, Sky maju di depan, sedangkan Seas kembali menghilang di dalam bayangan. Sky merasa cukup aneh melihat Razeks yang meladeni pertarungan jarak dekat. Padahal tadi, dia begitu mengincar untuk melakukan pertarungan jarak jauh saja.
Teknik apa yang dia gunakan kali ini? batin Sky mencoba menebak. Tapi sampai Razeks sudah sampai di depannya, Sky tidak menemukan sebuah petunjuk. Razeks langsung menyerang Sky dengan hendak menyayat wajah Sky dari depan.
Syung!
__ADS_1
Tapi anehnya, gerakan Razeks begitu pelan. Bahkan sampai terasa aneh karena Sky bisa menghindari serangan tadi dengan sangat mudah.
Ada apa dengannya? Kenapa malah tambah pelan-
"UHUK! HOEK!" Sky tiba-tiba saja muntah setelah berhasil menghindari serangan Razeks. Kepalanya terasa sangat berdenyut, bahkan pandangan dan pendengarannya terasa kabur. Seas yang melihat hal itu jadi ikut kaget. Dia bertindak gegabah dengan langsung muncul dari sisi kiri Razeks.
"Kau ceroboh, Seas."
SYATT!
Razeks ganti mengayunkan jarumnya ke arah Seas. Remaja bermata ungu itu mencoba untuk bertaruh, dia tidak menghindari serangannya, tapi justru menahan serangan Razeks.
TRAAANGGGGGIINGG!
Suaranya berbeda?! batin Seas.
Tapi setelah itu, Seas langsung berlutut karena kepalanya yang terasa sakit. Dia juga mulai merasa mual, semua yang dia lihat begitu berputar-putar.
"Hah, matilah kau!"
SYATT!
Razeks hendak menikam tengkuk Seas yang terbuka lebar. Tapi sebelum jarumnya mengenai Seas, sabit Sky bergerak cepat, memukul dada Razeks menggunakan bagian tumpul sabitnya.
BUGH!
"UKH!" Razeks terdorong mundur beberapa langkah, di kesempatan itu, Sky segera berdiri dan membawa Seas untuk ikut menjauh sedikit.
"Uhuk! HOEK!" Seas masih muntah, karena kepalanya begitu berdenyut.
"Tahanlah sebentar, efeknya tidak lama," ucap Sky sambil waspada akan gerakan Razeks selanjutnya.
"Sial ... HOEK! Senjata apa HOEK! Yang dia pakai!?" geram Seas sambil beberapa kali muntah angin. Sky menatap Razeks yang perlahan berdiri, dia masih saja berdiri walaupun dadanya sudah berdarah dan dipukul sampai berwarna ungu.
"Itu adalah suara. Teknik getaran yang dia maksud, adalah dengan menggetarkan gelombang suara. Jika kita menghindarinya, maka gelombang suara itu akan mengenai rumah siput di telinga dan otak, membuatku merasa mual.
Sedangkan jika kita menahannya, maka getarannya justru langsung ke otak, dan merusak beberapa jaringan keseimbangan. Karena itu kau sekarang mual-mual," jelas Sky yang akhirnya membuat Seas paham. Kedua remaja itu tidak menyangka bahwa Razeks masih menyimpan satu kartu rahasianya.
"Dia benar-benar orang tua yang merepotkan!" geram Seas. Setelah dia merasa baikan, dia segera berdiri meskipun agak terhuyung-huyung. Dibantu dengan Sky, mereka berdua berusaha untuk bertarung sekali lagi.
"Apa kau punya rencana untuk mengatasi ini, Sky?" tanya Seas bingung. Jika senjata Razeks seperti ini, maka serangan kejutan tidak akan ada gunanya.
Sky menyeringai. "Ada, ikuti iramaku."
TBC.
__ADS_1